Kekuatan Di Luar Tembok Keraton

Kekuatan Di Luar Tembok Keraton
Mengalahkan Siluman Naga


__ADS_3

Lintang Rahina dan Sekar Ayu Ningrum tiba tiba berada di suatu ruangan yang terlihat remang remang.


Di depan mereka, terduduk seorang pria kurus dengan rambut dan jenggot panjang. Mukanya pucat dengan nafas yang berat dan tersengal sengal. Di lehernya terdapat dua luka yang mengeluarkan sedikit darah. Dialah siluman naga dalam wujud manusianya.


Di belakangnya, terlihat ada anak kecil terbaring dengan nafas yang sangat lemah. Matanya selalu terbuka dengan tatapan yang kosong. Mulutnya tertutup rapat seolah menahan rasa sakit.


"Anak manusia, maaf kau ku bawa ke alam ini," kata laki laki itu pelan.


"Tidak apa. Aku sudah terbiasa dengan dunia siluman," jawab Lintang Rahina, "Katakan maksudmu mengajak kami kesini."


"Anak manusia, aku sudah lama menghuni lautan dan kepulauan yang tidak dihuni manusia ini. Aku selalu berada di dasar laut. Baru sekitar satu tahun ini aku terpaksa muncul ke permukaan dan itu bukan tanpa sebab," kata laki laki kurus itu.


Sejenak laki laki kurus itu mengatur nafasnya. Kemudian laki laki kurus itu melanjutkan ceritanya.


Sudah ribuan tahun, laki laki kurus jelmaan siluman naga itu hidup dengan istrinya. Mereka berdua hidup dengan bahagia, menguasai dasar lautan di sebelah tenggara negeri daratan besar. Di dunia siluman, mereka berdua terkenal.dengan julukan Lam Hai Siang Liong.


Pada suatu saat, istrinya yang juga siluman naga hamil dan akan segera melahirkan.


Hingga tiba waktunya melahirkan, mereka diserang oleh siluman naga yang semburan apinya berwarna merah, yang selama ini menghuni dan menguasai deretan gunung api yang berada di dalam laut.


Dalam pertarungan membela diri itu, siluman naga Lam Hai Siang Liong yang berusaha melindungi istri dan anaknya, dipaksa memilih salah satu.


Hingga akhirnya, siluman naga itu terpaksa merelakan istrinya diculik demi bisa menyelamatkan anaknya yang masih kecil.


Kemudian siluman naga itu memelihara anaknya, yang ternyata juga mendapatkan luka saat pertarungannya melawan siluman naga api merah.


Sehingga akhirnya siluman naga itu menjadi sering ke.permukaan, agar bisa mendapatkan manusia terutama pendekar yang sudah cukup tinggi ilmu dan tenaga dalamnya. Dengan ilmu silat dan tenaga dalam manusia yang dikalahkan dan dia tangkap, siluman naga itu mempertahankan nyawa anaknya. Hingga akhirnya, siluman naga itu menjadi pengganggu setiap kapal yang lewat di daerah kekuasaannya, menjadi momok yang sangat ditakuti oleh para nelayan ataupun kapal kapal yang lewat di daerahnya.


Lintang Rahina dan Sekar Ayu Ningrum mendengarkan semua cerita yang disampaikan oleh laki laki kurus jelmaan siluman naga itu.


Ketika laki laki kurus itu menghentikan ceritanya, Lintang Rahina pun menanyakan maksud siluman naga itu mengajaknya ke alam siluman.


"Kalau tentang alam siluman, kami sudah terbiasa keluar masuk dan bertemu dengan para siluman. Bahkan jika kau lari ke alam siluman pun, kami bisa mengejarmu sampai kemanapun," kata Lintang Rahina lagi, "Sekarang, apa tujuanmu mengajak kami ke tempatmu yang sebenarnya ini ?"

__ADS_1


"Aku tahu anak manusia, kau bisa melenyapkan kami semua," jawab laki laki kurus itu, "Karena kau bisa mengalahkan aku, makanya aku memilih kalian. Aku ingin meminta tolong kepadamu, sebelum aku mati. Kuharap kau bersedia menolong kami."


"Katakan saja apa yang harus aku lakukan, siapa tahu aku bisa menolong kalian." jawab Lintang Rahina.


Kemudian laki laki kurus jelmaan siluman naga itu meminta pada Lintang Rahina, untuk menyelamatkan istrinya sekaligus membalaskan dendamnya dengan membunuh siluman naga api merah yang menculik istrinya. Karena siluman naga api merah itu sangat jahat dan selalu mengganggu manusia.


Selain itu, saat terkena senjata Lintang Rahina, laki laki kurus itu sempat melihat anak perempuan kecil di gendongan punggung istri Sekar Ayu Ningrum. Dia bisa merasakan ada energi yang sangat besar yang berada di dalam tubuh anak perempuan itu.


Laki laki kurus itu sebelum mati, rela memberikan kekuatannya pada anak.perempuan itu. Kekuatannya yang oleh para manusia dilihat sebagai mustika yang berada di keningnya.


Selain itu, laki laki kurus itu juga mengatakan, mustika yang dia miliki, jika di tangan manusia, bisa meredam dan mengendalikan kekuatan kegelapan seperti yang berada di tubuh anak perempuan Lintang Rahina.


Dan juga, dia ingin menitipkan anaknya agar kelak bisa ikut anaknya Lintang Rahina, agar tetap bisa terhubung dengan mustika hijau sehingga bisa bertahan hidup dan terhubung dengan energinya.


"Baiklah, aku akan berusaha menolong kalian," jawab Lintang Rahina.


"Terimakasih anak manusia. Nanti selepas dari sini, tolong letakkan tubuhku di sepanjang kepulauan ini. Biar bisa menjadi pupuk bagi kepulauan ini," kata laki laki kurus itu.


