Kekuatan Di Luar Tembok Keraton

Kekuatan Di Luar Tembok Keraton
Kekalahan Arga Manika


__ADS_3

Saat Arga Manika menggerakkan keempat tangan kanannya untuk menyerang, Sekar Ayu Ningrum melenting ke arah Arga Manika. Bukannya menangkis serangan Arga Manika, tetapi melancarkan serangan dengan pedangnya yang diawali dengan lesatan energi berbentuk ujung pedang berwarna putih transparan.


Melihat Sekar Ayu Ningrum menyerang, Galuh Pramusita akhirnya terpaksa memapaki serangan empat tangan kanan Arga Manika. Galuh Pramusita melesat ke arah keempat tangan itu. Sambil meluncur, pedangnya dia putar sehingga tiga serangan tangan kanan dari Arga Manika bisa tertangkis.


Trang Trang Trang !!!


Sedangkan tangan kanan Arga Manika yang keempat dia sambut dengan pukulan energi tangan kiri yang menimbulkan ledakan yang cukup keras.


Blarrr !!!


Sementara Sekar Ayu Ningrum yang fokus menyerang, disambut dengan tangan kanan yang kelima yang memegang pedang juga.


Trang !!!


Benturan pedang Sekar Ayu Ningrum dengan pedang di tangan kanan kelima Arga Manika yang menimbulkan suara yang keras. Dari benturan itu, tangan kanan kelima Arga Manika terpental. Hal itu dimanfaatkan oleh Sekar Ayu Ningrum dengan memutar pedangnya membentuk gerakan menebas ke arah lengan kanan kelima Arga Manika.


Tasss !!!


Tangan kanan kelima Arga Manika putus sampai batas siku terkena sabetan pedang Sekar Ayu Ningrum.


Tiba tiba datang serangan susulan dari Arga Manika dengan pukulan energi bola api dari tangan kiri.


Bummm !!!


Muncul kilatan cahaya berwarna putih dan merah saat energi bola api Arga Manika membentur energi pukulan tangan kiri Sekar Ayu Ningrum.


Benturan energi itu membuat Arga Manika terhuyung ke belakang tiga langkah. Sedangkan Sekar Ayu Ningrum yang sedang dalam posisi melayang, terlempar dan berjungkir balik ke belakang dan kemudian mendarat dengan posisi kaki kuda kuda.


Tidak berapa lama, tampak bilah pedang di tangan kanan Sekar Ayu Ningrum perlahan lahan seperti diselimuti asap berwarna putih. Hal itu terjadi karena Sekar Ayu Ningrum menambah aliran energi ke pedangnya.


Asap putih itu semakin lama semakin pekat membuat bilah pedang Sekar Ayu Ningrum tidak tampak lagi. Yang terlihat hanya pendaran sinar putih pekat sepanjang bilah pedangnya.


Kemudian dengan menghembuskan nafas cepat melalui hidung, Sekar Ayu Ningrum melesat ke arah Arga Manika.


Di saat yang bersamaan, Galuh Pramusita dengan pedang yang sudah berwarna merah menyala karena aliran energi api yang sudah dinaikkan, melenting cepat dengan mengayunkan pedangnya menyilang.


Melihat datangnya dua serangan yang bersamaan, karena jarak yang sudah sangat dekat, Arga Manika memapaki kedua serangan itu dengan ayunan senjata di kelima tangan kanannya.


Crasss crasss !

__ADS_1


Crasss !!!


Srettt !!!


Dengan pedangnya yang menjadi sangat tajam, Sekar Ayu Ningrum membabat putus lima lengan kanan Arga Manika. Disusul pedang Galuh Pramusita yang membuat luka menyilang di punggung Arga Manika.


Arga Manika jatuh bertumpu lutut.


Belum sempat Arga Manika bergerak, sebuah pendaran cahaya putih ke dadanya. Pedang Sekar Ayu Ningrum berhasil menusuk dada Arga Manika.


Arga Manika dengan pikiran yang seolah masih belum percaya, sedikit mendongak. Ditatapnya wajah Sekar Ayu Ningrum.


"Kau .... " ucap Arga Manika lemah.


Sesaat kemudian, kepala Arga Manika tertunduk.


Melihat lawannya sudah tidak bergerak, Sekar Ayu Ningrum mencabut pedang yang menancap di dada Arga Manika. Terlihat darah mengalir dari luka bekas pedang menancap. Punggungnya juga mengeluarkan darah dari luka sayatan yang menganga.


Untuk beberapa saat keadaan menjadi sunyi.


Terdengar suara Sekar Ayu Ningrum yang menghela nafas panjang.


