
Serangan bertubi tubi Sekar Ayu Ningrum, bisa diredam dengan tangkisan dan elakkan oleh Ki Rekso. Walaupun diam diam sebenarnya Ki Rekso terkejut, gadis yang sedang melawannya itu mempunyai kekuatan dan kecepatan yang tinggi. Setiap menangkis serangan Sekar Ayu Ningrum, Ki Rekso merasakan kedua tangannya bergetar hebat.
Ki Rekso yang sudah sangat berpengalaman, paham betul bila Sekar Ayu Ningrum akan menyerangnya dengan membabi buta.
Sebenarnya, bila Sekar Ayu Ningrum dalam kondisi pikiran yang tenang, Ki Rekso akan kesulitan menghadapi serangan serangan Sekar Ayu Ningrum yang punya kelebihan dalam hal kecepatan. Tetapi karena Sekar Ayu Ningrum dalam keadaan emosi dan gelisah mengetahui nasib yang menimpa Lintang Rahina, maka dia asal menyerang dan tidak memperhatikan pertahanan.
Saat Sekar Ayu Ningrum menyerang dengan pukulan tangan kanan ke arah leher, Ki Rekso menghindar dengan merendahkan badannya. Sambil menghindar, Ki Rekso menampar muka Sekar Ayu Ningrum dengan tangan kirinya, sebagai bentuk pengalihan perhatian. Karena serangan sesungguhnya dari Ki Rekso berasal dari tangan kanannya yang melemparkan beberapa jarum beracun ke arah leher dan lengan atas Sekar Ayu Ningrum.
Sekar Ayu Ningum terkejut dan baru menyadari, pertahanannya terbuka.
Tetapi sudah terlanjur. Jarum jarum beracun yang meluncur deras, sudah sangat dekat dengan lengan dan lehernya.
Akhirnya Sekar Ayu Ningrum nekat dengan membiarkan datangnya luncuran jarum, dan hendak melanjutkan menyerang.
Saat jiwa Sekar Ayu Ningrum terancam, akan terkena serangan jarum beracun, tiba tiba berkelebat bayangan kuning hitam sangat besar setinggi lima meteran, menyambar tubuh Sekar Ayu Ningrum dan melemparkan ke atas, untuk menghindarkan dari datangnya luncuran jarum beracun.
Taappp !!!
Ki Sardulo dalam wujud harimau setinggi lima meter berhasil menyelamatkan Sekar Ayu Ningrum.
Ki Sardulo meneruskan gerakannya dengan menyemburkan api yang sangat besar ke arah Ki Rekso.
Ki Rekso yang sangat terkejut melindungi dirinya dengan melapisi sekujur tubuhnya dengan tenaga dalam.
Ternyata Ki Sardulo tidak sampai di situ saja. Saat tubuh Sekar Ayu Ningrum meluncur turun, langsung ditangkap menggunakan punggungnya hingga turunnya tertelungkup di punggungnya, sambil memutar tubuh sekaligus menyabetkan ekornya yang menyala kuning kemerahan di bagian ujungnya, ke arah tubuh Ki Rekso yang terlambat menghindari sabetan ekor Ki Sardulo.
Bugggh !!!
Ki Rekso terkena sabetan ekor Ki Sardulo hingga terlempar sampai dua puluh meteran dan berhenti meluncur setelah tubuh Ki Rekso menabrak pohon.
Braakkkk !!!
Sesaat kemudian Ki Sardulo sudah melesat pergi dengan cepat dengan membawa Sekar Ayu Ningrum di punggungnya.
__ADS_1
"Uhuk uhuk uhukk," Ki Rekso bangun dan terduduk, kemudian terbatuk batuk sambil menekan dadanya, "siluman apa itu, kekuatannya besar sekali."
Setelah mengatur pernafasannya hingga sesak dadanya berkurang, Ki Rekso melihat ke sekitarnya. Ki Rekso mendapati Ki Kawungka dan Ki Pratanda sedang duduk bersila berusaha memulihkan luka dalam mereka.
Ki Rekso berdiri perlahan lahan kemudian berjalan mendekati kedua temannya. Lalu Ki Rekso membantu keduanya mengobati luka dalamnya.
Selesai melakukan pengobatan, mereka bertiga masih tetap dalam posisi duduk sambil beristirahat sebentar.
"Maafkan aku Ki, aku gagal menangkap anak gadis itu," kata Ki Kawungka.
"Tidak apa apa Ki," jawab Ki Rekso, "yang utama, kita tetap fokus pada tugas kita."
--- o ---
(Flashback)
Walaupun terkena pukulan Ki Rekso, Lintang Rahina tidak terluka sedikitpun. Hanya saja tubuhnya terlempar ke arah air terjun. Tubuh Lintang Rahina meluncur ke bawah ke arah air terjun. Tubuhnya seperti tertelan derasnya air terjun hingga terbawa sampai ke dasar.
