Kekuatan Di Luar Tembok Keraton

Kekuatan Di Luar Tembok Keraton
Persaingan Dua Gadis Cantik Lagi II


__ADS_3

"Heiii !!! Gara gara kamu dia lolos !" teriak Galuh Pramusita sambil menghentak hentakkan kaki kanannya ke tanah karena gemas.


"Hei hei hei, perempuan tak tahu diri. Diri sendiri lemah, menuduh orang lain !" sahut Sekar Ayu Ningrum.


"Kamu mau mencoba merasakan pukulanku ?" teriak Galuh Pramusita lagi sambil melesat menyerang Sekar Ayu Ningrum.


Tidak berapa lama, mereka berdua sudah terlibat pertarungan.


Dengan tehnik pukulan mereka yang mirip membuat berkali kali pukulan mereka berbenturan.


Yang membedakan adalah tehnik penguasaan energi. Sekar Ayu Ningrum masih tetap dengan penguasaan energi dari alam sekitarnya, seperti yang diajarkan oleh kakeknya, Ki Ageng Arisboyo. Sedangkan Galuh Pramusita penguasaan energi, yang awalnya menggunakan iblis api ajaran Empu Bajang geni, kemudian oleh Ni Sriti diubah sekaligus diberi tingkatan tehnik yang lebih tinggi menjadi penguasaan energi panas api.


Dalam sekali gebrakan mereka berdua melakukan benturan energi berkali kali.


Lintang Rahina yang baru saja selesai membantu proses penyembuhan, terkejut melihat Sekar Ayu Ningrum dan Galuh Pramusita bentrok.


Segera saja Lintang Rahina mendekat ke tengah tengah mereka untuk memisah.


"Adik, apa yang kalian lakukan ?" kata Lintang Rahina.


Bummm ! Bummm !


Lintang Rahina tiba di tengah tengah mereka tepat saat mereka berdua sedang melancarkan pukulan, sehingga pukulan mereka mengenai Lintang Rahina.


Walaupun sudah melapisi seluruh tubuhnya dengan energi, menerima pukulan dari dua orang yang tingkat energinya setingkat di bawahnya dalam waktu yang bersamaan, membuat tubuh Lintang Rahina tergetar walaupun kedua gadis yang memukulnya juga terdorong ke belakang dua langkah.


"Dia yang membuatnya masih bisa melarikan diri !" teriak kedua gadis itu bersamaan.


"Sudahlah, ada yang lebih penting untuk kita kerjakan," kata Lintang Rahina.


Sekar Ayu Ningrum dan Galuh Pramusita sama sama menoleh ke tempat Ni Sriti berada.


"Ni Sriti !" teriak mereka berdua sambil segera mendekat ke arah Ni Sriti.


Ni Sriti membuka matanya dan kemudian bangkit dari duduknya.


"Nini sudah tidak apa apa," kata Ni Sriti sambil memegang tangan kedua gadis yang berdiri di sampingnya.

__ADS_1


"Aku akan mencoba mengejarnya," kata Lintang Rahina, "Kalian tunggu dulu disini."


Tanpa menunggu jawaban dari tiga orang itu, Lintang Rahina segera melesat ke arah perginya Arga Manika.


Lintang Rahina mencoba berkeliling di sekitar daerah situ, karena selain merasakan adanya energi yang sangat besar di daerah sekitar dia berada, juga karena saat ini banyak pendekar berdatangan ke daerah ini. Lintang Rahina belum mengetahui apa tujuan mereka.


Setelah Lintang Rahina melesat pergi untuk mengejar Arga Manika, ternyata Sekar Ayu Ningrum, Galuh Pramusita dan Ni Sriti menyusul pergi untuk mencari Arga Manika. Ini karena kedua gadis itu diajak oleh Ni Sriti yang merasa telah sembuh dan lukanya sudah tidak berefek apa apa pada tubuhnya, walaupun energinya baru pulih lima puluh persen.


Karena Lintang lebih cenderung menyisir di daerah pinggiran kota Trowulan, sehingga membuat Ni Sriti beserta Galuh Pramusita dan Sekar Ayu Ningrum lebih dahulu tiba di gerbang masuk menuju ke kota.


Di gerbang itu, lagi lagi Ni Sriti dan Galuh Pramusita serta Sekar Ayu Ningrum menyaksikan kejahatan dan kekejaman Arga Manika.


Sesaat setelah melesat melarikan diri dalam pertarungannya melawan Sekar Ayu Ningrum dan Galuh Pramusita, Arga Manika menuju ke gerbang kota. Setiap melewati sekelompok pendekar, Arga Manika menyuruh mereka untuk ke gerbang kota, dengan dalih dibutuhkan bantuan dan energinya untuk membangkitkan kembali kerajaan Majapahit.


