
"Inikah kekuatan tertinggi dari energi api ? Api putih ?" gumam Ki Jagad Dahana saat melihat Lintang Rahina yang turun di dekatnya dengan api putih yang masih menyelimuti seluruh tubuhnya.
Perlahan api putih yang menyelimuti tubuh Lintang Rahina semakin berkurang, mengecil dan akhirnya lenyap. Menampakkan wujud Lintang Rahina lengkap dengan pakaiannya yang utuh.
Melihat Ki Jagad Dahana dan Ki Jagad Anila berdiri di depannya, Lintang Rahina segera memberi hormat, "Guru sekalian, terimakasih atas bimbingannya."
"He he he he ..... kau sudah berhasil menguasai tehnik penggabungan ngger," kata Ki Jagad Dahana sambil tertawa senang karena merasa lega melihat Lintang Rahina selamat.
Lintang Rahina menjawabnya dengan membungkukkan badan menghadap ke kedua gurunya.
"Bagaimana ngger ? Apa yang kamu rasakan saat di dalam lava pijar ? Dan bagaimana dengan energimu ?" tanya Ki Jagad Anila.
"Berkat ilmu yang diajarkan guru berdua, tubuh saya di sana tidak merasakan apapun. Dan angin yang mengitari tubuh saya seperti menyediakan energi yang bisa saya serap dan seperti tidak ada habisnya, guru," jawab Lintang Rahina.
"He he he he .... itu karena tehnik 'Sindhung Alit' berusaha menyerap panas lava pijar, kemudian energi panas itu diserap tehnik 'Bramaseta' yang kemudian diolah oleh energimu menjadi api putih," Ki Jagad Anila menjelaskan.
"Kenapa jadi api putih, guru ?" tanya Lintang Rahina.
"Itu karena tingkat energimu yang sudah sangat tinggi. Kalau debgan tingkat energi guru, baru bisa mencapai jenis api biru," Ki Jagad Dahana yang menjawab.
"Sekarang, apa kamu siap untuk langkah selanjutnya, ngger ?" tanya Ki Jagad Anila.
"Lintang berusaha selalu siap untuk apapun yang guru ajarkan," jawab Lintang Rahina.
"Bagus ... bagus .... Sekarang tinggal tahap akhir, dan kami yakin kamu akan dengan cepat memahaminya dan menguasainya," kata Ki Jagad Anila.
"Saya akan berusaha sekuatnya, guru," jawab Lintang Rahina.
"Baiklah. Ini hal yang sederhana. Sangat mudah. Tetapi sangat tergantung dengan energimu ngger. Tingkat energi itu akan mempengaruhi cepat atau lambatnya proses melepaskan benang jiwa iblis," Ki Jagad Dahana menjelaskan.
Kemudian Ki Jagad Dahana memberikan arahan pada Lintang Rahina, cara melepaskan benang jiwa iblis saat nantinya masuk ke dalam lava pijar. Dan cara membuat dan memastikan, benang jiwa iblis musnah terbakar panasnya lava pijar.
__ADS_1
Kalau bisa, saat Lintang Rahina berada di dalam lava pijar, masuk sedalam mungkin agar benang jiwa iblis bisa cepat terbakar. Karena semakin dalam, panas yang ditimbulkan oleh lava pijar, semakin tinggi.
Kali ini, Ki Jagad Dahana dan Ki Jagad Anila mengajari Lintang Rahina berkali kali dan diulang ulang. Karena nantinya, setelah Lintang Rahina benar benar paham dengan semua yang diajarkan oleh ki Jagad Dahana dan Ki Jagad Anila, tidak ada kesempatan untuk melatih, tetapi harus langsung melakukannya.
Oleh Ki Jagad Anila diberikan dua alasan. Yang pertama, karena malam purnama tinggal besok, dan yang kedua tidak mungkin melatih, karena ada proses melepas benang jiwa iblis. Hal yang kedua itulah yang sangat berbahaya.
Tanpa terasa, hampir seharian Ki Jagad Dahana dan Ki Jagad Anila menjelaskan dan menjabarkan semua yang akan Lintang Rahina lakukan saat masuk ke dalam kawah Merapi.
Hingga kemudian sisa hari mereka gunakan untuk beristirahat.
----- o -----
Pada hari berikutnya, Lintang Rahina tetap berada di puncak Merapi, walaupun belum mendekat ke arah kawah. Waktu dia habiskan untuk mempersiapkan diri dan beristirahat hingga menjelang sore.
