Kekuatan Di Luar Tembok Keraton

Kekuatan Di Luar Tembok Keraton
Kekacauan II


__ADS_3

"Anak muda dengan kekuatan yang luar biasa," kata Ki Goprak pelan setelah berhasil mendarat di sebuah dahan pohon yang cukup besar.


Bukannya marah, justru Ki Goprak memuji Lintang Rahina yang bisa membuatnya terlempar. Karena walaupun terkena pukulan tapak, tetapi Ki Goprak tidak terluka sedikit pun.


Sementara itu, setelah berhasil membuat Ki Goprak terlempar, Lintang Rahina melesat cepat ke arah tamu undangan.


Yang dia cari pertama tama pertarungan antara Sekar Ayu Ningrum melawan Arga Manika.


Melihat Arga Manika yang bersama gurunya, Empu Bajang Geni, menyerang membabi buta ke arah tamu undangan, Lintang Rahina sedikit terpancing emosinya.


Lintang Rahina jadi teringat perlakuan Empu Bajang Geni dan Arga Manika pada eyangnya dan sahabat sahabat eyangnya dan terlebih pada Sekar Ayu Ningrum, saat eyangnya bercerita.


Sambil melesat ke arah Empu Bajang Geni dan Arga Manika, Lintang Rahina menambah tingkat energi yang dikeluarkan.


Pendaran sinar kuning keemasan yang menyelimuti seluruh tubuh Lintang Rahina bertambah tebal dan pekat. Kedua lengannya sampai pangkal lengan berubah menjadi seperti logam kuning keemasan.


Tiba tiba tubuh Lintang Rahina sudah berada di depan Empu Bajang Geni dan Arga Manika.


Blaammm !!!


Blaammm !!!


Dengan kecepatannya yang tidak diduga oleh Empu Bajang Geni dan Arga Manika, pukulan tapak Lintang Rahina berhasil menghempaskan tubuh api mereka berdua yang melayang, jatuh ke tanah dengan keras. Membuat tubuh mereka berdua berubah seketika menjadi wujud manusia biasa.


Dengan menahan rasa sakit, Empu Bajang Geni berusaha bangkit lagi dan tubuhnya berubah menjadi wujud api lagi.


Empu Bajang Geni yang tidak terima terkena pukulan tapak Lintang Rahina, segera membuat bola bola api dalam jumlah banyak dan segera memberondong Lintang Rahina dengan serangan energi bola bola api.


Melihat banyak bola bola api yang melesat ke arahnya, Lintang Rahina mengayunkan tangan kanannya ke depan. Seketika muncullah senjata trisula dengan gagang pendek.


Senjata pusaka yang mengeluarkan pendaran sinar kuning keemasan di seluruh permukaannya itu melesat memapaki datangnya bola bola api, setelah Lintang Rahina mengibaskan kembali tangan kanannya ke arah datangnya serangan bola bola api.


Terdengar ledakan berkali kali saat senjata trisula itu bertabrakan dengan bola bola api yang dilemparkan oleh Empu Bajang Geni. Seketika bola bola api itu musnah setelah sebelumnya meledak tertusuk mata senjata trisula.


Lintang Rahina merasa, kejahatan Empu Bajang Geni sudah keterlaluan dan harus dihentikan. Maka, Lintang Rahina mencecar Empu Bajang Geni dengan serangan serangan energi.

__ADS_1


Terjadi benturan energi berkali kali saat Empu Bajang Geni mencoba menangkis datangnya serangan Lintang Rahina.


Setiap terjadi benturan energi, Empu Bajang Geni merasakan seluruh lengannya bergetar hebat dan persendian lengannya seakan hendak lepas, selain itu tubuhnya selalu terdorong ke belakang.


Melihat dan merasakan tingginya ilmu silat dan tingkat energi Lintang Rahina, membuat Empu Bajang Geni terdiam dan tidak bisa berkata kata lagi. Empu Bajang Geni jadi teringat sesuatu.


Kemudian dia teringat kejadian puluhan tahun yang lalu saat dia masih muda dan masih menjadi biksu yang paling berbakat dalam ilmu silat. Dia merantau dari tanah India hingga ke tanah Jawa sampai dengan karena menuruti ambisinya, dia dikalahkan oleh Prabu Brawijaya. Tetapi semua ingatannya itu terlambat ketika dia disibukkan oleh serangan beruntun dari Lintang Rahina yang membuat dia pontang panting menghindar dan berusaha menangkisnya.


Plaassshhh !!!


Tappp !!!


