Kekuatan Di Luar Tembok Keraton

Kekuatan Di Luar Tembok Keraton
Kembali ke Negeri Jawadwipa


__ADS_3

Pada pagi hari berikutnya, Lintang Rahina dan Sekar Ayu Ningrum menemui raja Kerajaan Liliputan.


"Terimakasih telah memberikan kesempatan padaku untuk mempelajari tehnik cambuk ini raja," kata Sekar Ayu Ningrum.


Kemudian Sekar Ayu Ningrum menyerahkan kembali cambuk bertangkai lima dan cambuk berujung merah membara serta kitab tentang penyerapan energi dan pengendalian energi menggunakan cambuk pada raja Kerajaan Liliputan.


"Aku yakin kau sudah bisa mengendalikan dan menggunakan energi dewa yang ada pada dirimu, gadis muda. Bawalah cambuk ini, karena cambuk bertangkai lima ini sudah aku berikan padamu, gadis muda," kata raja Kerajaan Liliputan sambil melihat cambuk itu.


"Cambuk bertangkai lima ini adalah kebanggaan Kerajaan Liliputan, jadi harus tetap berada di Kerajaan ini, raja," jawab Sekar Ayu Ningrum, "Energi ruh cambuk ini sudah aku ambil, jadi cambuk bertangkai lima ini aman digunakan, walaupun oleh pendekar dengan tingkat energi yang rendah. Tapi cambuk ini tetap senjata pusaka dan tetap sakti, karena kualitas bahannya yang sangat bagus."


Pada kesempatan itu, Lintang Rahina juga menyampaikan tujuan utama mereka berdua datang ke Kerajaan Liliputan. Yaitu meminta kerajaan Liliputan untuk menghentikan penyerangan dan pengrusakan di wilayah Kerajaan Gaib.


Mendengar permintaan Lintang Rahina itu, raja Kerajaan Liliputan berjanji akan menghentikan semua hal yang dilakukan rakyatnya yang bisa menimbulkan kerusakan atau gangguan di Kerajaan Gaib.


Akhirnya, pada siang hari itu, Lintang Rahina dan Sekar Ayu Ningrum berpamitan untuk kembali ke Negeri Jawadipa.


Sesaat kemudian, terlihat mereka berdua melesat secepat kilat ke angkasa, di atas Pulau Liliputan. Kemudian mereka berhenti sejenak sambil membalikkan badan, memandang ke arah Pulau Liliputan.


"Sebelum kita meninggalkan Pulau Liliputan, ada satu hal yang masih harus Sekar kerjakan, kakang," kata Sekar Ayu Ningrum.


Kemudian, tanpa menunggu jawaban Lintang Rahina, Sekar Ayu Ningrum melesat dan berhenti di udara tepat di tengah tengah Pulau Liliputan.


Sejenak Sekar Ayu Ningrum terdiam sambil menatap ke bawah ke arah Pulau Liliputan. Ujung rambut dan ujung ujung bajunya melambai lambai diterpa angin, menampakkan keanggunannya.


Kemudian, perlahan lahan Sekar Ayu Ningrum mengangkat kedua tangannya ke atas dengan telapak tangan terbuka. Sesaat kemudian, luapan energi yang sangat besar memenuhi seluruh tubuhnya. Terlihat sinar putih pekat keperakan menyelimuti seluruh tubuhnya. Lalu, dari kedua telapak tangannya, terpancar banyak sekali berkas sinar putih pekat keperakan dan menyebar ke segala arah. Dari setiap berkas sinar itu keluar kilatan kilatan cahaya seperti petir.


Kemudian, Sekar Ayu Ningrum mengarahkan kedua telapak tangannya ke arah Pulau Liliputan.


Ribuan berkas sinar putih pekat keperakan meluncur ke bawah dengan sangat cepat, mengelilingi dan menyelimuti seluruh permukaan Pulau Liliputan.


Setelah beberapa lama, Sekar Ayu Ningrum menghentikan pancaran energinya, sehingga semua berkas sinar putih pekat keperakan itu kembali masuk ke telapak tangannya.


Semua hal yang terjadi di angkasa itu, tidak ada manusia liliputan yang mengetahui dan menyadarinya.


Namun diam diam, di dalam istana Kerajaan Liliputan, ada satu sosok yang terdiam sambil sedikit tersenyum.

__ADS_1


"Anak anak muda, semoga kalian mampu menjaga kepercayaan yang diberikan pada kalian dan menggunakan kekuatan dewa yang dipercayakan pada kalian berdua pada jalan kebenaran," kata sosok itu pelan. Sosok yang bertubuh kecil kemudian melangkah dan duduk di singgasana.


Sesaat kemudian, seluruh tubuh sosok kecil itu mengeluarkan cahaya putih transparan. Perlahan wajah dan seluruh tubuhnya berubah. Wajah yang tadinya coklat kehitaman penuh keriput, sekarang menjadi putih dan tampan dengan sedikit keriput yang menambah kewibawaannya. Rambut, kumis dan jenggot yang tadinya awut awutan, sekarang putih bersih dan tertata rapi. Seluruh kulit tubuhnya juga putih bersih dibalut pakaian yang serba putih. Walau tubuhnya tetap kecil, namun terasa sekali jika energi yang dimilikinya sangat tinggi.


