
Dengan wujud siluman harimau, Ki Sardulo terbang dengan cepat, sehingga tidak sampai sehari, Ki Sardulo dan Lintang Rahina sampai di Parangtritis tempat Ki Ageng Arisboyo.
Ki Ageng Arisboyo yang beberapa saat sebelumnya sudah merasakan akan ada yang datang, duduk di teras. Sehingga Lintang Rahina dan Ki Sardulo langsung bertemu dengan Ki Ageng Arisboyo.
Lintang Rahina segera menyampaikan maksud kedatangannya yaitu memastikan keberadaan Sekar Ayu Ningrum.
Ki Ageng Arisboyo menjawab bahwa saat Lintang Rahina keluar untuk menolong Nyai Cumbu Manik, tidak lama kemudian Sekar Ayu Ningrum menyusul keluar. Ki Ageng Arisboyo mengira Sekar Ayu Ningrum menyusul Lintang Rahina. Dan sampai Ki Ageng Arisboyo berpamitan pada Ki Dipa Menggala pun, mengiranya Sekar Ayu Ningrum bersama Lintang Rahina.
Lintang Rahina tidak berlama lama di kediaman Ki Ageng Arisboyo. Dia langsung berpamitan untuk melakukan perjalanan mencari Sekar Ayu Ningrum dan Galuh Pramusita.
Dalam perjalanan, Lintang Rahina menghitung hitung tokoh tokoh yang kemaren hadir pada pertemuan di tempat Ki Dipa Menggala, yang mempunyai alasan kuat membawa atau menculik Sekar Ayu Ningrum dan Galuh Pramusita. Itupun harus yang berilmu tinggi, sebab tidak mudah mengalahkan mereka berdua apalagi Sekar Ayu Ningrum yang tingkat ilmu silat dan energinya sudah masuk golongan sangat tinggi.
Sementara itu di bekas candi pemujaan tempat tinggal Ni Sriti.
Setelah tiba di tempat tinggalnya, Ni Sriti segera memberikan obat penawarnya sehingga beberapa waktu kemudian Sekar Ayu Ningrum dan Galuh Pramusita tersadar dan terbangun.
Begitu mereka berdua bisa bergerak, mereka berdua segera meloncat menjauhi Ni Sriti dan bersiap hendak menyerang.
Melihat hal itu, Ni Sriti buru buru mendekati mereka dengan kedua telapak tangan tertelangkup di depan dada untuk menjelaskan hal sebenarnya.
"Gadis cantik berdua, jangan marah dan jangan menyerang dulu, biar Nini jelaskan dulu," kata Ni Sriti.
"Apalagi yang akan kau jelaskan nenek jahat ?" tanya Sekar Ayu Ningrum.
Kemudian dengan cepat dan singkat Ni Sriti menceritakan maksudnya membawa mereka berdua ke tempatnya.
Sebenarnya masih ada perasaan curiga di hati mereka berdua. Tetapi mendengar cerita Ni Sriti kalau Lintang Rahina pasti akan ke tempat ini mencari mereka berdua, membuat di hati kecil mereka ada perasaan senang.
__ADS_1
Akhirnya Sekar Ayu Ningrum dan Galuh Pramusita bisa menerima apa yang telah dilakukan Ni Sriti pada mereka berdua.
Ni Sriti merasa lega karena kedua gadis cantik itu mau mengerti dan menerima alasan kenapa mereka dibawa ke sini.
Sebelumnya Ni Sriti sudah khawatir kalau kalau mereka tidak mengerti atau tidak terima dengan apa yang Ni Sriti lakukan. Karena Ni Sriti merasakan kalau energi Sekar Ayu Ningrum sedikit lebih tinggi dari energinya, hanya belum matang cara penggunaannya, sehingga ada potensi jika bertarung, Sekar Ayu Ningrum bisa mengalahkan dirinya.
Setelah mengetahui kedua gadis itu bisa menerima, kemudian Ni Sriti menceritakan secara panjang lebar tentang mimpinya dan alasan kenapa Ni Sriti mencari Lintang Rahina.
Bahkan Ni Sriti mengatakan pada Sekar Ayu Ningrum kalau dia bisa mengajari Sekar Ayu Ningrum memaksimalkan peran serta Nyi Wilis pada saat digunakan dalam bertarung.
Ni Sriti juga mengatakan pada Galuh Pramusita bahwa dia bisa mengajari Galuh Pramusita memurnikan energinya sehingga Galuh Pramusita bisa lebih mudah menggunakan energinya tanpa harus terikat dengan bangsa iblis.
