
Terlepas dari semua keanehan di tangan kanannya, Arga Manika merasakan gejolak energi yang sangat tinggi di dalam tubuhnya.
"Sekarang coba kamu mainkan jurus jurus yang sudah kamu kuasai !" perintah Mahagni.
Tanpa menjawab, Arga Manika segera memainkan jurus jurusnya. Dia merasakan energi yang dimilikinya bertambah tinggi. Sehingga menjadikan daya serang dan kecepatannya bertambah.
Ketika mulai memainkan jurus 'Raga Geni", terjadi hal yang mengejutkan.
Ketika jurus pertama mulai dimainkan, yang berubah menjadi wujud api bukan seluruh tubuh Arga Manika, tetapi hanya tangan kanannya. Dan tangan kanannya itu ketika dalam wujud api, bisa membelah menjadi sampai dengan lima lengan sesuai dengan jumlah energi yang disalurkan, semakin banyak jumlah energi yang disalurkan, semakin banyak jumlah lengan yang bisa dibuat. Lengan lengan itu bisa bergerak sendiri sendiri dan masing masing bisa memanjang. Bahkan masing masing telapak tangannya bisa berubah bentuk sesuai dengan apa yang diinginkan. Bisa berubah menjadi kepala naga, kepala harimau dan bahkan bisa berubah menjadi bentuk berbagai senjata, yang semuanya dalam wujud api.
Melihat hal itu, Arga Manika yang terkejut dengan kehebatan tangan kanannya, semakin bersemangat untuk melatih jurusnya.
Dengan tangan kanannya yang jumlahnya bisa menjadi banyak, Arga Manika membuat banyak sekali variasi serangan. Digabung dengan serangan tangan kirinya yang tetap bjsa memainkan jurus jurusnya, termasuk jurus penguasaan api, membuat setiap jurus serangan Arga Manika menjadi hebat dan sangat berbahaya.
Setelah sekitar tiga puluh menit, Arga Manika menghentikan latihan jurus jurusnya.
Dia melihat ruangan tempatnya bersemedi sudah porak poranda bahkan dindingnya sudah jebol.
Ketika hendak melangkah keluar untuk melihat keadaan di luar ruangannya, Arga Manika dikejutkan dengan suara Mahagni.
"Hei bocah ! Sekarang aku sudah menyatu dengan tubuhmu. Rohku berada di tangan kananmu. Walaupun begitu, kamu tetap memegang kontrol pada seluruh tubuhmu."
"Iya Ki," jawab Arga Manika.
"Kecuali kamu sudah kehilangan kontrol pada tubuhmu, akan kuambil alih kendali pada tubuhmu." sambung Mahagni.
Kemudian Arga Manika melangkah keluar ruangannya yang porak poranda. Dia terkejut menyaksikan semua anggota Padepokan 'Wesi Kuning' sudah menjadi mayat dengan kondisi mengering dan kulit tubuh mengeriput.
"Itu karena energi kehidupannya sudah kamu ambil semua," kata Mahagni yang mengetahui Arga Manika heran dengan kondisi tersebut.
Setelah memeriksa beberapa mayat yang berada di dalam rumah yang dia pakai bersemedi dan sekitarnya, Arga Manika tidak menemukan jasad ketua padepokan dan beberapa wakilnya. Dalam hatinya, Arga Manika agak heran dengan hal ini.
Saat Arga Manika melakukan semedi beberapa hari di ruangan khusus yang dia minta.
__ADS_1
Beberapa kali Arga Manika meminta disediakan barang barang yang dia butuhkan, seperti kelapa gading, lumut hitam, lumut putih dan kain hitam. Sehingga ketua padepokan membagi murid muridnya menjadi beberapa kelompok untuk menyebar mencari semua bahan itu.
Karena kesadaran dan energi kehidupan mereka sudah diambil Arga Manika, maka beberapa melompok muridnya ada yang melakukan kejahatan.
Kebetulan ada satu kelompok yang bertemu dengan Galuh Pramusita dan Ni Sriti yang sedang melakukan melakukan perjalanan. Kelompok itu dengan mudahnya dibasmi oleh Galuh Pramusita.
Karena curiga dengan keadaan murid murid padepokan itu, Ni Sriti memeriksa mereka. Ternyata mereka dalam pengaruh sesuatu. Untungnya mereka bisa diselamatkan dan disembuhkan olwh Ni Sriti.
Mulai dari situlah Ni Sriti dan Galuh Pramusita mendapat informasi tentang Padepokan 'Wesi Kuning'.
Dalam perjalanannya ke Padepokan 'Wesi Kuning', Ni Sriti beberapa kali bertemu kelompok murid padepokan dan menyembuhkannya.