Baru saja mereka tiba di tempat Ni Sriti berdiri, tiba tiba terdengar suara ledakan yang berasal dari dalam tubuh Arga Manika.


Bummm ! Bummm ! Bummm !


Tubuh Arga Manika bergetar hebat. Terlihat darah yang mengalir dari luka lukanya seketika berhenti. Luka lukanya perlahan mengering dan menutup lagi. Tidak berapa lama, tubuh Arga Manika terlihat tidak ada luka sama sekali. Lengan kanannya kembali berwujud normal dengan satu lengan.


Setelah beberapa saat kepalanya tertunduk, perlahan Arga Manika mengangkat kepalanya. Dengan seluruh tubuh bergetar, Arga Manika mencoba berdiri.


Arga Manika mengangkat kedua tangannya dan berteriak.


"Aaarrcchhh ..... !!!"


Terdengar lagi suara ledakan dari tubuh Arga Manika disertai keluarnya asap hitam.


Badannya bergerak bertambah tinggi hingga mencapai dua meter lebih.


Perlahan lahan warna seluruh kulit tubuh Arga Manika berubah menjadi abu abu. Rambutnya tergerai awut awutan. Telinganya meruncing. Tangannya sedikit memanjang dengan jari jari dan kuku yang juga panjang. Di sepanjang kedua lengannya muncul duri duri berbentuk cula.

__ADS_1


Dari kedua siku dan kedua lututnya, muncul tulang yang menyerupai cula.


Blaaarrr !!!


Terdengar ledakan energi yang sangat besar. Seluruh tubuh Arga Manika diselimuti energi yang sangat besar, bahkan sampai mengeluarkan pendaran warna hitam transparan menyelimuti seluruh tubuhnya.


Kemudian Arga Manika menggerak gerakkan leher, bahu dan kedua lengannya dan juga jari jarinya. Terdengar suara tulang berkerotokan seperti lama tidak digerakkan.


"Heh he he he .... maaf bocah, terpaksa aku ambil alih tubuhmu," kata suara berat dari mulut Arga Manika.


Mahagni mengambil alih penguasaan tubuh Arga Manika sepenuhnya, setelah Arga Manika sudah tidak mampu mengendalikan tubuhnya karena energinya habis dan denyut jantungnya mulai melemah.


Sementara Sekar Ayu Ningrum dan Galuh Pramusita serta Ni Sriti, menyaksikan perubahan pada tubuh Arga Manika, menjadi waspada dan bersiap siaga.


Kedua gadis cantik itu kembali menghunus pedangnya sambil terus mengawasi gerakan Arga Manika yang sekarang dikendalikan oleh Mahagni.


Mahagni melihat ke sekitarnya. Pandangannya terhenti pada tiga sosok tubuh perempuan yang berdiri agak jauh di depannya. Matanya yang menghitam dengan pupil mata merah. Pupil mata itu bergerak mengecil saat pandangannya mengarah ke tiga orang perempuan itu. Bibirnya sedikit tersenyum.


Dengan sekali lompat, Mahagni yang bertubuh Arga Manika tiba di depan tiga orang perempuan itu dan hanya berjarak lima meter.


"Heh he he he ..... bisa untuk melemaskan otot ototku yang kaku," Mahagni berkata pelan dengan bibir tersenyum aneh.


Tiba tiba tangan kanannya memanjang dan menyerang ke arah tiga orang perempuan di depannya.


Plasss !!!


Bummm !!!


Sekar Ayu Ningrum dan Galuh Pramusita serta Ni Sriti dengan cepat melompat menghindar.


Mereka bertiga terkejut dengan kecepatan serangan tadi.


"Heh he he he .... cukup bagus cukup bagus," kata Mahagni sambil tertawa.


Terdengar ledakan pada bahu kanan Mahagni ketika tiba tiba muncul dua lengan lagi sehingga lengan kanan Mahagni menjadi tiga.


Kemudian tanpa menghiraukan tiga orang di depannya, Mahagni melesat dan melancarkan serangan lagi. Masing masing lengan melepaskan pukulan menyasar ke ketiga orang perempuan itu. Dan setiap pukulannya mengenai tempat kosong, segera disusul dengan serangan pukulan berikutnya.


Sekar Ayu Ningrum dan Galuh Pramusita masih bisa menghindar dan mengimbangi kecepatan gerak tangan yang menyerangnya. Tetapi Ni Sriti yang energi dan kecepatannya sedikit di bawah kedua gadis cantik itu, lambat laun mulai terlihat kuwalahan.

__ADS_1


\_\_\_0\_\_\_


__ADS_2