
Mulai saat itu, Sunu Magani berlatih ilmu silat yang tertulis pada dinding dan lantai goa, selain juga mepelajari ilmu 'Laksa Lawa' dari Ki Rekso gurunya.
Sunu Magani juga menyaksikan keanehan yang terjadi. Setiap dia berhasil mempelajari dan menguasai jurus yang tertulis di dinding, serombongan kelelawar akan datang dan menempati dinding itu untuk tempat mengelantung, sehingga setiap jurus yang sudah berhasil dikuasai, tulisannya akan tertutup oleh kelelawar kelelawar lagi.
Demikianlah, hingga sampai suatu sore, karena seluruh dinding dan lantai lorang goa yang dihuni kelelawar sudah penuh kembali oleh kelelawar, Sunu Magani berlatih di ruangan induk goa.
Tapi Sunu Magani masih belum berhasil mempraktekkan jurus terakhir ilmu 'Kelelawar Bayangan'.
Sunu Magani teringat, jurus jurus ilmu 'Kelelawar Bayangan' ini selalu ada hubungannya dengan keberadaan ribuan kelelawar di salah satu lorong goa.
Akhirnya Sunu Magani masuk kembali ke lorong tempat ribuan kelelawar itu berada.
Begitu sampai di mulut goa, ribuan kelelawar itu serentak mengeluarkan suara, pelan tapi nadanya menyakitkan telinga.
Sunu Magani sambil berjalan ke tengah ruangan goa, mengeluarkan energinya untuk menahan agar pendengarannya tidak rusak karena suara itu.
Begitu Sunu Magani berhenti di tengah tengah goa, tiba tiba ribuan melelawar itu terbang mendekat dan mendekatinya.
Wusss ! Wusss ! Wusss ! Wusss !
Cittt cittt cittt cittt !!!
Kemudian kelelawar kelelawar itu mulai menyerang Sunu Magani. Mereka hinggap di tubuh Sunu Magani dan menggigit kulit dimanapun mereka hinggap, dari kepala sampai kaki Sunu Magani.
Kali ini, Sunu Magani sudah bisa mengeluarkan energinya di goa itu, sehingga dia bisa menahan gigitan kelelawar kelelawar itu.
Kelelawar kelelawar yang mengerubuti Sunu Magani semakin lama semakin banyak. Terpaksa Sunu menggunakan energinya untuk sekedar menyingkirkan semua kelelawar itu dari tubuhnya.
Terpancar hawa panas dari seluruh tubuh Sunu Magani. Dengan sedikit menggerakkan tangannya ke kanan dan ke kiri, kelelawar kelelawar itu mulai sedikit menjauh dari tubuh Sunu Madani karena merasakan hawa panas itu.
__ADS_1
Tiba tiba terdengar lengkingan yang agak keras, tetapi sangat menyakitkan telinga. Sunu Magani masih juga terpengaruh suara itu walaupun sudah menambah aliran energinya ke telinga.
Sunu Magani berusaha sekuat tenaga untuk menjaga konsentrasinya menahan suara itu, ketika terdengar suara kepakan sayap dua kali yang menimbulkan angin yang besar yang menerpa tubuh Sunu Magani.
Tiba tiba dalam waktu yang sangat singkat, ada sepasang cakar yang mencengkeram pundak kiri kanan Sunu Magani. Sunu Magani merasakan tubuhnya seperti dicabut ditarik ke atas. Disusul munculnya dua sayap yang langsung menyelimuti seluruh tubuh Sunu Magani.
Sunu Magani segera mengalirkan energinya lebih besar lagi terutama ke kedua pundaknya. Pandangannya gelap karena seluruh tubuhnya tertutup.
Perlahan lahan, Sunu Magani merasakan ada energi yang seolah melawan energinya.
Energi itu berasal dari seekor kelelawar yang sangat besar, yang tadi mencengkeram kedua pundak Sunu Magani dan membawanya terbang ke langit langit goa dan mengurung Sunu Magani dengan kedua sayapnya sambil menggantung di langit langit goa.
Kelelawar dengan badan sebesar dua kali manusia dewasa dan tinggi juga dua kali tinggi tubuh manusia dewasa. Panjang sayapnya mencapai sepuluh meter hingga bentang sayapnya bisa sampai dua puluh meter.
