Kekuatan Di Luar Tembok Keraton

Kekuatan Di Luar Tembok Keraton
Keanehan Dalam Tubuh Lintang Rahina II


__ADS_3

Pagi di hari berikutnya, Ki Ageng Arisboyo, Ki Pradah dan Ki Penahun merasakan energi dan luka luka mereka telah pulih. Terlebih Sekar Ayu Ningrum. Dengan tingkat energinya yang sekarang, dia bisa memulihkan energinya dan menyembuhkan luka lukanya dengan cepat.


Namun tidak dengan Lintang Rahina. Dia merasa energinya belum pulih seperti semula.


Melihat keadaan Lintang Rahina, Sekar Ayu Ningrum mencoba membantu Lintang Rahina. Sekar Ayu Ningrum meletakkan kedua telapak tangannya pada punggung Lintang Rahina.


Hingga beberapa saat, Sekar Ayu Ningrum tidak merasakan adanya suatu keanehan. Saat menambah kekuatan energi ke kedua telapak tangannya itulah, Sekar Ayu Ningrum merasakan, aliran energi di tubuh Lintang Rahina tidak stabil. Setiap Sekar Ayu Ningrum menambah aliran energinya, energi Sekar Ayu Ningrum selalu hilang seperti masuk ke lubang yang tidak ada batas kedalamannya saat sampai pada lengan kiri Lintang Rahina.


Ki Penahun, Ki Pradah dan Ki Ageng Arisboyo yang menyaksikan itu, ikut mendekat dan mencoba memeriksa keadaan Lintang Rahina.


Mereka bertiga bergantian mencoba mengirimkan energinya ke tubuh Lintang Rahina dengan menempelkan telapak tangannya pada punggung Lintang Rahina. Namun ketiganya mengalami hal yang serupa dengan yang dialami Sekar Ayu Ningrum.


"Kalau menilik adanya garis garis lembut berwarna hitam di tangan kirimu, itu benang jiwa iblis yang dulu telah kau kurung dengan energimu," kata Ki Pradah.


"Betul Ki, saat itu aku kurung dengan dengan tehnik 'Puspa Nagari'. Sehingga benang jiwa iblis yang saat itu sedang lemah, diselimuti oleh butiran kuning keemasan. Kemudian masih aku selimuti lagi dengan pendaran sinar putih pekat," jawab Lintang Rahina.


"Kemungkinan besar, saat kamu bertarung melawan Jalu Samodra dan Jenar Samodra, kurungan itu melemah, karena kamu menggunakan kedua tehnik itu secara maksimal," sambung Ki Pradah, "Saat energi yang mengurung melemah, benang jiwa iblis terlepas dan menyerap kurungan itu."


"Baiklah, berdasarkan keadaan tangan kiri Lintang saat ini, kita coba cara yang lain. Nduk, Sekar. Dari kita berempat, tingkat energimu yang paling tinggi," kata Ki Pradah, "Coba kamu alirkan energimu, jangan melalui punggung. Kalau melalui punggung, energimu akan bergabung dan mengalir mengikuti arah aliran energi Lintang. Mari kita coba mengalirkan energi langsung ke lengan kiri Lintang, kemudian rasakan dan perhatikan apapun yang akan terjadi."


"Sedangkan Lintang, coba kamu hadang pergerakan benang jiwa iblis agar tetap berada di lengan kirimu, jangan sampai menyebar ke bagian tubuhmu yang lain," Ki Pradah memberikan arahan pada Lintang Rahina.


Kemudian, Sekar Ayu Ningrum meletakkan telapak tangan kanannya pada telapak tangan kiri Lintang Rahina yang menghadap ke atas.


Dengan dipandu oleh Ki Pradah, Sekar Ayu Ningrum mulai mengalirkan sedikit demi sedikit energinya ke telapak tangan kiri Lintang Rahina.

__ADS_1


"Nduk Sekar, sekecil apapun yang kamu rasakan, secepatnya kamu katakan ya," kata Ki Pradah lagi.


Beberapa saat setelah Sekar Ayu Ningrum mulai mengalirkan energinya, belum terjadi apa apa.


Kemudian Sekar Ayu Ningrum mulai meningkatkan sedikit aliran energinya.


Beberapa saat kemudian, Sekar Ayu Ningrum merasakan ada getaran energi yang bergerak menghindar. Sekar Ayu Ningrum yakin, itu bukan getaran energi Lintang Rahina.


"Ada yang bergerak menghadang energi dariku, tetapi sekaligus menghidari energiku, Ki" Sekar Ayu Ningrum menceritakan yang dirasakan.


"Kamu tahan dulu energimu dalam tingkat itu nduk," kata Ki Pradah sambil terus mengamati lengan kiri Lintang Rahina.


