
Pada suatu malam, beberapa hari setelah keluar dari Kerajaan Gaib, Lintang Rahina keluar untuk melihat keadaan sekitarnya, setelah beberapa saat yang lalu, dia sempat merasakan getaran energi siluman yang sangat kuat, walaupun hanya sesaat.
Lintang Rahina dan Sekar Ayu Ningrum memang tetap tinggal di Parangtritis, menempati rumah yang ditinggal pergi Ki Ageng Arisboyo untuk membantu perjuangan Kanjeng Panembahan Senopati.
Di tepi pantai, Lintang Rahina mencoba mencari arah getaran energi siluman itu menghilang.
Lintang Rahina mencoba mencari ke arah barat, namun dia tidak merasakan kehadiran energi siluman di tempat itu.
Kemudian, Lintang Rahina melesat ke arah timur, untuk merasakan dan menangkap getaran energi siluman yang sempat dia rasakan.
Ketika sampai agak jauh di ujung timur Pesisir Parangtritis, kembali Lintang Rahina merasakan sekelebatan getaran energi siluman dari arah timur.
Maka, Lintang Rahina pun melesat ke atas dan terbang ke arah timur untuk memastikan keberadaan energi siluman itu.
Walaupun hanya samar samar, Lintang Rahina tetap bisa merasakan munculnya getaran energi siluman, yang bergerak ke arah timur.
Lintang Rahina pun menambah kecepatannya untuk dapat memperpendek jarak, namun, energi siluman itu juga bergerak dengan sangat cepat ke arah timur.
Setelah beberapa lama Lintang Rahina mengejar, akhirnya dia bisa melihat jauh di arah timur, sebuah bayangan yang melayang di atas air samudra.
Bayangan tubuh itu telihat melayang pelan membelakanginya, menampakkan lekuk lekuk tubuh perempuan yang terlihat menawan.
Belum sempat Lintang Rahina berucap, perempuan itu menghentikan gerak melayang tubuhnya sambil membalikkan badan. Terlihat di depan Lintang Rahina, seorang perempuan berwajah cantik dan matang, yang tergambar dengan lekuk lekuk tubuhnya yang sempurna dan memikat hati.
"Dewi Gayatri ? Apa maksud semua ini ?" tanya Lintang Rahina yang terkejut begitu mengetahui, jika getaran energi siluman itu ternyata berasal dari energi Dewi Gayatri. Selain itu, Lintang Rahina merasakan, Dewi Gayatri masih menyembunyikan banyak kemampuannya.
"Anak manusia, atau mungkin aku memanggilmu dengan nama ?" tanya balik Dewi Gayatri.
"Terserah kau hendak memanggilku apa," jawab Lintang Rahina.
Dewi Gayatri sebenarnya masih sangat penasaran dengan tingkat kemampuan Lintang Rahina. Seorang anak manusia yang tingkat energinya bisa mengimbanginya. Selain itu, ada hal yang membuatnya kagum dengan Lintang Rahina. Dihadapan Ratu Naga Wilis Kencana, Lintang Rahina tidak menampakkan rasa jerih sedikitpun.
"Anak manusia, aku menantangmu bertarung, hingga seberapa tinggi tingkat energi dan kemampuan kita. Tapi bukan berarti kita bermusuhan !" kata Dewi Gayatri.
"Dewi Gayatri, apapun bentuk tantanganmu, akan aku layani, selama itu tidak mengganggu berlangsungnya perjuangan Kanjeng Panembahan Senopati," jawab Lintang Rahina.
"Kamu jangan khawatir, anak manusia. Itu semua sudah diatur oleh Kanjeng Ratu Naga Wilis Kencana," kata Dewi Gayatri lagi.
"Apa maksud sudah diatur oleh Ratu Naga Wilis Kencana ? Dan apa tujuan dari pertarungan ini ?" tanya Lintang Rahina.
"Nanti akan aku sampaikan semuanya, setelah aku mengetahui kemampuanmu yang sebenarnya !" jawab Dewi Gayatri.
Kemudian, dari dalam tubuh Dewi Gayatri, keluar getaran energi yang sangat besar. Bahkan lebih besar lagi dibanding saat bertarung melawan Lintang Rahina.
