
Melihat dampak benturan energi mereka yang sangat merusak, Lintang Rahina memancing Dewi Gayatri untuk bertarung lebih ke arah tengah samudra.
Dengan meningkatkan aliran energinya, Lintang Rahina menambah kecepatan pukulannya. Kedua tangan Lintang Rahina bergantian berkelebat mengarah ke titik titik tubuh Dewi Gayatri.
Namun Dewi Gayatri masih bisa mengimbangi kecepatan gerakan Lintang Rahina.
Sehingga dalam pertarungan itu, benturan energi Lintang Rahina dan energi Dewi Gayatri terjadi lebih sering lagi dan dengan tingkat energi yang lebih tinggi lagi.
Plaaakkk ! Plaaakkk !
Dbaaammm ! Dbaaammm !
"Tidak hanya omong kosong kalau dibilang dia senopati terkuat yang dimiliki Ratu Naga Wilis Kencana !" kata Lintang Rahina dalam hati. Kemudian Lintang Rahina teringat dengan Ki Sardulo.
"Sekarang ini, seberapa tinggi tingkat yang bisa dicapai oleh Ki Sardulo ?" tanya Lintang Rahina dalam hati.
Sementara itu, Dewi Gayatri pun diam diam semakin terkejut dengan kemampuan Lintang Rahina.
"Anak manusia ini, sampai seberapa batas kemampuannya ? Sampai sampai Gusti Ratu Naga Wilis Kencana berpesan khusus padaku, untuk berhati hati menghadapi anak manusia ini !" gumam Dewi Gayatri dalam hati.
Ratu Naga Wilis Kencana, memang sengaja menyuruh Dewi Gayatri untuk melihat dan menghadapi anak manusia yang kata para prajurit, ingin menemuinya. Karena, Ratu Naga Wilis Kencana ingin menunjukkan kepada anak manusia itu, jika dia juga punya senopati yang sakti mandraguna.
Sementara itu Lintang Rahina, setelah berkali kali berusaha mengadu pukulan dan tendangan untuk mengukur tingkat energi dan kemampuan lawannya, kembali menambah tingkat energi yang dia keluarkan.
Seluruh tubuhnya diselimuti butiran sinar kuning keemasan. Kedua telapak tangannya yang berwarna ungu kehitaman juga terlihat berselimut butiran sinar kuning keemasan.
Kemudian, dengan sedikit loncatan, tubuh Lintang Rahina melenting ke atas dan kemudian kembali meluncur turun dengan deras, melesat dengan sangat cepatnya ke arah Dewi gayatri berdiri.
Sementara itu Dewi Gayatri yang tidak menduga lawannya masih bisa meningkatkan tingkat energi dan kecepatannya, berusaha menangkis sambaran telapak tangan Lintang Rahina yang meluncur dari atas dan lagi lagi mengarah ke kepalanya.
Plaaakkk !!!
Sambaran telapak tangan kanan Lintang Rahina masih bisa ditangkis oleh Dewi Gayatri yang menyilangkan kedua lengannya di atas kepala. Namun tangkisan itu membuat tubuh Dewi Gayatri terbungkuk dan terhuyung ke samping kanan.
Situasi itu Lintang Rahina gunakan sebaik baiknya dengan melayangkan satu tendangan kaki kanan ke arah punggung Dewi Gayatri yang terbuka.
__ADS_1
Ddeeessshhhh !!!
Dewi Gayatri tidak bisa menahan gempuran kaki kanan Lintang Rahina yang mendarat telak di punggungnya.
Tubuh Dewi Gayatri terlempar dengan kerasnya hingga tercebur ke dalam lautan luas.
Ccbbuuurrr !!!
Begitu tubuh Dewi Gayatri hilang lenyap tertelan gerakan gelombang air laut, seluruh permukaan air laut di sekitar tempat pertarungan menjadi bergejolak. Gelombang air laut bertambah semakin besar.
