Kekuatan Di Luar Tembok Keraton

Kekuatan Di Luar Tembok Keraton
Rasa Penasaran Sekar Ayu Ningrum


__ADS_3

Setelah SekarAyu Ningrum sudah benar benar sadar dan tenang dan sudah bisa menguasai diri, Ki Sardulo mulai menceritakan semuanya kepada Sekar Ayu Ningrum.


"Sebelum saya ceritakan semuanya, perkenalkan, nama saya Ki Sardulo dari gunung Merbabu dan ini Nyi Wilis. Kamu Jangan terkejut, kami berdua adalah siluman harimau dan usia kami sudah ribuan tahun. Saya ditaklukkan oleh den Lintang Rahina dan dipercayakan menemani perjalanan den Lintang Rahina," Ki Sardulo menjelaskan.


"Di..di mana kakang Lintang ?" tanya Sekar Ayu Ningrum.


"Den Lintang tadi terlempar ke air terjun. Den Lintang menyuruhku untuk menyelamatkan kamu dalam pertempuran di tepi sungai tadi," jawab Ki Sardulo, "kamu tenang saja, den Lintang akan baik baik saja."


"Bagaimana Ki Sardulo bisa tahu kalau Ki Sardulo akan baik baik saja padahal terlempar ke air terjun ?" tanya Sekar Ayu ningrum.


"Saya adalah abdinya, saya teman perjalanannya," Ki Sardulo menjelaskan, "saya tahu kekuatan den Lintang. Tercebur ke air terjun, tidak akan membahayakan den Lintang. Nanti pasti den Lintang akan menghubungi saya."


"Saya akan mencari kakang Lintang," kata Sekar Ayu Ningrum sambil mencoba berdiri dan melangkah. Tetapi baru beberapa langkah, Sekar Ayu Ningrum merasakan tangan kirinya lemas seperti tak bertenaga. Sekar Ayu Ningrum berhenti sambil tangan kanannya memegang pangkal lengan kanan.


Melihat hal itu, Ki Sardulo berkata, "Tangan kirimu tadi terkena jarum beracun. Racunnya baru saja dikeluarkan oleh Nyi Wilis. Sebaiknya tunggu sampai pulih dulu. Karena syaraf syaraf yang terpapar racun belum benar benar pulih."


"Maaf Ki, Nyi," kata Sekar lagi, "aku tetap pergi mencari kakang Lintang sekarang. Aku tidak ingin kakang Lintang mendapat celaka."


Sambil tertatih tatih, Sekar Ayu Ningrum tetap berjalan hendak mencari jalan keluar dari hutan.


"Bagaimana ini Nyi ?" tanya Ki Sardulo.


"Kamu temani anak itu Ki," jawab Nyi Wilis.

__ADS_1


"Sebaiknya kamu juga ikut menemani Nyi," ajak Ki Sardulo, "kasihan anak itu."


Karena Sekar tetap bersikukuh hendak pergi, akhirnya Ki Sardulo pun terpaksa ikut pergi, dengan mengajak Nyi Wilis.


"Sekar," panggil Ki Sardulo, "naiklah ke punggungku selama masih di hutan, biar bisa cepat perjalanannya. Nanti kalau sudah keluar hutan, kami akan dalam wujud manusia."


Sekar Ayu Ningrum berhenti melangkah kemudian membalikkan badannya. Dia tidak menjawab, hanya melihat ke arah Ki Sardulo dan Nyi Wilis, kemudian mengangguk.


Tidak berapa lama, Ki Sardulo berubah wujud menjadi siluman harimau setinggi lima meter.


Sekar Ayu Ningrum sempat kaget melihat silumam harimau sebesar rumah. Walaupun dulu saat masih tinggal bersama kakeknya, juga sudah sering melihat siluman. Tetapi Sekar Ayu Ningrum belum pernah melihat yang sebesar Ki Sardulo.


Nyi Wilis pun juga terkejut. Dia tidak mengira wujud Ki Sardulo akan sebesar itu.


Awalnya mereka bertiga hanya diam saja selama melakukan perjalanan. Tetapi karena rasa penasaran yang besar akhirnya Nyi Wilis bertanya pada Ki Sardulo.


"Ki Sardulo, terakhir kita bertemu, wujud harimaumu masih sama besarnya denganku. Bagaimana bisa secepat ini peningkatannya ?" tanya Nyi Wilis, "dan aku sudah tidak bisa mengukur tingkat kekuatanmu."


