Kekuatan Di Luar Tembok Keraton

Kekuatan Di Luar Tembok Keraton
Ni Sriti


__ADS_3

Begitu masuk ke suatu ruangan yang agak luas dan pengap karena asap dupa yang terlihat mengepul di salah satu sudut ruangan, telah menunggu Ni Sriti sambil duduk di tempat duduk dari batu.


Wajahnya masih menampakkan gurat gurat kecantikannya. Kulitnya putih kekuningan. Bibirnya bergincu merah tebal. Kelopak matanya agak sedikit menghitam. Telinganya beranting anting besar terbuat dari emas. Rambutnya masih tampak hitam legam, terurai ke belakang dengan ikat kepala mulai dari dahi hingga ke belakang. Kuku kuku tangannya panjang dan menghitam. Berpakaian seperti seorang ratu, berwarna hitam dengan sulaman sulaman benang emas.


Ada rumor yang beredar di kalangan orang orang dunia persilatan yang kenal dekat dengan Ni Sriti.


Konon dulunya Ni Sriti adalah seorang putri raja dari kerajaan yang menyatakan tunduk pada kerajaan Majapahit. Waktu masih sebagai putri raja, namanya bukan Ni Sriti. Tetapi siapa nama aslinya, tidak ada yang mengetahuinya.


Saat itu Ni Sriti sangat terkenal dengan kecantikannya. Bahkan disebut sebut sebagai wanita tercantik seantero kerajaan. Selain cantik, Ni Sriti muda juga terkenal sakti dalm hal ilmu beladiri. Sehingga tidak ada pemuda yang bisa menarik perhatiannya. Sampai dengan kerajaan ayahnya tunduk pada kerajaan Majapahit.


Sebagai bukti pernyataan tunduk itu dan sebagai pengikat hubungan kedua kerajaan, Ni Sriti diserahkan kepada raja Majapahit Prabu Brawijaya untuk diperistri sebagai selir.


Ni Sriti yang saat itu masih gadis muda sebenarnya sudah mengetahui kalau raja Majapahit Prabu Brawijaya sudah berusia setengah baya dan sudah mempunyai banyak selir.


Tetapi karena demi kepentingan kerajaan ayahnya, juga karena tahu kalau Majapahit adalah kerajaan besar dan terutama mendengar kabar kalau Prabu Brawijaya seorang raja yang sakti, maka Ni Sriti bersedia untuk diperistri Prabu Brawijaya.


Akhirnya Ni Sriti dengan membawa harapan besar dari ayahnya dan seluruh rakyatnya, dia melakukan perjalanan ke kerajaan Majapahit dengan diantar rombongan dari kerajaannya dan kemudian dijemput utusan dari Majapahit yang saat itu dipimpin oleh Ki Jiwo dan Ki Brata dari pasukan prajurit elite kepercayaan Prabu Brawijaya.


Sesampainya di istana kerajaan Majapahit, bukannya disambut meriah dengan upacara kerajaan, tetapi mendapatkan kabar kalau Prabu Brawijaya baru saja meninggalkan istana. Saat itu, selain yang ajak oleh Prabu Brawijaya, tidak ada yang mengetahui kemana perginya Prabu Brawijaya dan rombongannya.


Mendengar hal tersebut, Ni Sriti muda sangat terkejut dan mengalami kebingungan yang luar biasa.


Ni Sriti merasa malu untuk kembali ke kerajaan ayahnya. Merasa tidak bisa mewujudkan harapan ayahnya dan seluruh rakyat kerajaan ayahnya. Hancur juga harapannya untuk menjadi istri seorang raja besar raja Majapahit. Disatu sisi, merasa tertipu oleh kerajaan Majapahit.


Begitu besarnya tekanan batin yang menimpanya, perasaan Ni Sriti bergejolak dan puncaknya keluar kemarahannya. Ni Sriti berteriak keras. Tanpa sadar dalam kemarahannya, Ni Sriti mengeluarkan kesaktiannya yang istimewa, mirip orang yang ahli sihir.

__ADS_1


Setelah memporak porandakan sekitarnya dan melukai banyak orang, Ni Sriti berlari cepat keluar dari istana dengan tidak ada satupun orang yang bisa menahannya dan tidak ada satu orangpun yang mengetahui ke mana Ni Sriti pergi.


Berpuluh puluh tahun tidak diketahui keberadaannya oleh orang banyak, dilandasi perasaan kecewa, malu dan sakit hati, tanpa sadar Ni Sriti mengembangkan ilmu kesaktiannya melenceng ke arah ilmu sesat.


