
Sinar kuning keemasan yang membentuk wujud persis seperti senjata trisula itu perlahan lahan melayang ke atas.
Senjata trisula yang melayang dan mengeluarkan suara dengungan itu juga ikut naik melayang di atas.
Senjata trisula dan sinar kuning keemasan yang membentuk wujud persis senjata trisula itu tiba tiba saling mendekat dan kemudian menyatu dan menimbulkan kilatan cahaya kuning keemasan yang sejenak membutakan mata.
Plaassss !!!
Sementara di sudut yang lain pada waktu yang bersamaan. Galuh Pramusita yang tadinya berdiri agak di belakang Arga Manika, masih diam saja saat mengetahui kedatangan Sekar Ayu Ningrum bersama Lintang Rahina.
Begitu Arga Manika dan Lintang Rahina sudah terlibat pertarungan, Galuh Pramusita segera mendekati Sekar Ayu Ningrum.
Keduanya sama sama memendam perasaan jengkel. Galuh Pramusita jengkel karena saat pertarungan mereka yang dulu, dibuat tak berdaya oleh Sekar Ayu Ningrum. Sementara Sekar Ayu Ningrum jengkel karena merasa dijebak oleh Galuh Pramusita dan rombongannya saat pertemuannya yang dulu.
Sekarang, merasa sudah mengalami peningkatan ilmu silat dan tingkat energinya, Galuh Pramusita ingin membalas kekalahannya dari Sekar Ayu Ningrum.
"Hei ! Gadis pesisir ! Sekarang akan ku bayar lunas kekalahanku dulu !" bentak Galuh Pramusita sambil mendekati Sekar Ayu Ningrum dan bersiap menyerang.
"Hmm ... gadis hutan lagi. Sepertinya kamu belum jera digebuk ya ?" jawab Sekar Ayu Ningrum.
"Sekarang kita buktikan siapa yang lebih unggul !" kata Galuh Pramusita lagi.
Kedua gadis yang sama sama punya kecantikan yang khas, segera saja saling serang menumpahkan rasa jengkelnya.
Kedua tangan Galuh Pramusita perlahan lahan menyala merah. Masih dengan posisi tangan menggantung di samping badan, Galuh Pramusita membuat bola api di kedua telapak tangannya. Kedua bola api itu membesar hingga sebesar kepala manusia.
Dengan bola api berada di kedua telapak tangannya, Galuh Pramusita melesat cepat ke arah Sekar Ayu Ningrum dan kemudian melompat melakukan serangan pukulan bola api.
Sekar Ayu Ningrum tidak mau kalah. Dia ingin mempraktekkan tehnik yang diajarkan Lintang Rahina selama melakukan perjalanan bersama.
Sekar Ayu Ningrum memainkan ilmu pedang yang diajarkan oleh kakeknya, tetapi dimainkan dengan tangan kosong, mengandalkan ketajaman ujung jari atau sisi telapak tangan yang telah dialiri energi.
Seluruh tubuh Sekar Ayu Ningrum diselimuti energi seperti asap tipis, terutama kedua telapak tangan Sekar Ayu Ningrum yang terlapisi asap tipis tapi pekat sehingga solah seperti memakai sarung tangan sampai ke pangkal lengan.
__ADS_1
Bersamaan dengan Galuh Pramusita, Sekar Ayu Ningrum melesat memapaki datangnya serangan Galuh Pramusita.
Sambil melompat, Sekar Ayu Ningrum melepaskan tusukan jarinya ke arah energi bola api yang dilepaskan oleh Galuh Pramusita.
Blaarrr !!!
Blaarrr !!!
Terjadi ledakan keras saat serangan energi keduanya bertemu di udara dan membuat udara di sekitarnya bergerak cepat seperti badai angin.
Karena benturan serangan energi yang beruntun itu, keduanya sama sama terdorong mundur. Tetapi diam diam Galuh Pramusita merasakan tangannya yang dipakai untuk melepaskan pukula energi, gemetaran.
Kembali Galuh Pramusita menyiapkan serangan. Kedua tangannya tetap menyala merah. Dari kedua telapak tangannya muncul bola bola api kecil, tetapi setiap bola api mengeluarkan letupan letupan listrik ke segala arah.
Dengan segera Galuh Pramusita melesat dan kemudian melompat tinggi sambil melepaskan serangan berondongan bola bola api dari kedua telapak tangannya.
Sekar Ayu Ningrum tidak mau ketinggalan. Lapisan energi putih pekat di kedua lengannya semakin tebal.
