Kekuatan Di Luar Tembok Keraton

Kekuatan Di Luar Tembok Keraton
Mengeluarkan Energi Siluman


__ADS_3

Setiba di kerajaan gaib, Lintang Rahina dan Sekar Ayu Ningrum segera disambut oleh ratu kerajaan gaib hutan Panjalu, Putri Kanistra.


"Apakah tongkat kayu Dharmajaya Pawatu berhasil kau bawa, anak muda ?" tanya Putri Kanistra.


"Apa ini yang Putri Kanistra maksud ?" jawab Lintang Rahina sambil mengambil tongkat kayu yang dia simpan bersama dengan pedangnya, dan mengangsurkan pada Putri Kanistra.


"Anak muda, di dalam tongkat itu, selain inti energi keempat gurumu, juga banyak tersimpan energi dan jiwa rakyatku. Tolong bebaskanlah mereka," kata Putri Kanistra, "Aku yakin, dengan tingkat energimu, kamu bisa membebaskan mereka semua."


"Bagaimana caranya aku bisa membebaskan mereka, Putri Kanistra ?" tanya Lontang Rahina lagi.


"Kalau untuk mengeluarkan jiwa dan energi rakyatku, coba kau alirkan energimu ke dalam tongkat kayu itu," jawab Putri Kanistra.


Kemudian, dengan memegang tongkat kayu itu di tangan kanannya, Lintang Rahina mulai mengalirkan energinya ke dalam tongkat yang dia pegang.


Sedikit demi sedikit, Lintang Rahina meningkatkan aliran energinya. Namun sampai beberapa waktu, tidak terjadi apa apa dengan tongkat kayu itu.


Kemudian, Lintang Rahina mengalirkan energinya ke tangan kirinya. Dari telapak tangan kirinya, keluar butiran sinar kuning keemasan yang semakin lama semakin banyak.


Setelah butiran sinar kuning keemasan itu dirasa cukup, Lintang Rahina mulai mendekatkan telapak tangan kirinya ke tongkat kayu yang dia pegang di tangan kanan.


Beberapa saat kemudian, tongkat hitam itu mengeluarkan getaran yang awalnya sangat pelan. Namun, semakin lama, getaran itu semakin kencang.


Saat getaran tongkat kayu itu mulai membuat bahu Lintang Rahina bergerak gerak, dari ujung tongkat kayu itu keluar asap hitam yang disertai butiran sinar kuning keemasan. Setiap asap hitam itu cukup banyak dan tebal, akan membentuk wujud makhluk siluman beraneka macam.

__ADS_1


Banyak sekali siluman yang keluar dari tongkat kayu itu. Ada yang berwujud seperti manusia raksasa dengan wujud wujud yang mengerikan. Ada juga siluman yang berwujud hewan hewan buas raksasa seperti harimau, buaya, ular, kera, burung dan lain sebagainya.


Semua siluman itu langsung menghormat dengan menyembah, begitu melihat ratu siluman Putri Kalistra.


Begitu banyaknya siluman yang terserap masuk ke dalam tongkat kayu, hingga butuh waktu cukup lama bagi Lintang Rahina untuk mengeluarkan semua siluman.


Setelah semua siluman sudah keluar, tongkat kayu itu berhenti bergetar. Sehingga Lintang Rahina pun menghentikan aliran energinya ke tongkat kayu itu.


Kemudian diapun bertanya lagi pada Putri kalistra.


"Semua siluman yang terperangkap di dalam tongkat, sudah keluar semua. Terus, bagaimana dengan inti energi keempat guru, Putri Kalistra ?" tanya Lintang Rahina.


"Kamu harus mendorong inti energi gurumu dengan energimu sambil mengarahkan ujung tongkat kayu itu ke pusar gurumu, sampai inti energi yang berada di dalam tongkat kayu semuanya berpindah ke tubuh gurumu," kata Putri Kalistra lagi, "Mari aku antar ke tempat gurumu beristirahat."


Kemudian, Putri Kalistra diikuti oleh Lintang Rahina dan Sekar Ayu Ningrum, berjalan masuk ke salah satu ruangan, bagian dalam keraton siluman.


"Putri Kalistra, ketika aku memasukkan energiku ke dalam tongkat kayu, kenapa kayu bergetar hebat seperti ada penolakan atau energi yang menghadang ? Berbeda dengan saat Dharmajaya Pawatu yang memaksukkan energinya," tanya Lintang Rahina.