Sampailah Arga Manika di depan gerbang kota. Tidak berapa lama menyusul banyak pendekar yang tiba di sana. Mereka tidak tahu kalau mereka hanya akan dimanfaatkan oleh Arga Manika.


Kemudian Arga Manika mengeluarkan energinya dan mengalirkan ke seluruh tubuhnya.


Bummm! Bummm ! Bummm !


Terjadi ledakan di tubuh Arga Manika saat dia meningkatkan aliran energinya ke seluruh tubuhnya.


Tiba tiba kelima lengan kanan itu memanjang dan menjangkau ubun ubun para pendekar yang sudah menyusulnya.


Karena terkejut dan tidak siap banyak pendekar yang kepalanya terkena cengkeram pada bagian ubun ubunnya oleh telapak tangan kanan Arga Manika yang berjumlah lima lengannya.


Tidak berapa lama, para pendekar itu terserap energi kehidupannya oleh Arga Manika, sehingga mereka kehilangan kesadaran hidupnya.


Saat itulah Ni Sriti beserta Sekar Ayu Ningrum dan Galuh Pramusita tiba di depan gerbang dan sempat menyaksikan kekejaman Arga Manika.


"Hati hati kalian nduk," kata Ni Sriti, "dia telah meningkatkan energinya dan mengeluarkan lengan kelimanya."


"Iya Ni," jawab Sekar Ayu Ningrum dan Galuh Pramusita serentak.


Mereka berdua segera menghunus pedangnya dan mendekat ke arah Arga Manika dengan penuh kewaspadaan.


"Ha ha ha ha !!! Kalian muncul lagi !" kata Arga Manika dengan suara berat.

__ADS_1


"Hentikan kejahatanmu !" teriak Galuh Pramusita.


"Kali ini kau tidak akan bisa lolos dariku !" sahut Sekar Ayu Ningrum.


Tiba tiba empat lengan kanan Arga Manika memanjang dan memegang senjata dari wujud api.


Dua lengan yang menyerang ke arah Sekar Ayu Ningrum, memegang senjata berbentuk pedang dan palu. Sedangkan yang memegang pedang dan bola berduri menyerang ke arah Galuh Pramusita. Keempat senjata itu berwujud api merah bercampur hitam.


Karena sudah siap sejak tadi, Sekar Ayu Ningrum dan Galuh Pramusita segera menebaskan pedangnya untuk menangkis datangnya serangan.


Traaang ! Traaang ! Traaang ! Traaang !


Sekar Ayu Ningrum dan Galuh Pramusita serentak terkejut. Kali ini tebasan mereka tidak membuat putus senjata yang mereka tangkis. Bahkan menimbulkan suara seperti benturan dua logam.


Mereka berdua meningkatkan aliran energi ke tubuhnya terutama ke pedang mereka. Kemudian mereka melesat lagi untuk memapaki datangnya serangan berikutnya.


Trang trang !!! Trang trang !!!


Walaupun belum bisa membabat putus, paling tidak senjata yang mereka tangkis terpental ke belakang.


Melihat serangan Arga Manika bisa mereka pentalkan ke belakang, Sekar Ayu Ningrum dan Galuh Pramusita segera merangsek lagi. Dengan meloncat menghindari datangnya serangan energi bola bola api, mereka berdua kembali mengadu energi dengan Arga Manika. Terkadang mereka berdua juga melesatkan serangan energi berbentuk ujung pedang ke arah tubuh Arga Manika ataupun kearah datangnya serangan bola api Arga Manika.


Tesss ! Tesss ! tesss ! Tesss !


Merasakan serangan mereka berdua tidak terlalu menghasilkan efek yang besar, Sekar Ayu Ningrum segera mengubah arah serangan.


Tebasan pedang, tusukan ataupun lesatan energi berbentuk ujung pedang, Sekar Ayu Ningrum arahkan ke lengan kanan Arga Manika, dan juga diselingi ke arah tubuh.


Perubahan ini membuat Arga Manika terkejut dan sedikit tertekan.


Hal ini terbaca pula oleh Ni Sriti yang melihat pertarungan dari tempat yang agak jauh.


"Nduk, biar lebih efektif, kalian berbagi tugas. Satu menyerang yang satunya menahan serangan lawan. Bergantian !" teriak Ni Sriti memberi arahan pada Sekar Ayu Ningrum dan Galuh Pramusita.


Sejak awal sebenarnya mereka enggan bekerja sama. Karena mereka bersaing ingin menunjukkan kemampuan masing masing.


Tetapi, begitu hasilnya bisa mendesak Arga Manika ditambah arahan dari Ni Sriti, mereka akhirnya berbagi tugas.

__ADS_1


___0___


__ADS_2