
"Kita harus menjaga calon bayi ini dan ibunya. Paling tidak selama Lintang Rahina berada di kawah Merapi, Ki," kata Ki Jagad Dahana, "Seperti halnya aku yang bisa merasakan getaran energi calon bayi itu, orang orang yang kesaktiannya sudah mencapai tingkat yang tinggi, tentunya juga sudah bisa merasakan getaran energinya, walaupun berada di tempat yang agak jauh. Apalagi bagi para pendekar yang memang cara meningkatkan kesaktian dengan cara ritual, pastinya sudah mengetahui hadirnya calon bayi ini. Makanya Ki Penahun dan Ki Pradah jangan kaged, bila mulai sekarang, kita merasakan adanya getaran energi tingkat tinggi di sekeliling kita."
"Malam tadi aku sempat merasakan datangnya getaran energi dari bawah, dua atau mungkin tiga titik," sahut Ki Penahun.
"Mulai sekarang kita harus selalu waspada dan Sekar harus selalu berada di dekat kita," kata Ki Pradah.
----- o -----
Sementara itu, di puncak Merapi, di dataran kecil jalur ke arah kawah Merapi, Lintang Rahina sedang memusatkan perhatiannya pada semua yang sedang diajarkan Ki Jagad Anila.
"Le ngger, yang utama kamu usahakan memahami tehnik dan sifat ilmunya. Karena, dengan tingkat energi yang kamu miliki, akan mudah dalam mempraktekkannya," kata Ki Jagad Anila.
Setelah memakan waktu hingga setengah hari, akhirnya Lintang Rahina bisa menemukan inti dari tehnik yang diajarkan oleh Ki Jagad Anila, dan bisa memahami perbedaannya dari tehnik Ki Ageng Arisboyo.
Kalau tehnik yang diajarkan oleh Ki Ageng Arisboyo, berusaha memahami semua sifat gerakan udara atau angin. Kemudian dengan energinya berusaha mengikuti sifat angin. Setelah bisa selaras dengan semua sifat angin, barulah dengan energinya berusaha mengendalikan gerakan angin menjadi ukuran dan bentuk seperti yang diinginkan.
Sedangkan tehnik dari Ki Jagad Anila, dengan menggunakan energinya, berusaha membuat tubuh mempunyai sifat seperti angin itu sendiri. Maka seperti yang disampaikan oleh Ki Jagad Anila, tehnik ini membutuhkan energi yang sudah pada tingkatan yang tinggi, sehingga tehnik ini hanya bisa dimainkan oleh pendekar yang tingkat energinya sudah sangat tinggi.
Selama semalam penuh, Lintang Rahina mencoba mempraktekkan semua yang sudah dipelajarinya. Sewaktu Lintang Rahina mencoba beberapa kali, tanpa dia sadari, telah menimbulkan suara bergemuruh seperti terjadi badai topan. Para penduduk di sekitar kaki gunung dan punggung gunung Merapi, mengira jikalau di puncak Merapi terjadi badai yang akan membuat gunung Merapi meletus.
"Anak ini luar biasa. Bisa menguasai tehnik yang kuajarkan dengan cepat Aku yang menciptakan ilmu ini dan sudah menguasai selama puluhan tahun, hanya bisa membuat hembusan angin kencang seoerti angin pegunungan. Tapi, anak ini, dengan tingkat energi di tubuhnya, bahkan bisa membuat badai dan suara yang bergemuruh," kata Ki Jagad Anila sambil tersenyum puas, melihat ilmu ciptaannya bisa dimainkan hingga tingkat yang dia sendiri tidak pernah membayangkannya.
"Bagaimana jadinya, kalau dia sudah bisa menggabungkannya dengan penggunaan energi api yang akan diajarkan oleh kakang Jagad Dahana. Mungkin danau akan kering menguap, jika dia masuk ke dalamnya. Atau membakar satu kampung hanya dengan panas yang dibuatnya," Ki Jagad Anila berbisik sendiri, "Semoga anak ini tetap pada jalan kebenaran."
Sementara itu, pada waktu yang bersamaan, di punggung gunung tempat Ki Penahun, Ki Pradah, Sekar Ayu Ningrum serta Ki Jagad Dahana berkumpul, juga mendengar dan melihat sesuatu bergemuruh dan berputar putar cepat seperti terjadi badai topan di puncak gunung Merapi.
"He he he he .... Sepertinya cucumu sudah berhasil mempelajari tehnik penggunaan energi angin dari adi Jagad Anila, Ki Penahun !" kata Ki Jagad Dahana sambil berdiri menatap ke arah Puncak Merapi.
