
Arga Manika hanya merasa seperti di hembus angin, saat Mahagni masuk ke dalam tubuhnya. Hal ini karena energi Arga Manika bisa dikatakan habis, setelah digunakan untuk bertarung dan kemudian melarikan diri.
Setelah Mahagni berada di dalam tubuhnya, Arga Manika merasakan tubuhnya ringan dan bertenaga. Dia tidak merasakan perih dan nyeri pada lukanya.
"Sekarang ini kamu tidak merasakan kesakitan saat aku masuk ke dalam tubuhmu. Tetapi seiring semakin penuh energimu, kamu akan merasakan sedikit sakit," kata Mahagni.
"Sekarang kita coba untuk mengurus luka," kata Mahagni lagi.
Kemudian Mahagni memberikan petunjuk petunjuk kepada Arga Manika. Mulai dari bahan bahan yang diperlukan sampai dengan cara mengalirkan dan mentransfer energi ke tangan kanan Arga Manika yang masih terpisah. Transfer energi itu bertujuan untuk menjaga energi kehidupan yang ada di dalam syaraf syaraf tangan yang terpotong.
"Tetapi semua proses itu memakan waktu yang lama, paling tidak sekitar tiga puluh hari," kata Mahagni lagi, "Apa kau sanggup menjalaninya ?"
"Sanggup Ki," jawab Arga Manika.
Begitulah, selama hampir tiga puluh hari, Arga Manika selalu berpindah pindah tempat untuk bersemedi. Berpindah pindah tempat itu bertujuan untuk ketersediaan bahan bahan yang dibutuhkan, selain untuk alasan keamanan.
Hingga sampailah Arga Manika di padepokan 'Wesi Kuning'.
Awalnya Arga Manika hanya berniat sehari saja seperti yang telah dilakukan pada hari hari sebelumnya. Tetapi pada hari ke dua puluh lima, Mahagni membisikkan kalau Arga Manika selain butuh tempat untuk bersemedi dalam waktu yang agak lama, juga butuh mengambil energi kehidupan dari orang lain. Dan caranya dengan memasukkan energi Arga Manika yang telah diolah khusus dengan metode yang diajarkan oleh Mahagni.
Orang yang terkena energi khusus dari Arga Manika akan tidak ingat apapun yang dilakukan, karena energi kehidupannya telah diambil oleh Arga Manika, yang kemudian energi kehidupan yang telah diambil itu dimasukkan ke dalam tangan kanan Arga Manika.
Semakin banyak energi kehidupan orang yang bisa diambil, akan semakin cepat proses penyatuan kembali tangan kanannya. Maka dari itulah saat di Padepokan 'Wesi Kuning', Arga Manika menyerap energi kehidupan semua anggotanya. Tentunya itu semua atas perintah dan petunjuk Mahagni.
Selama lima hari berturut turut, Arga Manika setiap pagi minya disediakan barang barang yang dibutuhkan. Dan selama lima hari itu, Arga Manika terus bersemedi dan mentransfer energinya ke tangan kanannya.
Hingga sampai hari ke lima, malam hari, Mahagni menyuruh untuk memulai proses penyatuan.
Arga Manika, dengan posisi bersila, tepat di depannya tergeletak tangan kanannya yang sudah dilumuri dengan lumut hitam.
"Kamu sudah siap ?" tanya Mahagni.
"siap Ki," jawab Arga Manika.
__ADS_1
"Bagus ! Kamu baca mantera mantera yang sudah aku ajarkan padamu. Aku akan mulai masuk ke dalam tubuhmu !" kata Mahagni lagi.
Arga Manika yang sudah duduk bersila memejamkan matanya. Tubuhnya mulai bergetar pelan. Dari seluruh permukaan kulitnya keluar kilatan kilatan cahaya berwarna merah. Kilatan kilatan cahaya merah itu semakin lama semakin besar dan semakin banyak.
Kemudian kilatan kilatan cahaya merah itu mengarah ke tangan kanan Arga Manika yang tergeletak di depan Arga Manika.
"Aku akan masuk kedalam tubuhmu. Keluarkan semua energi kehidupan yang telah kau ambil dari orang orang dan salurkan semuanya ke tangan kananmu," kata Mahagni mengiang di telinga Arga Manika.
Kemudian Arga Manika menyalurkan semua energi kehidupan yang telah dia kumpulkan. Hingga disela sela kilatan kilatan cahaya merah yang semakin pekat, muncul serat serat seperti benang berwarna hijau yang mengarah dan menyambung ke potongan tangan kanan yang tergeletak di depannya.
