Kekuatan Di Luar Tembok Keraton

Kekuatan Di Luar Tembok Keraton
Pertarungan Di Pantai Parangtritis II


__ADS_3

"Aku tidak akan ikut campur kalau paman semua juga tidak ikut campur," jawab Lintang Rahina.


"Kakang Bango Suro, biar ku bungkam anak ini !" sahut Banyak Suro, anggota termuda pasukan 'Suro Benowo', walaupun usianya juga hampir mendekati tujuh puluh.


Melihat Bango Suro diam saja, Banyak Suro langsung melesat ke arah Lintang Rahina. Tangan kanannya membuat gerakan menampar. Sepertinya dia ingin membuat Lintang Rahina terpelanting dengan sekali tampar.


Plaaakkk !!!


Bruuuggghhh !!!


Terdengar suara pipi ditampar dengan sangat keras, kemudian disusul suara tubuh jatuh dengan sangat keras.


Bango Suro dan kedua anggota pasukan 'Suro Benowo' sangat terkejut melihat kejadian yang sangat cepat itu.


Terlihat Banyak Suro jatuh tersungkur dengan muka mencium tanah. Pipi kirinya bengkak dan mulutnya mengeluarkan darah.


Sambil mencoba berdiri, Banyak Suro mengomel dengan kata kata yang tidak jelas.


"Kau ... kau anak muda minta dihajar !" kata Banyak Suro sambil tubuhnya melesat ke arah Lintang Rahina dan menghujaninya dengan pukulan dan tendangan bertubi tubi ke banyak bagian tubuh Lintang Rahina.


Begitu meledak amarahnya karena merasa dipermainkan anak muda, sehingga Banyak Suro tidak menyadari kekuatan.


Lintang Rahina masih terus menghindar dan belum membalas serangan.


Merasa semua serangannya belum membuahkan hasil, Banyak Suro mengganti jurusnya.


Gerakan tubuhnya tiba tiba melambat. Dengan mengandalkan kelenturan tubuhnya, badannya meliuk liuk. Tubuhnya memutar, menekuk dengan lenturnya, membuat gerakan yang tidak semua orang bisa melakukannya. Sehingga arah serangannya sulit ditebak. Arah gerakan badannya ke kanan, tetapi tiba tiba yang menyerang ujung kakinya melakukan totokan.


Walaupun kelihatannya gerakannya agak lambat, namun penuh dengan energi tinggi.


Lintang Rahina memperkirakan, misal yang menjadi lawan Banyak Suro adalah yang sama tingkat energinya, akan kesulitan menghadapi jurus serangan Banyak Suro ini.


Setelah memperhatikan dan mempelajari jurus yang dimainkan Banyak Suro, Lintang menambah aliran energinya ke seluruh tubuhnya terutama ke telapak tangannya.


Saat Banyak Suro melakukan tendangan dengan badan melengkung ke dalam, sehingga tendangan kaki kanannya muncul dari belakang tubuh Lintang Rahina, Lintang Rahina menerima tendangan pada punggungnya.

__ADS_1


Duuuggghhh !!!


Lintang Rahina yang punggungnya tertendang dari belakang, terdorong maju. Memanfaatkan dorongan itu, Lintang Rahina dengan cepat melayangkan pukulan telapak kanannya ke dada Banyak Suro yang badannya masih melengkung miring dalam posisi menendang.


Buuuggghhh !!!


Sreeettt !!!


Telapak tangan kanan Lintang Rahina tepat mengenai dada Banyak Suro. Seketika tubuh Banyak Suro terlempar ke arah tiga temannya yang masih berdiri menunggu.


Tubuh Banyak Suro berhenti meluncur di depan tiga temannya itu, dalam posisi berlutut.


Saat hendak berdiri lagi, tiba tiba Banyak Suro yang wajahnya berubah pucat, merasakan dadanya sesak. Sesaat kemudian, Banyak Suro memuntahkan darah segar.


Sehabis muntah darah, Banyak Suro merasakan dadanya tidak begitu sesak, tetapi dia merasakan badannya sangat lemas dan energinya seperti hilang.


Bango Suro segera mendekati Banyak Suro yang masih memperbaiki nafasnya dalam posisi berlutut. Sambil berjongkok dengan bertumpu satu lutut, telapak tangan kanannya ditempelkan ke punggung Banyak Suro selama beberapa saat. Setelah dirasa cukup membantu, Bango Suro segea berdiri lagi sambil berkata, "Adi Banyak Suro, kau istirahat saja dulu !"


Kemudian Bango Suro mendekat sambil menatap dengan tajam Lintang Rahina.


