Kekuatan Di Luar Tembok Keraton

Kekuatan Di Luar Tembok Keraton
Hilangnya Galuh Pramusita Dan Sekar Ayu Ningrum


__ADS_3

Sekitar dua jam kemudian, kondisi Nyai Cumbu Manik stabil, Lintang Rahina kembali ke tempat Ki Ageng Arisboyo.


Tetapi sampai di tempat Ki Ageng Arisboyo, semua sudah tidak ada dan sudah berpamitan dengan Ki Dipa Menggala.


Ki Rekso dan Ki Kawungka, sebelumnya juga ikut berpamitan dengan alasan akan segera merawat jasad Ki Rekso dan mengkebumikan di pedepokannya, di sebelah barat kaki gunung Lawu.


Di tempat Ki Dipa Menggala, yang masih tinggal hanya Nyai Cumbu Manik dan kedua muridnya, selain tuan rumah Ki Dipa Menggala, Ki Wangsa Menggala dan Ki Penahun.


Galuh Pramusita yang sejak Lintang Rahina ikut bertarung, hingga seperti terlupakan, juga sudah tidak ada di tempat Ki Dipa.


Lintang Rahina menanyakan pada Ki Penahun, Ki Dipa Menggala dan Ki Wangsa tentang keberadaan Sekar Ayu Ningrum dan Galuh Pramusita. Tetapi mereka bertiga tidak tahu pasti dan hanya menjawab mungkin ikut guru mereka masing masing.


Akhirnya Lintang Rahina berpamitan pada Ki Penahun, Ki Dipa Menggala dan Ki Wangsa Menggala untuk mencari mereka berdua.


Dengan melesat cepat bagai terbang, Lintang Rahina menuruni puncak gunung Lawu. Beberapa saat kemudian Lintang telah sampai di kaki gunung Lawu.


Sebelum menentukan arah, Lintang Rahina bertanya pada Ki Sardulo, apakah bisa merasakan energi Nyi Wilis yang sudah ikut Sekar Ayu Ningrum.


Setelah berusaha merasakan energi keberadaan Nyi Wilis, Ki Sardulo mengatakan kalau dia tidak bisa merasakan keberadaan Nyi Wilis.


Lintang Rahina pun memutuskan untuk ke Parangtritis memastikan keberadaan Sekar Ayu Ningrum sambil sekalian mampir ke padepokan Ki Rekso. Karena ingin menanyakan pada Ki Brata tentang keberadaan Galuh Pramusita.


Hanya membutuhkan waktu tidak sampai setengah hari, Lintang Rahina tiba di padepokan Ki Rekso.

__ADS_1


Lintang Rahina segera memasuki pintu gerbang dan langsung menuju ke bangunan utama tempat biasanya Ki Rekso tinggal. Sepanjang jalan dari pintu gerbang sampai bangunan utama, Lintang Rahina disertai tatapan curiga dari murid murid Ki Rekso yang Lintang Rahina lewati.


Sesampai di pendopo, Lintang Rahina ditemui oleh Ki Brata dan Ki Kawungka. Lintang Rahina menanyakan pada Ki Brata tentang Galuh Pramusita.


Ki Brata mengatakan kalau sejak berada di tempat Ki Dipa Menggala, Galuh Pramusita tidak pernah menemuinya. Dan saat Galuh Pramusita terlihat datang bersama Lintang Rahina, Ki Brata merasa lega. Sehingga saat Ki Brata dan Ki Kawungka pergi tanpa mengajak Galuh Pramusita, karena mengira Galuh Pramusita akan tetap bersama Lintang Rahina.


Mendengar jawaban Ki Brata, Lintang Rahina jadi bingung, hendak mencari Galuh Pramusita kemana.


Maka dari itu, Lintang Rahina segera berpamitan pada Ki Brata dan Ki Kawungka untuk melanjutkan perjalanan mencari Galuh Pramusita dan Sekar Ayu Ningrum.


Lintang Rahina kembali meminta Ki Sardulo untuk mencoba lagi apakah bisa merasakan keberadaan energi Nyi Wilis. Tetapi kembali lagi Ki Sardulo belum bisa merasakan getaran energi milik Nyi Wilis.


Akhirnya Lintang Rahina meminta Ki Sardulo berubah wujud menjadi siluman harimau. Kemudian Ki Sardulo melesat cepat ke arah barat dengan Lintang Rahina berada di punggungnya.


---


Kedatangan Ni Sriti dalam pertemuan itu selain ingin melihat perkembangan dunia ilmu persilatan juga ingin mencari dan menemui Lintang Rahina.


