Kekuatan Di Luar Tembok Keraton

Kekuatan Di Luar Tembok Keraton
Meningkatkan Tenaga Dalam


__ADS_3

"Hmm hmmm......coba kamu yang menghukumnya nduk," kata Ki Ageng Arisboyo pada cucunya sambil tersenyum.


"Baik kek," jawab Sekar Ayu Ningrum.


"Aku tidak mau memukul orang yang tidak melawan. Ayo lawan aku kalau kau mampu," kata Sekar Ayu Ningrum sambil berkacak pinggang dan tangan kanannya menunjuk ke arah Lintang Rahina.


Lintang Rahina yang masih bingung dengan situasinya, tidak menjawab dan hanya diam saja sambil melihat ke arah Ki Ageng Arisboyo.


Melihat kebingungan Lintang Rahina, Ki Ageng Arisboyo sambil tetawa berkata pada Lintang Rahina "He be he ..... Anak muda, kau lawanlah dan jangan ragu ragu."


"Tetapi...." Lintang Rahina hendak menjawab, tapi Ki Ageng Arisboyo sudah berkata lagi, "Lawanlah, gunakan semua kemampuanmu. Tidak usah ragu ragu kalau kau tidak ingin tubuhmu penuh luka dan lebam."


Sebelum Lintang Rahina menjawab, Sekar Ayu Ningrum sudah menyerang Lintang dengan tangan kosong. Karena pedangnya sudah dimasukkan kembali pada sarungnya saat kakeknya tiba di tempat ini.


Tangan kanan Sekar Ayu Ningrum memukul ke arah kepala Lintang Rahina. Sementara telapak tangan kirinya terbuka dengan jari jari merapat, bersiap menyerang di depan dada.


Lintang Rahina yang belum siap, menghindar dengan menjatuhkan tubuhnya dan kemudian berguling ke belakang.


Tetapi Sekar Ayu Ningrum langsung menyambung serangan dengan mendorongkan tangan kirinya ke arah dada Lintang Rahina.


Lintang yang masih dalam posisi berguling, kembali berguling ke arah kiri.


Tetapi sepertinya Sekar Ayu Ningrum tidak ingin memberi kesempatan pada Lintang Rahina untuk bernafas lega. Karena serangannya sudah disusul dengan tendangan kaki, disusul lagi dengan dorongan tangan kiri, pukulan lagi, tendangan lagi, begitu terus tanpa ada jeda waktu. Sehingga beberapa kali pukulan dan tendangan Sekar Ayu Ningrum berhasil mendarat di beberapa bagian tubuh Lintang Rahina.


Untung saja Lintang Rahina sempat menyalurkan tenaga dalamnya untuk melindungi seluruh tubuhnya.


Walaupun tidak akan merusak organ dalam, karena Lintang Rahina sudah membuat tubuhnya tahan pukul, tetapi daya dorong dari pukulan ataupun tendangan Sekar Ayu Ningrum berhasil membuat tangan, kaki, kepala ataupun bagian tubuh lainnya Lintang Rahina terhentak.


Yang membuat Lintang Rahina kaget dan heran, walaupun Sekar Ayu Ningrum seorang wanita yang tubuhnya kecil dan kelihatannya seperti lemah tidak bertenaga, dan gerakan dan ayunan pukulan ataupun tendangannya pelan seperti asal lembut, tetapi energi yang keluar sangat kuat. Walau besarnya wujud energi itu hanya sebesar apa yang di ayunkan, tetapi hasilnya nyata dirasakan dan efektif.


Semisal Sekar Ayu Ningrum memukul, energi yang meluncur keluar berbarengan dengan pukulan juga hanya sebesar kepalan tangan. Tetapi daya dorongnya sangat kuat dan tidak merusak tempat pertempuran dan sekitarnya.

__ADS_1


Lintang Rahina membayangkan, andai saja pukulan atau tendangan itu mengenai lawan yang tenaga dalamnya sama kuat atau bahkan lebih lemah, daya dorong energi serangan itu akan bisa menembus mengenai organ dalam.


Melihat Lintang Rahina beberapa kali terkena tendangan dan pukulan, Ki Ageng Arisboyo terkekeh dan berkata, "Anak muda, jangan sungkan sungkan....lawanlah."


Lintang Rahina tidak menjawab, tetapi mulai menangkis dan memapaki serangan yang datang.


Ki Ageng Arisboyo sebenarnya terkejut melihat Lintang Rahina seperti tidak merasakan apa apa setiap terkena pukulan ataupun tendangan.


Kemudian kedua tangan Lintang Rahina mulai berwarna ungu.


