Kekuatan Di Luar Tembok Keraton

Kekuatan Di Luar Tembok Keraton
Nyi Lanjar Wangi, Kelembutan yang Mematikan


__ADS_3

Pada saat yang bersamaan dengan pertarungan Sekar Ayu Ningrum melawan Ki Rowangbala, Nyi Lanjar Wangi langsung melesat menyerang Lintang Rahina. Pukulan telapak tangannya beruntun menyasar ke beberapa bagian tubuh Lintang Rahina.


Tetapi, dalam beberapa gebrakan itu, Nyi Lanjar Wangi terkejut. Setiap serangannya bisa ditangkis dan ditepis oleh Lintang Rahina. Setiap tangkisan membuat tangannya kesemutan.


Plaaakkk ! Plaaakkk ! Plaaakkk!


Deeesss ! Deeesss !


Sesaat setelah benturan pukulan yang bertubi tubi, tubuh nyi Lanjar Wangi kembali melenting ke belakang. Tubuhnya sedikit bergetar.


"Pantas Ki Rowangbala babak belur menghadapi mereka sendirian. Benar apa yang dikatakannya, anak ini mempunyai tingkat energi yang tidak bisa diremehkan," kata Nyi Rowangbala dalam hati, sambil kemudian meloloskan kedua senjatanya.


Kemudian, dengan tangan kanan memegang keris yang gagangnya melengkung dan tangan kirinya memegang kipas, Nyi Lanjar Wangi kembali mencoba mengurung Lintang Rahina dengan serangan serangannya yang mempunyai dua sifat serangan yang berbeda.


Keris di tangan kanannya mempunyai sifat serangan keras dan ganas sekaligus mematikan karena bilah keris yang berwarna hitam legam itu mengandung racun, perpaduan warangan dengan bisa ular cobra hitam. Sehingga tubuh lawannya sedikit saja tergores, akan dengan cepat menyebar ke seluruh peredaran darah dan kemudian seluruh tubuhnya melepuh dan membusuk dengan cepat. Sedangkan kipas berwarna putih di tangan kirinya juga mengandung racun serbuk yang membuat lawannya jika terkena akan mengalami ilusi.


Sementara itu, walaupun tubuhnya sudah kebal terhadap racun, Lintang Rahina tetap menggunakan senjata pedangnya untuk menghadapi keganasan keris Nyi Lanjar Wangi.


Dengan gerakan yang sangat cepat, Nyi Lanjar Wangi mencecar Lintang Rahina dengan tusukan tusukan keris ke bagian bagian tubuhnya yang berbahaya. Selain itu masih diselingi juga dengan kebutan kipasnya yang menyebarkan serbuk racun, ke arah wajah Lintang Rahina.


Menghadapi serangan yang seperti tidak ada habisnya itu, Lintang Rahina terus saja menangkis dan tidak pernah balas menyerang.


Setiap menangkis serangan Nyi Lanjar Wangi, Lintang Rahina membaca, ada hal yang menjadi kelebihan dari Nyi Lanjar Wangi.


Dalam penampilannya yang lembut dan anggun, ternyata menyimpan serangan serangan yang berbahaya, keji dan cenderung brutal.


Masih ada satu hal lagi yang bisa membuat siapapun yang melawan Nyi Lanjar Wangi, terkecoh. Dalam setiap serangannya, kelihatannya senjata kerisnya lebih berbahaya dan harus diwaspadai. Tetapi bagi Lintang Rahina, senjata kipas yang Nyi Lanjar Wangi lebih mematikan. Karena tidak hanya kebutan kipas yang menyebarkan bubuk racun, namun sayatan menggunakan ujung kipas itu juga sangat mematikan.


Kipas berwarna putih itu sekilas nampak lemah. Namun dibalik penampilan lemahnya itu, ujung ujung kipasnya sangat tajam dan juga beracun. Racun yang tidak kalah berbahayanya dari racun di senjata kerisnya.


Setelah sekitar dua puluh jurus hanya menghindar saja, Lintang Rahina mulai meningkatkan aliran energinya ke seluruh tubuhnya terutama ke arah pedangnya.


Perlahan bilah pedang Lintang Rahina menjadi berwarna putih pekat dengan butiran sinar kuning keemasan.

__ADS_1


Saat Nyi Lanjar Wangi kembali mendekat dengan tusukan tusukan kerisnya, Lintang Rahina juga bergerak menangkis dengan kecepatan mengimbangi Nyi Lanjar Wangi.


Traaannnggg !!!


Terjadi satu benturan antara keris Nyi Lanjar Wangi dengan pedang Lintang Rahina yang menimbulkan suara yang sangat keras.


Dalam benturan itu, keris Nyi Lanjar Wangi terpental hingga hampir terlepas dari tangannya.


