Kekuatan Di Luar Tembok Keraton

Kekuatan Di Luar Tembok Keraton
Melawan Sepasang Suami Istri Kim III


__ADS_3

Tubuh Tuan Besar Kim dan Nyonya Besar Kim terlempar ke atas hingga kemudian jatuh terbanting di tanah.


Dbuuummm ! Dbuuummm !


Untuk sesaat tubuh keduanya terdiam tidak bergerak. Namun sebentar kemudian merangkak bangkit kembali. Dengan tubuh gemetar mereka berdua berdiri.


Melihat pimpinan mereka terjatuh, sebagian dari para pembantu utama Klan Kemala Hijau, maju untuk membantu. Terlihat empat orang laki laki paruh baya yang menjadi pembantu utama Tuan Besar Kim, bergerak melayang ke arah Lintang Rahina.


Mereka berempat mengepung Lintang Rahina, dan tanpa mengucapkan kata apapun, mereka langsung menerjang ke arah Lintang Rahina dengan serangan beruntun dan terlihat sangat rapi dalam bekerja sama.


Serangan mereka yang terus nenerus secara bergantian, seolah tidak memberi kesempatan pada Lintang Rahina untuk membalas melakukan serangan.


Dalam rangkaian serangan beruntun keempat pembantu utama Tuan Besar Kim, tiba tiba Lintang Rahina merasakan ada dua energi yang sangat besar ikut mendekat ke arahnya. Ternyata Tuan Besar Kim dan Nyonya besar Kim sudah kembali ikut melakukan serangan.


Lintang Rahina yang dicecar serangan oleh enam orang yang masing masing memiliki energi dan kecepatan yang sangat tinggi, kembali meningkatkan aliran energinya.


Namun kali ini, keenam orang yang menjadi lawan Lintang Rahina adalah orang orang yang berenergi sangat tinggi dan sangat berpengalaman dalam bertarung. Perlahan, beberapa pukulan ataupun tendangan mulai mengenai tubuh Lintang Rahina.


Hingga pada suatu serangan, beberapa pukulan dan tendangan beruntun bersarang di tubuh Lintang Rahina yang membuat tubuh Lintang Rahina terlempar agak jauh dan jatuh di atap kuil.


Plak Plak ! Plak plak !


Duuuggghhh !


Bruuuaaakkk !!!


Lintang Rahina yang terkapar di atap kuil, mencoba bangkit lagi.


Kemudian, terdengar beberapa kali ledakan dari tubuhnya saat Lintang Rahina mengeluarkan energinya dengan cukup besar yang belum pernah dia lakukan sebelumnya.


Buuummm ! Buuummm Buuummm !


Tubuh Lintang Rahina kembali melayang mendekat ke arah ke enam orang lawannya. Tubuhnya mengeluarkan pendaran cahaya putih yang dilapisi butiran sinar kuning keemasan. Kedua bola matanya sepenuhnya berwarna putih menyala.

__ADS_1


Melihat dan merasakan getaran energi di sekeliling tubuh Lintang Rahina yang semakin bertambah kuat, atas perintah Tuan Besar Kim, beberapa pimpinan Klan Kemala Hijau ikut melayang dan mengepung Lintang Rahina. Sekarang Lintang Rahina dikepung oleh sekitar dua puluh orang termasuk Tuan Besar Kim dan Nyonya Besar Kim.


"Habisi dia !" teriak Tuan Besar Kim sambil menunjuk ke arah Lintang Rahina, "Tahan yang perempuan beserta anaknya !"


Kemudian, sekitar dua puluh orang yang mengurung Lintang Rahina segera mengarahkan serangan mereka ke Lintang Rahina.


Dengan tingkat energi yang dikeluarkannya, Lintang Rahina tidak lagi menghinsari serangan.


Setiap pukulan ataupun tendangan yang datang, dia hadapi dengan pukulan ataupun tendangan juga. Bahkan beberapa lawannya yang bersenjata, baik itu pedang ataupun golok dan senjata yang lainnya, Lintang Rahina hadapi dengan lengannya.


Terdengar berkali kali benturan pukulan ataupun tendangan.


Plak plak plak !


Buuugh Buuugh !


Setiap kali terjadi benturan serangan, setiap kali pula ada anggota Klan Kemala Hijau yang ikut mengepung Lintang Rahina, terlempar jauh ke belakang. Namun mereka semua nekat terus menyerang, seolah serangan Lintang Rahina tidak berarti apa apa.


"Menyingkirlah ! Atau aku akan melumpuhkan kalian !" kata Lintang Rahina.


