Kekuatan Di Luar Tembok Keraton

Kekuatan Di Luar Tembok Keraton
Masuk Ke Kerajaan Gaib


__ADS_3

Lintang Rahina dan Sekar Ayu Ningrum terus menyusuri wilayah hutan Panjalu. Sebenarnya jalan jalan yang mereka lalui, tidak terlalu menyulitkan bagi mereka berdua. Hanya pepohonan yang tinggi menjulang, akar akar yang naik ke permukaan tanah, semak semak, perdu dan juga batang kayu yang lapuk. Hewan buas jarang diketemukan. Hal ini karena, hutan Panjalu menjadi wilayah kekuasaan dsri sebuah kerajaan gaib dengan banyak siluman yang berilmu tinggi seperti layaknya manusia.


Setelah melewati bagian hutan yang pohon pohonnya besar besar dan rapat, akhirnya mereka berdua sampai di tempat yang terbuka dengan hamparan air tenang yang cukup luas dan dengan hawa mistis yang sangat kental.


Mereka berdua tiba di danau Panjalu. Danau yang cukup luas dengan airnya yang jernih dan memantulkan warna biru kehijauan.


Lintang Rahina merasakan adanya pantulan getaran energi yang sangat kuat dan jumlahnya yang sangat banyak.


Segera saja Lintang Rahina menggandeng tangan Sekar Ayu Ningrum dan kemudian mengaktifkan tehnik 'Puspa Nagari' dan 'Nafas Raja' secara bersamaan.


Seketika, di hadapan mereka, bukan lagi hamparan air danau Panjalu. Namun sebuah pintu gerbang yang sangat besar dan megah. Pintu gerbang dari kerajaan siluman yang berkuasa di daerah hutan Panjalu.


Pintu gerbang itu dijaga oleh dua puluh prajurit yang berpakaian sama seperti prajurit yang ditaklukkan Lintang Rahina dan Sekar Ayu Ningrum di awal masuk hutan Panjalu tadi.


Kemudian, mereka berdua melangkah ke arah pintu gerbang. Baru beberapa langkah mereka mendekat, ada satu prajurit yang berlari mendekati mereka.


"Siapa kalian ? Apa tujuan kalian mendekati gerbang ini !" tanya prajurit yang sepertinya sebagai pemimpinnya.


"Kami pengembara dari tlatah wetan. Kami hanya mencari teman kami yang bertapa di hutan Panjalu," jawab Lintang.


"Apakah yang kalian cari, rajanya manusia dari tlatah wetan ?" tanya pemimpin prajurit lagi.


"Benar," jawab Lintang Rahina lagi.


"Apa buktinya kalau kalian berdua teman mereka !" kata pemimpin prajurit itu.

__ADS_1


Mendengar apa yang dikatakan oleh pemimpin prajurit itu, Lintang Rahina menoleh ke arah Sekar Ayu Ningrum.


Sekar Ayu Ningrum yang paham apa yang dimaksud oleh Lintang Rahina segera mengeluarkan jurus yang sama dengan yang digunakan oleh Ki Ageng Arisboyo bila menghadapi siluman. Jurus yang disertai dengan bacaan bacaan doa tertentu. Gerakan jurus itu lamban dan halus, namun sifat serangannya lebih ganas dan lebih mematikan jika dibandingkan dengan tehnik yang dipakai oleh Lintang Rahina. Jurus itu hanya diajarkan pada Sekar Ayu Ningrum.


Maka dari itu, baru awal jurus dengan doa doanya, para prajurit siluman terutama pemimpin siluman karena berdiri paling dekat, seketika merasakan panas pada sekujur tubuhnya.


Selain merasakan panas pada seluruh tubuhnya, para siluman itu merasakan tubuhnya seperti disedot ke arah Sekar Ayu Ningrum. Namun, sebentar kemudian, Sekar Ayu Ningrum melepaskan lagi gerakan tangannya, sehingga tubuh para siluman itu seperti dihempaskan ke belakang. Pemimpin prajurit siluman yang berada paling dekat, terlempar paling jauh dan paling keras jatuhnya.


"Cu ... kup, ka ... mi ... per ... caya !" teriak pemimpin prajurit siluman.


Akhirnya mereka berdua diijinkan melewati pintu gerbang. Begitu melewati gerbang, mereka disambut pemandangan sebuah kotapraja yang bersih dan tertata rapi.


Lintang Rahina dan Sekar Ayu Ningrum baru saja akan melangkahkan kaki, ketika dibelakang mereka berlari lari pemimpin prajurit siluman yang tadi.


"Mari, aku antar kalian ke tempat mereka berada," kata pemimpin prajurit siluman itu.