Segera saja Ki Sardulo melesat cepat ke atas dengan bertumpuan dorongan dari Lintang Rahina.
Hingga begitu sampai di atas, tepat saat Sekar Ayu Ningrum terancam serangan jarum beracun.
--- o ---
Ki Sardulo melesat bagaikan terbang, dengan membawa Sekar Ayu Ningrum di punggungnya.
Ki Sardulo membawa Sekar Ayu Ningrum ke arah timur, menuju ke sebuah gunung bernama Gunung Wilis, tempat temannya sesama siluman harimau bernama Nyi Wilis Putih.
Sebentar saja sampailah Ki Sardulo di tebing tertinggi Gunung Wilis bagian selatan, tempat tinggal Nyi Wilis Putih.
"Ka.....kau....Ki Sardulo ?" tanya Nyi Wilis Putih dengan gugup.
"He he he...Nyi Wilis, kau sudah lupa padaku ?" Ki Sardulo balik bertanya, "sudahlah ngobrolnya nanti saja. Ada yang lebih penting. Tolong kamu periksa gadis manusia ini."
__ADS_1
"Ada apa dengan anak manusia ini ?" tanya Nyi Wilis sambil mulai memeriksa keadaan Sekar Ayu Ningrum, "gadis ini tidak apa apa. Hanya pingsan saja."
Sejenak kemudian ada gerakan dari pelupuk mata dan jari jari tangan Sekar Ayu Ningrum. Matanya mulai terbuka. Kesadarannya perlahan pulih. Sekar Ayu Ningrum menggerakkan tubuhnya untuk duduk sambil melihat ke sekelilingnya.
Begitu melihat ada makhluk berwujud harimau sebesar rumah, Sekar Ayu Ningrum terkejut bukan main. Seketika tubuhnya melenting ke belakang sambil memasang kuda kuda dan mengalirkan tenaga dalam ke seluruh tubuhnya, walau dengan tubuh yang gemetaran karena takut.
"Hei gadis muda, jangan takut," Ki Sardulo mencoba menjelaskan, "namaku Ki Sardulo, aku diutus oleh tuanku Lintang Rahina untuk menyelamatkanmu."
Begitu mendengar nama Lintang Rahina disebut, Sekar Ayu Ningrum berkurang rasa takutnya dan mulai mengingat apa yang telah dialaminya.
Aliran tenaga dalam yang Sekar Ayu Ningrum untuk membuat perlindungan, ditarik kembali. Tiba tiba Sekar Ayu Ningrum berteriak kesakitan kemudian jatuh terduduk bersimpuh.
"Aduh....tangan kiriku nyeri sekali," kata Sekar Ayu Ningrum yang tiba tiba pandangannya gelap dan pingsan lagi.
"Kenapa dia Nyi ?" tanya Ki Sardulo dengan gugup, "apa yang terjadi padanya ? Coba kamu periksa lagi Nyi."
Segera Nyi Wilis memeriksa kembali tubuh Sekar Ayu Ningrum. Akhirnya ditemukan ada sebuah jarum hitam kecil yang menancap di lengan kirinya yang membuat lengan kirinya bengkak.
Nyi Wilis dan Ki Sardulo sudah merubah wujud mereka menjadi manusia, begitu tahu Sekar Ayu Ningrum pingsan gara gara melihat mereka dalam wujud siluman harimau.
Nyi Wilis mencabut jarum hitam yang menempel pada lengan Kiri Sekar Ayu Ningrum. Kemudian menghisap luka di mana tadi jarum menancap dengan mulutnya. Nyi Wilis menghisap beberapa kali sampai bengkak di lengan kirinya berkurang banyak. Setelah itu Nyi Wilis duduk di samping Sekar Ayu Ningrum yang masih terbaring, lalu menyalurkan energinya pada lengan Sekar Ayu Ningrum. Sisa sisa darah yang terkena racun didorong keluar sampai yang keluar darah berwarna segar pertanda racun sudah keluar semua.
Kemudian Nyi Wilis mengambil ramuan dan memborehkan pada tempat yang terkena jarum beracun.
Sesaat kemudian, Sekar Ayu Ningrum mulai sadar kembali.
"Kakang !" teriak Sekar Ayu Ningrum sambil bangun dan terduduk.
"Si...siapa kalian ?" tanya Sekar Ayu Ningrum, melihat di depannya ada dua orang kakek nenek.
"Kamu tenanglah gadis muda," kata Ki Sardulo, "kami adalah teman kakangmu Lintang Rahina. Dia menyuruhku untuk menyelamatkanmu dari tiga orang tua tadi."
___ 0 ___
__ADS_1