Setelah benturan kedua senjata itu, Lintang Rahina melanjutkan dengan melancarkan beberapa kali tebasan dan tusukan pedang ke tubuh Nyi Lanjar Wangi.


Mendapat serangan itu, Nyi Lanjar Wangi sedikit terpontang panting untuk menangkis atau menghindarinya.


Traaannnkkk ! Traaannnmkk !


Sambil menghindar, Nyi Lanjar Wangi sekilas melirik ke tempat Ki Aswa Komara berdiri.


"Ki Aswa Komara ! Apa kamu akan tetap mematung di situ ?" teriak Nyi Lanjar Wangi sambil melompat ke belakang setelah benturan yang terakhir.


Nyi Lanjar Wangi merasakan, kedua lengannya bergetar hebat sampai ke pangkal lengan.


"Ayo kita tangkap anak ini Nyi," kata Ki Aswa Komara sambil mulai ikut menyerang Lintang Rahina.


Dengan ayunan pukulan yang sangat cepat lagi bertenaga, Ki Aswa Komara berkeinginan mengurung Lintang Rahina. Namun, seperti halnya Nyi Lanjar Wangi, Ki Aswa Komara terkejut saat pukulannya ditangkis oleh Lintang Rahina.


Duuuaaakkk ! Duuuaaakkk !


Dalam dua kali benturan, Ki Aswa Komara terpaksa melompat ke belakang untuk meredam tekanan dari energi Lintang Rahina.


Sejenak matanya menatap tajam ke arah Lintang Rahina.


Rasanya tidak percaya, lawannya yang masih sangat muda namun sudah memiliki energi yang luar biasa.


Secara refleks, Ki Aswa Komara menoleh ke arah Nyi Lanjar Wangi sambil menelan ludah.

__ADS_1


"Ayo kita selesaikan tugas kita Nyi Lanjar Wangi," kata Ki Aswa Komara.


Tanpa segan segan lagi, mereka berdua maju bersama menggempur Lintang Rahina.


Sementara itu, Lintang Rahina yang lawannya bertambah menjadi dua, segera menambah aliran energinya. Terlihat samar samar pendaran sinar putih pekat bercampur dengan butiran sinar kuning keemasan menyelimuti seluruh tubuhnya, sedang lengan kirinya berubah menjadi merah.


Dengan gerakan yang bertambah cepat dan energi yang bertambah kuat, Lintang Rahina menghadapi sedangan keris dan kipas dari Nyi Lanjar Wangi dengan pedangnya dan menghadapi serangan tangan kosong dari Ki Aswa Komara dengan pukulan 'Tapak Wulung'nya.


Pertarungan tiga orang dengan kecepatan yang sangat tinggi berlangsung sengit dan menimbulkan benturan senjata dan suara pukulan yang sertai suara menderu dari luapan energi dalam pertarungan. Hingga mereka sampai tidak memperhatikan dan mengetahui apa yang terjadi dengan Ki Rowangbala.


Tanpa terasa, pertarungan dua lawan satu itu sudah berlangsung hingga tiga puluh jurus lebih.


Hingga memasuki jurus ke empat puluh, pada satu kesempatan, Lintang Rahina yang selalu menyerang ke arah kipas Nyi Lanjar Wangi, berhasil merobek senjata kipas Nyi Lanjar Wangi.


Dengan mencecarkan serangan tusukan dan sabetan pedang ke arah kiri dari Nyi Lanjar Wangi, karena dada kiri dan leher kirinya terancam tusukan pedang yang tidak mungkin bisa dihindari lagi, membuat Nyi Lanjar Wangi terpaksa menangkis datangnya serangan pedang dengan senjata kipasnya.


Breeettt !!!


Sementara itu, melihat senjata kesayangannya berhasil dirobek dengan pedang oleh Lintang Rahina.


Bukannya takut, justru hal itu menambah kemarahan Nyi Lanjar Wangi, hingga kemudian Nyi Lanjar Wangi kembali menyerang dengan lebih ganas.


Melihat kenekatan Nyi Lanjar Wangi, Lintang Rahina pun meningkatkan energinya, hingga lengan kirinya berubah menjadi berwarna keunguan.


Dengan kecepatan yang sudah bertambah lagi, Lintang Rahina membuat gerakan menepis keluar dengan pedangnya saat Nyi Lanjar Wangi menyerang dengan tusukan ke arah perut Lintang Rahina.


Traaannnggg !!!


Deeessshhh !!!


Saat pedang di tangan kanannya menepis senjata keris dari Nyi Lanjar Wangi, tangan kiri Lintang Rahina segera menerobos masuk dan berhasil mengenai dada Nyi Lanjar Wangi.


Seketika tubuh Nyi Lanjar Wangi terjengkang ke belakang dengan senjata kipas yang terlepas dari tangan kirinya.

__ADS_1


__________ ☆ __________


__ADS_2