
Sedangkan saat menangkis golok hitam Lembu Suro, Lintang mencoba memasukkan tehnik 'Puspa Nagari' ke tangan kanannya sehingga pedang Lintang Rahina berpendar kuning keemasan dan mengeluarkan letupan petir di sepanjang bilahnya.
Sehingga saat golok hitam Lembu Suro berbenturan dengan pedang Lintang Rahina, telapak tangan kanan Lembu Suro yang memegang golok terasa kesemutan seperti ditusuk jarum kecil kecil.
Karena terkejut, Lembu Suro meloncat mundur sedikit. Hal itu dimanfaatkan oleh Lintang Rahina untuk mencecar Maheso Suro dengan serangan.
Klang ! Klang ! Klang !
Maheso Suro yang masih susah payah menangkis serangan pedang Lintang Rahina, tidak bisa mengelak lagi ketika tendangan kaki kanan Lintang Rahina mendarat di perutnya.
Buuukkk !!!
Maheso Suro terbungkuk menahan sakit pada perutnya, hingga kemudian jatuh terduduk dengan satu lutut menyentuh tanah.
Bango Suro dengan cepat mendekati Maheso Suro dan segera menyalurkan energinya untuk menetralkan energi Maheso Suro yang sempat kacau.
"Adi Maheso Suro masih sanggup ?" tanya Bango Suro dengan berbisik.
Maheso Suro mengangguk sambil berdiri lagi.
"Mari kita selesaikan bersama sama kakang," jawab Maheso Suro.
----- o -----
Sementara itu, pertarungan Sekar Ayu Ningrum melawan Kebo Suro semakin menarik. Kebo Suro yang merupakan petarung jarak dekat mulai direpotkan dengan pendaran energi berbentuk ujung pedang yang dilesatkan Sekar Ayu Ningrum yang menyasar ke bagian tubuhnya yang tidak terlindungi sarung besi seperti leher, bahu dan paha. Kemudian disusul dengan serangan jarak dekat dengan tusukan dan sabetan pedang.
Setelah mengetahui jika orang orang ini yang merusak tempat tinggal kakeknya, Sekar Ayu Ningrum tidak menahan diri lagi dan tidak memberi belas kasihan pada lawannya.
Seperti halnya Kebo Suro sekarang ini. Sekar Ayu Ningrum terus saja mencecar Kebo Suro dengan serangan energi berbentuk ujung pedang. Saat Kebo Suro sibuk menangkis setiap pendaran energi yang meluncur ke arahnya, pukulan tangan kiri Sekar Ayu Ningrum sudah dekat dengan mukanya.
Dengan cepat Kebo Suro menangkis dengan telapak tangan kanannya.
Plaaakkk !!!
Kemudian disusul dengan sabetan pedang ke arah leher Kebo Suro, yang ditangkis Kebo Suro dengan lengan kirinya.
Traaang !!!
Setelah menangkis, kaki kiri Kebo Suro mencuat ke atas mengarah ke muka Sekar Ayu Ningrum.
__ADS_1
Karena posisi yang masih terlalu dekat, Sekar Ayu Ningrum menangkis tendangan Kebo Suro dengan menyilangkan pedang dan tangan kiri di depan dada, sambil melompat kebelakang.
Plaaakkk !!!
Terdengar suara benturan telapak kaki Kebo Suro dengan lengan kiri Sekar Ayu Ningrum.
Dalam benturan itu, Sekar Ayu Ningrum terdorong mundur tiga langkah, sedangkan Kebo Suro mundur selangkah.
Saat terdorong mundur itu, Sekar Ayu Ningrum melihat telapak kaki Kebo Suro.
Sekar Ayu Ningrum menambah aliran energi ke seluruh tubuhnya dan dengan cepat pedangnya dipindah ke tangan kiri.
Dari ujung pedangnya terbentuk lagi beberapa pendaran energi yang terlihat lebih pekat. Dengan beberapa kali mengayunkan tangan kirinya, pendaran energi itu melesat cepat mengarah ke leher, bahu dan kedua paha Kebo Suro. Disusul kemudian dia menotolkan kaki kanannya ke tanah, membuat tubuhnya melesat cepat ke arah Kebo Suro.
Melihat serangan yang diulang ini, Kebo Suro hanya mendengus pendek. Dalam hatinya dia menilai, lawannya sudah kehabisan cara dan jurus untuk melawannya.
Sambil menyeringai lebar, yang membuat mukanya yang berjambang, berkumis dan berjenggot tidak teratur itu menjadi tambah menakutkan, Kebo Suro meningkatkan aliran energinya.
Kemudian dengan gerakan yang cepat, setiap pendaran energi yang datang disapok dengan kedua lengannya.
Klang ! Klang ! Klang ! Klang !
