Kekuatan Di Luar Tembok Keraton

Kekuatan Di Luar Tembok Keraton
Menyelamatkan Sekar Ayu Ningrum


__ADS_3

Dengan tingkat energinya sekarang, perjalanan yang bagi para pendekar pada umumnya ditempuh dalam dua - tiga hari, Lintang Rahina hanya membutuhkan waktu tidak sampai sehari.


Dengan petunjuk jalan dari Nyi Wilis, Lintang Rahina dengan mudah segera menemukan tempat tinggal Ni Sriti.


Lintang Rahina dan Nyi Wilis tiba di tempat Ni Sriti saat Ni Sriti sedang kembali berusaha membujuk Sekar Ayu Ningrum agar bersedia menjadi pewaris ilmu ilmunya.


Tetapi dengan cara apapun dibujuk oleh Ni Sriti, Sekar tetap menolak tawaran Ni Sriti.


Hingga ketika Lintang Rahina dan Nyi Wilis tiba di tempat Ni Sriti, yang membuat Ni Sriti terkejut.


Diam diam Ni Sriti sangat terkejut karena dia tidak bisa merasakan energi akan datangnya seseorang. Bahkan ketika Lintang Rahina dan Nyi Wilis tiba di depannya, untuk sesaat Ni Sriti tidak bisa merasakan getaran tingkat energi mereka.


Setelah Lintang Rahina melepaskan tangan Nyi Wilis, barulah Ni Sriti bisa merasakan tingkat energi Nyi Wilis.


"Kakang Lintang," Sekar Ayu Ningrum ingin berteriak. Tetapi yang keluar suaranya lemah.


Belum juga Lintang Rahina menjawab panggilan Sekar Ayu Ningrum, Ni Sriti sudah membentak.


"Siapa kau anak muda ? Berani beraninya kau datang ke tempat ini dan mengganggu urusanku !" tanya Ni Sriti dengan membentak.


"Aku adalah teman gadis yang kau tahan Nyi Sriti," jawab Lintang Rahina, "bebaskan gadis itu atau aku akan memaksamu untuk membebaskannya."


"Aaaa !!! Aaaaaaaa !!! " Ni Sriti berteriak, "aku bukan Nyi Sriti ! Panggil aku Ni Sriti !!!"


"Maaf, Bebaskan dia Ni Sriti !" kata Lintang Rahina mengulang permintaannya.


"Kau !!! Kau.... sekali lagi memanggilku Nyi Sriti, akan ku sumpal mulutmu dengan tongkat ini !!!" teriak Ni Sriti sambil mengambil tongkatnya yang berwarna putih pucat, dan diacung acungkan ke arah Lintang Rahina.


"Maaf den, biar saya yang membereskan nenek gila itu," kata Nyi Wilis kepada Lintang Rahina.


Nyi wilis langsung menyapok tongkat Ni Sriti dengan telapak tangan kanannya.

__ADS_1


Setelah itu Nyi Wilis langsung menyerang Ni Sriti dengan jurus cakarnya.


"Rasakan pembalasanku nenek gila !" teriak Nyi Wilis yang sudah menahan dendam sejak tadi.


"Kau yang akan kubuat menjadi harimau gila, dengan kupukul kepalamu memakai tongkat ini !" jawab Ni Sriti sambil menghindari datangnya serangan cakar dari Nyi Wilis dan membalas dengan gebukan dan tusukan tongkat.


Lintang Rahina membiarkan Nyi Wilis menghadapi Ni Sriti. Hal itu dimanfaatkan Lintang Rahina untuk memeriksa keadaan Sekar Ayu Ningrum.


Lintang melakukan beberapa totokan di beberapa bagian tubuh Sekar Ayu Ningrum. Kemudian Lintang Rahina menyalurkan tenaga dalamnya pada Sekar Ayu Ningrum melalui kedua telapak tangan Sekar Ayu Ningrum.


Sekar Ayu Ningrum merasakan masuknya energi hangat melalui kedua lengannya. Energi tersebut kemudian menyebar ke seluruh tubuh Sekar Ayu Ningrum.


Sesaat kemudian Sekar Ayu Ningrum merasakan energinya telah kembali pulih. Dia merasa seluruh badannya kembali segar dan energi dalam tubuhnya terasa menjadi meningkat.


Beberapa waktu kemudian Lintang Rahina menghentikan penyaluran energinya.


Sekar yang sudah bisa bergerak lagi, reflek berdiri dan meloncat memeluk Lintang Rahina.


Hal yang dirasakan Sekar Ayu Ningrum, beberapa kali terjadi. Setiap Lintang menyalurkan energinya, orang yang menerima penyaluran energinya merasakan peningkatan energi.


