
Aaarrrccchhhhh !!!
Buuummm !!! Buuummm !!!
Terdengar teriakan kesakitan dari Dua Iblis Tertawa. Kemudian disusul dengan suara ledakan yang berasal dari tubuh mereka.
"Yang terjadi pada Dua Iblis Tertawa sekarang ini, mirip dengan yang dulu dialami oleh Arga Manika. Jangan jangan, saat di alam jiwa, Dua Iblis Tertawa bertemu dengan Mahagni," kata Lintang Rahina dalam hati.
"Kalau memang Dua Iblis Tertawa itu dalam pengaruh Mahagni, aku harus menangkap dan melenyapkan Mahagni," kata Lintang Lagi dalam hati lagi, "Agar dia tidak lagi berusaha mempengaruhi dan memperalat manusia."
Kemudian Lintang Rahina bersiap menggunakan ilmu 'Tapak Wulung"nya dengan tehnik pengolahan energi 'Nafas Raja' digabungkan dengan tehnik penggunaan energi 'Puspa Nagari'.
Pendaran sinar kuning keemasan yang menyelimuti seluruh tubuhnya, semakin bertambah pekat dan tebal. Terutama pada bagian lengannya yang berwarna ungu. Warna ungunya menjadi mengkilat dan mengeluarkan pendaran sinar berwarna ungu bercampur kuning keemasan.
Beberapa saat kemudian, pendaran sinar kuning keemasan yang keluar dari tubuh Lintang Rahina, menyebar dengan cepat ke sekitar tempat Lintang Rahina berdiri.
Bersamaan dengan itu, seluruh tubuh Dua Iblis Tertawa mengalami perubahan. Kedua lengannya memanjang dengan jari jari dan kuku yang panjang menghitam. Kedua kakinya tidak berubah panjang, namun telapak kakinya melebar dengan jari jari kaki yang membesar. Di setiap jari kakinya muncul kuku yang lancip seperti kuku harimau namun besar besar dan juga berwarna hitam.
Tiba tiba telapak kaki Dua Iblis Tertawa menjejak tanah. Seketika tubuh Dua Iblis Tertawa melesat ke arah Lintang Rahina.
Sraaattt !!!
Melihat datangnya serangan kaki, Lintang Rahina segera menghindar dengan melenting ke samping.
Duuaaar ! Duuaaar !
Terdengar ledakan yang sangat keras saat kaki Dua Iblis Tertawa menghujam ke tanah tempat tadi Lintang Rahina berdiri. Dari ledakan itu, menimbulkan lubang yang cukup besar dan dalam.
Tidak berhenti di situ saja. Dua Iblis Tertawa yang sudah menyerang sendiri sendiri, kembali melesat ke arah Lintang Rahina dari arah yang berbeda.
Kali ini Dua Iblis Tertawa menyerang dengan menggunakan cakaran kedua tangannya. Kembali Lintang Rahina menggeser kedua kakinya sehingga serangan cakaran Dua Iblis Tertawa mengenai udara kosong.
Breeettt !!!
Lintang Rahina yang tidak menduga kecepatan gerakan lawannya, masih harus terkena cakaran Di ujung lengan bajunya.
__ADS_1
Setelah beberapa saat Lintang Rahina menghindar terus untuk mencari kelemahan lawan, pada satu kesempatan, Lintang Rahina menyambut serangan cakaran kedua lawannya.
Blaaammm ! Blaaammm !
Dua Iblis Tertawa terlempar ke belakang hingga bergulingan. Cakaran tangannya hancur hingga sampai ke siku.
Seperti tidak merasakan sakit, Dua Iblis Tertawa segera bangkit kembali. Tiba tiba dari kedua lengan yang hancur, tumbuh lagi lengan bawah dan telapak tangan yang baru.
Begitu tangannya utuh lagi, Dua Iblis Tertawa langsung melesat lagi ke arah Lintang Rahina. Mereka berdua menyerang dari dua arah yang berbeda dengan kombinasi tendangan dan cakaran.
Lintang Rahina pun tidak menghindar lagi. Dia sudah bertekad untuk memusnahkan Mahagni dan mungkin sekalian Dua Iblis Tertawa.
Kembali terjadi benturan pukulan dan tendangan. Dan hasilnyapun seperti tadi. Dua Iblis Tertawa selalu terlempar ke belakang hingga bergulungan dan tangan atau kakinya yang terkena pukulan 'Tapak Wulung' akan hancur paling ringan patah tulangnya.
Akhirnya Dua Iblis Tertawa terkapar di tanah dengan tangan dan kaki yang hancur. Hanya gerakan lemah di dada dan matanya yang menunjukkan kalau mereka berdua masih hidup. Nafas mereka pun terputus putus.