Suasana terlihat menjadi lebih suram. Awan hitam seolah berkumpul untuk menggelapkan tempat itu. Angin mulai berhembus kencang dengan liarnya.
Sementara itu, karena merasa lengah, Dewi Gayatri menjadi jengkel sendiri.
"Kurang ajar kau anak manusia !" teriak Dewi Gayatri yang suaranya terdengar membahana di seluruh permukaan samudra.
Kemudian disusul dengan lengkingan sangat keras yang suaranya terdengar sedikit berbeda.
Aarrrccchhh ...... !!!
Lintang Rahina yang tubuhnya melayang di atas pemukaan air laut, tiba tiba tubuhnya ikut masuk dan terbenam dalam luasnya air samudra, saat tiba tiba dari arah belakangnya, menyambar ekor ular besar yang ujungnya terdapat hiasan seperti mahkota ratu.
Ujung ekor ular itu menghantam dan menyeret tubuh Lintang Rahina hingga masuk ke dalam air lautan.
Di dalam kedalaman air laut, Lintang Rahina melihat, Dewi Gayatri sudah berubah wujud. Perwujudannya yang sekarang terlihat. Mulai kepala, tangan hingga pinggang, masih berwujud manusia dengan semua perhiasannya. Sedangkan mulai pinggang ke bawah, berwujud badan ular yang sangat besar dengan sisik sisik yang berwarna kuning keemasan. Namun sekarang ada yang sedikit aneh. Lidah Dewi Gayatri berubah menjadi lidah ular yang sangat panjang dan bercabang. Kedua bola matanya pun juga berubah menjadi mata ular.
Dalam perwujudan Dewi Gayatri yang sekarang ini, Lintang Rahina merasakan adanya getaran energi yang sangat tinggi.
----- * -----
Dalam perjalanan pencariannya, akhirnya Ki Penahun dan Ki Pradah berhasil menemukan rombongan besar yang di dalamnya ada Ki Ageng Arisboyo dan Kanjeng Panembahan Senopati.
Pada kesempatan itu, Ki Penahun dan Ki Pradah berusaha untuk menemui dahulu Ki Ageng Arisboyo, untuk meminta saran, apa yang harus mereka lakukan.
Akhirnya, begitu ada kesempatan berbincang dengan Ki Ageng Arisboyo, Ki Penahun menceritakan kejadian di pesisir Parangtritis. Ki Penahun juga meminta saran, bagaimana cara bisa meminta kembali anak kecil itu tanpa menimbulkan pertarungan. Karena, kalau dalam meminta kembali anaknya Sindunata dan Puruhita, tidak diberikan, hampir bisa dipastikan, Lintang Rahina akan menggempur siapapun yang ada di dalam kerajaan gaib. Apabila itu terjadi, kerajaan gaib akan sangat terguncang dan kemungkinan besar akan kehilangan banyak kekuatan. Hal itu tentunya akan sangat mengganggu perjuangan Kanjeng Panembahan Senopati yang sedang membutuhkan bantuan dari semua pihak termasuk dari kerajaan gaib yang sudah ditaklukkannya.
__ADS_1
"Ki Penahun dan Ki Pradah, untuk saat ini, memang belum bisa dilihat dan dirasakan dari kejadian di Pesisir Parangtritis. Kecuali saat ini, Lintang Rahina atau siapapun yang di sana, sudah sempat bertarung dengan salah satu senopati kerajaan gaib. Mungkin Ratu Naga Wilis Kencana sudah bisa merasakan," kata Ki Ageng Arisboyo.
"Tapi Ki Ageng, kemaren lusa Lintang Rahina sudah sempat mendatangi pintu gerbang menuju ke kerajaan gaib yang berada di Pesisir Parangtritis. Dia sudah menanyakan kepada prajurit yang berjaga di sana. Dan informasi yang dia peroleh, anak yang kami cari dibawa masuk ke dalam kerajaan gaib oleh salah satu senopati Ratu Naga Wilis Kencana. Kalau tidak segera ditanyakan, takutnya Lintang Rahina keburu mencari senopati yang membawa anak yang kami maksudkan," sahut Ki Pradah.
