Kekuatan Di Luar Tembok Keraton

Kekuatan Di Luar Tembok Keraton
Munculnya Putri Galuh Pawatu


__ADS_3

Sesaat setelah berhasil dikalahkan oleh Lintang Rahina, tubuh Dharmajaya Pawatu yang masih dalam keadaan terduduk, mencoba bergerak. Bola matanya memerah. Dadanya terasa berat untuk bernafas. Namun, dia tetap berusaha untuk berdiri. Begitu dia hendak bangkit berdiri, tiba tiba dia memuntahkan darah yang berwarna merah kehitaman beberapa kali. Sehingga mengotori mukanya yang tirus dan tubuhnya yang kurus. Pandangan matanya semakin nanar, buram dan akhirnya hitam, gelap sama sekali. Luka dalam yang dideritanya, membuat Dharmajaya Pawatu akhirnya pingsan. Sesaat sebelum pingsan, tangan kanan Dharmajaya Pawatu sempat melakukan gerakan seperti orang meremas benda kecil hingga pecah. Saat pingsan itu, dari tangan kanan Dharmajaya yang tergenggam, keluar asap hitam. Yang mana asap hitam itu langsung melayang masuk ke dalam bangunan istana dan langsung menuju ke ruangan kecil yang bersebelahan dengan ruangan tempat keempat guru Lintang Rahina dikurung.


Tubuh Dharmajaya Pawatu tergeletak di tengah tengah tanah datar di atas tebing. Suasana senyap. Hanya angin yang sesekali berhembus menghampiri tubuhnya.


Namun, suasana hening itu, tiba tiba disentakkan oleh suara lengkingan yang sangat tinggi. Disambung suara tertawa perempuan yang bercampur suara tangis.


"Ha ha ha haaaa ..... "


Suara tertawa itu belum berhenti, ketika terlihat sekelebatan tubuh berpakaian serba putih yang melesat cepat seperti terbang ke arah Dharmajaya Pawatu yang pingsan. Mengambil tubuh Dharmajaya Pawatu untuk diletakkan di pundaknya dan kemudian melesat lagi membawa tubuh Dharmajaya Pawatu masuk ke bangunan istana di atas tebing itu dan langsung menuju ke ruangan kecil yang bersebelahan dengan tempat untuk mengurung keempat guru Lintang Rahina.


Sesampai di dalam ruangan kecil, perempuan berpakaian serba putih itu menjentikkan jari kirinya. Tiba tiba di depannya muncul lingkaran sinar berwarna hitam. Seperti tersedot, tubuh perempuan berpakaian serba putih dan tubuh Dharmajaya Pawatu masuk ke dalam lingkaran sinar berwarna hitam.


Tubuh Dharmajaya Pawatu serta perempuan berpakaian serba putih itu seperti masuk ke dalam suatu ruangan yang lantai dan seluruh dindingnya berwarna hitam. Walaupun semuanya serba berwarna hitam, tetapi anehnya, ruangan itu cukup terang. Entah mendapatkan sinar dari mana.


Di ruangan itu, tubuh Dharmajaya Pawatu dibaringkan di batu besar berbentuk meja yang juga berwarna hitam.


Kemudian, perempuan berpakaian serba putih itu melakukan totokan totokan di beberapa bagian tubuh Dharmajaya Pawatu. Selain itu, beberapa jarum besar berwarna hitam juga ditusukkan di beberapa tempat di tubuh Dharmajaya Pawatu. Terkadang darah hitam sengaja dialirkan keluar sampai habis darah hitamnya dari beberapa bagian tubuh Dharmajaya Pawatu.


Sambil melakukan semua itu, perempuan berpakaian serba putih itu sesekali berbicara sendiri sambil tangannya terus bergerak memberikan perawatan pada Dharmajaya Pawatu.


Ayah,.... siapa yang mampu melakukan semua ini pada ayah ?" kata perempuan yang ternyata adalah anak Dharmajaya Pawatu, Putri Galuh Pawatu, yang telah lama dinyatakan hilang atau tewas.

__ADS_1


Putri Galuh Pawatu sebenarnya belum hilang atau tewas. Dia sedang bertapa untuk meningkatkan ilmu kedigdayaannya diruangan yang sekarang dia tempati. Beberapa tahun yang lalu, nyawanya diselamatkan oleh ayahnya, Dharmajaya Pawatu saat dia hampir mati karena kalah bertarung melawan seorang tokoh persilatan dari tlatah wetan.


