Kekuatan Di Luar Tembok Keraton

Kekuatan Di Luar Tembok Keraton
Mencari Dua Iblis Tertawa


__ADS_3

Lintang Rahina tidak terlalu mempermasalahkan perginya Lima Dewi Kematian, karena dia lebih mengutamakan keselamatan Sekar Ayu Ningrum dan lainnya.


Setelah mereka semua kehilangan lawan, Lintang Rahina menanyakan orang orang yang lainnya yang ikut terlempar ke alam jiwa.


Resi Nirartha Pradnya mengatakan kalau yang lainnya berkumpul di tempat lain setelah berhasil ditemukan oleh Resi Nirartha Pradnya.


Lintang Rahina mengajak untuk menemui mereka semua untuk membawa mereka keluar dari alam jiwa.


Akhirnya, bersama sama mereka keluar dari alam jiwa. Tetapi ada yang tidak ikut bersama Lintang Rahina dan lainnya. Hima Ledo mengatakan kalau dia akan menyusul keluar dari alam jiwa. Ada sesuatu yang ingin dia cari, katanya. Sedangkan Dua Iblis Tertawa tidak bersedia ikut keluar dari alam jiwa. Mereka ingin mencari jalan keluar sendiri katanya.


Sesampai di alam dunia, sebagian besar dari mereka, langsung berpamitan dan pergi dari tempat itu.


Hanya tinggal Resi Nirartha Pradnya yang masih berbincang dengan Ki Penahun dan Ki Pradah, dan juga Lintang Rahina dan Sekar Ayu Ningrum.


Pada kesempatan itu, Ki Penahun meminta kepada Resi Nirartha Pradnya, untuk bisa mengajarkan pada Lintang Rahina, tehnik masuk ke alam jiwa tanpa meninggalkan tubuhnya di alam dunia.


Sebenarnya, Resi Nirartha Pradnya menolak, karena dia tahu, dengan tingkat energi yang sudah sangat tinggi, Lintang Rahina bisa mempelajari sendiri.


Tetapi karena didesak terus oleh Ki Penahun, akhirnya Resi Nirartha Pradnya bersedia mengajari Lintang Rahina.


"Baiklah ngger Lintang, aku tidak akan mengajarimu, tetapi aku hanya akan memberi sedikit petunjuk. Karena sebenarnya, dengan tingkat energi dan kemampuanmu, aku tidak patut mengajarimu," kata Resi Nirartha Pradnya pada Lintang Rahina.


Akhirnya di tempat itu, Lintang Rahina mempelajari tehnik masuk ke alam jiwa di bawah petunjuk Resi Nirartha Pradnya.


Tidak sampai setengah hari, Lintang Rahina segera menguasai tehnik dari Resi Nirartha Pradnya.


"Sekarang kamu coba mempraktekkannya ngger," kata Ki Penahun yang selalu memperhatikan saat Lintang Rahina berlatih.


Lintang Rahina segera mencoba tehnik barunya. Tidak butuh waktu lama, tiba tiba tubuh Lintang Rahina lenyap dan sudah masuk ke alam jiwa.


Dengan tehnik yang sekarang, Lintang Rahina merasakan sedikit perbedaan. Sekarang Lintang bisa menggunakan semua energi dan kemampuannya.


Di alam jiwa, Lintang Rahina mencoba sebentar kemampuan silatnya. Dengan menyalurkan energi ke seluruh tubuhnya, Lintang Rahina melenting kesana kemari mencoba hampir semua jurusnya.

__ADS_1


Ketika sedang asyik mengeluarkan semua jurusnya, tiba tiba Lintang Rahina merasakan dua energi yang sangat besar sedang melesat cepat kearahnya.


Lintang Rahina menghentika semua gerakannya dan memunggu dua energi itu tiba.


Tetapi, saat kedua energi itu sudah dekat, tiba tiba Lintang Rahina merasakan, kedua energi itu tiba tiba berhenti dan kemudian dirasakan Lintang Rahina, kedua energi itu kembali melesat menjauh.


Lintang Rahina yang penasaran dengan kedua energi yang dia rasakan sangat besar itu, segera melesat cepat ke arah kedua energi itu pergi, untuk mengejarnya.


Dengan ilmu meringankan tubuhnya, Lintang Rahina melesat cepat seperti terbang. Tidak berapa lama, Lintang Rahina bisa melihat berkelebatnya dua orang yang bergerak bersamaan.


Dengan menambah sedikit energinya, Lintang Rahina segera saja bisa memperpendek jarak dengan dua energi yang seolah menghindarinya.


Ketika hanya tinggal berjarak sepuluh depa, Lintang Rahina melenting cepat dan tiba tiba sudah mendarat di depan dua orang yang lari menjauhinya.


