Kekuatan Di Luar Tembok Keraton

Kekuatan Di Luar Tembok Keraton
Persaingan Dua Gadis Cantik Lagi


__ADS_3

Karena serangan serangan Galuh Pramusita dan Ni Sriti yang kena sasaran seolah tidak berdampak apa apa pada Arga Manika, maka Galuh Pramusita berganti mengadu pukulan.


Saat lengan dengan kepala ular menyerangnya, Galuh Pramusita memapaki dengan pukulan tangan kiri.


Blarrr !!!


Lengan dengan kepala ular itu terpental ke belakang dengan kondisi kepala ular hancur.


Sementara Galuh Pramusita terjajar ke belakang dua langkah.


Bersamaan dengan serangan Galuh Pramusita, Ni Sriti juga mengadu energi. Benang benangnya menggabung menjadi satu hingga membentuk seperti selendang.


Ctarrr !!!


Blarrr !!!


Terjadi benturan energi antara gabungan benang Ni Sriti dengan telapak tangan kanan Arga Manika tang berjari dan berkuku panjang.


Telapak tangan itu berlubang dan kemudian hancur berantakan.


Ni Sriti terpental ke belakang dengan posisi membungkuk saat satu bola api dari tangan kiri Arga Manika mengenai perutnya.


Saat itulah Lintang Rahina dan Sekar Ayu Ningrum mendekati tempat pertempuran dan melihat Ni Sriti dan Galuh Pramusita agak keteter.


Lintang Rahina baru saja hendak menoleh dan berkata pada Sekar Ayu Ningrum, ketika tiba tiba dirasakan kesiur angin.


Terlihat Sekar Ayu Ningrum sudah melesat ke arah Ni Sriti.


"Nini .... !" teriak Sekar Ayu Ningrum sambil menangkap punggung Ni Sriti sehingga Ni Sriti terhenti terdorong ke belakang.


Ni Sriti jatuh terduduk, di kedua sudut bibirnya mengalir darah.


Sambil melihat ke arah Sekar Ayu Ningrum yang berdiri di sampingnya, Ni Sriti berusaha berdiri. Tetapi, tiba tiba Ni Sriti memuntahkan darah segar dari mulutnya.


Sekar Ayu Ningrum segera menangkap tubuh Ni Sriti sehingga tidak terjatuh.


"Kau sudah datang nduk," kata Ni Sriti pelan dan kemudian pingsan.


Lintang Rahina yang sedang mengamati pertarungan dan baru saja hendak membantu Galuh Pramusita, dikejutkan oleh teriakan Sekar Ayu Ningrum.


"Kakang Lintang, tolong kau jaga Ni Sriti !" teriak Lintang Rahina sambil melesat ke arah Arga Manika.

__ADS_1


Sambil menghunus pedangnya dan kemudian mencecar Arga Manika dengan lesatan energi transparan berbentuk ujung pedang, Sekar Ayu Ningrum berteriak, "Heiii, perempuan, bisamu apa, kenapa tidak kau jaga Ni Sriti dengan baik ?"


Galuh Prmusita yang baru saja beradu energi dengan Arga Manika, melihat ke arah Sekar Ayu Ningrum sambil melotot.


"Hei perempuan, kemana saja kau selama ini ? Bersembunyi ya ?" jawab Galuh Pramusita.


Galuh Pramusita diam diam merasakan perbedaannya. Menghadapi Arga Manika bersama sama dengan Sekar Ayu Ningrum memang hasilnya lain. Mereka berdua bisa mendesak Arga Manika.


Sementara Sekar Ayu Ningrum dalam hati mengakui pesatnya peningkatan kemampuan dan energi Galuh Pramusita.


Demikian juga Lintang Rahina yang sejak tadi sudah menyaksikan kemampuan Galuh Pramusita.


Arga Manika yang dikeroyok oleh Galuh Pramusita dan Sekar Ayu Ningrum, menambah aliran energinya. Dari pangkal lengan kanannya, terdengar ledakan lagi.


Blarrr !!!


Tiba tiba lengan kanan Arga Manika bertambah lagi menjadi empat. Masing masing lengan mempunyai wujud telapak tangan yang berbeda beda. Sekarang bertambah berkepala singa dan berbentuk palu besar.


Sekar Ayu Ningrum dan Galuh Pramusita segera menggerakkan pedangnya untuk menyerang keempat wujud tangan kanan Arga Manika.


Tasss ! Tasss ! Tasss ! Tasss !


Hal itu terjadi berkali kali. Setiap ada lengan kanan Arga Manika yang putus, tidak berapa lama akan tumbuh kembali.


Bahkan Arga Manika masih bisa dengan leluasa menyerang dengan bola bola api dari tangan kirinya.


Hingga kemudian terjadi ledakan lagi pada pangkal lengan kanan Arga Manika saat dia menambah aliran energi ke tangan kanannya.


