Kekuatan Di Luar Tembok Keraton

Kekuatan Di Luar Tembok Keraton
Menggabungkan Dua Tehnik


__ADS_3

Ki Penahun juga memberitahukan pada Lintang Rahina, jika anak mereka yang masih dalam kandungan Sekar Ayu Ningrum adalah anak yang sangat istimewa. Karena sejak masih dalam kandungan sudah membawa dua sumber kekuatan yang sangat besar, kekuatan yang sangat diidam idamkan oleh para pendekar.


Pada Lintang Rahina dan Sekar Ayu Ningrum, Ki Penahun juga menceritakan tentang calon bayinya, persis seperti yang awalnya diceritakan oleh Ki Jagad Dahana.


Mendengar itu, Lintang Rahina langsung melihat pada pergelangan tangan kirinya.


"Apakah itu berarti, benang jiwa iblis pindah ke anak yang dikandung Sekar, Eyang ?" tanya Lintang Rahina.


"Bukan begitu ngger. Yang ikut ke dalam tubuh anak yang dikandung istrimu adalah energi dan sifat energi dari benang jiwa iblis, bukan wujud fisik benang jiwa iblisnya. Benang jiwa iblis tetap berada di pergelangan tangan kirimu," Ki Penahun menjelaskan.


"Tetapi tidak usah khawatir tentang energi yang dimiliki anakmu. Selama kita mendidik didasari dengan kebaikan, kelak anakmu tetap akan berada di jalan kebenaran. Yang membuat kita khawatir, energi dalam tubuh anakmu itu menjadi incaran banyak para pendekar. Terutama para pendekar yang menggunakan tehnik ritual pengurbanan, untuk menaikkan tingkat energinya," lanjut Ki Penahun.


Setelah seharian berbincang dengan Sekar Ayu Ningrum dan Ki Penahun serta Ki Pradah, pada petang harinya, Lintang Rahina harus segera naik ke puncak Merapi lagi, untuk melatih tehnik penggabungan yang akan digunakan untuk masuk ke dalam kawah Merapi.


Lintang Rahina menuju ke puncak yang dekat dengan kawah Merapi, ditemani oleh Ki Jagad Dahana dan Ki Jagad Anila.


Sedangkan Ki Penahun dan Ki Pradah, tetap menemani Sekar Ayu Ningrum, menunggu di punggung gunung.


----- o -----


Sesampainya di puncak gunung di pinggir kawah, Lintang Rahina mendapatkan penjelasan tentang cara menggabungkan ilmu 'Sindhung Alit' dengan ilmu 'Bramaseta' dan cara mempraktekkannya dari Ki Jagad Dahana dan Ki Jagad Anila.


Tehnik menggabungkan penggunaan energi angin dan energi api yang dilakukan dengan menggunakan tingkat energi yang dimiliki Lintang Rahina, akan membuat Lintang Rahina mampu bertahan berada di dalam lava pijar di dalam kawah Merapi.


"Ngger Lintang, ilmu yang kami berdua miliki sudah kami ajarkan padamu. Cara menggunakan secara bersamaan juga sudah kami ajarkan. Sekarang kamu latih sampai sesempurna mungkin di tepi kawah di bawah sana. Kami akan menunggu dan mengawasi dari atas tebing kawah," kata Ki Jagad Dahana.


"Kamu pahami inti dari tehnik penggabungan ini. Ingat, kedua energi itu saling mengisi dan menguatkan," sambung Ki Jagad Anila.


"Baik Ki. Lintang akan berusaha sepenuh kemampuan Lintang," jawab Lintang Rahina.

__ADS_1


Kemudian, Ki Jagad Dahana dan Ki Jagad Anila segera melesat ke arah puncak tebing kawah dan mengawasi latihan Lintang Rahina dari sana.


Setelah kedua gurunya meninggalkan tepi kawah, Lintang Rahina duduk bersila di tepi kawah dan mencoba mengingat apapun yang diajarkan oleh kedua gurunya dan mencoba memahaminya.


Tanpa memperdulikan hawa panas yang keluar dari dalam kawah yang menerpa seluruh tubuhnya, Lintang berusaha mendapatkan inti dari tehnik penggabungan kedua energi itu.


Setelah cukup lama termenung untuk mendapatkan pemahaman tehnik penggabungan dua energi, Lintang Rahina tiba tiba bangkit dan berdiri menghadap ke arah kawah.


Kedua tangannya di depan dada dengan telapak tangan saling menangkup, sedangkan kedua kakinya sedikit terbuka.


Hawa panas di sekitar tempat Lintang Rahina berdiri menjadi semakin bertambah panas, tatkala seluruh tubuh Lintang Rahina juga mulai mengeluarkan hawa panas.