Sejenak suasana menjadi sunyi. Terlihat Ki Ageng Arisboyo sedang berpikir keras mencari pemecahannya. Setelah beberapa saat, kemudian Ki Ageng Arisboyo menarik nafas panjang dua kali.
"Kalau begitu, sebaiknya Ki Penahun dan Ki Pradah segera kembali ke Parangtritis. Tentang bertanya pada Kanjeng Panembahan Senopati ataupun pada Ratu Naga Wilis Kencana, serahkan kepadaku. Secepatnya, kalau ada perkembangan ataupun perubahan apapun yang di sini, aku sendiri yang akan memberi kabar ke Parangtritis," kata Ki Ageng Arisboyo kemudian.
Akhirnya, Ki Penahun dan Ki Pradah pun berpamitan untuk segera kembali ke Parangtritis. Pada kesempatan itu juga, Ki Ageng Arisboyo mengucapkan terimakasih, karena telah dibantu menjaga dan merawat cucunya, selama dia tinggal pergi membantu perjuangan Kanjeng Panembahan Senopati.
----- * -----
Di dalam kedalaman samudra, Lintang Rahina melihat, Dewi Gayatri sudah kembali siap bertarung dalam perwujudannya yang sekarang ini. Wujud yang sekarang dia tampilkan, adalah yang biasa digunakan untuk bertarung di permukaan samudra ataupun di dalam kedalaman samudra.
Apalagi saat ini Dewi Gayatri sudah menambah lagi aliran energi yang dia keluarkan.
"Dewi Gayatri, aku hanya ingin meminta kembali anak manusia yang kau bawa masuk ke kerajaan gaib ini, dari Pesisir Parangtritis !" kata Lintang Rahina.
"Hahh ..... ! Masalah anak itu, mudah. Sekarang, coba kau hadapi aku !" jawab Dewi Gayatri sambil bersiap menyerang.
"Dewi Gayatri ! Pertarungan kita ini hanya akan membawa kerugian. Yang kemungkinan bisa membuat Ratumu tidak bisa sepenuhnya membantu Kanjeng Panembahan Senopati, dan mungkin bisa membuat perjuangan beliau tertunda atau mungkin gagal. Apakah kau tidak takut dihukum oleh ratumu ? Dan apakah kau tidak takut dengan kemurkaan Kanjeng Panembahan Senopati ?" kata Lintang Rahina.
"Ratuku sudah memberikan wewenang sepenuhnya kepadaku. Aku sudah lama ingin melakukan pertarungan ini !" sahut Dewi Gayatri.
"Dia sudah terobsesi dengan pertarungan. Aku terpaksa harus meringkusnya dan kemudian segera mencari anak dari kakang Sindunata !" kata Lintang Rahina dalam hati.
Kemudian, dari dada dan kedua telapak tangan Lintang Rahina keluar pendaran sinar putih pekat yang diselimuti butiran sinar kuning keemasan..
Pendaran sinar itu dengan cepat menyelimuti seluruh tubuh Lintang Rahina. Sebagian lagi menyebar ke segala arah dalam jarak yang cukup jauh.
Selain itu tanpa Dewi Gayatri mengetahui, di kedua tangan Lintang Rahina mulai muncul gurat gurat merah menyerupai serabut akar.
Kemudian perlahan tubuh Lintang Rahina naik dan muncul di permukaan air, dan kemudian berhenti seperti orang yang berdiri di atas air. Disusul kemudian dengan munculnya tubuh Dewi Gayatri yang bagian tubuh mulai pinggang ke bawah, berwujud tubuh ular yang sangat besar.
"Maaf Dewi Gayatri, karena kenekatanmu, terpaksa aku harus meringkusmu !" kata Lintang Rahina dalam hati.
__ADS_1
Kemudian, kedua tangan Lintang Rahina melakukan gerakan gerakan tertentu.
__________ 0 __________