Ketika sampai di sebuah bangunan yang sangat megah dengan pilar pilar yang besar serta dihiasi dengan ornamen ukiran, pemimpin itu mengatakan kalau hanya bisa mengantarkan sanpai diluar dan Lintang Rahina serta Sekar Ayu Ningrum dipersilahkan masuk, nanti akan ada prajurit siluman yang mengawalnya masuk menemui ratu mereka.


Setelah pemimpin prajurit itu pergi, Lintang Rahina mencoba merasakan keberadaan getaran energi di dalam bangunan megah itu.


Selain merasakan banyak getaran energi siluman yang sangat kuat, Lintang Rahina bisa merasakan adanya dua getaran energi manusia yang sangat kuat dan salah satunya getaran energi milik Ki Ageng Arisboyo.


Lintang Rahina merasa sedikit lega, akhirnya bisa menemukan rombongan Ki Ageng Arisboyo, walaupun agak heran, dimana anggota rombongan yang lainnya.


Sambil tersenyum, Lintang Rahina menoleh ke arah Sekar Ayu Ningrum.

__ADS_1


"Ayo kita masuk ke gedung itu. Ki Ageng Arisboyo ada di dalam gedung itu," kata Lintang Rahina.


"Iya kakang, aku juga bisa merasakan getaran energi kakek," jawab Sekar Ayu Ningrum.


Kemudian mereka berdua masuk ke dalam gedung yang megah itu dengan dikawal oleh dua prajurit siluman. Suasana mistis sangat terasa sekali di dalam gedung itu.


Akhirnya, mereka berdua bertemu dengan Ki Ageng Arisboyo yang menemani Kanjeng Panembahan Senopati yang sedang berbincang dengan siluman yang berbusana ratu dan mempunyai getaran energi yang sangat tinggi. Mereka pun berbincang dengan Ki Ageng Arisboyo.


Pada kesempatan itu, Ki Ageng Arisboyo bercerita, jika dalam proses Kanjeng Panembahan Senopati mencari petunjuk dari Yang Maha Agung, salah satu rangkaian perjalanan spiritualnya adalah melakukan tapa brata di hutan Panjalu ditemani dan dibantu oleh Ki Ageng Arisboyo.


Kebetulan Ki Ageng Arisboyo adalah salah seorang tokoh yang bisa berhubungan dan berkomunikasi dengan dunia gaib.


Di hutan Panjalu, dalam bertapanya, Panembahan Senopati bertemu dengan seorang ratu kerajaan gaib dan mendapatkan sambutan yang baik darinya.


Sambutan dan hubungan baik Panembahan Senopati dengan ratu kerajaan gaib di hutan Panjalu itu, ternyata membuat perasaan tidak suka Putri Dyah Pawatu, yang mengaku sebagai penguasa di salah sebuah wilayah di Tlatah Sunda termasuk di hutan Panjalu.


Dari perasaan tidak senang itu, Putri Dyah Pawatu membuat rencana mengadu domba orang orang dari tlatah wetan dengan bangsa dan kerajaan siluman di hutan Panjalu.


Salah satunya dengan jalan meminta tolong Lintang Rahina untuk membasmi siluman di hutan Panjalu dengan alasan, para siluman dari hutan Panjalu itu sudah mengganggu ketenteraman daerah kekuasaan Putri Dyah Pawatu dan alasan lainnya adalah orang yang sedang dicari oleh Lintang Rahina ditahan oleh penguasa kerajaan gaib.


Tetapi, begitu melihat perlakuan baik penguasa kerajaan gaib pada Ki Ageng Arisboyo dan rombongannya dan hubungan baik dengan mereka, membuat Lintang Rahina sangsi dengan kata kata sang Putri Dyah Pawatu.


Pada Lintang Rahina, ratu kerajaan gaib di hutan Panjalu itu menceritakan, bahwa Putri Dyah Pawatu dan orang orangnya sering mengganggu kerajaannya dan sering menangkap rakyatnya untuk dijadikan tumbal ataupun dijadikan alat untuk meningkatkan kekuatannya. Sedangkan ratu dan rakyat kerajaan gaib itu tidak pernah mengganggu kebidupan manusia.


Selain itu, Putri Dyah Pawatu juga memaksa ratu kerajaan gaib itu untuk membantunya untuk merebut dan menguasai tlatah Pasundan. Tetapi ratu kerajaan gaib tidak mau, karena mengetahui, ternyata Putri Dyah Pawatu sangat kejam pada musuh musuhnya bahkan pada temannya sendiri.

__ADS_1


__________ 0 __________


__ADS_2