Dengan gerakan melompat, dari jarak yang masih lumayan jauh, Sekar Ayu Ningrum melepaskan tusukan jari berkali kali ke arah datangnya serangan bola bola api.
bum bum bummm !!!
Terjadi ledakan berkali kali setiap lesatan energi dari jari Sekar Ayu Ningrum berhasil mengenai serangan bola bola api yang dilepaskan oleh Galuh Pramusita.
Bahkan Sekar Ayu Ningrum bisa membalas menyerang, sehingga Galuh Pramusita tidak bisa fokus menyerang karena harus menghindari serangan Sekar Ayu Ningrum.
Saling melepaskan serangan energi pun terjadi antara keduanya. Hingga suatu saat Galuh Pramusita kewalahan menghindari serangan beruntun dari Sekar Ayu Ningrum dan terpaksa melompat mundur agak menjauh.
Sekar Ayu Ningrum tidak melanjutkan serangan beruntunnya saat Galuh Pramusita melompat mundur. Hal itu dimanfaatkan oleh Galuh Pramusita untuk merubah tehnik menyerangnya.
Kedua telapak tangan Galuh Pramusita saling berhadapan dalam posisi mendatar di depan dadanya. Kemudian dari tengah tengah kedua telapak tangannya muncul bola bola api berwarna merah membara sebanyak enam buah. Galuh Pramusita melepaskan bola bola api itu di depannya. Tiga di sebelah kanannya dan tiga di sebelah kirinya. Keenam bola bola api merah membara itu melayang setinggi dua meter dan mulai berputar dengan cepat hingga menimbulkan suara mendengung.
Galuh Pramusita dengan cepat melompat ke atas bola bola api merah membara itu.
__ADS_1
Kemudian dengan energinya, Galuh Pramusita mengendalikan gerakan keenam bola apinya dan kemudian seperti melayang, Galuh Pramusita bersama keenam bola bola api itu melesat mengarah ke Sekar Ayu Ningrum.
Ketika jaraknya dengan Sekar Ayu Ningrum tinggal lima meter lagi, tiba tiba Galuh Pramusita menendang dua bola apinya sehingga melesat cepat ke arah Sekar Ayu Ningrum.
Dua bola api yang melesat cepat ke arahnya, dihindari dengan melompat tinggi ke samping, hingga dua bola api itu hanya menghantam tanah dan membuat lubang di tanah sampai sedalam setengah meter.
Begitu melihat Galuh Pramusita melayang dengan menginjak bola apinya, Sekar Ayu Ningrum menambah lapisan energi di kedua telapak kakinya, hingga Sekar Ayu Ningrum bisa mengimbangi melayang seperti lawannya.
Menyaksikan Sekar Ayu Ningrum juga melayang di depannya, Galuh Pramusita menendang lagi dua bola apinya sehingga meluncur deras ke arah Sekar Ayu Ningrum.
Melihat datangnya serangan bola api lagi, Sekar Ayu Ningrum menghindar lagi dengan mengegoskan tubuhnya, sehingga kedua bola api itu melewati tubuhnya.
Tanpa menunggu datangnya serangan berikutnya, dalam posisi melayang, Sekar Ayu Ningrum tiba tiba melesat ke arah Galuh Pramusita yang masih melayang dengan menginjak kedua bola apinya.
Masih tetap unggul dalam kecepatan, Sekar Ayu Ningrum sampai di dekat Galuh Pramusita dan segera melancarkan pukulan tapaknya saat Galuh Pramusita baru hendak melayangkan serangannya lagi.
Galuh Pramusita berusaha menangkis semampunya. Tetapi tangkisannya kalah cepat dengan datangnya pukulan tapak Sekar Ayu Ningrum.
Plaakkk !!!
Bruugggh !!!
Tubuh Galuh Pramusita terdorong kemudian melayang ke belakang setelah terkena pukulan tapak tepat di dadanya dan kemudian jatuh terseret ke tanah.
Sekar Ayu Ningrum yang menyerang dalam posisi melayang, tubuhnya ikut merangsek ke depan akibat daya dorong serangannya.
---
Disaat yang bersamaan dengan jatuhnya tubuh Galuh Pramusita ke tanah, Lintang Rahina segera meraih senjata trisula yang melayang tepat di depannya.
Begitu melihat lawannya berhasil meraih senjata pusaka 'Trisula Nagari', Arga Manika menjadi gelap mata.
Melihat tubuh Galuh Pramusita melayang jatuh ke tanah dan terseret hingga sampai di dekatnya, Arga Manika segera mendekatinya.
__ADS_1
___0___