Ki Ageng Arisboyo terkejut melihat itu dan seperti ingat sesuatu seperti belum yakin. Maka Ki Ageng Arisboyo semakin memperhatikan jalannya pertempuran.


"He he he....Sekar Ayu Ningrum menemukan lawan tanding yang pas. Biarlah pertempuran ini sebagai ajang latihannya," kata Ki Ageng Arisboyo pelan sambil tertawa.


Sesaat kemudian Lintang Rahina dan Sekar Ayu Ningrum bertukar serangan sampai dengan belasan jurus.


Kemudian tiba tiba Ki Ageng Arisboyo berteriak, "nduk, gunakan pedangmu."


Sekar Ayu Ningrum melompat kebelakang dan kemudian mencabut pedangnya yang tergantung di pinggangnya.


Melihat Sekar Ayu Ningrum memakai senjata, Lintang Rahina pun mengambil rantingnya.


Kembali terjadi pertukaran serangan. Lintang dengan jurus 'Ranting Pemungut Sampahnya' yang mengeluarkan pendaran sinar berwarna putih pekat.


Sedangkan Sekar Ayu Ningrum jurus 'Ombak Menghantam Karang' yang dalam setiap sekali serang mengarah ke kepala, badan dan kaki. Itu bisa terjadi, karena setiap kali pedangnya diarahkan untuk menusuk, ataupun menebas, bentuk energi yang keluar juga hanya sebesar bilah pedangnya tetapi mempunyai kekuatan yang besar.


Sekilas terlihat dalam pertemuan kedua ilmu pedang itu, pendaran sinar putih pekat yang keluar dari tongkat, lebih mendominasi. Walaupun dimainkan Lintang Rahina dengan tongkat.


Tetapi dalam setiap pertukaran serangan, Luncuran energi berbentuk pedang dan kilatan bilah pedang Sekar Ayu Ningrum tampak lebih efektif dalam menerobos pertahanan menggempur titik titik sasaran.


Sehingga dalam belasan jurus pertukaran serangan antara Lintang Rahina dan Sekar Ayu Ningrum menjadi berimbang.

__ADS_1


Lintang unggul di kuatnya pertahanan dan lebih tinggi tingkat tenaga dalamnya. Sedangkan Sekar Ayu Ningrum lebih efektif serangannya sehingga menghemat pemakaian tenaga dalam, lebih tinggi tingkat ilmu pedangnya dan lebih sempurna dalam pemahaman senjata pedang. Seolah pedang itu sudah menjadi bagian dari tubuh Sekar Ayu Ningrum.


"He he he.....bagus bagus..... " gumam Ki Ageng Arisboyo merasa puas melihat hasil pertarungan antara Sekar Ayu Ningrum melawan Lintang Rahina.


"Sekar, sekarang hentikan seranganmu dan kamu istirahat dulu," perintah Ki Ageng Arisboyo.


Setelah melompat mundur, Sekar Ayu Ningrum menghentak hentakkan kaki kanannya ke tanah karena jengkel.


"Hiihhhh....kakek ....aku belum kalah ! Biar kuhajar orang tidak sopan ini....hiihhh hiihhh !!!" teriak Sekar Ayu Ningrum tidak terima.


"Sudah...sudahhhh....nanti dilanjut lagi," kata Ki Ageng Arisboyo lagi.


"Anak muda, coba kamu keluarkan energimu lebih besar lagi," kata Ki Ageng Arisboyo pada Lintang Rahina sambil mendekat ke arah Lintang Rahina.


"Mainkan jurusmu yang tadi," sambung Ki Ageng Ariasboyo.


Ki Ageng Arisboyo langsung menyerang Lintang Rahina dengan ranting yang panjangnya hanya separo panjang ranting milik Lintang Rahina.


Karena tidak ada waktu untuk bertanya, sehingga Lintang Rahina mencoba menghindar dan sambil menambah aliran energinya ke pedang dan seluruh tubuhnya.


Pertemuan kedua senjata ranting itu menimbulkan suara yang sangat nyaring.


Duar duarrr duuaaarrr !!!


Tap tap tuk tuk tukkkk !!!


Tidak terasa, pertarungan Lintang Rahina dan Ki Ageng Arisboyo sudah berjalan belasan jurus.


Memasuki jurus yang kedua puluh, Ki Ageng Arisboyo menambah kecepatannya. Lintang Rahina mulai merasakan beberapa bagian tubuhnya terkena totokan ranting Ki Ageng Arisboyo.


Akhirnya Lintang Rahina terjatuh dalam posisi bertumpu dengan kedua lututnya, setelah terkena totokan tepat di atas kedua lututnya.

__ADS_1


\_\_\_ 0 \_\_\_


__ADS_2