Kekuatan Di Luar Tembok Keraton

Kekuatan Di Luar Tembok Keraton
Kecurangan Ki Rekso


__ADS_3

Setiap serangan jarum beracun Ki Rekso, runtuh begitu mengenai tubuh Lintang Rahina. Pukulan tangan merahnya juga selalu bisa ditangkis oleh Lintang Rahina.


Sehingga Lintang Rahina memfokuskan pada serangan tongkatnya.


Sebentar saja, belum sampai dua puluh jurus, Ki Rekso sudah kuwalahan menghadang setiap serangan Lintang Rahina.


Diam diam Ki Rekso terkejut bukan main, melihat peningkatan ilmu silat pemuda yang menjadi lawannya itu.


Dulu saat Ki Rekso menyelamatkan Warok Bandring Saloka, kekuatan dan kecepatan Lintang Saloka masih sedikit di bawahnya.


Tetapi dalam pertemuannya kali ini, tingkat tenaga dalam dan kecepatan Lintang Rahina sudah jauh di atasnya. Bahkan tubuhnya sudah tidak bisa ditembus dengan serangan jarum beracunnya.


Dalam pertarungan tingkat tinggi seperti sekarang ini, lengah sedikit saja bisa berakibat fatal.


Seperti halnya saat ini, ketika Ki Rekso terkejut dan berpikir tentang peningkatan kekuatan lawannya, sehingga sesaat saja terjadi pelambatan gerakan Ki Rekso.


Hal ini bisa dilihat jelas oleh Lintang Rahina.


Dengan sedikit menambah kecepatan dan aliran tenaga dalamnya, sambil bergerak ke arah kiri, Lintang Rahina melepaskan tiga kali serangan energi sebesar tongkat yang dia pakai senjata secara beruntun.


Karena masih dalam keterkejutannya, Ki Rekso sedikit terlambat dalam menghindar. Dua serangan energi berhasil dihindari dengan bergerak ke arah belakang. Tetapi datangnya serangan energi yang ke tiga Ki Rekso sudah tidak sempat menghindar dan terpaksa menangkis dengan sapokan lengan kanannya.


Taakkk !!


Walaupun bisa menangkis datangnya serangan energi, karena kalah cepat dan kalah kuat, Ki Rekso tetap terdorong mundur beberapa langkah.


Saat itulah Lintang Rahina sudah berada dekat sekali dengan Ki Rekso dan tongkatnya sudah mengarah ke leher Ki Rekso yang sudah tidak bisa menghindar.


Taakkk !!! Sreetttt !!! Bugggh !!!


Tongkat ranting Lintang Rahina yang hampir mengenai leher Ki Rekso, berhasil ditangkis dan dibelokkan oleh keris Ki Pratanda yang sejak tadi sudah bersiap untuk terjun ke dalam pertarungan, menunggu saat yang tepat.


Walaupun berhasil menangkis, tetapi tetap saja Ki Pratanda terdorong mundur sampai lima langkah lebih. Kerisnya terlepas dari genggamannya dan terkena daya dorong ke bawah, meluncur cepat dan menancap di tanah.


Begitu tongkatnya tidak mengenai sasaran, Lintang Rahina segera menyambung dengan tendangan kaki kiri ke dada Ki Rekso, yang ditangkis Ki Rekso dengan menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Sehingga Ki Rekso juga terhuyung huyung mundur beberapa langkah.

__ADS_1


Walaupun wajahnya memucat karena diam diam sekujur tubuhnya bergetar akibat menangkis tendangan Lintang Rahina, Ki Rekso tetaplah tokoh tua yang banyak pengalamannya dalam pertarungan. Sehingga walaupun terdesak, tetap bisa berpikir jernih dan membaca situasi.


Dengan cepat otak Ki Rekso berpikir. Kalau pertempuran diteruskan, pihaknya akan kalah dan bisa bisa mereka bertiga terluka.


Sekilas Ki Rekso melirik ke pertempuran yang lain antara Ki Kawungka menghadapi Sekar Ayu Ningrum. Keadaannya tidak jauh berbeda. Di luar dugaan mereka, Ki Kawungka bisa terdesak oleh Sekar Ayu Ningrum.


Akhirnya terlintas suatu ide dalam pikiran Ki Rekso.


"Ki Pratanda, tolong kamu tahan sebisa mungkin anak muda itu," kata Ki Rekso, "aku akan melakukan sesuatu yang bisa menyelamatkan kita."


Ki Pratanda belum mengerti apa yang akan dilakukan Ki Rekso, tetapi dia tetap mengangguk mengiyakan.


Lintang yang serangannya bisa ditangkis oleh Ki Pratanda, segera bergerak kembali dan menyerang Ki Pratanda.


