Kekuatan Di Luar Tembok Keraton

Kekuatan Di Luar Tembok Keraton
Menuju Kawah Merapi II


__ADS_3

Sesaat setelah ledakan akibat benturan tiga energi, terbentuk kepulan asap akibat pertemuan energi dingin dan energi panas.


Kepulan asap itu perlahan lahan hilang ke atas, meninggalkan sosok tubuh Lintang Rahina yang masih tetap berdiri kokoh.


Sementara agak jauh di depan Lintang Rahina, Ki Jagad Dahana dan Ki Jagad Anila sudah berdiri berjajar setelah mereka berdua terdorong kembali ke belakang.


"Anak ini, energinya sudah jauh di atas kita, kakang !" kata Ki Jagad Anila pelan.


"Ini akan mempermudah tugas kita, adi Anila," jawab Ki Jagad Dahana.


Beberapa saat memudian, mereka berdua berjalan mendekati Lintang Rahina.


"Cukup ngger. Mari kita menuju ke kawah. Tetapi sebelumnya ada yang perlu kamu perhatikan dan pelajari," kata Ki Jagad Dahana pada Lintang Rahina.


Ki Jagad Dahana mengatakan kalau cara paling sempurna hasilnya untuk memusnahkan benang jiwa iblis adalah dengan masuk ke dalam kawah Merapi.


Dengan tingkat energi yang dimiliki Lintang Rahina, Ki Jagad Dahana berharap, Lintang Rahina mampu bertahan berada di dalam kawah Merapi dalam sampai dengan benang jiwa iblis yang berada di dalam tubuhnya keluar dan terbakar di dalam kawah.


Ki Jagad Dahana juga menjelaskan pada Lintang Rahina, jika dia dan adiknya sudah sejak lama mendapatkan petunjuk dalam semedinya. Petunjuk dalam semedinya itu, mereka berdua mendapatkan tugas untuk membantu keturunan raja Majapahit yang lahir dan terpilih menjadi pewaris kekuatan raja.


Kemudian Ki Jagad Anila menjelaskan pada Lintang Rahina. Mereka berdua akan mengajarkan tehnik penggunaan energi angin dan api. Dengan kedua tehnik itu yang digabungkan dan dilakukan dengan menggunakan energi yang dimiliki Lintang Rahina, akan membuat tubuh Lintang Rahina bisa bertahan di dalam kawah Merapi.


Tehnik penggunaan energi angin akan membuat tubuh Lintang Rahina menghembuskan angin dari seluruh permukaan pori pori kulitnya dan membuat angin itu selalu mengitari seluruh tubuhnya, sehingga cairan lava dalam kawah Merapi tidak akan mengenai kulitnya.

__ADS_1


Kemudian dengan tehnik penggunaan energi api, tubuh Lintang Rahina akan selalu menyerap hawa panas di sekelilingnya dan merubahnya menjadi energi.


"Apakah ada yang belum jelas ngger ?" tanya Ki Jagad Dahana pada Lintang Rahina.


"Apakah Ki Jagad Dahana dan Ki Jagad Anila ikut serta masuk ke dalam kawah Merapi ?" tanya Lintang Rahina.


"Itu nanti tergantung kekuatan energimu dan tingkat pemahamanmu akan kedua tehnik yang akan kami ajarkan padamu," jawab Ki Jagad Dahana.


"Kalau tingkat energimu cukup kuat untuk menyelimuti kita bertiga, kami akan ikut masuk ke kawah dan ikut membantu dalam melakukan tehnik penggunaan energi angin dan energi api, ngger," sambung Ki Jagad Anila.


"Beberapa hari lagi akan tiba malam purnama. Semoga sebelum malam purnama, mamu sudah bisa memahami semua tehnik yang kami ajarkan padamu. Sehingga kita bisa langsung masuk ke kawah Merapi pada purnama ini," kata Ki Jagad Dahana lagi.


"Apakah harus dilakukan pada malam purnama ,Ki ?" tanya Lintang Rahina.


"Sebenarnya tidak harus malam purnama. Pada malam malam biasa atau pada siang hari juga bisa. Namun sangat berat resikonya. Pada siang hari, kawah Merapi akan meningkat suhu panasnya karena sinar matahari. Pada malam yang bukan bulan purnama, panas kawah akan terkumpul di dalam kawah. Berbeda dengan saat bulan purnama. Bulan yang tepat berada di atas kawah, akan menarik sebagian panas kawah, sehingga panas kawah menyebar, sedangkan sinar bulan purnama tidak akan meningkatkan suhu kawah," Ki Jagad Dahana menjelaskan.