__ADS_1
Melihat perempuan siluman ular di depannya mengeluarkan energi yang sangat besar, Lintang Rahina pun mengimbanginya dengan mengeluarkan energinya.
Dengan cepat, seluruh tubuh Lintang Rahina diselimuti oleh butiran sinar kuning keemasan.
Tiba tiba, Dewi Gayatri mengangkat kedua tangannya ke depan dilanjutkan dengan mendorong kedua telapak tangannya ke depan. Seketika, dari air laut di depan Lintang Rahina muncul ombak besar dan terangkat tinggi ke atas, kemudian dengan cepat ombak itu menghantam Lintang Rahina yang melayang tepat di depannya.
Melihat serangan yang tidak diduga itu, Lintang Rahina menggerakkan kedua lengannya ke kiri dan ke kanan, tepat saat ada dua ombak yang menghantam tubuhnya.
Dbuuummm ! Byuuurrr !
Terdengar suara benturan yang sangat keras. Terlihat posisi tubuh Lintang Rahina yang tidak berubah. Hal itu membuat Dewi Gayatri terkejut dan semakin kagum dengan Lintang Rahina, yang mampu menepis serangannya.
Karena, serangan ombak tadi bukanlah sekedar ombak biasa, namun, ombak yang sudah dialiri energi yang sangat tinggi. Sehingga apabila mengenai lawannya dan lawannya tidak mampu menahan, tubuhnya akan hancur seperti terkena ribuan pukulan pada seluruh tubuhnya.
Kemudian,dengan bergerak memutar mengelilingi Lintang Rahina, Dewi Gayatri membuat gerakan seperti gerakan memukul dan menendang ke arah Lintang Rahina.
Tiba tiba, dari setiap gerakan memukul ataupun menendang itu, dari air laut keluar gumpalan air laut sebesar kepala orang dewasa yang dari bawah melesat dengan sangat cepatnya ke arah Lintang Rahina.
"Memang bukan mitos belaka, kalau memang dialah yang mengendalikan ombak di perairan selatan ini !" kata Lintang Rahina dalam hati.
Kemudian, dengan gerakan yang juga sangat cepat, Lintang Rahina melayang menghindari gempuran bola bola air yang datang bertubi tubi. Ada beberapa bola air yang kembali hancur ditangkis. Hal itu kembali menimbulkan suara ledakan berkali kali.
Dbaaammm ! Dbaaammm ! Dbaaammm !
Kemudian, Dewi Gayatri memainkan jurus jurus serangannya. Dari setiap gerakan jurus yang dia mainkan, melesat dengan sangat cepatnya gumpalan gumpalan air dari kedua telapak tangannya dan dari kedua kakinya. Kali ini, dalam setiap gumpalan air yang meluncur, terlihat jelas mengandung energi yang sangat besar.
Gumpalan gumpalan air itu meluncur cepat dan menghantam seluruh tubuh Lintang Rahina.
Dhaaasss ! Dhaaasss ! Dhaaasss !
Dhas dhas dhas dhas !
Lintang Rahina memutar kedua tangannya, menangkis setiap gumpalan air laut yang datang ke arahnya. Namun kali ini, terlihat tubuh Lintang Rahina terdorong mundur beberapa langkah.
"Pfuhhh ! Sungguh jumlah energi yang seperti tidak ada habisnya !" kata Lintang Rahina dalam hati.
Sementara itu, Dewi Gayatri juga sebenarnya terkejut dengan tingkat energi Lintang Rahina yang masih bisa mengimbanginya.
"Sebenarnya, seberapa besar tingkat energi yang dimiliki anak ini. Dia bahkan masih mampu bertahan dan seperti tidak terpengaruh dengan serangan seranganku !" gumam Dewi Gayatri.
Kemudian, Dewi Gayatri kembali bergerak mengitari Lintang Rahina. Masih dengan air laut yang seperti tersedot ke arah tubuhnya, Dewi Gayatri memainkan jurus jurusnya. Merasa jurus jurus yang dia gunakan tadi berhasil membuat Lintang Rahina terdorong mundur, Dewi Gayatri kembali mengulang tehnik menyerang jarak jauhnya.
Kembali lagi air laut yang mengandung energi yang sangat tinggi, menyembur dari kedua telapak tangan dan telapak kakinya menuju ke arah Lintang Rahina.