Putri Galuh Pawatu keluar dari pertapaannya karena menerima pesan dari asap hitam pembawa pesan yang menghampirinya yang membawa pesan tentang keadaan Dharmajaya Pawatu yang terluka parah dan hampir mati. Hal yang sama kejadiannya, saat dia hampir mati karena kalah bertarung, dia juga mengirimkan asap hitam pembawa pesan kepada ayahnya.


Setelah selesai membersihkan semua luka luka Dharmajaya Pawatu, Putri Galuh Pawatu mulai mengalirkan energinya ke tubuh Dharmajaya Pawatu.


"Ayo bangun, ayah ! Kita balas bersama sama !" kata Putri Galuh Pawatu.


Hampir setengah hari Putri Galuh Pawatu membantu pemulihan energi Dharmajaya Pawatu. Terlihat, Dharmajaya Pawatu semakin segar walau energinya belum pulih seperti semula.


Kemudian Dharmajaya Pawatu melanjutkan dengan bersemedi untuk lebih mempercepat pulihnya energi dan luka lukanya.


Karena itulah, Lintang Rahina tidak bisa merasakan sedikitpun getaran energi saat dia masuk ke bangunan istana di atas tebing.


----- o -----


Setelah turun dari atas tebing, Lintang Rahina langsung melakukan perjalanan untuk pulang kembali ke arah timur. Namun, belum lama dia melakukan perjalanan, sudah ada tiga orang yang menghadang perjalanannya. Mereka adalah Putri Dyah Pawatu yang ditemani oleh Ki Ujang Galih dan Ki Buyut Jalu Wisesa.


"Putri Dyah Pawatu, ada urusan apa lagi, kalian menghadang perjalananku ?" tanya Lintang Rahina.


"Ohhh ... tidak ada urusan apa apa," jawab Putri Dyah Pawatu, "Kami hanya penasaran, apa kau sanggup menghadapi kami bertiga."

__ADS_1


"Apa maksudmu, Putri Dyah Pawatu ?" tanya Lintang Rahina dengan heran.


"Coba kamu hadapi kami bertiga !" jawab Putri Dyah Pawatu pendek saja. Kemudian, sambil memberi tanda pada Ki Ujang Galih dan Ki Buyut Jalu Wisesa untuk menyerang.


Mereka bertiga langsung menggempur Lintang Rahina dengan kemampuan penuh mereka, karena mereka tahu, Lintang Rahina adalah lawan yang sulit dihadapi, karena mampu mengalahkan Dharmajaya Pawatu.


Sebenarnya mereka bertiga tidak semata mata hanya bertujuan menantang dan mengalahkan Lintang Rahina. Tugas utama mereka adalah menghambat Lintang Rahina agar tidak bisa menyusul istri dan keempat gurunya. Selain itu, untuk mengulur waktu agar Lintang Rahina tetap sendirian dan tidak bersama istrinya, saat Dharmajaya Pawatu yang sudah sembuh, datang bersama dengan Putri Galuh Pawatu untuk mengalahkannya.


Gabungan serangan Putri Dyah Pawatu dengan Ki Ujang Galih dan Ki Buyut Jalu Wisesa, sangat rapi dan menghasilkan tekanan yang luar biasa.


Ki Ujang Galih dengan serangan racunnya yang selalu tidak bisa diduga, cukup membuat repot. Diikuti oleh serangan Ki Buyut Jalu Wisesa yang jurus jurusnya mengandalkan kecepatan dan tingkat energi yang sangat tinggi, selalu mengancam bagian bagian tubuh yang yang bisa menimbulkan kematian.


Sedangkan Putri Dyah Pawatu yang telah mengeluarkan senjata tongkatnya, juga telah mengeluarkan siluman dari ujung tongkatnya dan ikut mengurung dan menyerang Lintang Rahina dari atas.


Namun, yang mereka hadapi adalah Lintang Rahina, yang memiliki energi dan kecepatan yang sangat tinggi.


Serangan serangan Ki Ujang Galih dan Ki Buyut Jalu Wisesa tidak terlalu mengkhawatirkan, karena dengan tingkat energinya, Lintang Rahina bisa meredam semua serangan mereka berdua. Bahkan mereka berdua sempat dibuat tidak berkutik oleh Lintang Rahina.


Justru serangan dari Putri Dyah Pawatu yang diluar perkiraan Lintang Rahina. Dengan tingkat energi dan kecepatan yang sudah sangat tinggi, setingkat dengan energi dan kecepatan milik Sekar Ayu Ningrum, serangan serangan Putri Dyah Pawatu dengan tangan kirinya beberapa kalih berhasil mengenai tubuh Lintang Rahina.


__________ 0 __________

__ADS_1


__ADS_2