Setelah dirasa Lintang Rahina sudah cukup memahami semuanya, mereka segera mulai mengajari Lintang Rahina.


Yang pertama mengajari adalah Ki Jagad Anila. Lintang Rahina memperhatikan dengan sungguh sungguh semua yang disampaikan oleh Ki Jagad Anila. Di sini Lintang Rahina bisa tahu, kalau tehnik penggunaan energi angin milik Ki Jagad Anila sangat berbeda dengan tehnik milik Ki Ageng Arisboyo.


----- o -----


Pagi hari saat Lintang Rahina sedang dilatih oleh Ki Jagad Anila, Ki Jagad Dahana turun ke punggung gunung untuk menemui Ki Penahun dan Ki Pradah yang menemani Sekar Ayu Ningrum.

__ADS_1


Begitu sampai di tempat mereka bertiga, Ki Jagad Dahana segera berbicara serius dengan Ki Pradah dan Ki Penahun. Beberapa saat kemudian, mereka menyuruh Sekar Ayu Ningrum untuk mendekat.


"Nduk Sekar, ijinkan kakek tua ini melihat telapak tangan kananmu sebentar," kata Ki Jagad Dahana.


Sekar Ayu Ningrum mendekat ke arah Ki Jagad Anila. Untuk beberapa saat, Ki Jagad Anila mengamati telapak tangan Sekar Ayu Ningrum dan memeriksanya dengan energinya.


"Coba Ki Penahun dan Ki Pradah ikut mengeceknya, mungkin aku yang keliru membacanya," kata Ki Jagad Dahana.


Kemudian Ki Penahun dan Ki Pradah mencoba ikut mengecek telapak tangan Sekar Ayu Ningrum. Selesai mencoba memeriksa telapak tangan Sekar Ayu Ningrum, mereka berdua menatap tajam ke arah Ki Jagad Dahana.


"Benar Ki. Tetapi kami tidak bisa secermat Ki Jagad Dahana," kata Ki Penahun.


----- o -----


Sejak pertama melihat Sekar Ayu Ningrum, Ki Jagad Dahana dan Ki Jagad Anila langsung bisa merasakan ada 'asing' di dalam tubuh Sekar Ayu Ningrum. Pada saat mereka bertanya tentang Sekar Ayu Ningrum dan mendapatkan penjelasan kalau Sekar Ayu Ningrum Ningrum adalah istri Lintang Rahina, kecurigaan mereka tentang adanya sesuatu yang asing di tubuh Sekar Ayu Ningrum bertambah besar.


Kepada Ki Penahun dan Ki Pradah, Ki Jagad Dahana mengatakan, kemungkinan besar Sekar Ayu Ningrum hamil, walaupun baru berusia hitungan hari.


Walaupun janin masih berusia hitungan hari, namun Ki Jagad Dahana dan Ki jagad Anila sudah bisa merasakan energi yang mengikutinya.


Pada janin yang dikandung oleh Sekar Ayu Ningrum, diikuti oleh dua energi yang sangat besar, yaitu energi yang saat di periksa oleh Ki Jagad Dahana, berwarna putih kekuningan dan beraura baik. Sedang energi yang satunya berwarna gelap dan membawa aura jahat.


"Tapi jangan keliru Ki. Ini bukan janin atau calon bayi yang nantinya saat lahir ke dunia akan membawa kejahatan atau kekuatan jahat, tidak. Janin atau calon bayi tetap janin biasa atau calon bayi biasa, yang saat lahir tetap menjadi anak manusia biasa Tetapi, pada tubuhnya mengalir darah yang mengandung energi yang luar biasa. Dan energi itu langsung dengan dua aura. Aura positif yang menurun dari energi bapaknya dan aura negatif yang kemungkinan dari benang jiwa iblis. Jadi ini hanya energinya, bukan fisik dan atau ruhnya. Yang ditakutkan hanyalah, jika energi itu yang mempengaruhi fisik dan sifat pemilik tubuhnya. Karena,itu energi yang sangat besar," Ki Jagad Dahana menjelaskan.

__ADS_1


"Yang berbahaya adalah, ... " lanjut Ki Jagad Dahana dengan setengah berbisik, sambil berdiri dan memandang jauh ke arah kaki gunung Merapi, "Akan banyak pendekar yang mencari dan merebut bayi ini untuk dijadikan korban ritual, karena darahnya bisa digunakan untuk meningkatkan energi dengan cepat."


__________ 0 __________


__ADS_2