Akhirnya, pada petang hari tepat saat matahari tenggelam di ufuk barat, Lintang Rahina disertai Ki Jagad Dahana dan Ki Jagad Anila menuruni kawah Merapi.
Mereka bertiga berhenti ketika jarak mereka dengan lava pijar tinggal sekitar lima depa.
Lintang Rahina sudah sangat siap untuk terjun ke dalam lava pijar.
"Ngger, mantapkan niat. Kami berdua tetap akan menunggui kamu, namun di bibir kawah di atas sana," Ki Jagad Anila berpesan pada Lintang Rahina.
Kemudian, Ki Jagad Dahana dan Ki Jagad Anila melesat ke atas dengan cepat. Sejenak kemudian, mereka berdua telah sampai di bibir kawah.
Setelah kedua gurunya menjauh dan telah berada di tempat yang cukup aman, Lintang Rahina segera berdiri menghadap ke arah lava pijar.
Hawa panas dari lava pijar semakin bertambah panas, ketika Lintang Rahina menangkupkan kedua telapak tangan di depan dada dan mulai mengalirkan energi ke seluruh tubuhnya.
Perlahan api putih mulai terbentuk dan menyelimuti seluruh tubuh Lintang Rahina. Disusul kemudian keluar hembusan angin dari kedua telapak tangannya yang mengelilingi tubuhnya saat Lintang Rahina mengangkat kedua tangannya ke samping atas tubuhnya.
Begitu tubuhnya dikitari angin, api putih yang menyelimuti seluruh tubuh Lintang Rahina semakin menebal dan akhirnya seluruh tubuh Lintang Rahina berubah wujud menjadi api putih.
__ADS_1
Sesaat kemudian, tubuh Lintang Rahina terangkat perlahan lahan hingga setinggi setengah depa dari permukaan tanah.
Setelah beberapa saat melayang, tubuh Lintang Rahina melesat ke tengah tengah kawah Merapi yang lave pijarnya bergejolak menimbulkan banyak letupan.
Tubuh Lintang Rahina langsung amblas masuk ke dalam lava pijar.
Di dalam lava pijar, tubuh Lintang Rahina terus saja meluncur ke bawah.
Setelah merasa cukup dalam, Lintang Rahina berhenti meluncur ke bawah. Tubuhnya melayang di dalam cairan lava pijar.
Untuk beberapa saat, Lintang Rahina berdiam diri dalam posisi melayang.
Perlahan, api putih yang menyelimuti tubuh Lintang Rahina membesar dan menyebar di sekitar tubuh Lintang Rahina, hingga membentuk bola sinar putih raksasa dengan garis tengah sekitar dua depa.
Di lapisan luar bola sinar putih, hembusan angin yang mengelilinginya juga membesar dengan kecepatan yang semakin bertambah.
Terlihat, tubuh Lintang Rahina melayang di tengah tengah bola sinar putih.
Setelah bola sinar putih berhenti membesar dan hembusan angin yang menyelimutinya stabil, Lintang Rahina mulai tahap mengeluarkan benang jiwa iblis dari dalam pergelangan tangan kirinya.
Dengan posisi kaki agak dibuka melebar, telapak tangan kanannya ditarik ke depan dada dalam posisi terbuka ke samping. Sementara tangan kirinya berada agak di bawah tangan kanannya.
Tiba tiba, dari dada dan telapak tangan kanannya keluar butiran sinar kuning keemasan yang diselimuti pendaran sinar putih pekat yang terus saja mengalir dan menyelimuti seluruh tubuhnya.
Terlihat, diantara butiran sinar kuning keemasan yang menyelimuti tubuhnya, pendaran sinar putih pekat di tubuh Lintang Rahina juga mengeluarkan kilatan petir ke segala arah.
Setelah butiran sinar kuning keemasan dan pendaran sinar putih pekat bergerak stabil, Lintang Rahina menarik telapak tangan kanannya ke arah pergelangan tangan kirinya.
Dengan melakukan pola gerakan tertentu, perlahan lahan Lintang Rahina menarik telapak tangan kanannya sedikit menjauhi pergelangan tangan kirinya.
Gerakan mundur telapak tangan kanannya itu diikuti dengan keluarnya benang jiwa iblis dari pergelangan tangan kirinya yang memudian melayang diantara kedua telapak tangannya.
__ADS_1
__________ 0 __________