
"Kalian jaga raga Ni Sriti, biar aku yang menghadapinya," kata Lintang Rahina lagi sambil langsung menangkis beberapa serangan dari lengan lengan Mahagni.
Sambil menghindari setiap serangan dan kadang kadang membalas dengan pukulan tapaknya, Lintang Rahina diam diam mempelajari kondisi Arga Manika.
"Tubuh dan jiwanya sudah sepenuhnya dikendalikan oleh sesuatu berkekuatan iblis," kata Lintang Rahina dalam hati.
Lintang Rahina pun meningkatkan aliran energinya ke seluruh tubuhnya dan mulai mengeluarkan senjata trisulanya.
"Katakan siapa kau, sebelum aku memusnahkanmu !" tanya Lintang Rahina.
"Heh he he he .... , akulah Mahagni pemilik kekuatan iblis ! Akan kuambil jiwa kalian semua !" jawab Mahagni.
"Dia sudah bukan manusia. Tidak bisa dikalahkan hanya dengan energi fisik saja. Untuk mengalahkan jiwa iblis, harus dengan energi jiwa," kata Lintang dalam hati.
Dengan tehnik 'Puspa Nagari', Lintang Rahina mengalirkan energinya ke seluruh tubuhnya terutama ke tangan kanan dan senjata trisulanya. Perlahan tubuh Lintang Rahina diselimuti pendaran sinar kuning keemasan. Senjata trisulanya berubah menjadi kuning keemasan dan seperti bersinar.
Kemudian bersamaan dengan gerakan Mahagni menyerang, Lintang Rahina melesat memapaki setiap ayunan serangan lengan kanan Mahagni.
Tranggg ! Tranggg !
Plakkk !
Crasss !!!
Terjadi berkali kali benturan energi antara keenam lengan kanan Mahagni yang memegang berbagai macam senjata dengan senjata trisula ataupun telapak tangan kiri Lintang Rahina.
Terlihat, setiap berbenturan, lengan lengan kanan Mahagni terpental ke belakang. Bahkan ada satu lengan kanannya yang putus terkena senjata trisula Lintang Rahina.
Mahagni juga merasakan, setiap terjadi benturan, kelima lengan kanannya dan tangan kirinya terasa bergetar.
Dan tampak juga bahwa 'Benang Jiwa Iblis' seolah tidak berpengaruh pada Lintang Rahina.
Melihat serangannya tidak membuahkan hasil, pada suatu benturan yang kesekian, yang mengakibatkan satu lagi lengan kanannya putus dan telapak tangan lengan kanannya yang lain hancur, Mahagni meloncat ke belakang.
__ADS_1
Tiba tiba terjadi lagi ledakan, kali ini di seluruh tubuh Mahagni.
Dalam ledakan itu, tubuh Mahagni bertambah tinggi hingga mencapai tinggi tiga meter lebih.
Di kepalanya muncul sepasang tanduk yang menyala warna merah kehitaman. Dari kedua ujung tanduk itu keluar percikan percikan energi seperti listrik.
Keenam lengan kanannya terlihat kembali utuh dengan memegang berbagai senjata yang juga menyala merah kehitaman.
Dari punggungnya, keluar sepasang sayap berwarna hitam pekat. Kedua sayap itu membentang selebar sepuluh meter lebih dengan tinggi mencapai lima meter.
"Heh he he he .... kau yang membuat aku terpaksa melakukan ini !" kata Mahagni dengan suara berat.
"Aku harus mengurungnya. Agar dia tidak bisa lagi memanfaatkan jiwa kelam manusia," kata Lintang Rahina dalam hati.
Dengan sekali kepakan, tubuh Mahagni terangkat melayang setinggi dua meter dari tanah.
Dalam waktu yang bersamaan, Lintang Rahina meletakkan telapak tangan kirinya di depan dada.
Ledakan energi yang sangat besar terjadi pada tubuh Lintang Rahina. Pendaran sinar kuning keemasan yang menyelimuti seluruh tubuhnya dengan cepat membesar hingga setinggi lima meter lebih dan membentuk siluet berbentuk harimau kuning keemasan transparan.
Sesaat kemudian, keduanya melesat maju dan terjadi berkali kali benturan energi dan saling menyerang.
Hal yang tadi terjadi terulang lagi. Setiap benturan energi, membuat keenam lengan kanan Mahagni terpental.
Kali ini tidak hanya terpental. Setiap lengan kanan Mahagni yang memegang berbagai macam senjata, berbenturan dengan senjata trisula Lintang Rahina, Mahagni merasakan semua lengan kanannya tergetar hebat.
Sedangkan setiap kali tangan kirinya berbenturan dengan tangan kiri Lintang Rahina, jiwa iblisnya selalu terasa seperti hendak lepas dari tubuh manusianya.