Sunu Magani terus mencoba menambah aliran energi ke seluruh tubuhnya, tetapi selalu saja energinya seperti terserap oleh kelelawar raksasa itu. Anehnya, Sunu Magani merasakan, energi kelelawar itu membanjiri tubuhnya tanpa Sunu Magani bisa mencegahnya.
Awalnya aliran energi dari kelelawar yang masuk ke tubuhnya hanya terasa hangat. Perlahan lahan seiring dengan meningkatnya tingkat energi yang masuk ke tubuhnya semakin bertambah panas.
Sesaat setelah kelelawar raksasa itu melesat ke atas dan hinggap di langit langit goa kemudian menggantung, ribuan kelelawar yang tadinya memenuhi dinding dan langit langit goa, terbang memutari kelelawar raksasa. Ribuan kelelawar itu terbang semakin cepat hingga membentuk seperti putaran angin tornado.
Sementara itu, kelelawar raksasa yang mengalirkan energinya ke tubuh Sunu Magani terlihat bergetar hebat.
Kemudian tubuh kelelawar raksasa itu mengeluarkan asap tipis di sela sela tubuhnya. Asap itu semakin lama semakin tebal.
Dari dalam asap tebal itu keluar percikan percikan api kecil berwarna merah membara.
Percikan api itu semakin membesar hingga seluruh tubuh kelelawar raksasa itu seperti terbakar.
Percikan api yang keluar dari seluruh tubuh kelelawar raksasa itu ikut berputar sangat kencang bersama dengan putaran ribuan kelelawar.
__ADS_1
Percikan api yang berputar kencang itu semakin lama semakin semakin semakin mengecil dan memudian hilang bersamaan dengan hilangnya wujud kelelawar raksasa. Hanya terlihat tubuh Sunu Magani yang tergantung terbalik di langit langit goa.
Ribuan kelelawar yang tadi terbang memutari tubuh kelelawar raksasa juga sudah kembali hinggap dan menggantung di dinding dan langit langit goa seolah tidak pernah terjadi apa apa di goa itu.
Dalam sesaat suasana menjadi hening.
Perlahan kesadaran Sunu Magani pulih. Kemudian tubuh Sunu Magani yang menggantung di langit langit goa meluncur ke bawah.
Tap !!!
Sunu Magani mendarat mudah dengan kakinya. Kemudian seperti reflek, pandangan Sunu Magani mengarah ke puncak batu besar yang menjulang ke atas. Di puncak batu itu, Sunu Magani melihat ada kerangka manusia yang sudah terlihat lapuk dan masih dalam posisi bersila.
Sunu Magani mendekat ke batu menjulang itu dan berhenti dalam jarak tiga meter.
Kemudian Sunu Magani mendongak ke arah kerangka manusia itu dan berkata pelan, "Terimakasih atas petunjuknya Resi. Aku Sunu Magani berjanji akan melaksanakan sebaik baiknya semua pesan Resi."
Kemudian Sunu Magani menunduk beberapa saat untuk memberi hormat pada kerangka itu.
Setelah itu, dengan tatapan lurus ke depan ke arah ruangan induk goa, Sunu Magani melangkah keluar meninggalkan lorong goa yang dihuni ribuan kelelawar.
Sesampainya di ruangan induk goa, tanpa berkata apa apa, Sunu Magani langsung memulai kembali mempraktekkan jurus jurus ilmu 'Kelelawar Bayangan'.
Setelah mendapatkan energi dari kelelawar raksasa itu, Sunu Magani merasa mudah dalam mempraktekkan jurus jurus ilmu 'Kelelawar Bayangan'.
Bahkan saat mulai mempraktekkan jurus pertama, di punggung Sunu Magani muncul seperti sayap kelelawar dan menyatu dengan kedua lengannya. Sayap itu panjanynya tiga meter ke kanan dan ke kiri sehingga bentangan kedua sayap itu mencapai enam meter.
Bukan itu saja, kaki Sunu Magani juga berubah menjadi seperti kaki kelelawar, melengkung dan jari jarinya panjang, sehingga bisa untuk mencengkeram dan menggantung.
Telinganya jadi lancip memanjang. Dan dari mulutnya, Sunu Magani bisa mengeluarkan suara lengkingan aneh yang sangat menyakitkan pendengaran.
__ADS_1
Selesai mempraktekkan semua jurus ilmu 'Kelelawar Bayangan', Sunu Magani diam sejenak sambil menarik nafas dalam dalam. Kemudian secara perlahan, tubuhnya pulih kembali seperti sedia kala.
\_\_\_0\_\_\_