Kekuatan Di Luar Tembok Keraton

Kekuatan Di Luar Tembok Keraton
Pasukan Armada Laut 'Suro Benowo'


__ADS_3

Walaupun hanya mundur selangkah, tetapi orang berbaju serba hitam yang menyerang Sekar Ayu Ningrum merasakan tangannya bergetar dan kesemutan.


Sebelum Mereka saling menggebrak lagi, tiba tiba Ki Pradah sudah maju ke depan membelakangi Sekar Ayu Ningrum.


"Ki sanak, bagaimana kalau aku saja yang melawanmu ? Walaupun aku tidak tahu nama kamu yang mana !" kata Ki Pradah sambil bersiap, "Apakah kalian anggota pasukan 'Suro Benowo' yang dikabarkan sudah hilang itu ?"


Orang berbaju serba hitam itu agak terkejut mendengar pertanyaan Ki Pradah.


----- o -----


Pasukan armada laut 'Suro Benowo' adalah suatu pasukan yang dahulu dibentuk oleh kerajaan Majapahit dan sudah turun temurun sampai runtuhnya Majapahit. Tidak diketahui siapa raja yang membentuk pasukan ini.


Berbeda dengan pasukan elite 'Adhyasta Bhumi' yang anggotanya terdiri dari orang orang pilihan, yang dipilih sejak lahir dengan pertimbangan bebet bibit bobotnya. Kemudian sejak kecil dididik berbagai macam pengetahuan dan kemampuan, mulai dari ilmu sastra sampai ilmu kanuragan.


Sedangkan pasukan armada laut 'Suro Benowo' pada awalnya berasal dari sekumpulan orang orang yang punya ilmu kanuragan tinggi. Tidak peduli dari latar belakang golongan hitam atau golongan putih. Tidak peduli dari trah atau keturunan siapa. Syarat utamanya hanya punya ilmu kanuragan tinggi, bersedia hidup di lautan lepas bersama keluarganya, tidak ragu ragu dan mampu mengambil keputusan dengan cepat bahkan cenderung kejam dan yang terpenting, didoktrin tentang kejayaan kerajaan Majapahit.


Adanya syarat itu, karena pasukan 'Suro Benowo' ditugaskan di pasukan laut dan melakukan ekspedisi atau pelayaran ke berbagai negeri di luar kerajaan Majapahit.


Karena hidup di kapal selama berbulan bulan bahkan bertahun tahun, maka dianjurkan membawa seluruh keluarganya terutama istri dan anaknya.


Bahkan ada yang begitu lamanya mereka hidup di kapal, sampai banyak anak keturunan mereka yang lahir dan tumbuh besar di kapal dan kemudian menjadi anggota pasukan 'Suro Benowo'.


Dalam kemampuan ilmu kanuragan, pasukan 'Suro Benowo' tidak kalah oleh pasukan elite 'Adhyasta Bhumi'.


Bahkan dalam hal kekejaman, cara bertahan hidup yang ekstrim dan cara bertarungnya yang brutal membuat pasukan 'Suro Benowo' lebih menakutkan. Terutama ditakuti oleh pasukan negeri negeri tetangga, sehingga banyak negeri negeri yang takluk pada kerajaan Majapahit.


Dalam melaksanakan tugas ekspedisinya, setiap enam bulan atau setahun bahkan kadang dua tahun sekali, ada anggota pasukan 'Suro Benowo' yang pulang mengabarkan dan melaporkan hasilnya langsung pada raja. Misalnya, pasukan ekspedisinya berhasil mengalahkan suatu negeri atau ada negeri yang menyatakan tunduk pada Majapahit.


Dalam proses menghadap raja hendak melaporkan, seringkali anggota pasukan 'Suro Benowo' bentrok dengan pasukan elite 'Adhyasta Bhumi' sebagai pasukan penjaga raja dan keluarganya, karena dianggap anggota pasukan 'Suro Benowo' kurang sopan dan tidak mempunyai tata krama terhadap raja.


Pada masa keruntuhan kerajaan Majapahit, awalnya pasukan 'Suro Benowo' belum mengetahuinya. Dan ketika mereka mengetahui, mereka merasa dikhianati dan perjuangan mereka sia sia. Sehingga banyak anggota pasukan 'Suro Benowo' yang kembali ke kapal dan memilih melanjutkan hidup di kapal atau menetap di negeri lain yang sudah mereka taklukkan.

__ADS_1


Kemudian setelah beberapa waktu, terdengar kabar burung jikalau pasukan 'Suro Benowo' sudah menghilang, sehingga banyak orang orang sisa sisa kerajaan Majapahit yang menganggap mereka semua sudah tidak ada dan akhirnya mulai melupakan mereka.


----- o -----


Orang berbaju serba hitam itu tidak menjawab. Hanya menatap tajam Ki Pradah selama beberapa saat.


Kemudian, tubuhnya melesat dan dalam sesaat sudah memberikan serangan pukulan, tendangan dan cakaran secara beruntun pada Ki Pradah.