----- * -----


Sementara itu jauh di atas angkasa di atas Pulau Liliputan, untuk sesaat Sekar Ayu Ningrum terdiam. Terlihat senyum manis menghiasi wajahnya.


"Telah kupagari pulau itu, sehingga tidak akan ada yang bisa mengganggunya. Tetapi, Bangsa Liliputan pun juga sudah tidak bisa mengganggu wilayah kerajaan lain," kata Sekar Ayu Ningrum, saat Lintang Rahina sudah kembali mendekat.


Kemudian, Sekar Ayu Ningrum mendekat ke arah Lintang Rahina. Lalu mereka berpelukan cukup lama dan berciuman dengan sangat mesranya.


Perasaan lega karena tugas yang diberikan kepada mereka sudah berhasil dan perasaan kangen ingin segera kembali ke Negeri Jawadwipa memenuhi dada mereka.


Namun, mereka harus melepaskan kedua tangan mereka yang saling berpegangan, saat satu getaran energi yang sangat besar meluncur dengan sangat cepat ke arah mereka.


Wuuussshhh !


Setelah melewati mereka berdua yang segera menghindar, pemilik getaran energi itu langsung berbalik ke arah mereka dan berhenti di depan mereka.


Beberapa hari ini, di bawah bimbingan ayahnya, Seruni berlatih menunggangi anak naga yang sekarang sudah tumbuh besar dengan tubuh sepanjang sepuluh meter.


"Kakang Lintang, itu Seruni anak kita ? Kapan dia berlatih menunggang naga terbang ?" tanya Sekar Ayu Ningrum.


"HhhhMmmm ... adik Sekar, kau masih terkejut dengan kecerdasan anak kita ?" jawab Lintang Rahina sambil tersenyum menggoda, "Ayo kita pulang adik Sekar. Kita didik anak kita menjadi seorang pendekar yang tangguh !"


"Baiklah kakang Lintang. Mari kita uji kecepatan dan energi anak kita dan naga tunggangannya !" kata Sekar Ayu Ningrum.


Kemudian Sekar Ayu Ningrum mendekati Seruni anaknya.


"Nduk Seruni, kita berangkat untuk menyeberangi samudra, sekarang !" kata Sekar Ayu Ningrum.


Mendengar perkataan ibunya, Seruni melompat dari punggung anak naga yang ditungganginya dan melesat terbang kemudian memeluk ibunya.


"Ibu !" teriak Seruni sambil menubruk dan memeluk ibunya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Lintang Rahina dan Sekar Ayu Ningrum melesat terbang dengan tidak terlalu cepat. Ditengah tengah mereka terbang melayang dengan meliuk liukkan badannya, anak naga yang punggungnya ditunggangi oleh Seruni.


Terkadang Seruni melompat dari punggung anak naga itu, kemudian melesat ke depan dan diikuti oleh Sekar Ayu Ningrum.


Dua perempuan cantik, ibu dan anak itu berkejaran dan bercengkerama sambil melayang terbang di angkasa.


Sementara Lintang Rahina yang menyaksikan dari belakang, terlihat tersenyum bahagia.


"Den Lintang, kelak di kemudian hari, anakmu akan menjadi pendekar yang hebat !" kata anak naga itu.


"Dari mana kau tahu itu, anak naga ?" tanya Lintang Rahina.


"Karena energiku kelak akan menyatu dengan energinya !" jawab anqk naga itu.


"Haaahhh ha ha ha ha ... !"


Lintang Rahina hanya tertawa, mendengar perkataan anak naga itu.


Dengan kecepatan yang dimiliki, mereka segera sampai di Negeri Jawadwipa.


Mereka segera mengunjungi semua gurunya. Di Parangtritis, Ki Ageng Arisboyo masih belum nerada di rumahnya. Di Merbabu, Ki Penahun sudah semakin sering bersemedi dan tidak ingin diganggu. Sementara itu di puncak Lawu, Ki Dipo Menggala dan Ki Wongso Menggala, telah mencapai tahap moksa dalam bertapanya.


Sehingga akhirnya, Lintang Rahina dan Sekar Ayu Ningrum, memutuskan untuk tinggal di Puncak Lawu, di rumah peninggalan Ki Dipo Menggala. Mereka hidup berbahagia di Puncak Lawu.


Selain itu, mereka juga secara rutin mengunjungi guru guru mereka, hingga ke Perbukitan Menoreh untuk menemui Ki Jagad Dahana dan Ki Jagad Anila.


T A M A T


Demikianlah sekelumit kisah yang menceritakan tentang Lintang Rahina dan Sekar Ayu Ningrum, salah satu pendekar yang ilmunya tidak kalah oleh para pendekar dari dalam keraton pada masanya.


Sambil menunggu kisah tentang Seruni, Naga dari Gunung Lawu, silahkan ikuti cerita 'Pendekar Elang Malam' yang sedang on going.


Akhir kata, author mengucapkan terimakasih kepada seluruh pembaca yang telah bersabar dan setia menunggu kisah ini chapter demi chapter.


Salam.

__ADS_1


__ADS_2