Kedatangannya dalam mencari dan menemui Lintang Rahina ada hubungannya dengan mimpi yang dialaminya.


Ni Sriti beberapa kali mengalami mimpi yang sama. Dia bermimpi, ada benda yang berasal dari langit jatuh disuatu tempat di Tanah Jawa ini. Benda meluncur deras dari langit dalam keadaan menyala atau terbungkus api.


Begitu benda itu sampai ke tanah, langsung membuat kebakaran dengan radius sampai berkilo kilo meter dari tempat jatuhnya benda itu. Anehnya, saat benda itu sampai di tanah, tidak menimbulkan lubang atau bekas apa apa, tetapi di tempat jatuhnya itu langsung muncul makluk mengerikan yang tubuhnya berwarna hitam tapi menyala atau terbungkus api berwarna merah. Makluk itu setinggi kurang lebih sepuluh meter, berwujud seperti manusia. Di kepalanya tumbuh tanduk sepanjang satu meter. Matanya ada tiga yang satu di dahinya. Telinganya meruncing. Mulutnya lebar dan giginya lancip lancip seperti gergaji. Dari lubang mulut, mata, telinga dan hidungnya selalu keluar api. lehernya panjang. Kedua tangannya panjang sampai jari jarinya yang juga panjang panjang menyentuh tanah. Kakinya juga panjang dan jari jari kaki juga panjang. Pada jari jari tangan maupun kaki tumbuh kuku yang panjang. Makluk itu mempunyai ekor sepanjang tiga meter.

__ADS_1


Kebakaran yang ditimbulkan oleh jatuhnya makluk itu tidak membakar tanah dan tumbuhan yang terkena. Tetapi setiap manusia yang di lewati api kebakaran itu, langsung berubah wujud menjadi seperti makluk itu cuma ukurannya setinggi manusia biasa.


Dalam mimpinya itu, yang berani dan mampu melawan makluk itu, seorang pemuda tinggi besar, yang membuat Ni Sriti teringat akan sosok Lintang Rahina.


Ni Sriti pun juga teringat saat Lintang Rahina datang menyelamatkan Sekar Ayu Ningrum dan Ki Sardulo dan Nyi Wilis, tiba tiba saja Nyi Sriti berkata kita akan segera bertemu lagi.


Awalnya Nyi Sriti tidak mengambil pusing tentang mimpi itu.


Tetapi setelah dia bermimpi berulang ulang dengan mimpi yang sama tentang makluk itu, Ni Siti memutuskan untuk keluar dari hutan dan candi tempat tinggalnya untuk mencari dan menemui Lintang Rahina.


Ni Sriti sendiri sebenarnya juga belum tahu, apa yang akan dia lakukan setelah bertemu Lintang Rahina. Tetapi perasaannya seperti mendorong dia harus ketemu Lintang Rahina.


Setelah sampai di tempat pertemuan, keadaan sedang kacau kacaunya. Dia melihat Lintang Rahina sedang sibuk kesana kemari.


Saat Ni Sriti sedang bingung hendak bagaimana, Ni Sriti bertemu dengan dua gadis yang sama cantiknya dengan kecantikan khasnya masing masing. Kedua gadis cantik itu sedang membicarakan dan menyebut nyebut nama Lintang Rahina.


Seketika Ni Sriti berubah pikiran. Dia akan memancing agar Lintang Rahina datang ke tempat tinggalnya. Dengan jalan mengajak baik baik kedua gadis cantik itu atau menculiknya agar Lintang Rahina mencari ke tempat tinggalnya.


Pada saat itu, Ni Sriti melihat medua gadis itu sedang kurang waspada karena sedang berbicara sengit dengan menyebut nyebut nama Lintang Rahina.


Maka secara mendadak, Ni Sriti menggunakan obat dan ilmu barunya yang baru saja dia ciptakan.


Ni Sriti diam diam menaburkan obat serbuk ciptaannya ke udara sekitar tempat kedua gadis itu berbicara.

__ADS_1


Karena tidak mengira, kedua gadis cantik itu menghirup serbuk yang dia taburkan dan tiba tiba rasa kantuk berat menyerang mereka. Akhirnya, dengan cepat Ni Sriti menyahut tubuh kedua gadis cantik itu dan dengan cepat melesat kembali ke tempat tinggalnya, tanpa ada seorangpun yang tahu kejadian yang menimpa Sekar Ayu Ningrum dan Galuh Pramusita.


\_\_\_0\_\_\_


__ADS_2