__ADS_1
"Seberapa tinggi tingkat energi anak ini. Adi Jagad Anila saja saat menggunakan ilmunya dengan energi penuh, tidak akan sampai terbentuk badai," gumam Ki Jagad Dahana.
Mereka berbincang hingga dini hari. Melihat badai dan suara gemuruh di puncak Merapi, sudah berhenti, Ki Jagad Dahana berpamitan akan kembali ke atas.
"Ki Penahun, Ki Pradah. Tolong jaga keselamatan Sekar. Walaupun kita tahu, energi dan memampuannya sudah melebihi kita, tapi bagaimanapun, dia sedang mengandung," kata Ki Jagad Dahana.
Sesaat kemudian, Ki Jagad Dahana melesat ke arah puncak Merapi dengan sangat cepat.
----- o -----
Menjelang pagi, Lintang Rahina menyudahi latihannya. Diapun langsung duduk bersila, bersemedi untuk memulihkan energinya.
Saat kehangatan sinar mentari menyentuh seluruh permukaan kulitnya, Lintang Rahina terbangun dari semedinya.
Lintang Rahina membuka matanya. Dilihatnya, Ki Jagad Anila sudah berdiri di depannya.
Dengan cepat Lintang Rahina bangun untuk berdiri dan mendekat ke arah Ki Jagad Anila.
"Selamat le ngger, kamu sudah menguasai ilmu 'Sindhung Alit' dengan sangat baik. Bahkan jauh lebih baik dari yang aku kuasai," kata Ki Jagad Anila sambil mendekati Lintang Rahina.
"Terimakasih atas bimbingannya Ki," jawab Lintang Rahina.
"Jangan heran Ngger, ilmu 'Sindhung Alit' memang akan menambah kecepatan ilmu meringankan tubuhmu !" kata Ki Jagad Anila sambil tersenyum ketika melihat Lintang Rahina yang tadi agak terkejut.
"Pesanku, pergunakanlah ilmu 'Sindhung Alit' untuk kebaikan dan dalam jalan kebenaran. Jagan sia siakan kepercayaanku," kata Ki Jagad Anila lagi.
"Inggih Ki, terimakasih atas kepercayaannya," jawab Lintang lagi.
__ADS_1
"Sekarang kamu istirahatlah, sambil menunggu kakang Jagad Dahana datang. Dia akan mengajarimu penggunaan energi api. Persiapkan dirimu baik baik. Serap sesempurna mungkin ilmu yang akan diberikan padamu !" pesan Ki Jagad Anila sambil membalikkan badan dan kemudian melangkah meninggalkan Lintang Rahina.
"Baik Ki, terimakasih," jawab Lintang Rahina.
Setelah bayangan tubuh Ki Jagad Anila sudah tidak terlihat lagi, Lintang Rahina kembali duduk bersila sambil menunggu kedatangan Ki Jagad Dahana.
----- o -----
Tanpa terasa waktu sudah memasuki tengah hari. Terik sinar matahari tepat berada di atas kepala Lintang Rahina.
Walaupun sinar matahari terasa panas bercampur dengan dinginnya udara puncak gunung Merapi, namun Lintang Rahina tidak beranjak sedikitpun dari posisi duduknya.
Beberapa saat kemudian, saat matahari sedikit condong ke barat, Lintang Rahina merasakan datangnya energi yang membawa hawa panas bergulung gulung, mendekat ke arahnya.
Terlihat di kejauhan, Ki Jagad Dahana berjalan ke arah Lintang Rahina.
Ki Jagad Dahana sengaja datang tepat tengah hari dan dengan berjalan kaki, untuk menguji kesabaran dan ketekunan Lintang Rahina.
Setelah tiba di dekat tempat Lintang Rahina duduk, Ki Jagad Dahana tersenyum melihat Lintang Rahina tidak beranjak, tetap menunggu kedatangannya, walaupun menunggu di tempat yang sangat panas.
"Bagaimana latihanmu dengan adi Jagad Anila, ngger ?" tanya Ki Jagad Dahana.
"Baik dan lancar Ki. Semoga tidak mengecewakan Ki Jagad Anila," jawab Lintang Rahina.
"Sekarang, siapkan tubuh dan mentalmu, kita akan berlatih menggunakan energi api !" kata Ki Jagad Dahana.
Kemudian, pertama tama, Ki Jagad Dahana memberikan contoh cara menggunakan energi api dan diulang beberapa kali. Setelah itu, Ki Jagad Dahana mengajarkan cara melatihnya dan menyampaikannya juga diulang beberapa kali.
__ADS_1
Setelah dirasa cukup mengajari teorinya, Ki Jagad Dahana menyuruh Lintang Rahina untuk merenungi dan memahami dulu tehnik yang diajarkannya.
__________ 0 __________