Hal itu terjadi karena aura siluman harimau yang sudah menyatu dengan aura raja yang dalam tubuh Lintang Rahina hasil dari mempelajari kitab 'Nafas Raja', selalu mendesak dan menekan jiwa iblis Mahagni.
Mempelajari situasi ini, Lintang Rahina berpikiran, kalau dia meningkatkan tingkat energi serangannya, akan bisa mengalahkan Mahagni, tetapi akibatnya, tubuh Arga Manika yang hancur sedangkan jiwa iblis Mahagni akan melepaskan diri dan lari. Dan bisa saja Mahagni mencari tubuh manusia lain lagi yang cocok dengan yang Mahagni butuhkan.
Untuk bisa menangkap jiwa iblis Mahagni, Lintang Rahina harus masuk ke 'Alam Jiwa' menggunakan 'Energi Jiwa'nya.
__ADS_1
Maka dari itu, Lintang Rahina berencana merubah cara menyerangnya.
Lintang Rahina menambah tingkat energi dalam serangannya sehingga kecepatan dan kekuatannya bertambah. Hasilnya, dalam setiap benturan, keenam lengan kanan Mahagni tidak lagi terpental, tetapi senjata yang dipegangnya langsung meledak dan lengan yang memegangnya hancur. Tetapi Lintang Rahina sengaja menahan diri untuk tidak terjadi benturan energi dengan tangan kiri Mahagni yang kemungkinan akan menyebabkan jiwa iblis Mahagni terpental keluar dari tubuh Arga Manika.
Begitu keenam lengan kanan Mahagni sudah meledak dan hancur semua, dengan cepat Lintang Rahina melemparkan senjata trisulanya ke udara.
Senjata yang sudah terhubung dengan energinya itu kemudian dikendalikan oleh aura siluman harimau yang sudah menyatu dengan energinya.
Senjata trisula itu begitu di udara mengeluarkan suara mendengung dan seperti bisa bergerak sendiri.
Setelah senjata trisula itu bergerak melanjutkan serangan, Lintang Rahina segera duduk bersila dalam jarak lumayan dekat dengan Sekar Ayu Ningrum dan Galuh Pramusita serta tubuh Ni Sriti berada.
"Adik, tolong kau jaga aku sebentar," kata Lintang Rahina.
Lintang Rahina segera bersemedi dan memasuki alam jiwa. Dia sudah memperhitungkan, begitu senjata trisulanya digabungkan dengan aura siluman harimau, mencecar Mahagni dengan serangan. Dan saat senjata trisula berhasil menghujam ke tubuh Mahagni, bersamaan dengan selesainya proses Lintang Rahina masuk ke alam jiwa. Sehingga saat jiwa iblis Mahagni baru saja keluar dari tubuh Arga Manika, dalam sementara waktu masih dalam keadaan lemah, dan mudah ditangkap.
Sementara itu, Sekar Ayu Ningrum dan Galuh Pramusita tidak tahu rencana Lintang Rahina.
Begitu mereka berdua melihat Lintang Rahina duduk bersila dan meminta tolong untuk menjaganya, mereka berdua mengira Lintang Rahina terluka dalam.
Maka begitu mereka melihat Mahagni dicecar serangan oleh senjata trisula yang dikendalikan oleh energi dari aura siluman harimau yang selalu terhubung dengan energi Lintang Rahina, mereka berdua segera saja ikut terjun dalam pertarungan dan melampiaskan kekesalan serta emosi mereka dengan menyerang Mahagni sepenuh energi mereka.
Karena keadaannya sama dengan dikeroyok tiga orang yang mempunyai energi yang sudah sangag tinggi sehingga sebentar saja dua pedang milik Sekar Ayu Ningrum dan Galuh Pramusita serta senjata trisula milik Lintang Rahina menghujam ke tubuh Mahagni.
Bummm ! Bummm ! Bummm !
Akibatnya, Lintang Rahina belum selesai melewati proses masuk ke alam jiwa, jiwa iblis Mahagni sudah terlebih dahulu meninggalkan tubuh Arga Manika yang hancur meledak terkena tiga senjata berenergi tinggi.
"Heh he he he .... dasar manusia lemah tak berguna !" gumam Mahagni saat dalam proses keluar dari tubuh Arga Manika.
Jiwa iblis Mahagni kembali melayang ke angkasa.
Sesaat kemudian Lintang Rahina selesai melewati proses masuk ke alam jiwa.
__ADS_1
Begitu berdiri dan melayang, betapa kagetnya Lintang Rahina melihat jiwa iblis Mahagni sudah melayang jauh di atasnya sambil tertawa.
\_\_\_0\_\_\_