Setiap pendaran energi yang mengenai sarung lengan dari besi itu menimbulkan suara yang nyaring.
Melihat ujung pedang yang diselimuti pendaran energi sudah mengancam lehernya, Kebo Suro segera mengangkat lengan kanannya untuk menangkis datangnya serangan pedang.
Klaaannnggg !!!
Pedang Sekar Ayu Ningrum terpental kembali ke belakang. Terlihat percikan api yang disertai suara yang sangat nyaring saat ujung pedang Sekar Ayu Ningrum mengenai sarung lengan yang terbuat dari besi.
Saat pedang di tangan kirinya mental kembali, telapak tangan kanan Sekar Ayu Ningrum sudah mengancam bahu kiri Kebo Suro.
Melihat datangnya pukulan telapak, Kebo Suro dengan seringai mengejek menyambut dengan pukulan telapak tangan kirinya.
Saat telapak tangan kanannya meluncur, tanpa disadari oleh Kebo Suro, Sekar Ayu Ningrum merubah telapak tangannya menjadi mengepal, sambil mengalirkan sebagian besar energinya ke tangan kanannya.
Sesaat kemudian benturan tangan yang sama sama dilapisi energi tak terhindarkan.
Blaaarrr !!!
__ADS_1
Keduanya sama sam terpental mundur. Sekar Ayu Ningrum terdorong melayang ke belakang hingga sekitar lima langkah. Sedangkan Kebo Suro tersurut mundur tiga langkah dalam posisi berdiri agak membungkuk.
Tangan kiri Kebo Suro bergetar hebat namun berat untuk digerakkan.
Terlihat, telapak tangan kirinya berlubang dengan sedikit darah kental yang menetes.
Walaupun lengannya dilindungi oleh sarung besi, namun tidak dengan telapak tangannya. Sehingga saat ada kesempatan memukul telapak tangan lawan, Sekar Ayu Ningrum mengisi genggamannya dengan pendaran energi dan melapisi tangan kanannya dengan sebagian besar energinya.
Melihat telapak tangan kirinya terluka dan lengannya tidak bisa digerakkan, Kebo Suro berteriak penuh kemarahan.
Haaahhhhh .... !!!
Kebo Suro segera melesat ke arah Sekar Ayu Ningrum. Yang kembali disambut Sekar Ayu Ningrum dengan lesatan beberapa pendaran energi dari ujung pedangnya yang sudah dipindah dengan cepat ke tangan kanannya kembali.
Kebo Suro berkali kali melayangkan serangan pukulan dan tendangan. Semua selalu dihindari oleh Sekar Ayu Ningrum.
Setiap ada kesempatan, Sekar Ayu Ningrum selalu membalas menyerang dengan tusukan dan sabetan pedang yang didahului dengan lontaran pendaran energi.
Karena menangkis hanya dengan satu tangan, Kebo Suro mulai kewalahan dan sedikit demi sedikit terdesak.
Apalagi saat beberapa lesatan energinya mengenai sasaran, tubuh Kebo Suro mulai mendapat beberapa luka. Dan luka luka itupun mulai membuat Kebo Suro semakin melamban.
Saat pertarungan mereka sudah melewati seratusan jurus, beberapa bagian tubuh Kebo Suro sudah mendapatkan banyak luka dan mengeluarkan banyak darah. Hal itu membuat energi dan kecepatannya menurun.
Dengan penuh perhitungan, Sekar Ayu Ningrum melenting ke atas dan memudian dengan cepat menukik ke arah Kebo Suro dengan pedang yang siap untuk ditebaskan.
Begitu Kebo Suro masuk dalam jarak serangnya, Sekar Ayu Ningrum mengangkat pedangnya dengan kedua tangannya.
Dengan sepenuh kekuatannya, ditebaskannya pedangnya dari atas ke bawah.
Melihat serangan itu, Kebo Suro menangkis dengan menjajarkan kedua lengannya di atas kepalanya.
Praaannnggg !!!
Karena aliran energi ke sarung besinya sudah banyak menurun, akhirnya sarung besi itu tidak mampu lagi menahan tebasan pedang Sekar Ayu Ningrum hingga hancur berkeping keping. Disusul kemudian, sambil meluncur mendarat, tendangan kaki kanan Sekar Ayu Ningrum mendarat di dadanya.
Duuuaaaggghhh !!!
Seketika tubuh Kebo Suro meluncur ke belakang hingga lebih dari sepuluh langkah dan berhenti dalam posisi terlentang.
__ADS_1
Tidak ada gerakan dari tubuh Kebo Suro. Hanya dadanya yang sesekali terlihat bergerak walaupun lemah, yang menunjukkan kalau dirinya masih hidup.
__________ 0 __________