Tiba tiba keempat tangan kanan Arga Manika berubah menjadi menyala merah kehitaman. Selain itu juga bertambah besar dan panjang.


Kemudian keempat lengan kanan Arga Manika bergerak sendiri sendiri meliuk liuk mengarahkan serangan ke Sekar Ayu Ningrum dan Galuh Pramusita.


Kedua gadis cantik itupun sama sama meningkatkan aliran energinya, dan memudian kembali pedang mereka beradu dengan keempat lengan kanan Arga Manika.


Kali ini, keempat lengan kanan Arga Manika tidak putus ataupun meledak setiap terkena pedang ataupun lesatan energi berbentuk pedang milik kedua gadis itu. Tetapi hanya terbelah dan kemudian menyatu lagi.


Melihat hal itu terjadi berkali kali, Lintang Rahina berkata pelan, tetapi seperti terdengar dekat di telinga kedua gadis itu.


"Adik Galuh, adik Sekar, serang tubuhnya, jangan terfokus dan terpancing dengan keempat lengan kanannya," kata Lintang Rahina.


Sekar Ayu Ningrum dan Galuh Pramusita sesaat tertegun dengan perkataan Lintang Rahina.

__ADS_1


Benar, mereka terlalu fokus pada lengan kanan Arga Manika.


Akhirnya sambil kembali meningkatkan aliran energinya, kedua gadis cantik itu berganti mencecar tubuh Arga Manika dengan pedang mereka.


Kedua gadis cantik itu seolah sedang berlomba memamerkan ilmu pedang mereka pada Lintang Rahina.


Sekar Ayu Ningrum bertubi tubi melesatkan serangan energinya yang berwujud ujung pedang putih transparan ke arah lengan kanan Arga Manika, disusul tusukan ataupun tebasan pedang ke arah bagian tubuh Arga Manika. Terkadang diselingi dengan tangan kirinya yang beradu energi dengan tangan kiri Arga Manika.


Demikian juga Galuh Pramusita. Lesatan serangan energinya berwujud ujung pedang yang berwarna merah menyala berkali kali mengenainlengan kanan Arga Manika, kemudian disusul dengan serangan pedang ke arah bagian tubuh Arga Manika.


Menghadapi berondongan dua jenis serangan yang hampir serupa, akhirnya Arga Manika pontang panting juga.


Sementara itu, setelah melihat kedua gadis itu bisa mengatasi Arga Manika, Lintang Rahina beralih untuk membantu mengobati luka luka Ni Sriti.


Sedangkan kedua gadis cantik itu kembali saling berkata.


"Hei perempuan, kalau kau takut terluka terkena pedangku, kau mundur saja !" teriak Galuh Pramusita sambil melirik ke arah Sekar Ayu Ningrum.


Sementara Sekar Ayu Ningrum juga tidak mau kalah.


"Hei perempuan gunung, kalau kemampuanmu hanya begitu, paka saja pedangmu untuk memotong sayuran !" balas Sekar Ayu Ningrum.


Arga Manika yang walaupun jiwanya sudah menyatu dengan Mahagni, tetapi dia masih sepenuhnya mengendalikan tubuhnya. Sehingga dia masih bisa berpikir dan menilai keadaan.


Perlahan lahan tapi pasti, dirinya semakin terdesak oleh serangan kedua gadis cantik itu.


Arga Manika sangat jengkel karena sangat sulit untuk membalas menyerang, karena selalu dicecar serangan beruntun dari kedua gadis cantik itu. Sedangkan kalau tetap bertahan seperti itu, energinya lambat laun akan habis. Dia tidak mau kalah disitu apalagi mati disitu sebelum tujuannya tercapai.


Arga Manika pun bertambah geram, karena disitu juha ada Lintang Rahina.


Arga Manika masih mencoba tetap bertahan sambil melihat keadaan.


Melihat Lintang Rahina sedang fokus menyembuhkan luka dalam Ni Sriti, dan melihat kedua gadis cantik lawannya itu kadang seperti dua orang yang sedang bertengkar sehingga menjadi kurang fokus pada keadaan, Arga Manika kembali menambah aliran energinya ke pangkal lengannya. Muncullah satu lagi lengan kanan dengan beberapa bola bola api di telapaknya.


Arga Manika mencoba menahan serangan pedang kedua gadis cantik itu dengan keempat lengan kanannya. Dia tidak peduli apapun yang terjadi dengan keempat lengan kanannya.


Arga Manika memilih untuk membalas menyerang dengan bola bola api dari tangan kirinya dan lengan kanannya yang kelima.


Ketika kedua gadis cantik itu meloncat menghindar, Arga Manika segera melesat cepat pergi dari tempat itu.


___0___

__ADS_1


__ADS_2