Belum sempat Lintang Rahina menjawab, seketika suasana di depan Lintang Rahina dan Sekar Ayu Ningrum berubah lagi.


Beberapa saat kemudian, dari dalam lautan muncul tubuh siluman naga yang sangat besar dan panjang, dengan kepala yang tepat berada di bawah Lintang Rahina dan Sekar Ayu Ningrum yang sedang melayang.


Tiba tiba terdengar suara yang sangat mirip dengan suara laki laki kurus yang menemui mereka berdua di alam siluman tadi.


"Anak.manusia, segera ambillah mustika hijau yang menempel di keningku dan letakkan di dada anak perempuanmu. Kemudian, jangan halangi pendaran sinar kuning keemasan yang keluar dari sisik sisikku, serta ambillah ujung ekorku dan jadikan sebagai mata tombak !"


Mendengar suara yang seperti berbicara di dekat telinganya, Lintang Rahina segera melayang turun dan segera mengambil mustika hijau yang menempel di kening siluman naga itu.


Saat mustika hijau yang sebesar pelukan orang dewasa itu dilepas dari kening siluman naga, tiba tiba mengeluarkan kilatan cahaya hijau dan kemudian berubah ukuran menjadi sebesar kepalan tangan orang dewasa.


Kemudian Lintang Rahina segera melesat ke arah Seruni anaknya untuk meletakkan mustika hijau itu di dada anaknya.


Sesaat setelah mustika hijau itu menempel di dada Seruni, mustika itu kembali mengeluarkan pendaran sinar hijau dan kemudian dengan perlahan masuk ke dalam dada anaknya.

__ADS_1


Saat mustika hijau itu sudah semuanya masuk ke dalam dada Seruni, namun pendaran sinar hijaunya masih, tiba tiba pendaran sinar kuning keemasan yang berbentuk seperti sisik sisik naga, terlepas dari sisik sisik siluman naga, dan dengan sangat cepatnya melesat dan masuk ke dalam seluruh permukaan kulit Seruni.


Setelah pendaran sinar kuning keemasan itu semuanya masuk ke tubuh Seruni, yang paling belakang, terlihat melesat pendaran sinar kuning terang keluar dari ekor siluman naga itu, yang segera ditangkap oleh Lintang Rahina dan dimasukkannya ke dalam lengan kanannya.


Sesaat setelah semuanya berakhir, terlihat gerakan air laut menjadi tenang. Bahkan angin pun seperti enggan berhembus.


Teringat akan pesan laki laki kurus jelmaan siluman naga tadi, segera saja Lintang Rahina kembali melesat turun. Kemudian, dengan dari kedua tangannya keluar butiran sinar kuning keemasan yang melesat ke arah tubuh siluman ular dan menyelimuti seluruh tubuh siluman ular itu.


Sesaat kemudian, Lintang Rahina mengangkat kedua tangannya. Tubuh siluman ular yang sangat besar itupun terangkat dan segera di letakkan di sepanjang gugusan pulau pulau.


Setelah seluruh tubuh siluman ular itu tergeletak di sepanjang gugusan pulau pulau itu, tiba tiba saja angin berhembus dengan sangat kencangnya. Permukaan air laut pun bergolak hingga menimbulkan ombak yang cukup tinggi.


Bersamaan dengan itu, terlihat tubuh siluman naga yang telah mati itu, menyatu dengan tanah dan bebatuan di gugusan pulau pulau tempat tubuhnya tergeletak. Warna tubuh siluman ular itupun perlahan lahan berubah menjadi warna tanah dan bebatuan yang tertindih tubuhnya. Sehingga terlihat tubuh siluman ular itu menyatu dengan gugusan pulau pulau itu.


Akhirnya, bila dilihat dari kejauhan, gugusan pulau pulau itu membentuk wujud seperti tubuh seekor naga yang sedang berjalan di lautan.


Semua yang terjadi itu, terlihat dari armada kapal perang Raksa Samodra yang berada cukup jauh dari tempat pertarungan Lintang Rahina melawan siluman naga tadi.


Dalam penglihatan mereka, Lintang Rahina berhasil mengalahkan dan membunuh siluman naga itu


Sehingga ketika melihat semuanya sudah berakhir, mereka semua yang berada di setiap armada kapal perang itu bersorak dengan gembira.


Kemudian dengan cepat, Lintang Rahina dan Sekar Ayu Ningrum yang masih menggendong Seruni pada punggungnya, melesat menuju ke arah kapal perang yang paling besar.


Begitu sampai di geladak kapal terbesar itu, Lintang Rahina segera menemui Raksa Samodra, dan menanyakan letak gugusan gunung berapi yang berada di dalam laut.


Mendengar pertanyaan Lintang Rahina, sejenak mereka yang berada di atas kapal terbesar itu terdiam.


Namun kemudian Raksa Samodra menjawab.


"Anak muda, walaupun tempatnya sangat berbahaya, kami akan mengantarmu ke Pulau Neraka, yang berada di sebelah selatan laut ini. Di sana terdapat banyak kawah gunung berapi yang berada di dalam lautan. Semoga kita bisa selamat melewatinya, dan kembali ke negeri Jawadwipa dengan selamat !"


Kemudian, di bawah perintah dan aba aba Jalu Samodra, Armada perang pimpinan Raksa Samodra dan kedua cucunya berangkat kembali mengarungi samodra menuju ke Pulau Neraka.

__ADS_1


Dalam pelayaran itu, beberapa kali Lintang Rahina meraba lengan kanannya, tempat sinar kuning terang tadi dia tangkap. Karena dia merasakan, seperti ada dua energi yang masuk ke dalam lengan kanannya.


__________ 0 __________


__ADS_2