__ADS_1
Melihat Dewi Gayatri menggunakan lagi jurus dan tehnik serangan yang sama, Lintang Rahina merubah tehniknya.
Kali ini Lintang Rahina menggabungkan tehnik Puspa Nagari dengan jurus Sindhung Arina yang diajarkan oleh Ki Jagad Anila.
Terlihat butiran sinar kuning keemasan membentuk pusaran angin yang bergerak mengelilingi tubuh Lintang Rahina.
Ketika semburan air yang keluar dari kedua telapak tangan dan telapak kaki Dewi Gayatri mendekat ke arahnya, Lintang Rahina memapakinya dengan menghadang dan menahannya dengan telapak tangannya yang terbuka.
Bertemunya semburan air yang penuh mengandung energi dengan kedua telapak tangan Lintang Rahina yang mengeluarkan energi angin menimbulkan ledakan ledakan keras yang membuat semburan air itu pecah menyebar terdorong angin yang keluar dari telapak tangan Lintang Rahina.
Blaaarrr ! Blaaarrr !
Dbaammm ! Dbaaammm ! Dbaaammm !
Tidak hanya menghindar dan menangkis, Lintang Rahina pun mulai membalas menyerang. Dengan bergerak melayang mengikuti arah melesatnya Dewi Gayatri, Lintang Rahina membuat pusaran pusaran angin di setiap tempat yang dia lewati. Gerakan pusaran angin di banyak tempat itu, membuat permukaan air laut bergolak dan bergerak liar. Selain itu, setiap berbenturan dengan pusaran angin yang dibuat Lintang Rahina, membuat semburan air yang keluar dari kedua telapak tangan dan kaki Dewi Gayatri berbelok arah dan kembali masuk ke dalam air laut.
Dbuuurrr ! Dbuuurrr ! Dbuuurrr !
Dengan gerakan melayang mengikuti arah melesatnya Dewi Gayatri, Lintang Rahina berusaha semakin mendekat ke arah Dewi Gayatri. Dalam beberapa waktu, Dewi Gayatri belum menyadari betapa posisi Lintang Rahina semakin dekat dengan dirinya.
Hingga suatu ketika, ketika mereka berdua dalam posisi sejajar dan saling berhadapan, Lintang Rahina mempercepat gerakannya. Tubuhnya melesat dengan sangat cepat mendekatke arah Dewi Gayatri.
Dengan cepat pukulan tangan kanan Lintang Rahina melesat ke arah dada Dewi Gayatri.
Melihat serangan yang sangat cepat itu, tidak ada pilihan bagi Dewi Gayatri selain mengadu pukulan. Kepalan tangan kanan Lintang Rahina yang penuh dengan energi angin yang berpusar, yang meluncur deras ke arahnya, dipapakinya dengan kepalan tangan kanannya yang juga menyemburkan air laut yang mengandung energi yang sangat besar.
Sesaat kemudian, terdengar ledakan yang sangat keras.
Blaaarrr !!!
Tubuh Lintang Rahina dan Dewi Gayatri sama sama terlempar ke belakang.
Ledakan karena benturan energi itu, juga membuat air laut di sekeliling mereka tersibak ke segala arah hingga membentuk lingkaran kubah air yang sangat tinggi.
Tubuh Lintang Rahina dan Dewi Gayatri yang meluncur deras ke belakang, menabrak dan menembus lingkaran kubah air itu, hingga tubuh mereka berdua berhenti meluncur di luar lingkaran kubah air itu.
Dengan nafas yang sedikit terengah, Dewi Gayatri menatap tajam Lintang Rahina yang melayang jauh di depannya.
"Sungguh anak manusia dengan tingkat energi yang sudah sangat tinggi dan sulit diukur ! Pantas saja Kanjeng Ratu Naga Wilis Kencana berusaha menghindari bentrok dengan anak manusia yang satu ini !" kata Dewi Gayatri pelan.
"Tapi aku tidak mungkin kalah dengan anak manusia itu !" teriak Dewi Gayatri sambil kemudian tubuhnya melesat ke atas dan kemudian meluncur ke arah Lintang Rahina.
__________ 0 __________
__ADS_1