Kekuatan Di Luar Tembok Keraton

Kekuatan Di Luar Tembok Keraton
Kekacauan


__ADS_3

Lintang Rahina yang kali ini sudah siap sepenuhnya, sedikit terkejut dengan kemampuan unik dari Ki Goprak.


Segera Lintang Rahina mengalirkan energinya untuk melindungi telinganya.


Ki Goprak yang tiba tiba sudah berada di depan Lintang Rahina kembali merangsek dengan kombinasi serangan.


Tusukan ujung seruling di barengi dengan pukulan energi, sabetan seruling disertai dengan tendangan ataupun pukulan tangan kiri yang dibarengi dengan serangan energi suara dari lengkingan seruling yang digerakkan memutar.


Semua serangan itu dilakukan oleh Ki Goprak dengan tujuan memaksa Lintang Rahina untuk beradu energi sehingga Ki Goprak bisa mengukur tingkat energi Lintang Rahina.


Tetapi, sampai beberapa kali serangan kombinasi dari Ki Goprak, Lintang masih menghindarinya tanpa sedikitpun berniat membalas semua serangan.


"Aku sangat beruntung, bisa bertemu dan bertarung dengan salah satu dari sedikit seniman bela diri yang ada di tanah Jawa ini," kata Lintang Rahina dalam hati.


"Dengan tingkat energi yang sudah sangat tinggi seperti ini, Ki Goprak tetap bertahan untuk menjadi dirinya sendiri, tidak tergoda untuk mencari kekuatan, kekuasaan, jabatan dan penghormatan," kata Lintang Rahina lagi dalam hati.


Sementara itu, Ki Goprak semakin heran dan penasaran dengan kemampuan yang Lintang Rahina. Semua serangannya bisa dihindari tanpa rasa panik sedikitpun.


Sebenarnya, Lintang Rahina bukannya tidak tahu tentang niat Ki Goprak yang ingin adu kuat energi untuk mengetahui tingkat energinya.


Tetapi, Lintang Rahina selalu menghindar karena juga ingin mengetahui lebih jauh ilmu seruling Ki Goprak dan juga karakter dan tujuan Ki Goprak dalam bertarung.


Seorang pendekar bisa diketahui karakternya dari cara dia menggunakan jurus jurusnya untuk menyerang. Apakah murni untuk beradu keahlian bersilat dan beradu energi, atau bertujuan untuk melukai dan menyakiti lawannya.


Setelah Lintang Rahina menyimpulkan bahwa sebenarnya Ki Goprak bukan orang jahat, hanya berniat semata mata beradu ilmu silat, Lintang Rahina mulai menambah kecepatan dan energi yang dikeluarkannya.

__ADS_1


Kemudian Lintang Rahina mulai menangkis dan mencoba membalas serangan.


Plaakkk !!!


Tuukkk !!!


Lintang Rahina menangkis pukulan kiri Ki Goprak dengan telapak tangan kirinya, kemudian memapaki tusukan ujung seruling dengan jari telunjuk kanannya yang telah dia lapisi dengan energi yang secara samar mengeluarkan pendaran sinar kuning keemasan.


Dalam dua kali benturan itu, diam diam Ki Goprak kembali terkejut. Kedua tangannya bergetar hebat setiap selesai benturan energi.


Lintang Rahina yang penasaran dengan seruling milik Ki Goprak, kembali menambah aliran energinya dan juga kecepatannya. Kemudian dengan sedikit melompat, Lintang Rahina mendahului menyerang.


Ki Goprak yang tidak menduga Lintang Rahina akan mendahului menyerang, mencoba menangkis serangan Lintang Rahina.


Diam diam, setiap tangan kanannya berbenturan dengan seruling di tangan Ki Goprak, Lintang Rahina menjentikkan telunjuk jarinya ke seruling yang digunakan untuk menangkis serangan Lintang Rahina. Dari situ Lintang bisa tahu kualitas bahan yang dipakai untuk membuat seruling milik Ki Goprak. Lewat jentikan jari ke seruling itu juga, Lintang Rahina menyerang Ki Goorak dengan serangan energi yang langsung merambat lewat telapak tangan Ki Goprak. Sehingga serangan itu membuat Ki Goprak bisa merasakan besarnya energi Lintang Rahina dan membuatKi Goprak terdorong ke belakang tetapi tidak membuat luka bagi Ki Goprak.