Dalam satu rangkaian serangan yang Lintang Rahina lakukan secara cepat tadi, tiba tiba ada yang meluncur cepat ke arah Lintang Rahina, yang kemudian ditangkap Lintang Rahina dengan tangan kanannya.


Jleeppp !!!


Empu Bajang Geni sempat melihat sekilas benda yang berada di tangan kanan Lintang Rahina, ketika tiba tiba ada benda yang menancap di dadanya.


"Senjata trisula," kata Empu Bajang Geni dalam hatinya.


Empu Bajang Geni tersenyum getir. Dia dikalahkan dua kali oleh senjata yang sama dengan orang yang berbeda.


Empu Bajang Geni tewas oleh senjata yang paling ditakutinya.


Arga Manika yang melihat gurunya tewas di tangan Lintang Rahina, marah dan berteriak histeris.


"Haaahhhh !!!"


Blaarrr !!!


Terjadi ledakan saat Arga Manika mengeluarkan seluruh energinya. Seketika tubuh Arga Manika terselimuti api. Tetap tampak wujud tubuh manusianya yang seperti mengeluarkan api. Mata hidung dan mulutnya berwarna merah api. Bahkan hembusan nafasnyapun keluar api. Tubuhnya jadi bertambah tinggi. Bidang dadanya melebar. Kedua tangannya memanjang dan kuku kuku tangannya juga memanjang. Dan yang mengejutkan, suaranya menjadi berat seperti suara dari neraka.


Itulah ilmu baru Arga Manika. Dengan bimbingan gurunya, Arga Manika mengembangkan ilmu 'Raga Geni'. Kalau pada jurus pertama yaitu 'Raga Geni' bisa merubah wujud tubuh manusia menjadi wujud tubuh iblis. Yang tingkat jurusnya dikembangkan oleh Arga Manika menjadi setingkat lebih tinggi.


'Raga Geni' yang sekarang, bukan mengambil wujud iblis, tetapi mengambil jiwa iblis. Sehingga Arga Manika sekarang, bukan wujud tubuhnya yang berubah dengan jiwanya tetap manusia, tetapi sekarang tubuhnya manusia dengan dua jiwa yaitu jiwa manusia dan jiwa iblis.

__ADS_1


"Serahkan nyawamu sebagai pengganti nyawa guruku, haaaa !!!" teriak Arga Manika.


Dengan bergerak cepat bagaikan terbang, Arga Manika tiba tiba sudah berada di depan Lintang Rahina. Tangannya yang memanjang dan jari jari terbuka berkelebat cepat mengarah ke muka Lintang Rahina.


Lintang segera melapisi seluruh tubuhnya dengan energi. Tubuhnya terselimuti pendaran cahaya kuning keemasan.


Dengan paduan ilmu 'Tapak Wulung' dengan 'Puspa Nagari', kedua lengan Lintang Rahina berubah menjadi seperti logam berwarna kuning keemasan dan juga mengeluarkan pendaran sinar kuning keemasan. Senjata trisula di tangan kanannya pun ikut mengeluarkan pendaran sinar kuning keemasan.


Tranggg !!!


Tranggg !!!


Tranggg !!!


Duaarrr !!!


Terdengar seperti benturan logam saat senjata trisula Lintang Rahina beberapa kali berbenturan dengan kuku kedua tangan Arga Manika. Dan timbul ledakan saat Lintang Rahina menangkis datangnya kuku kuku Arga Manika yang mengarah ke wajah ataupun dada Lintang Rahina.


Suara benturan dan ledakan terjadi berkali kali. Dan berkali kali pula mereka saling serang.


Hingga setelah beberapa puluh jurus mereka bertukar serangan, Lintang yang tingkat energinya lebih tinggi dan energinya lebih murni mulai terlihat bisa menguasai jalannya pertarungan.


Sementara Arga Manika yang sudah mengerahkan segala kemampuannya, semakin tersulut emosinya sehingga mulai menyerang dengan brutal dan membabi buta.


Arga Manika menyerang tanpa menghiraukan keselamatannya, sehingga membuat celah pertahanannya terbuka.


Hingga pada satu serangan beruntun Lintang Rahina, setelah beberapa serangan bisa ditangkis Arga Manika, pada serangan senjata trisula berikutnya yang mengarah ke leher Arga Manika, Arga Manika terlambat menghindar dan gagal untuk menangkisnya.


Traanggg !!!


Traanggg !!!


Traanggg !!!


Creesss !!!

__ADS_1


Senjata trisula yang hampir mengenai leher Arga Manika, dibelokkan oleh Lintang Rahina sehingga mengenai pangkal lengan Arga Manika hingga tangan kanan Arga Manika putus mulai dari pangkal lengan.


___0___


__ADS_2