Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 100


__ADS_3

Kesabaran ku membawa cinta


Sayup-sayup terdengar suara adzan, yang membangunkan Wiyah yang baru tidur beberapa jam yang lalu.


Wiyah membuka matanya perlahan-lahan, dan membuatnya menatap kearah langit-langit kamarnya.


Wiyah bisa merasakan kalau tubuhnya begitu sangat pegal seperti ia baru saja mengangkat beban berat. Bukan saja itu, tapi di inti tubuhnya juga terasa begitu sangat sakit.


Wiyah teringat kejadian semalam. Mengingat kejadian semalam membuat pipi Wiyah bersemu merah, seperti kepiting rebus." Ternyata semalam itu memang nyata." Batin Wiyah.


Wiyah belum percaya, kalau ia berhasil menyerahkan sepenuhnya dirinya kepada Fazar, yang membuat Wiyah menjadi istrinya yang seutuhnya untuk suaminya itu. Mengingat hal itu membuat pipinya semakin panas.


Wiyah yang ingin bangun, merasakan kalau perutnya terasa berat, karena ada tangan seseorang yang sedang memeluknya. Tangan polos itu berhasil, membuat Wiyah bergidik ngeri saat mengingat bagaimana ganasnya suaminya itu semalam.


Wiyah menolah menatap kearah suaminya itu yang masih tidur dengannya begitu sangat nyenyak, sampai tidak menyadari kalau ia sudah bangun.


" Terimakasih kak, karena sudah mau menerima ku, dan mempertahankan hubungan ini." Batin Wiyah sambil tersenyum. Wiyah yang ingin melaksanakan shalat subuh, menyingkirkan tangan Fazar yang berada di atas perut polosnya. Wiyah mencoba untuk bangun tapi ia merasakan sakit pada inti tubuhnya.


" Sssttt." Desis Wiyah saat berhasil bangun dari tidurnya, lalu bersandar di sandaran kasur. Wiyah mencoba menahan rasa sakitnya dengan cara memejamkan matanya


Sedangkan Fazar yang merasakan kalau ada pergerakan dari sebelahnya, segera membuka matanya. Dia bisa melihat kalau istrinya itu sudah bangun, sambil bersandar di sandaran ranjang dengan mata yang terpejam.


" Sayang, apa kamu baik-baik saja." Tanya Fazar yang ikut bangun dari tidurnya, lalu ikut bersandar di sandaran ranjang. Fazar menatap wajah pucat istrinya itu.


Wiyah yang mendengar suara suaminya membuka kedua matanya, lalu menatap suaminya itu yang kini sedang menatapnya." Apa masih terasa sakit." Tanya Fazar khawatir menatap istrinya itu, karena Fazar tahu kalau yang baru pertama kali melakukan hal itu pasti akan terasa begitu sangat sakit dan akan membuat orang itu sulit berjalan.


Sedangkan Wiyah yang mendengar pertanyaan suaminya itu, membuat pipinya kembali bersemu merah, karena Fazar kembali mengingatkannya kepada sesuatu yang ( author ngga tahu 🙄 )


Wiyah mengalihkan wajahnya, kearah lain karena begitu sangat malu dengan pertanyaan Fazar, sambil memegang selimutnya dengan kuat agar menutupi tubuhnya yang di bagian atas, agar tidak terekspor.

__ADS_1


" Sayang, tatap kakak." Ucap Fazar berusaha untuk memegang kedua pipi istrinya itu lalu memutar nya berbalik menghadap kearahnya dengan lembut." Sayang jawab pertanyaan kakak apa begitu terasa sangat sakit. kakak tahu kalau ini yang pertama kali untuk sayang, makanya kakak bertanya. Hal itu kepada sayang." Tanya Fazar kembali sambil menatap kedua mata istrinya itu.


Wiyah yang mendengar pertanyaan dari suaminya itu merasa terharu, karena Fazar begitu sangat perhatian padanya .


" Iya kak, masih begitu sangat sakit, sampai aku sendiri tidak bisa mengakat kedua kakiku, untuk turun dari ranjang." Jawab Wiyah jujur, karena dia begitu sangat sulit untuk menggerakkan kedua kakinya, karena terasa sangat sakit di inti tubuhnya. Bangun saja Wiyah sudah begitu sangat sulit, apalagi melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Mendengar jawaban dari istrinya, membuat Fazar merasa begitu sangat bersalah dan kasihan kepada istrinya itu." Maaf sayang, itu semua karena kakak. Maaf karena sudah melukaimu kembali." Ucap Fazar begitu bersalah, lalu mencium kening istrinya.


" Jangan meminta maaf kak, karena ini sudah kewajibanku sebagai seorang istri untuk melayani kakak, karena apa yang ada padaku adalah hak kakak." Ucap Wiyah yang tidak ingin mendengar kata maaf yang keluar dari mulut suaminya itu.