"Anak muda, siapa kamu ? Dan siapa gurumu ?" tanya Bango Suro.


"Saya hanyalah cucu dan murid Ki Penahun, yang sekarang sedang bertarung," jawab Lintang Rahina sambil menunjuk pada pertarungan Ki Penahun dan lawannya.


Bango Suro mengernyitan keningnya. Dalam hati dia tidak percaya dengan apa yang disampaikan Lintang Rahina berdasarkan apa yang sudah dilihatnya.


Melihat jalannya pertarungan Ki Penahun melawan Gagak Suro, energi Ki Penahun kelihatan seimbang dengan Gagak Suro, padahal energi Banyak Suro juga seimbang dengan Gagak Suro. Jadi tidak mungkin energi setingkat Ki Penahun bisa merobohkan Banyak Suro dengan sekali pukul. Apalagi anak muda di depannya itu, kalau memang dia muridnya, walaupun energinya setingkat dengan gurunya, belum tentu mampu mengimbangi Banyak Suro, apalagi mengalahkannya.


"Bisa merobohkan Banyak Suro dengan sekali pukul, jelas dia bukan pemuda sembarangan dan harus diwaspadai," kata Bango Suro dalam hati.


Tangan kiri Bango Suro melambai ke belakang. Dua anggota pasukan 'Suro Benowo' yang lain, yang bernama Lembu Suro dan Maheso Suro mendekat dan berdiri di samping kanan dan kirinya.


"Adi Lembu Suro dan adi Maheso Suro, kamu hadapi anak muda itu. Hati hati, dia menyimpan kekuatan yang sangat besar karena mampu membuat Adi Banyak Suro luka dalam dengan sekali pukul," bisik Bango Suro pada keduanya.


"Serahkan pada kami kakang Bango Suro !" jawab Lembu Suro dan Maheso Suro serentak.

__ADS_1


Dengan sedikit melompat, Lembu Suro dan Maheso Suro sudah berdiri di depan Lintang Rahina.


"Anak muda, maafkan kami yang tua ini, ingin mencoba tingginya ilmumu !" kata Lembu Suro.


Lintang Rahina belum juga menjawab ketika tiba tiba Golok hitam Lembu Suro sudah dekat dengan lehernya.


Dengan cepat Lintang Rahina merendahkan tubuhnya sambil telapak tangan kanannya mendorong ke arah dada Lembu Suro dan tangan kirinya melindungi kepalanya dari segala kemungkinan.


Tetapi telapak tangan kanan Lintang Rahina belum mengenai sasaran saat sebuah kapak besar mengarah ke kepalanya dengan sangat cepat.


Lintang Rahina pun lebih merendahkan lagi tubuhnya dan memudian kaki kanannya melakukan tendangan memutar mengarah ke kaki kedua lawannya.


Menghindari sapuan kaki, Lembu Suro dan Maheso Suro melenting ke atas. Hal ini dimanfaatkan Lintang Rahina untuk mencabut pedangnya.


Tanpa memberi jeda, saat mereka berdua mendarat, dengan menotolkan kakinya sekali ke tanah, keduanya langsung melesat kembali ke arah Lintang Rahina.


Berkali kali pedang Lintang Rahina menangkis serangan golok dan kapak lawannya, untuk mengukur tingkat energi lawannya.


Sudah sekitar sepuluh jurus, Lintang Rahina madeni benturan senjata dengan Lembu Suro dan Maheso Suro.


Lintang Rahina merasakan ada yang aneh setiap pedangnya berbenturan dengan golok hitam Lembu Suro. Lintang Rahina seperti menebas ataupu menusuk lumpur sehingga energi serangannya seperti hanya lewat saja.


Hal ini karena golok hitam Lembu Suro terbuat dari kayu hitam yang sangat keras dan bersifat menyerap energi lawannya.


Ketika pertarungan memasuki jurus ke lima belas, Lintang Rahina menambah sedikit aliran energinya ke kedua tangannya.


Tangan kirinya berubah menjadi ungu dan pedang di tangan kanannya mengeluarkan pendaran sinar kuning keemasan.


Kembali Lembu Suro dan Maheso Suro melesat cepat dengan senjata golok dan senjata kapak yang menyasar ke beberapa bagian tubuh Lintang Rahina.


Klang ! Klang ! Klang !


Tak ! Tak ! Tak !


Pada tangkisan kali ini, kapak besar Maheso Suro terpental kembali dan tangan kanan Maheso Suro terasa bergetar bebat.

__ADS_1


__________ 0 __________


__ADS_2