Hal itu bukan karena disengaja oleh Lintang Rahina. Tetapi disebabkan karena jenis energi milik Lintang Rahina tingkat kemurniannya hampir mencapai sempurna atau hampir seratus persen. Begitu energi Lintang yang disalurkan ke tubuh seseorang bercampur dengan energi orang itu, dalam pergerakan energi yang sudah tercampur itu di dalam tubuh seseorang, energi si penerima penyaluran energi itu menjadi bertambah tingkat kemurniannya. Sehingga orang itu merasakan peningkatan energi dalam tubuhnya. Dan memang sebenarnya peningkatan tingkat kemurnian energi juga berarti peningkatan besarnya atau tingkat energinya.


Demikian juga yang terjadi pada Sekar Ayu Ningrum saat ini.


Lintang Rahina tidak menduga Sekar Ayu Ningrum melompat dan memeluknya. Sehingga dengan canggung Lintang Rahina mengelus elus rambut Sekar Ayu Ningrum dengan tangan kanannya.


Beberapa saat kemudian Sekar Ayu Ningrum tersadar dengan apa yang dilakukannya.


Sekar Ayu Ningrum melepaskan pelukannya dengan muka yang memerah karena menahan rasa malu sambil berkata dengan gugup, " Ehh... maaf kakang Lintang."


"Adik ada yang terluka ?" tanya Lintang Rahina untuk menghilangkan kecanggungannya.

__ADS_1


Sekar Ayu Ningrum menjawab dengan menggelengkan kepalanya.


Hingga kemudian mereka berdua tersadar bahwa ada pertarungan di dekat mereka.


Nyi Wilis dengan jurus cakarnya bisa mengimbangi Ni Sriti. Hingga sampai saat ini pertarungan masih berjalan imbang.


Sebenarnya tingkat energi Nyi Wilis dan Ni Sriti seimbang. Tingkat ilmu silat mereka pun juga berimbang. Yang membuat Ni Sriti sangat menakutkan bagi lawan lawannya adalah kemampuan ilusinya yang bermacam macam. Dengan kombinasi ilmu silat dan ilusinya membuat Ni Sriti dengan mudah mengungguli lawannya yang tingkat energinya sama bahkan sedikit di atasnya.


Tetapi, kemampuan ilusi yang dimiliki Ni Sriti tidak terlalu berpengaruh bagi Nyi Wilis. Hal ini karena Nyi Wilis adalah bangsa siluman.


Setelah lebih dari setengah jam Nyi Wilis dan Ni Sriti saling bertukar serangan, mulai terlihat jika Nyi Wilis mulai bisa menguasai keadaan, dan tampak sedikit unggul dari Ni Sriti.


Hal itu karena tingkat kemurnian energi Nyi Wilis lebih tinggi dari Ni Sriti. Tingkat kemurnian energi itu berpengaruh pada daya tahan. Berpengaruh pada lamanya mempertahankan kestabilan nafas dan pengeluaran energi dan kemampuan mempertahankan kecepatan.


Hingga pada suatu kesempatan, serangan jari jari tangan kanan Nyi Wilis berhasil mengenai bahu kiri Ni Sriti.


Sreettt !!!


Ni Sriti melihat ke tempat jubahnya yang terkoyak.


"Haaaa .... manusia jadi jadian !" teriak Ni Sriti, "kau merusak jubahku ! Ku bunuh kau !"


Tiba tiba Ni Sriti merubah gerakannya. Tongkatnya dipegang di tengah tengahnya dengan kedua tangannya. Kemudian tongkat itu diputar makin lama makin kencang putarannya.


Tongkat yang berputar itu digerakkan ke kanan, ke atas, ke kiri dan terus diulang ulang. Dari putaran tongkat itu muncul pusaran angin yang cukup besar. Setelah pusaran angin yang muncul gerakan putarannya sudah cukup cepat, Ni Sriti melepaskan tongkat yang tetap berputar itu. Tongkat itu meluncur cepat mengarah ke posisi Nyi Wilis berada.


Ketika Nyi Wilis akan menangkis datangnya tongkat yang berputar itu, tiba tiba tongkat itu berhenti meluncur karena ada yang menahannya.


Blaarrrr !!!


Ketika tongkat yang meluncur dengan berputar itu tinggal berjarak dua meter dari posisi Nyi Wilis, Lintang Rahina mengibaskan tangan kanannya dan kemudian meluncur secarik sinar berwarna kuning keemasan menuju kearah datangnya tongkat yang kemudian bertemu di udara dan mengakibatkan ledakan.

__ADS_1


__ADS_2