Dengan jurus 'Ranting Pemungut Sampah' nya, Lintang segera bisa mendesak Ki Pratanda dan menghujani dengan serangan energi dan pukulan tongkatnya.


Ki Pratanda sudah terkena beberapa kali serangan energi yang membuat rasa nyeri dan kaku pada gerakannya. Wajahnya sudah pucat menahan rasa nyeri di beberapa bagian tubuhnya dan sesak pada dadanya. Lintang Rahina melesat cepat ke arah Ki Pratanda untuk melancarkan serangan terakhirnya. Tongkatnya sudah mengarah ke dada Ki Pratanda.


Saat itulah Ki Rekso bergerak menjalankan rencananya.


Sekar Ayu Ningrum yang sedang terfokus melancarkan serangannya ke Ki Kawungka, tidak menduga sama sekali kalau akan diserang oleh Ki Rekso secara licik, sehingga tidak mengetahui datangnya serangan jarum beracun.


Lintang Rahina yang sedang mengarahkan serangan tongkatnya pada Ki Pratandaa, sangat terkejut melihat kelicikan Ki Rekso.


"Orang tua licik !" umpat Lintang, "tak punya malu membokong lawan dari belakang."


Lintang Rahina bisa melihat serangan jarum beracun milik Ki Rekso, karena Lintang Rahina selalu mengawasi jalannya pertarungan Sekar Ayu Ningrum dengan Ki Kawungka. Itu karena Lintang Rahina selalu memperhatikan keselamatan Sekar Ayu Ningrum.


Karena terlihat Sekar Ayu Ningrum tidak mengetahui datangnya serangan jarum beracun, akhirnya Lintang Rahina melepaskan tongkatnya yang masih tetap meluncur ke arah dada Ki Pratanda. Sementara dengan menotolkan kakinya ke tanah, Lintang Rahina berusaha meluncur ke arah Sekar Ayu Ningrum untuk menghadang datangnya serangan jarum beracun.


Bugggh !!!


Serangan pukulan tangan kanan Sekar Ayu Ningrum berhasil mengenai Ki Kawungka, yang membuatnya terjengkang dan memuntahkan darah segar.


Di saat yang bersamaan, luncuran tongkat Lintang Rahina juga mengenai dada Ki Pratanda yang membuatnya jatuh terduduk dengan dada sesak dan wajah semakin memucat.

__ADS_1


"Awas adik Sekar ! Serangan jarum !" teriak Lintang Rahina.


Di saat itu juga, tubuh Lintang Rahina yang dalam posisi meluncur, berusaha menangkis datangnya jarum beracun. Dalam posisi melayang, Lintang Rahina berhasil menangkis sebagian besar serangan jarum beracun.


Ternyata semua itu sudah direncanakan dan diperkirakan oleh Ki Rekso.


Di saat tubuh Lintang Rahina meluncur untuk menghadang datangnya serangan jarum beracun, Ki Rekso melesat dengan mengerahkan tenaga penuh, melakukan serangan pukulan ke arah Lintang Rahina.


Lintang Rahina yang sangat mengkhawatirkan keselamatan Sekar Ayu Ningrum, tidak menyadari kalau pertempuran berlangsung di tepi sungai, dan luncuran tubuhnya juga mengarah ke pinggir sungai.


Dalam posisi yang kurang menguntungkan karena dalam posisi melayang, Lintang Rahina mendorong Sekar Ayu sambil berkata, "Awas jarum beracun. Selamatkan dirimu adik."


Masih dalam keadaan melayang, Lintang Rahina menangkis datangnya pukulan Ki Rekso.


Deesshhhh !!!


Wussss !!!


Byuurrr !!!


Karena tidak adanya kuda kuda, Lintang Rahina terlempar oleh daya dorong pukulan Ki Rekso.


Walaupun tidak terluka sama sekali, tetapi Lintang Rahina tercebur ke dalam sungai. Tubuh Lintang Rahina jatuh tepat di air terjun, sehingga tubuh Lintang Rahina terbawa turun ke dasar air terjun.


"Kakang !!!" teriak Sekar Ayu Ningrum melihat tubuh Lintang Rahina terbawa terjun bersama air sungai.


"He he he.....rencanaku berhasil," Ki Rekso tertawa senang.


Melihat kejadian tersebut, Sekar Ayu Ningrum semakin emosi.


"Bedebah kau kakek tua ! Curang tidak tahu malu !!!" teriak Sekar Ayu Ningrum.


"Ku bunuh kau !!!" Sekar Ayu Ningrum berteriak sambil tubuhnya melesat ke arah Ki Rekso.


Kemudian Sekar Ayu Ningrum yang sudah sangat emosi, menyerang Ki Rekso dengan membabi buta.

__ADS_1


___ 0 ___


__ADS_2