Lintang Rahina terkejut ketika melihat dua orang itu. Ternyata mereka adalah Dua Iblis Tertawa.


Yang membuat Lintang Rahina terkejut adalah, tingkat energi yang dimiliki oleh Dua Iblis Tertawa.


Lintang Rahina melihat, mimik wajah mereka seperti gelisah menyembunyikan sesuatu.


"Kek keh keh keh .... bocah, kita sudah tidak punya urusan, kenapa kamu menghadang perjalanan kami," bentak Dua Iblis Tertawa.


"Maaf paman berdua, saya hanya memastikan, siapa pemilik energi yang sangat besar yang awalnya melesat ke arah saya, tetapi tiba tiba berbalik menjauh," jawab Lintang Rahina.


"Kau sudah tahu kami berdua memiliki energi yang sangat besar, kenapa masih tetap menghadang kami ? Apa kamu tidak takut mati di tangan kami ?" kata Dua Iblis Tertawa dengan sombongnya.


"Minggir !" teriak Dua Iblis Tertawa sambil melesat kembali ke arah tadi mereka datang.


Wussshhh !!!


Dua Iblis Tertawa melesat cepat melewati atas kepala Lintang Rahina.


Saat mereka berdua melewatinya, Lintang Rahina merasakan adanya getaran energi lainnya yang terasa sangat lemah di dekat Dua Iblis Tertawa.

__ADS_1


"Paman ... !!!" ucap Lintang Rahina.


"Kek keh keh keh .... " Dua Iblis Tertawa hanya tertawa dan dengan cepat pergi meninggalkan Lintang Rahina.


Lintang Rahina mencoba mengejar Dua Iblis Tertawa lagi. Tetapi selama beberapa saat, Lintang Rahina sudah tidak bisa merasakan adanya getaran energi sari Dua Iblis Tertawa.


Kemudian, Lintang Rahina memutuskan untuk keluar dari alam jiwa.


Tidak butuh waktu lama, Lintang Rahina sudah kembali ke alam dunia. Lintang Rahina melihat, posisi duduk Ki Penahun dan Ki Pradah serta Sekar Ayu Ningrum dan Resi Nirartha Pradnya masih belum berubah.


"Sekar kira kakang Lintang akan lama di alam jiwa," sambut Sekar Ayu Ningrum begitu melihat Lintang Rahina sudah kembali.


Lintang Rahina hanya tersenyum mendengarnya. Kemudian Lintang Rahina menceritakan kejadian yang dialaminya selama berada di alam jiwa.


Mendengar cerita Lintang Rahina, ketiga orang tua itu saling berpandangan.


"Ngger Lintang, saat di alam jiwa, kamu sempat merasakan getaran energi yang sangat lemah," kata Resi Nirartha Pradnya, "Kamu tidak melihat suatu hal yang aneh dari Dua Iblis Tertawa ?"


"Dua Iblis Tertawa terlihat terburu buru dan wajahnya seperti orang serius dan agak gelisah, tidak seperti biasanya yang selalu tertawa," jawab Lintang Rahina.


"Apakah kamu melihat sesuatu yang tidak biasanya ada pada Dua Iblis Tertawa ?" tanya Ki Penahun.


"Waktu di alam jiwa, tubuh Dua Iblis Tertawa seperti mengeluarkan kabut walau sangat tipis, mungkin karena berada di alam jiwa," jawab Lintang Rahina.


"Ngger, jangan membuang buang waktu, mari segera kita cari Dua Iblis Tertawa. Mereka berdua sudah keluar dari alam jiwa saat kamu kejar yang kedua, kamu sudah tidak merasakan getaran energinya. Entah bagaimana caranya, kemungkinan besar, senjata trisula ada pada mereka. Tubuh mereka tidak mengeluarkan kabut, pun walau betada di alam jiwa. Kemungkinan, itu adalah rembesan pendaran sinar putih pekat dari senjata trisula yang coba mereka berdua sembunyikan. Energi yang sangat lemah yang kamu rasakan itu adalah energi dari senjata trisula. Karena kalau energi yang sangat lemah itu milik seorang pendekar, tidak akan kuat berada di alam jiwa dengan energi sebesar itu. Tetapi entah bagaimana caranya mereka berdua bisa dan kuat membawa senjata trisula," kata Resi Nirartha Pradnya menjelaskan.


Lintang Rahina terkejut mendengar penjelasan Resi Nirartha Pradnya.


Akhirnya mereka berlima beranjak untuk mencari Dua Iblis tertawa di sekitar puncak sampai dengan kaki gunung Rinjani.


Lintang Rahina bersama Sekar Ayu Ningrum mencari di arah yang berbeda dari tiga orang tua yang mencari dengan bersama sama.


__________ 0 __________

__ADS_1


__ADS_2