Sebagai salah seorang tokoh persilatan yang tingkat energinya sudah sangat tinggi, Ki Goprak tahu kalau tingkat energi pemuda yang menjadi lawannya itu masih di atasnya. Ki Goprak juga tahu kalau dari cara membalas senyerangannya, Lintang Rahina tidak berniat untuk mencelakainya ataupun bahkan untuk membunuhnya. Hal ini cukup membuat Ki Goprak tahu diri.


Sementara di lain tempat, pertarungan antara Empu Bajang Geni melawan Biksu Wisnu gatti semakin seru. Mereka berdua sama sama sudah mendapatkan luka. Dan nafas mereka pun juga sudah mulai tidak teratur.


Pertarungan antara Biksu Wisnu Gatti dan Empu Bajang Geni menjadi paling sengit, karena pertarungan mereka berdua terkadang sambil melayang, kadang mereka turun di tanah samping tempat pertemuan.


Ternyata dalam pertemuan mereka kali ini, Biksu Wisnu Gatti bisa mengimbangi kesaktian Empu Bajang Geni.


Sebenarnya, untuk tingkat ilmu silat, Empu Bajang Geni sedikit lebih tinggi dari Biksu Wisnu Gatti. Tetapi karena energi mereka setingkat dan energi milik Biksu Wisnu Gatti lebih bersih dan murni, menjadikan Biksu Wisnu Gatti lebih unggul dalam tingkat energi.

__ADS_1


Terlihat sedikit darah di kedua sudut bibir Empu Bajang Geni. Menandakan kalau Empu Bajang Geni sudah mendapatkan luka dalam. Luka dalam ini didapat saat pada suatu kesempatan, tasbih Biksu Wisnu Gatti bisa mengenai punggung Empu Bajang Geni.


Biksu Wisnu Gatti pun tidak jauh berbeda. Tubuhnya sudah terdapat beberapa lebam seperti terbakar, karena beberapa kali serangan energi bola bola api yang dilakukan oleh Empu Bajang Geni secara bertubi tubi, ada beberapa yang berhasil menerobos dan mengenai tubuh Biksu Wisnu Gatti.


Pada satu kesempatan, Empu Bajang Geni melesat ke atas dengan wujud tubuh apinya. Kemudian dari kedua tangannya keluar bola bola api dalam jumlah banyak. Bola bola api itu berputar putar di sekelilingnya. Lalu Empu Bajang Geni melemparkan bola bola api itu secara beruntun. Tetapi tidak ke arah Biksu Wisnu Gatti yang menyusulnya melesat ke atas, tetapi ke arah deretan tempat duduk tamu undangan.


Seketika terjadi kekacauan di deretan tempat duduk tamu undangan. Mereka terkejut karena tiba tiba mendapatkan serangan energi bola bola api dari atas oleh Empu Bajang Geni.


Para tamu undangan ada yang sempat menghindar jauh jauh. Ada juga yang tidak sempat menghindar sehingga harus menangkis datangnya serangan energi bola api itu. Ada juga yang melindungi seluruh tubuhnya dengan mengalirkan energi ke seluruh tubuhnya.


Ternyata apa yang dilakukan oleh Empu Bajang Geni, dilakukan juga oleh muridnya, Arga Manika dan Prabu Wisa.


Membuat kacau dan panik semua tamu undangan, baik yang duduk di deretan tempat duduk sebelah kiri ataupun kanan.


Suara ribut dan kekacauan di tempat duduk tamu undangan itu terdengar juga oleh Lintang Rahina Dan Ki Goprak yang bertarung agak jauh dari tempat pertemuan.


Lintang Rahina yang merasa khawatir dengan keselamatan para tamu undangan, segera menambah energi yang dikeluarkannya sambil berkata, "Maaf paman, ada yang harus saya kerjakan, kita sudahi dulu permainan ini."


Ki Goprak baru akan menjawab kata kata Lintang Rahina, ketika tiba tiba Lintang Rahina sudah berada si depannya dengan seluruh tubuh diselimuti pendaran energi kuning keemasan. Telapak tangan kanannya yang seperti menyala kuning keemasan mengenai pelan dada Ki Goprak tanpa bisa di tangkis oleh Ki Goprak.


"packkk !!!


Walau hanya pelan, pukulan tapak Lintang Rahina yang mengenai dada Ki Goprak, membuat tubuh Ki Goprak seperti dilemparkan jauh ke belakang, bahkan sampai melewati beberapa pohon, barulah Ki Goprak bisa menghentikan luncuran tubuhnya dengan mendarat di sebuah dahan pohon.


\_\_\_0\_\_\_

__ADS_1


__ADS_2