" Terimakasih sayang, karena sayang begitu sangat pengertian kepada kakak, Maaf karena kakak telah melukai mu." Ucap Fazar sambil tersenyum." Sayang tunggu Disini, biar kakak bantu untuk masuk kedalam kamar mandi." Ucap Fazar kembali. Fazar segera turun dari atas kasur untuk memakai pekaian nya, Sedangkan Wiyah yang melihat hal itu langsung memalingkan wajahnya, karena merasa malu saat melihat tubuh polos dari suaminya.


Fazar segera memakai pekaian nya yang berhamburan di lantai, yang membuat Fazar bertelanjang dada yang memperlihatkan roti sobeknya ditambah dengan dada balok 😁


Fazar melangkah kearah istrinya itu.


" Apa yang akan kakak lakukan." Tanya Wiyah penasaran saat melihat suaminya itu yang ingin membantu nya masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


" Kakak." Pekik Wiyah terkejut, saat Fazar mengangkat tubuhnya lalu menggendongnya ala bridal style. Wiyah langsung melingkarkan tangannya, karena takut akan terjatuh." Kenapa kakak mengangkat ku, padahal kakak bisa membantu ku dengan cara lain." Ucap Wiyah.


" Tidak apa sayang, karena kakak yang membuat sayang seperti ini. Maka kakak juga yang harus membantu mu." Jawab Fazar melangkah kearah kamar mandi.


Sesampainya didalam kamar mandi, Fazar mendudukkan tubuh Wiyah yang tertutup oleh selimut di atas kloset duduk. Dengan malu-malu Wiyah duduk diam dia atas kloset, karena Wiyah begitu sangat malu tidak bisa berjalan sendiri.


" Sayang tugu disini, kakak akan menyiapkan air hangat untukmu." Ucap Fazar membuat Wiyah mengangguk.


Fazar menyiapkan air hangat didalam bathtub untuk Wiyah berendam, karena dengan cara seperti ini akan membuat Wiyah lebih rileks, dan bisa meredakan rasa nyeri pada tubuh Wiyah.


" Sayang berendam dulu, karena dengan air hangat ini bisa mengurangi rasa sakitnya." Ucap Fazar membuat Wiyah mengangguk malu-malu.

__ADS_1


Fazar meninggalkan Wiyah didalam kamar mandi untuk membersihkan kasur yang yang berhamburan karena ulahnya. Sebenarnya Fazar ingin membantu Wiyah untuk mandi, tapi Fazar urungkan, karena Fazar takut kalau ia akan menerkam istrinya kembali.


Fazar tersenyum, menatap kearah seprai yang terdapat noda merah di sana. Fazar begitu sangat bangga karena dialah yang berhasil mengambilnya. Fazar mengambil seprai itu, untuk dia bawah di lantai bawah, karena dia sendiri yang akan mencucinya seprai itu.


.


.


" Sayang masih ngantuk." Tanya Fazar kearah istrinya itu yang terus saja menguap, saat mereka sudah selesai sholat subuh berjamaah seperti biasanya.


" Iya kak, aku masih ngantuk." Fazar tersenyum mendengar jawaban dari istrinya itu.


" Kita, ngaji sebentar, baru itu sayang bisa tidur lagi. Boleh." Tanya Fazar membuat Wiyah mengangguk.


Walaupun matanya mengantuk, tapi Wiyah masih tetap mengikuti permintaan suaminya itu untuk mengaji bersama, karena keduanya sudah sering melakukannya setiap hari jika mereka shalat berjamaah bersama.


Ayat-ayat keluar dari mulut Fazar, suara merdu suaminya itu seperti aluna yang membuat Wiyah ingin tidur kembali.


Ayat pertama, kedua sampai kelima masih terdengar suara istrinya itu, tapi ayat berikutnya, Fazar tidak mendengar nya kembali, Fazar juga merasakan kalau ada yang berat di pangkuannya.


Fazar melirik kearah pangkuannya, dan begitu sangat terkejut saat melihat istrinya itu sudah tidur, sedangkan pangkuannya sebagai bantalan nya.


" Astaghfirullah, sayang. Begitu sangat mengantuknya kamu, sampai membuat mu tidur, padahal dalam keadaaan sedang mengaji." Ucap Fazar tersenyum. Fazar tidak heran, karena dia tahu kalau istrinya itu masih merasa kelelahan, makanya istrinya itu tertidur kembali." Maaf ya sayang, karena ulahku sampai membuat mu mengantuk seperti saat ini." Ucap Fazar kembali yang merasa sangat bersalah.


Fazar menaruh Al-Qur'an nya lalu menyimpan nya di atas nakas, tidak lupa Fazar juga mengambil Al-Qur'an istrinya yang berada dalam pelukan istrinya itu.


Fazar mencari posisi yang nyaman lalu membaringkan tubuh istrinya di atas ranjang yang sudah Fazar ganti dengan seprai baru, tidak lupa Fazar juga melepaskan mukena yang masih terpasang di tubuh istrinya itu. Setelah itu Fazar ikut naik keatas kasur, lalu ikut tidur bersama dengan istrinya dengan tangan yang kembali memeluk tubuh istrinya itu.


...----------------...

__ADS_1


Fazar suami idaman, masih adakah yang sama seperti dia.


__ADS_2