
Sambil bergerak menghindari pukulan ataupun cengkeraman tangan kanan Mahagni, Sekar Ayu Ningrum dan Galuh Pramusita membalas menyerang dengan menusuk ataupun menebas dengan pedangnya.
Tashhh ! Tashhh ! Tashhh !
Tangan tangan yang memanjang itu mengejar kemanapun mereka bertiga bergerak. Walaupun terkena tusukan dan sayatan pedang, karena tangan tangan itu terlapisi energi berwarna hitam, maka begitu tertusuk ataupun tertebas, pulih lagi dengan cepat. Karena sekarang yang mengendalikan tubuh Arga Manika adalah Mahagni, maka energi iblis yang lebih mendominasi. Dannkarena energi Mahagni lebih tinggi daripada energi Arga Manika, maka gerakan serangan menjadi lebih cepat dan lebih kuat. Daya sembuh luka luka pun menjadi lebih cepat.
"Nduk Sekar, ini sudah bukan Arga Manika. Tubuhnya sudah sepenuhnya dikendalikan kekuatan iblis. Gunakan jurus yang biasa kamu mainkan dengan Nyi Wilis," kata Ni Sriti pada Sekar Ayu Ningrum saat Ni Sriti bisa menjauh dari serangan Mahagni.
"Baik Ni," jawab Sekar Ayu Ningrum.
Blummm !!!
Terdengar ledakan energi dari dalam tubuh Sekar Ayu Ningrum. Seluruh tubuhnya diselimuti pendaran sinar putih transparan yang dengan cepat pendaran sinar itu membentuk siluet harimau dan kemudian membesar sampai setinggi lima meter.
Kemudian Sekar Ayu Ningrum melesat menerjang Mahagni yang sedang mendesak Galuh Pramusita.
Pedang Sekar Ayu Ningrum memapaki datangnya serangan dua tangan kanan Mahagni. Pedang yang sudah tidak tampak bilahnya karena tertutup pendaran sinar putih pekat itu berhasil membabat putus kedua tangan kanan Mahagni.
Tasss ! Tasss !
Disusul tapak tangan kiri Sekar Ayu Ningrum yang menghantam dada Mahagni.
Blarrr !!!
Mahagni yang terkena pukulan energi telapak tangan kiri Sekar Ayu Ningrum, terhuyung huyung terdorong ke belakang sampai lima langkah.
"Arrggghhh ..... " Mahagni berteriak.
Sedangkan Sekar Ayu Ningrum terpental melayang ke belakang dan mendarat dengan kedua kakinya.
Baru saja kedua kaki Sekar Ayu Ningrum sampai ke tanah, Langan kanan ketiga Mahagni sudah di atas kepala Sekar Ayu Ningrum.
Terpaksa Sekar Ayu Ningrum menjatuhkan tubuhnya dan berguling ke samping kanan.
Bummm !!!
Debu beterbangan ke segala arah dan tercipta lubang besar di tempat tadi Sekar Ayu Ningrum mendarat, terkena pukulan tangan kanan Mahagni.
Bersamaan dengan saat Sekar Ayu Ningrum menghadapi Mahagni, Ni Sriti segera menyuruh Galuh Pramusita untuk mendekat padanya.
__ADS_1
"Nduk Galuh, energi iblis jangan dilawan dengan energi panas api iblis. Kau serap panas dari bumi ! Cepat !" kata Ni Sriti pada Galuh Pramusita.
"Baik Ni, akan ku coba," jawab Galuh Pramusita.
Galuh Pramusita yang sudah bisa menangkap apa yang dimaksud oleh Ni Sriti, segera menambah aliran energi ke pedangnya. Pedangnya semakin memancarkan energi berwarna merah.
Setelah pedang itu seperti menyala, Galuh Pramusita segera menancapkan pedang miliknya ke tanah hingga hanya terlihat gagangnya.
Galuh Pramusita merasakan gagang pedangnya bergetar. Dia segera mengaktifkan tehnik penyerapan energi panas. Sesaat kemudian dia merasakan sensasi hangat yang merambat dari gagang pedangnya dan menyebar ke seluruh tubuhny. Hal itu karena ada aliran energi yang masuk ke tubuhnya.
Tepat ketika lengan kanan Mahagni yang menyerang Sekar Ayu Ningrum menghantam tanah, Galuh Pramusita melesat ke arah tubuh Mahagni.
Dengan gerakan setengah memutar, serangan tusukan pedang Galuh Pramusita mengarah ke dada Mahagni.
Mahagni yang mengetahui datangnya serangan yang begitu capat, menyambut tusukan itu dengan sapokan tangan kiri.
Cleppp !!!
Pedang Galuh Pramusita berhasil menembus telapak tangan kiri Mahagni, dan kemudian menimbulkan ledakan.
Blarrr !!!
Begitu gerakan mundurnya berhenti, tiba tiba terdengar Mahagni berteriak.
Arrgghhhh ..... !!!