"Memang benar Nyi," jawab Ki Sardulo, "aku mengalami peningkatan besar tubuh dan peningkatan kekuatanku, setelah aku mengadakan ikatan dengan den Lintang. Selama den Lintang mengalami peningkatan energi dan kekuatan, otomatis aku ikut meningkat energi dan kekuatanku. Bahkan wujud silumanku ikut bertambah besar."


"Sepertinya sangat menarik," kata Nyi Wilis yang semakin penasaran.


"Apakah Nyi Wilis tertarik untuk mendapatkan peningkatan kekuatan juga ?" tanya Ki Sardulo.

__ADS_1


"Apa aku bisa Ki ?" tanya balik Nyi Wilis.


"Bisa Nyi," jawab Ki Sardulo, "asalkan Nyi Wilis bersedia mengadakan ikatan dengan manusia yang kekuatannya sama atau lebih bagusnya di atas kekuatan Nyi Wilis."


Nyi Wilis terdiam dan hanya mengangguk. Seperti ada yang dipikirkan. Sepertinya masih ada sesuatu yang membuat Nyi Wilis masih ragu untuk melakukan seperti yang sudah Ki Sardulo alami.


"Nyi Wilis tidak usah khawatir," sambung lagi Ki Sardulo yang seperti tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Nyi Wilis, "ikatan dengan manusia, tidak semuanya berlaku hukum hubungan tuan dan budak. Itu semua tergantung pada niat manusianya. Kalau Nyi Wilis beruntung, bisa melakukan ikatan dengan manusia yang baik. Yang tidak menganggap kita sebagai budak untuk diperintah perintah tentang semua hal. Yang tidak merampas kebebasan kita bangsa siluman. Yang menganggap kita sebagai partner. Tetapi tetap, kapanpun tuan kita meminta pertolongan kita, kita tidak bisa menolak. Karena sebagai imbalan ikatan itu, kita mendapatkan kenaikan energi dan kekuatan."


Mendengar penjelasan Ki Sardulo yang sangat panjang itu, Nyi Wilis mengangguk angguk dan masih diam saja. Sepertinya masih sedikit ragu.


Kemudian Nyi Wilis tiba tiba bertanya, "bagaimana kalau kita menolak untuk memenuhi apa yang diperintahkan manusia Ki ?"


"Kita tidak bisa menolak Nyi. Karena sudah ada ikatan darah yang dimantrai. Otomatis keinginan untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh manusia itu muncul di pikiran kita dan hati kita. Kalau kita berniat menolak, artinya kita berniat berontak dari pikiran dan hati kita. Kita akan kehilangan kekuatan bahkan wujud siluman kita bisa meledak karena ada energi yang menjadi bertolak belakang di dalam tubuh kita. Kalau Nyi Wilis berminat, kita bisa minta tolong pada den Lintang Rahina atau gurunya den Lintang, Ki Penahun.


"Ki Penahun ? Pertapa dari gunung Merbabu itu ?" tanya Nyi Wilis yang terkejut, "aku sepertinya pernah mendengar namanya."


Sekar Ayu Ningrum sejak tadi hanya mendengarkan saja. Karena dia masih belum begitu paham. Dalam pikirannya, Sekar Ayu Ningrum akan minta penjelasan kepada Lintang Rahina tentang ikatan dengan siluman dan akan bertanya bagaimana caranya.


Sekar Ayu Ningrum juga terkejut dan sedikit marah, ternyata ada hal besar yang disenbunyikan oleh Lintang Rahina dan belum diceritakan kepadanya. Rasa marah itu dikarenakan, Sekar Ayu Ningrum merasa sudah mengenal Lintang Rahina beserta seluruh kehidupannya. Apalagi mereka berdua sudah hampir sebulan berlatih bersama, bahkan sudah berkelana bersama selama beberapa minggu sampai dengan pertempuran di tepi sungai kemaren. Semua hal itu semakin menjadikan Sekar Ayu Ningrum segera ingin bertemu dengan Lintang Rahina.


Selain rasa penasarannya kepada Lintang Rahina, Sekar diam diam juga penasaran dengan Ki Sardulo dan Nyi Wilis, bangsa siluman tetapi mempunyai kesaktian yang tinggi. Selama naik di punggung Ki Sardulo yang berwujud siluman harimau, Sekar Ayu Ningrum bisa merasakan dan mengukur energi dan kekuatan Ki Sardulo.


Selama ini, Sekar Ayu Ningrum hanya mengenal dan pernah bertemu siluman yang mempunyai kekuatan biasa saja. Saat beberapa kali dia ikut kakeknya pergi suatu tempat.

__ADS_1


___ 0 ___


__ADS_2