"Ngger Lintang, kamu cegah energi benang jiwa iblis itu keluar dari lengan kirimu dengan energimu, sebisa mungkin kamu desak sedekat mungkin dengan telapak tangan kirimu !" Ki Pradah memberikan arahan.


"Nduk Sekar, saat getaran energi yang kamu rasakan tadi sudah tidak menyebar lagi, kamu naikkan aliran energimu dan secepatnya kamu buat kurungan energi dengan energimu dan tahan semampumu," Lanjut Ki Pradah memberi arahan.


Kali ini, benang jiwa Iblis memberikan perlawanan yang sangat kuat seperti saat bertarung dengannya dulu. Hal ini membuat Lintang Rahina sampai harus mengeluarkan sebagian besar energinya. Selain muka dan tubuhnya yang berkeringat, lengan kiri Lintang Rahina juga mengeluarkan kepulan uap seperti kabut.


Pertarungan butiran sinar kuning keemasan yang berusaha mengalahkan benang jiwa iblis menciptakan getaran energi yang cukup kuat. Begitu kuatnya getaran itu, hingga membuat tempat sekitar Lintang Rahina duduk, bahkan seluruh tubuh Sekar Ayu Ningrum ikut bergetar.


Kemudian, untuk menjaga agar Lintang Rahina tidak kehabisan energi, Ki Penahun dan Ki Ageng Arisboyo bergantian mentransfer energinya ke tubuh Lintang Rahina.


Ketika benang jiwa iblis yang sudah terdesak tidak memberikan perlawanan lagi, Lintang Rahina segera membungkus benang jiwa iblis yang sekarang terlihat seperti serabut benang lembut berwarna hitam dengan tehnik 'Puspa Nagari'.


Lintang Rahina melakukan hal itu dengan tetap berada di lengan kirinya. Karena kalau sampai merembes keluar dari lengan kirinya, akan sangat berbahaya. Bahkan sangat mungkin membahayakan orang banyak.

__ADS_1


Bisa dirasakan oleh Lintang Rahina dan Sekar Ayu Ningrum, walaupun di dalam gulungan butiran sinar kuning keemasan, benang jiwa iblis hanya terlihat seperti serabut tipis berwarna hitam, namun tetap mengandung energi yang sangat kuat.


Setelah lapisan yang membentuk gulungan butiran sinar kuning keemasan yang dibuatnya sempurna dan kuat menahan benang jiwa iblis, Lintang Rahina mengaktifkan tehnik 'Nafas Raja' pada telapak tangan kanannya. Segera saja dari telapak tangan kanan Lintang Rahina keluar pendaran sinar putih pekat yang membentuk bola sebesar kepalan tangan.


Setelah pendaran sinar putih pekat cukup kuat, berlahan lahan, Lintang Rahina mengarahkan bola sinar putih pekat yang terbentuk di tangan kanannya, ke lengan kirinya.


Dengan hentakan pelan tapi mantap, Lintang Rahina menempelkan telapak tangan kanannya ke lengan kirinya dan berusaha memasukkan bola sinar putih pekat ke lengan kirinya.


Membutuhkan beberapa waktu hingga akhirnya bola sinar putih pekat itu meresap ke dalam lengan kirinya.


Perlahan lahan, bola sinar putih pekat itu menyebar ke lengan kirinya dan dan menyatu dengan kurungan energi yang dibuat Sekar Ayu Ningrum. Saat itulah, Sekar Ayu Ningrum melepas energinya dan menarik telapak tangan kanannya dari telapak tangan kiri Lintang Rahina.


Kemudian gabungan energi dari Sekar Ayu Ningrum dengan bola sinar putih pekat itu, dikendalikan Lintang Rahina dan bergerak menyelimuti gulungan butiran sinar kuning keemasan yang sudah mengurung benang jiwa iblis.


"Ngger Lintang, pertahankan tingkat energimu itu. Akan kami bantu dengan mengirimkan energi kami ke tubuhmu, tekan sekuat mungkin benang jiwa iblis yang sudah terkurung itu sekecil mungkin !" kata Ki Pradah sambil meletakkan telapak tangan kanannya pada punggung Lintang Rahina.


Kemudian diikuti oleh Ki Penahun dan Ki Ageng Arisboyo, meletakkan tangan kanannya pada punggung Lintang Rahina.


Begitu mendapatkan tambahan energi dari ketiga gurunya, Lintang Rahina berusaha menekan benang jiwa iblis menjadi sekecil yang dia bisa.


__________ 0 __________



Para pembaca yang berbahagia. Jangan lupa mampir ke cerita Pendekar Elang Malam.

__ADS_1


Ditunggu saran, Like dan vote nya. Terimakasih.


__ADS_2