"Kalian sudah aku peringatkan !" ucap Lintang Rahina pelan.


Kemudian dengan gerakan yang lebih cepat lagi, Lintang Rahina memapaki setiap serangan yang datang. Namun kali ini, setiap anggota Klan Kemala Hijau yang menyerang, tubuhnya tidak hanya terlempar kembali ke belakang. Namun mereka juga mengalami tulang tangan atau tulang kaki patah, bahkan ada yang mengalami luka dalam ataupun pingsan karena terkena pukulan Lintang Rahina pada bagian dada, perut ataupun tengkuk dan kepala mereka.


Tidak sampai lima puluh jurus semua lawan Lintang Rahina terkapar dan tidak bisa lagi melakukan perlawanan karena luka luka mereka. Ada sebagian yang langsung pingsan.


----- * -----


Sementara itu, keranjang rotan yang berisi Seruni di dalamnya, yang dilemparkan oleh Nona Kim, meluncur deras ke arah para pembantu Nona Kim.


Namun saat keranjang rotan itu baru sampai di atas kepala para pembantunya, gerakan meluncur keranjang itu tiba tiba berhenti, saat Sekar Ayu Ningrum yang berdiri di hadapan Nona Kim mengarahkan telapak tangan kirinya ke arah keranjang rotan itu.


Terlihat seberkas sinar putih keperakan melesat keluar dari telapak tangan kiri Sekar Ayu Ningrum dengan sangat cepatnya. Sinar putih keperakan itu langsung menyelimuti keranjang rotan yang melayang diam di udara.

__ADS_1


Seperti sebuah selendang, sinar putih keperakan itu membawa keranjang rotan yang berisi Seruni mendekat ke tempat Sekar Ayu Ningrum berdiri.


"Kau sudah berbuat keji pada anak kecil yang tidak berdosa dan tidak tahu apa apa ! Sekarang rasakan akibatnya !" ucap Sekar Ayu Ningrum pelan.


Kemudian, hanya dalam sekejap, tubuhnya berkelebat dan tahu tahu sudah berada di depan Nona Kim dan melakukan serangkaian serangan.


Keranjang rotan yang berisi Seruni di dalamnya ikut bergerak kesana kemari mengikuti arah gerakan Sekar Ayu Ningrum kemanapun pergi.


Nona Kim yang mendapatkan serangan beruntun terlihat pontang panting menghindari semua serangan Sekar Ayu Ningrum.


Melihat Nona Kim terdesak, para anggota Klan Kemala Hijau ikut membantu menyerang. Hingga akhirnya Sekar Ayu Ningrum dikepung dan dikeroyok banyak lawan.


Walaupun mereka hanya anggota Klan, namun mereka adalah orang orang yang menduduki posisi pimpinan. Sehingga kemampuan silat dan kecepatan mereka sudah masuk melompok sangat tinggi.


Namun, Sekar Ayu Ningrum tidak gentar sedikitpun menghadapi mereka semua. Gerakannya begitu cepatnya sehingga hanya terlihat seperti bayangan putih berkelebatan di antara para lawannya.


Dalam setiap gerakannya, ayunan tangan kanannya selalu mengenai tubuh lawan lawannya.


Walaupun terlihat hanya memukul pelan, namun setiap lawan yang terkena pukulannya merasakan seperti tersengat banyak duri dan rasanya sangat dingin.


Bersamaan dengan habisnya lawan lawan Lintang Rahina, Sekar Ayu Ningrum juga berhasil mengakhiri perlawanan Nona Kim dan anggota Klan Kemala Hijau yang lain.


Setelah tidak ada lawan yang mampu melakukan perlawanan lagi, Sekar Ayu Ningrum segera mengulurkan lengan kirinya ke arah keranjang rotan yang melayang layang di atas kepala anggota Klan Kemala Hijau.


Keranjang rotan itu segera meluncur ke arah Sekar Ayu Ningrum.


Setelah menangkap keranjang rotan, Sekar Ayu Ningrum segera memindahkan Seruni ke dalam dekapannya.


Kemudian, dengan energinya yang dia alirkan ke telapak tangannya, Sekar Ayu Ningrum memeriksa keadaan Seruni.


Setelah memeriksa kondisi Seruni anaknya akhirnya Sekar Ayu Ningrum bisa menyimpulkan, kalau Seruni terkena totokan pada titik titik tertentu pada tubuhnya .


Sementara itu, setelah berhasil mengakhiri lawan lawannya, Lintang Rahina segera melesat menuju tempat Sekar Ayu Ningrum.

__ADS_1


__________ 0 __________


__ADS_2