Hingga ketika Ni Sriti dan Galuh Pramusita sampai di Gerbang menuju Padepokan, mereka berdua bertemu dengan ketua padepokan dan beberapa wakilnya, yang juga sedang hendak mencari barang barang yang dibutuhkan oleh Arga Manika.
Ketua dan beberapa wakil ketua yang juga terkena pukulan energi di ubun ubunnya oleh Arga Manika juga bentrok dengan Galuh Pramusita.
Walaupun dikeroyok lima orang termasuk ketua padepokan 'Wesi Kuning', masih mudah diatasi oleh řGaluh Pramusita.
Satu persatu para pengeroyok bisa dilumpuhkan oleh Galuh Pramusita, dan kesempatan itu segera dimanfaatkan oleh Ni Sriti untuk memulihkan mereka.
Ni Sriti menanyakan beberapa hal, dan ketua padepokan pun menceritakan semuanya.
Berdasarkan cerita ketua padepokan itu, Ni Sriti dan Galuh Pramusita menuju ke padepokan 'Wesi Kuning'.
Ni Sriti dan Galuh Pramusita sampai di Padepokan 'Wesi Kuning saat di tempat itu sudah porak poranda.
Hanya puing puing bangunan dan mayat mayat murid murid padepokan yang kondisinya sangat mengerikan.
Melihat dari kerusakan yang dihasilkan, apalagi di bekas ruangan Arga Manika bersemedi, Ni Sriti diam diam terkejut.
"Kekuatan yang sangat besar," kata Ni Sriti dalam hati.
"Kita terlambat nduk," kat Ni Sriti.
"Kita kejar Ni," jawab Galuh Pramusita.
__ADS_1
Ni Sriti yang juga penasaran dengan siapa pemilik kekuatan itu, segera mencoba merasakan getaran arah perginya energi yang sangat besar itu, dan segera mengajak Galuh Pramusita pergi meninggalkan tempat itu untuk mengejarnya, setelah sebelumnya meminta kepada ketua padepokan dan beberapa wakil dan murid muridnya yang selamat, untuk mengutus mayat mayat dan puing puing kerusakan itu.
Di pesisir selatan, di wilayah tlatah wetan.
Sore yang biasanya selalu dihiasi oleh suara deburan ombak dan desiran angin, saat ini dikejutkan oleh suara melengking.
"Haaaahhhhh ...... "
Suara lengkingan yang berasal dari sebuah goa alami di tebing tepi pantai itu terdengar memilukan sekaligus menyeramkan.
Sulit dikatakan, itu suara manusia atau suara hewan.
Sementara di dalam goa, seorang laki laki muda terlihat dalam posisi merangkak dengan kepala tertunduk. Nafasnya tersengal sengal dan keringat membasahi seluruh pakaiannya. Rambutnya yang gondrong menjuntai sampai ke tanah. Kedua tangannya terlihat gemetaran. Mulutnya bergerak gerak seolah hendak berbicara.
"Ak ..ku tak .... bo ...leh ... gagal," bisik laki laki itu.
Dipaksakannya mengangkat badannya untuk berdiri. Tetapi yang terjadi laki laki itu jatuh terduduk berlutut.
Dia mengangkat kepalanya pelan. Disibaknya rambut yang menutupi mukanya.
Tampak wajahnya yang putih pucat. Kumis dan jenggotnya yang tumbuh tidak terawat, tidak menghilangkan ketampanan wajahnya. Sorot mata yang sayu namun tajam dan garis rahangnya menggambarkan kalau laki laki itu berkemauan keras.
Dia menarik nafas dalam dalam beberapa kali.
Setelah nafasnya agak teratur, laki laki muda itu bangkit berdiri.
"Guru, akan ku buktikan kalau aku, Sunu Magani, pantas menjadi muridmu. Akan aku kuasai jurus kelelawar itu. Aku akan melebihi apa yang menjadi harapanmu guru," laki laki muda itu pelan bicara sendiri.
Laki laki muda yang tinggal di dalam goa di tepi pantai pesisir selatan di tlatah wetan iti adalah Sunu Magani.
Setelah dikalahkan oleh Sekar Ayu Ningrum, Sunu Magani 'dihukum' oleh gurunya, Ki Rekso, untuk tinggal di dalam goa dan berlatih ilmu 'Lawa Laksa' tingkat tinggi. Sunu Magani dilarang keluar goa sebelum bisa menguasai ilmu 'Lawa Laksa" tingkat tinggi seluruhnya.
\_\_\_0\_\_\_
__ADS_1