Dengan tenang Ki Pradah menghadapi semua serangan itu.


Dug ! Dug ! Dug !


Sesaat setelah terdengar beberapa kali benturan tangan dan kaki, Ki Pradah dan Orang berbaju serba hitam sama sama terdorong mundur selangkah.


"Jadi betul, kalian anggota pasukan 'Adhyasta Bhumi' itu," kata orang berbaju serba hitam.


Orang itu memang sengaja menyerang secara beruntun dengan sasaran beberapa bagian tubuh tertentu untuk membaca gerakan jurus Ki Pradah sehingga dengan cepat orang itu bisa mengetahui kalau Ki Pradah adalah dulunya anggota pasukan elite 'Adhyasta Bhumi'.


"Sebelum kalian semua kami habisi, katakan kenapa kalian semua mengkhianati kami !" tanya lawan Ki Pradah.


----- o -----


Sementara itu, Sekar Ayu Ningrum kembali menghadapi Menak Manila yang sudah berdiri lagi dan siap menyerang. Di tangan kanan Menak Manila sudah tergenggam golok panjang yang di ujungnya ada lengkungan membentuk kaitan dan juga sisinya tajam.


Walaupun sudah banyak mendapatkan luka, tetapi karena keangkuhannya dan rasa harga dirinya menghadapi perempuan, membuat Menak Manila belum menyadari kalau sebenarnya dia kalah tingkat dengan Sekar Ayu Ningrum.


Melihat lawannya memegang senjata, Sekar Ayu Ningrum pun mencabut pedangnya dari sarungnya.


Pedang yang bilahnya mengkilat itu, berangsur mengeluarkan pendaran sinar putih pekat, hingga akhirnya tidak terlihat lagi bilah pedangnya, hanya terlihat sinar putih pekat dan berkabut sepanjang bilah pedang.


Menak Manila dan Sekar Ayu Ningrum sama sama melesat menyerang. Dengan golok berada di sebelah kanan bawahnya, Menak Manila dalam posisi melayang, mengayunkan goloknya memutar mengarah pinggang Sekar Ayu Ningrum, seolah ingin memotong tubuh Sekar Ayu Ningrum menjadi dua dalam sekali tebasan.

__ADS_1


Melihat datangnya serangan yang datang dari samping kirinya, Sekar Ayu Ningrum melompat lebih tinggi lagi sehingga ayunan golok itu lewat di bawah kakinya.


Begitu serangan goloknya bisa dihindari, kaki kanan Menak Manila tiba tiba mencuat dari bawah mengarah ke kedua lutut yang di papaki Sekar Ayu Ningrum dengan tendangan juga.


Plaaakkk !!!


Tubuh Sekar Ayu Ningrum terdorong lebih ke atas lagi sedangkan .enak Manila meluncur kembali ke bawah dengan cepat.


Begitu mendarat di tanah, Menak Manila menotolkan kakinya ke tanah sehingga tubuhnya melesat naik lagi ke arah Sekar Ayu Ningrum dengan tusukan golok lurus ke arah perut Sekar Ayu Ningrum.


Sekar Ayu Ningrum segera menukikkan tubuhnya dengan pedang mengarah ke golok lawannya.


Traaang ! Traaang ! Traaang !


Terdengar benturan golok dan pedang beberapa kali saat tusukan dan ayunan golok Menak Manila bertemu pedang Sekar Ayu Ningrum.


Tanpa mereka berdua sadari pertarungan Menak Manila melawan Sekar Ayu Ningrum semakin menjauh dari tempat mereka pertama bergebrak.


Mereka berdua saling tukar serangan. Kadang menapak di atas tanah kadang dengan melayang.


Saat posisi mereka agak berjauhan, Sekar Ayu Ningrum melenting ke atas setinggi dua depa ke arah Menak Manila. Kemudian tubuhnya meluncur ke bawah dengan pedang didepan mengarah ke tubuh Menak Manila.


Menak Manila pun memapaki serangan Sekar Ayu Ningrum dengan sedikit meloncat sambil membabatkan pedangnya memutar.


Traaang !!!


Terdengar suara benturan senjata yang cukup meras disertai percikan api saat benturan itu terjadi.


Dalam benturan senjata itu, tubuh Sekar Ayu Ningrum mental kembali ke atas hingga lima depa. Sedangkan Manak Manila mendarat cepat dengan lutut kiri menyentuh tanah serta tangan kiri dan goloknya di samping kiri kanannya.


Menak Manila baru mendongakkan kepalanya ketika terdengar teriakan dari atas.

__ADS_1


Tiba tiba Sekar Ayu Ningrum sudah meluncur dengan sangat cepat ke bawah di dahului dengan melesatnya beberapa pendaran energi berwarna putih pekat yang mengarah ke beberapa bagian tubuh Menak Manila.


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_ 0 \_\_\_\_\_\_\_\_\_\_


__ADS_2