Tiba tiba di telinga dan di pikiran mereka, terdengar suara yang berat.
"Kalian berdua ingin membalas kekalahan ini ? Kalau ingin membalas, ku beri kalian kekuatanku ! Berkediplah sekali kalau kalian mau !"
"Hah ha ha ha ..... bagus ! Aku akan mengambil alih kendali tubuh kalian !"
Sementara itu, Lintang Rahina baru akan mengirimkan pukulan tapaknya untuk mengakhiri perlawanan Dua Iblis Tertawa, ketika tiba tiba tubuh Dua Iblis Tertawa mengeluarkan asap hitam yang kemudian asap hitam itu menyelimuti seluruh tubuhnya.
Sesaat kemudian, tubuh mereka berdua melayang dalam posisi berdiri. Kemudian tubuh mereka berdua saling bergerak mendekat hingga akhirnya tubuh mereka merapat. Disusul dengan asap hitam pekat yang menyelimuti tubuh mereka bergerak mengelilingi dan menggulung tubuh mereka. Sampai kedua tubuh mereka tidak terlihat tertutup oleh asap hitam pekat yang bergerak memutar dengan cepat.
Tiba tiba terjadi ledakan dari tubuh mereka.
Blaaammm ! Blaaammm !
Sesaat setelah suara ledakan, muncul letupan letupan seperti lidah api berwarna merah membara di sela sela gulungan asap hitam lekat.
Kemudian, perlahan lahan gerakan asap hitam pekat yang memutar itu melambat dan semakin menipis hingga hanya seperti kabut berwarna hitam.
Di tengah tengah kabut hitam itu, berdiri sesosok tubuh yang sangat mengerikan. Seluruh tubuhnya berwarna hitam dengan guratan guratan merah menyala di seluruh tubuhnya.
__ADS_1
Tubuh itu berkepala dua dan berleher dua, dengan masing masing kepala mulutnya lebar dan giginya besar besar. Di sepanjang tulang belakangnya tumbuh tanduk hingga tampak seperti duri mulai dari tengkuk hingga tulang ekor. Tulang ekornya pun tumbuh memanjang seperti ekor yang ujungnya membara seperti api. Kaki sosok tubuh itu telapaknya lebar dengan jari jari yang besar dan kuku kuku hitam yang besar dan runcing. Kedua tangannya panjang, lebih panjang dari kakinya. Sama seperti telapak kakinya, telapak tangannya lebar dengan jari yang panjang dan kuku yang runcing berwarna hitam.
Dengan sekali menghentakkan kakinya ke tanah, tubuh makluk itu melesat ke arah Lintang Rahina. Kedua tangannya terkembang dengan jari jari membentuk cakar.
Belum belum mencapai setengah jarak, tangan kanannya terayun dan memanjang mengarah ke kepala Lintang Rahina.
Wuuussshhh !!!
Dengan menggeser ke kanan sedikit kuda kudanya, Lintang Rahina menghindari serangan cakar sosok itu.
Craaakkk !!!
Cakar tangan kanan sosok itu tidak mengenai sasaran dan menghujam ke tanah membentuk lubang sebesar kepala kerbau.
Lengan itu memendek dengan cepat. Bukan telapak tangannya yang mendekat ke tubuhnya, tetapi tubuhnya yang melesat cepat ke arah telapak tangan kanannya yang masih terhujam ke tanah.
Wuuussshhh !!!
Tiba tiba telapak kaki yang sangat lebar sudah mengarah ke dada Lintang Rahina.
Kali ini Lintang Rahina tidak menghindar. Telapak tangan kanannya yang berwarna ungu berpendar keemasan memapaki datangnya telapak kaki sosok hitam itu dengan pukulan 'Tapak Wulung'.
Buuummm !!!
Bertemunya pukulan tapak Lintang Rahina dengan telapak kaki sosok itu menimbulkan suara yang sangat keras.
Terlihat dua tubuh sama sama terdorong ke belakang.
Sosok itu mendarat di tanah dengan kedua telapak kaki menghentak ke tanah hingga menimbulkan getaran. Sedangkan Lintang Rahina mendarat tidak jauh dari tempat eyang dan kedua gurunya.
Kesempatan itu digunakan oleh Ki Penahun untuk memberi saran pada Lintang Rahina.
"Le ngger, kamu fokus saja untuk mengalahkannya, hidup atau mati. Nanti kami bertiga akan menggunakan mantera mantera pengikat jiwa untuk membuat pagar agar Makluk hitam itu tidak melarikan diri ke alam jiwa," kata Ki Penahun.
"Baik eyang," jawab Lintang Rahina.
__ADS_1
__________ 0 __________