Disusul kemudian terjadi ledakan dari dalam tubuhnya.
Bummm ! Bummm ! Bummm !
Terjadi perubahan lagi pada tubuh Arga Manika yang dikendalikan oleh Mahagni. Di seluruh tubuhnya yang berwarna abu abu, muncul garis garis sebesar benang berwarna merah menyala, membentuk garis yang saling menyambung bahkan sampai ke setiap jari jarinya.
Itulah 'Benang Jiwa Iblis'. Senjata yang sekilas terlihat tidak berbahaya.
Setiap lawan yang berhasil disentuh dengan ujung jari ataupun bagian tubuh lain yang ada 'Benang Jiwa Iblis'nya, seketika jiwanya akan tercabut dari tubuhnya lewat energi iblis yang mengalir pada 'Benang Jiwa Iblis' tersebut.
Membuat lawannya secara fisik masih utuh, tidak ada luka sedikitpun. Tetapi jiwanya tidak ada sehingga fisik itu hanya akan diam saja seperti orang tidur.
Dan jiwa jiwa yang berhasil dicabut dari raganya akan terlilit oleh 'Benang Jiwa Iblis' seluruhnya dan kemudian terbakar habis oleh 'Benang Jiwa Iblis'.
__ADS_1
Kecuali orang orang yang tingkat energinya sama tingkatnya atau bahkan di atas tingkat energi Mahagni, yang jiwanya bisa memberikan perlawanan. Dan kemungkinan jiwanya bisa lolos dan tidak terbakar sehingga jiwanya bisa kembali ke raganya.
Setelah mengalami perubahan yang ke dua kalinya pada tubuh yang dikendalikannya, Mahagni kembali bersiap menyerang.
Tidak berapa lama, muncul tiga lengan lagi pada pangkal lengan kanan Mahagni, sehingga lengan tangan kanan Mahagni berjumlah enam lengan.
Dengan kecepatannya yang bertambah membuat Mahagni dalam sekejap mata sampai di dekat Sekar Ayu Ningrum dan Galuh Pramusita serta Ni Sriti.
Kali ini mereka bertiga masing masing menghadapi dua lengan.
Bagi Sekar Ayu Ningrum dan Galuh Pramusita yang memiliki kecepatan dan energi yang termasuk sangat tinggi, masih bisa menghindari atau menghadapi serangan itu.
Tetapi, bagi Ni Sriti yang kecepatan dan energinya di bawah dua gadis cantik itu, menjadi sedikit kerepotan. Hanya karena pengalaman dan kemampuan membaca 'arah' pertarungan yang membuatnya masih bisa bertahan.
"Galuh, kau lindungi Ni Sriti, biar aku yang menghadapi serangannya !" teriak Sekar Ayu Ningrum pada Galuh Pramusita.
"Tidak ! Kamu saja yang melindungi Ni Sriti, biar aku yang menghadapinya !" balas Galuh Pramusita.
Akhirnya mereka bertiga saling berdekatan dengan posisi Ni Sriti di tengah.
Tetapi, setiap tangkisan Sekar Ayu Ningrum dan Galuh Pramusita sudah tidak bisa membuat lengan lengan Mahagni terluka ataupun terputus, tapi hanya terpental kembali. Walaupun diam diam Sekar Ayu Ningrum dan Galuh Pramusita merasakan tangannya bergetar saat terjadi benturan.
"Nduk, hati hati, kalian berdua jangan sampai tersentuh sedikitpun oleh bagian tubuhnya, karena akan menarik keluar jiwa kalian," kata Ni Sriti pada kedua gadis itu.
Hingga sampai pada suatu saat, ketika Sekar Ayu Ningrum dan Galuh Pramusita sedang konsentrasi menghadang serangan lengan lengan Mahagni, ada satu lengan Mahagni yang lolos dan berhasil mencengkeram bahu kiri Ni Sriti.
Seketika tubuh Ni Sriti terdiam seperti orang duduk atau tertidur.
Melihat hal itu, Sekar Ayu Ningrum dan Galuh Pramusita panik dan khawatir pada nasib Ni Sriti.
"Iblis laknat ! Kembalikan jiwa guruku !" teriak Galuh Pramusita sambil dengan balik menyerang semakin cepat.
"Akan ku hancurkan tubuh dan jiwamu, iblis !" dengan histeris Sekar Ayu Ningrum meningkatkan serangannya.
Saat kedua gadis itu menyerang dengan kalap, Lintang Rahina tiba di tempat pertempuran. Beberapa saat Lintang Rahina menyaksikan dan mencoba mempelajari jalannya pertarungan.
Begitu melihat hal yang membahayakan, Lintang Rahina berteriak pada kedua gadis itu.
"Adik Sekar, adik Galuh, hati hati, jaga emosi kalian, jangan sampai terpancing oleh lawan," kata Lintang Rahina sambil mendekat ke pertarungan.
__ADS_1
\_\_\_0\_\_\_