Tiba tiba tubuh Arga Manika dan potongan tangan kanannya tetangkat melayang setinggi dua meter. Hingga kemudian Arga Manika merasa kesakitan yang sangat luar biasa yang membuat dia berteriak.
"Aaarrrcccchhh !!!"
Kilatan kilatan warna merah yang keluar dari tubuh Arga Manika dan serat serat yang berwarna hijau semakin meluas hingga menyelimuti seluruh tubuh Arga Manika dan potongan tangan kanannya.
Bersamaan dengan tubuh Arga Manika yang terangkat melayang, Mahagni mulai masuk ke tubuh Arga Manika. Masuknya Mahagni ke tubuh Arga Manika membuat munculnya serat serat berwarna hitam.
Sehingga di udara, tampak tubuh Arga Manika yang melayang dengan posisi terlentang, sudah tidak bersila lagi. Tubuh itu diselimuti kilatan kilatan cahaya merah bercampur dengan serat serat berwarna hijau dan ditambah dengan serat serat berwarna hitam.
Hingga kemudian terdengar suara Mahagni, "Bocah ! Keluarkan semua energi kehidupan yang sudah kamu kumpulkan itu !"
Arga Manika yang sudah setengah sadar karena menahan rasa sakit yang luar biasa, mendengar teriakan Mahagni di telinganya.
"Su ... sud ... dahh ..... se ... muaa ... nyaaa ...Ki ...." jawab Arga Manika terpatah patah.
"Kuraaaang !!!" teriak Mahagni.
Dalam perhitungan Mahagni, jumlah energi kehidupan yang telah dikumpulkan oleh Arga Manika harusnya cukup dan bisa seimbang dengan energi hitam yang dikeluarkan oleh Mahagni.
Tangan kanan Arga Manika akan menyambung kembali dengan sempurna jika percampuran tiga energi yaitu energi milik Arga Manika yang berwarna merah dengan energi kehidupan yang berwarna hijau dan energi hitam dari Mahagni mencapai perbandingan yang seimbang. Tetapi, apa yang terjadi saat ini, penyaluran energi kehidupan yang telah dikumpulkan oleh Arga Manika sudah berhenti karena sudah habis. Sehingga percampuran itu didominasi oleh warna merah dari energi milik Arga Manika dan warna hitam dari energi milik Mahagni.
Teriakan kesakitan Arga Manika semakin keras.
__ADS_1
"Aaaaa ........ saaa ......kiiittttt ..... !!!"
Tiba tiba terjadi ledakan pada percampuran tiga energi itu.
Blaaarrr ! Blaaarrr ! Blaaarrr !!!
"Aaaa ....."
"Haaa ...."
"Hah ha ha ha ....."
Sesaat setelah terjadi ledakan, terdengar suara teriakan Arga Manika. Dan kemudian suara Arga Manika berubah menjadi berat dan kemudian terdengar suara tertawa yang berat. Suara Mahagni.
Setelah suara ledakan berhenti, warna percampuran ketiga energi itu semakin memudar.
Setelah warna percampuran energi itu sudah benar benar sirna, terlihat tubuh Arga Manika yang berdiri di tempat dia tadi bersila.
Tangan kanannya yang putus, sudah tersambung lagi. Tetapi ada yang berbeda. Tangan kanannya menjadi berwarna hitam berurat warna merah. Terlihat sedikit lebih kecil dan lebih panjang dibanding dengan tangan kirinya. Jari jarinya juga menjadi lebih panjang dengan kuku yang panjang dan lancip berwarna merah.
Setelah sadar sepenuhnya, Arga Manika menolehke kanan untuk melihat tangan kanannya.
Betapa terkejutnya dia ketika hasil penggabungannya tidak sesuai dengan yang diharapkannya.
Aaaa .... kenapa jadinya begini Ki !!!" teriak Arga Manika.
"Itu karena energi kehidupan yang kau pakai dalam penggabungan enegi tadi kurang. Kenapa bisa sampai kurang ?" jawab Mahagni yang ganti bertanya.
"Aku tidak tahu Ki," jawab Arga Manika.
"Sudahlah. Yang sudah terlanjur tidak usah disesali. Sekarang kamu coba menggerakkan tangan kananmu," terdengar suara Mahagni mengiang di telinganya.
Arga Manika mencoba menggerakkan tangan kanannya. Semua bagian tangannya bisa digerakkan secara normal. Walau tangan kanannya lebih panjang, tetap bisa bergerak cepat.
__ADS_1
Bahkan tangan kanannya sekarang bisa memanjang sesuai dengan yang dibutuhkan.
___0___