Setelah Sekar Ayu Ningrum dan Galuh Pramusita merasa yakin kalau Ni Sriti tidak berniat jahat pada mereka berdua, pada dua hari berikutnya Ni Sriti mengajari mereka berdua tehnik tehnik untuk lebih memaksimalkan energi yang mereka miliki.
Tetapi Ni Sriti tidak mau dipanggil guru, karena merasa bukan dia yang mengajari ilmu silat, tetapi dia hanya mengajari trik trik untuk memaksimalkan kemampuan yang mereka berdua miliki.
Lintang Rahina kembali ke arah timur untuk menelusuri keberadaan Sekar Ayu Ningrum dan Galuh Pramusita.
Sudah dua hari sejak Lintang Rahina menemui Ki Ageng Arisboyo.
Hingga malam harinya saat Lintang Rahina beristirahat sejenak, Ki Sardulo tiba tiba melesat ke angkasa. Tidak seperti biasanya, kali ini Ki Sardulo agak lama melayang layang di atas. Pandangannya mengarah ke arah timur.
"Akhirnya bisa kurasakan keberadaan aura energi Nyi Wilis," kata Ki Sardulo dalam hati.
"Ada yang berubah dari Nyi Wilis, aku tidak tahu itu apa, tetapi dari getaran yang kutangkap, ini lebih kuat dan lebih hebat," kata Ki Sardulo lagi dalam hati.
Setelah cukup lama Ki Sardulo melayang layang di angkasa, Ki Sardulo melesat turun dan kemudian duduk di depan Lintang Rahina yang saat itu sedang beristirahat dengan bersemedi.
__ADS_1
Setelah Lintang Rahina selesai beristirahat, Ki Sardulo segera menceritakan semua yang ditangkap dan dirasakan saat dia melayang di angkasa tadi.
Untuk memastikan sekali lagi, Ki Sardulo mengajak Lintang Rahina ke angkasa untuk ikut merasakan keberadaan energi Nyi Wilis.
Setelah yakin dengan getaran energi yang ditangkapnya, Lintang Rahina dan Ki Sardulo malam itu juga melesat ke arah timur menuju tempat getaran energi itu mereka rasakan.
Beberapa waktu yang lalu saat Lintang Rahina sedang beristirahat, di tempat Ni Sriti, Sekar Ayu Ningrum sedang berlatih untuk mempraktekkan apa yang sudah dipelajarinya dari Ni Sriti.
Dalam latihan itu, Sekar Ayu Ningrum mengeluarkan energinya ke seluruh tubuhnya. Perlahan seluruh tubuh Sekar Ayu Ningrum terselimuti pendaran sinar tipis berwarna putih transparan.
Saat pendaran sinar putih transparan itu bertambah besar, tubuh Sekar Ayu Ningrum terangkat dan melayang di udara setinggi dua meter.
Kemudian Sekar Ayu Ningrum menghentakkan kedua tangannya ke depan, membuat pendaran sinar putih transparan yang menyelimuti seluruh tubuhnya tiba tiba membesar dan membentuk siluet harimau setinggi lima meter. Sehingga seolah olah tubuh Sekar Ayu Ningrum seperti berada di dalam tubuh harimau besar itu.
Kemudian Sekar Ayu Ningrum melakukan gerakan gerakan jurus yang dikuasainya.
Sekar Ayu Ningrum sangat terkejut dengan yang terjadi pada jurus jurusnya.
Gerakan jurus miliknya, dilakukan dengan pengendalian dan penggabungan energi yang diajarkan oleh Ni Sriti menghasilkan daya serang yang berlipat ganda. Setiap satu kali melakukan gerakan memukul, hasil yang ditimbulkan seperti melakukan dua pukulan sekaligus, dimana pukulan yang satunya dengan energi yang lebih besar dan dengan area serang yang lebih lebar.
Kalau dulu saat diajarkan oleh Lintang Rahina, Sekar Ayu Ningrum dan siluman harimau Nyi Wilis seperti bergerak bersama tetapi dengan pikiran sendiri sendiri.
Kalau sekarang, Wujud Nyi Wilis ada tapi dalam siluet transparan berbentuk wujud harimau dan Sekar Ayu Ningrum seperti berada di tengah tengah siluet itu.
Jiwa siluman harimau tetap ada dan berada di dalam cincin penyimpanan, tetapi energinya menyatu dengan energi Sekar Ayu Ningrum dan wujud fisiknya ada tetapi dalam bentuk pendaran energi yang sangat besar tapi transparan.
___0___
__ADS_1