Kemudian Lintang Rahina sedikit demi sedikit menambah tingkat energi yang mengaliri seluruh tubuhnya.


Sesaat kemudian, terdengar suara ledakan saat seluruh tubuh Lintang Rahina mulai api putih.


Saat api putih bertambah pekat hingga menutup bentuk tubuh Lintang Rahina, kedua tangan Lintang Rahina diangkat lurus ke atas dengan telapak tangan tetap saling menelangkup.


Perlahan Lintang Rahina membuka kedua telapak tangannya. Dari kedua telapak tangan itu mulai keluar angin yang bergerak memutari seluruh tubuhnya.


Putaran angin yang mengelilingi tubuh Lintang Rahina semakin kencang saat Lintang Rahina menggerakkan kedua tangannya menyamping dan memutar ke arah belakang.


Angin yang mengitari tubuh Lintang Rahina berputar semakin kencang.


Bersamaan dengan putaran angin yang semakin cepat, api putih yang menyelimuti seluruh tubuh Lintang Rahina semakin membesar dan akhirnya, seluruh tubuh Lintang Rahina berubah menjadi api putih.


Selama beberapa saat, tubuh Lintang Rahina terdiam setelah berubah wujud menjadi api putih yang dikitari angin yang bergerak memutari tubuhnya.


Kemudian, saat besarnya nyala api dan putaran angin mulai stabil, tubuh Lintang Rahina terangkat hingga setinggi satu depa. Kemudian dengan cepat, tubuh Lintang Rahina melayang turun dan ke arah tengah tengah lava pijar, dan kemudian dalam satu tarikan nafas, tubuh Lintang Rahina masuk ke dalam lava pijar.

__ADS_1


Beberapa saat berlalu. Tubuh Lintang Rahina yang terjun ke dalam belum muncul ke permukaan.


Ki Jagad Dahana dan Ki Jagad Anila yang menyaksikan dari jauh, akhirnya meluncur ke bibir kawah karena mengkhawatirkan keadaan Lintang Rahina.


Sesampainya di bibir kawah, keduanya mencoba merasakan keberadaan getaran energi Lintang Rahina. Tetapi hingga beberapa waktu, mereka berdua belum bisa menemukan jejak energi Lintang Rahina.


"Apa kita juga harus masuk ke dalam kawah untuk mencari Lintang, kakang Jagad Dahana ?" tanya Ki Jagad Anila.


"Dengan menggabungkan ilmu kita, kita bisa saja masuk ke dalam kawah itu, adi Jagad Anila," jawab Ki Jagad Dahana, "Tetapi, dengan tingkat energi kita, kita hanya bisa sebentar berada di dalam kawah."


"Tetapi kita tidak tahu dengan tepat, titik jatuhnya, kakang," ujar Ki Jagad Anila lagi.


"Tetapi, apa boleh buat, kita harus mencoba menyelamatkan anak itu, karena bagaimanapun, anak itu adalah satu satunya pewaris ilmu kita, adi Jagad Anila !" lanjut Ki Jagad Dahana.


Kemudian mereka berdua bersiap untuk menggabungkan kedua tehnik mereka.


Tetapi, baru saja mereka akan memulai tehnik penggabungan, terjadi lonjakan suhu udara di atas kawah. Permukaan kawah yang selalu mengeluarkan asap panas, tiba tiba bertambah panas. Hawa panas di atas permukaan kawah itu disusul dengan gejolak di permukaan kawah. Lava pijar yang selalu bergerak, semakin bergolak hingga menimbulkan letupan lava pijar yang melesat naik.


Letupan lava pijar awalnya hanya sedikit dan berukuran kecil kecil serta tidak terlalu tinggi. Namun semakin lama, bergolaknya lava pijar semakin sering dan ukurannya bertambah besar dan luas serta letupan ke atasnya bahkan bisa mencapai setinggi bibir kawah.


Ki Jagad Dahana dan Ki Jagad Anila pun segera agak menjauh.


Saat letupan lava pijar semakin membesar dan mulai menimbulkan getaran yang terasa hingga punggung gunung, tiba tiba terjadi tetupan yang sangat besar hingga menimbulkan semburan lava pijar ke atas dan sangat tinggi.


Dari dalam semburan lava pijar itu, muncullah Lintang Rahina yang melesat cepat melayang ke atas, hingga melewati ketinggian letupan lava pijar.


Setelah berhenti meluncur ke atas, Lintang Rahina melesat ke arah Ki Jagad Dahana dan Ki Jagad Anila berdiri. Lintang Rahina dengan tubuh masih tetap dalam wujud api putih.


__________ 0 __________

__ADS_1


__ADS_2