"Sebelum aku jawab pertanyaanmu, ada satu pertanyaan. Apakah saat kau kalahkan dan kau ambil tongkat kayunya, Dharmajaya Pawatu berkata minta dibunuh saja ?" tanya Putri Kalistra, "Dan apakah tidak pernah menyerang atau minimal mendekat ke arah istrimu ?"


"Iya, betul Putri," Sekar Ayu Ningrum ya menjawab.


"Tongkat kayu itu pastinya awalnya sudah diisi dengan energi Dharmajaya Pawatu, sehingga energi yang ada di dalam kayu itu sudah menyatu dengan energi Dharmajaya Pawatu. Tentunya harus menggunakan mantera mantera tertentu. Begitu kental penyatuannya sehingga sudah seperti menjadi bagian tubuhnya yang bisa dia gerakkan dan dia perintah sekehendaknya."

__ADS_1


"Tetapi begitu ada energi asing selain energi milik Dharmajaya Pawatu yang mengalirinya maka akan ada perlawanan dari energi yang berada pada tongkat kayu itu."


"Dan kenapa aku melalui prajuritku, mencegahmu untuk tidak membunuhnya dulu ? Karena, jika pada saat itu Dharmajaya Pawatu mati, maka, energi tongkat kayu yang sudah ada ikatannya dengan energi dari Dharmajaya Pawatu akan ikut mati. Kalau itu yang terjadi, hanya ada dua kemungkinan yang terjadi. Pertama, semua yang terserap dan berada di dalam tongkat kayu itu akan meledak, hancur dan kemungkinan musnah, berikut tongkat kayunya. Kedua, semua yang terserap dan terjebak di dalam tongkat kayu itu akan terjebak di dalam tongkat kayu itu selamanya. Semua yang terjebak di dalam tongkat kayu itu hanya akan bisa lepas atau keluar jika ada energi yang luar biasa besarnya yang mengalirinya."


"Dengan membiarkan Dharmajaya Pawatu tetap hidup sementara waktu, berarti energi yang berada di dalam tongkat kayu itu tetap hidup dan bisa bergerak. Tugas yang kita lakukan lebih ringan. Kita hanya harus mengalahkan energi yang berada di dalam tongkat kayu itu dengan dengan mengusir, mendesak ataupun menggeser energi tongkat kayu itu dengan cara mengaliri dengan energi kita."


"Kamu paham ?" tanya Putri Pawatu pada Lintang Rahina dan Sekar Ayu Ningrum, setelah menjelaskan sebegitu panjangnya.


"Contoh sederhananya, pohon besar atau batu besar yang di dalamnya ada energi makhluk lain seperti siluman yang tinggal di dalamnya akan terlihat kokoh walaupun usianya sudah sangat tua dan melewati takdir usianya. Tetapi, begitu energi makhluk lain itu hilang atau keluar, pohon besar atau batu besar itu akan tiba tiba saja rapuh, hancur ataupun rusak yang dalam energi tingkatan yang tinggi, akan meledak dan hancur atau musnah," sambung Putri Pawatu.


Berjalan sambil mengobrol membuat mereka tidak terasa telah sampai di suatu ruangan besar, tinggi dan luas.


Di tengah tengah ruangan itu ada sesuatu yang berbentuk seperti tanaman yang tumbuh lengkap dengan akar, batang, cabang, ranting dan daun daunnya. Namun semuanya berwarna putih keperakan dan mengeluarkan pendaran sinar putih keperakan.


Mereka bertiga baru akan memasuki pintunya, saat tiba tiba Sekar Ayu Ningrum jatuh pingsan. Seketika Lintang Rahina menyaut dan meraih tubuh Sekar Ayu Ningrum agar tidak jatuh ke lantai.


Tubuhnya terasa sangat lemas. Tidak terasa getaran energinya sedikitpun.


Lintang Rahina dan Putri Kalistra segera memeriksa Sekar Ayu Ningrum, setelah membawanya ke salah satu kamar di dalam istana gaib itu.


Tetapi mereka tidak menemukan sesuatu yang aneh pada diri Sekar Ayu Ningrum. Hanya tubuhnya yang lemas dan energinya yang seperti hilang tidak ada getarannya.


Beberapa saat kemudian, Sekar Ayu Ningrum bisa bangun kembali dan merasakan energinya muncul kembali walaupun sedikit.

__ADS_1


Sementara, bersamaan dengan jatuh pingsannya Sekar Ayu Ningrum, tanpa ada yang menyadarinya, pohon sinar putih keperakan itu untuk beberapa saat mengeluarkan pendaran sinar yang lebih besar dan lebih terang.


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_ 0 \_\_\_\_\_\_\_\_\_\_


__ADS_2