Hingga suatu saat, Ki Jiwo yang sedang mengembara ke tlatah wetan, bertemu di suatu lereng gunung Semeru yang ternyata menjadi tempat tinggalnya.


Ki Jiwo bisa mengenalinya wajah dan pakaian yang dikenakannya.


Kemudian Ki Jiwo mencari Ki Brata dan mengajaknya untuk menemui Ni Sriti.


Tetapi Ni Sriti sampai sekarang sudah tidak mau mendengar ataupun mendapatkan pertanyaan tentang gagalnya dia menjadi istri raja Majapahit Prabu Brawijaya. Karena hal tersebut akan membuatnya marah besar dan murka.


Begitulah hingga sekarang, Ki Jiwo dan Ki Brata kenal baik dengan Ni Sriti.


---


"Makanya kami datang kesini hendak minta pertolongan Ni Sriti," jawab Ki Jiwo.


Ki Jiwo dan Ki Brata menjelaskan maksud kedatangan mereka setelah Ki Brata meletakkan Sekar Ayu Ningrum di kursi batu yang agak panjang.


Sekar Ayu Ningrum sebenarnya sudah siuman, tetapi karena masih ditotok sehingga tidak bisa bergeram dan bersuara.


"Ni Sriti, sebenarnya kami ingin minta bantuan. Harap Ni Sriti bantu kami untuk menjadikan siluman yang kami bawa menjadi aura senjata kami,' kata Ki Jiwo menjelaskan tujuan kedatangannya, "dan sebagai ucapan terimakasih kami, kami bawakan hadiah untuk Ni Sriti, sesuatu yang disukai Nu Sriti."


Ki Jiwo menunjuk Sekar Ayu Ningrum yang tergeletak tak berdaya.

__ADS_1


Ni Sriti melihat ke arah Sekar Ayu Ningrum. Dengan melihat saja Ni Sriti bisa merasakan dan menilai keadaan Sekar Ayu Ningrum.


"Hih hi hi hi hi.... Benar benar masih murni dan segar," Ni Sriti berkata dengan perasaan senang, "Ki Jiwo dan Ki Brata sangat tahu seleraku."


---


Keesokan harinya Ni Sriti mengajak Ki Jiwo dan Ki Brata mencari hal hal yang dibutuhkan untuk pelaksanaan ritual memasang aura siluman pada senjata pusaka.


Mereka bertiga menangkap gagak hitam, menangkap kelelawar yang berwarna hitam, mencari jamur panca warna, mengambil air dari mata air sumur belerang, mencari rumput batu dan masih beberapa yang harus mereka cari. Hingga pencarian bahan bahan untuk ritual itu memakan waktu lima hari. Karena Ni Sriti mencari sekalian barang barang yang dibutuhkan untuk ritualnya sendiri.


Lima hari kemudian, setelah semua bahan bahan yang dibutuhkan untuk ritual Ki Jiwo dan Ki Brata, dan juga bahan bahan untuk ritual dirinya telah terkumpul semua, Ni Sriti mengajak mereka untuk meracik dan menyiapkan barang barang keperluan ritual.


Mereka meracik semua bahan dengan hati hati dan pelan pelan, sambil menunggu datangnya bulan purnama.


Berdasarkan perhitungan Ni Sriti, bulan purnama akan tiba tiga hari lagi.


Selain menyiapkan semua perlengkapan yang dibutuhkan dalam ritual, Ni Sriti juga merawat Sekar Ayu Ningrum dengan perawatan seperti seorang putri keraton. Karena bagaimanapun, Ni Sriti dulunya adalah putri keraton, sehingga punya pengalaman dalam perawatan tubuh baik dari dalam maupun dari luar.


Ni Sriti membuat ramuan ramuan untuk diminum oleh Sekar Ayu Ningrum. Dibuatnya juga ramuan ramuan untuk lulur kulit dan wajah dan juga untuk campuran air mandi.


Walaupun semua perawatan itu dikerjakan oleh Ni Sriti dalam keadaan Sekar Ayu Ningrum tertotok.


Awalnya Ni Sriti hendak memakai Sekar Ayu Ningrum sebagai tumbal ritualnya.


Tetapi entah mengapa, setelah melihat kecantikan Sekar Ayu Ningrum, merasakan auranya dan energinya, Ni Sriti menjadi tidak tega dan muncul perasaan sayang pada Sekar Ayu Ningrum.

__ADS_1


Apalagi melihat Sekar Ayu Ningrum yang diam saja tidak memperlihatkan reaksi yang meluap luap. Ni Sriti jadi teringat masa mudanya saat di istana ayahnya, yang selalu menurut pada apa yang dititahkan ayahnya padanya.


\_\_\_ 0 \_\_\_


__ADS_2