Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 165


__ADS_3

Bunda Sisi dan Wiyah tidak langsung kembali kerumah utama, karena mereka akan singgah kerumah Haidar.


Wiyah juga sudah lama tidak bertemu dengan keluarganya, makanya bunda Sisi berinisiatif untuk mengantarkan Wiyah kerumah Haidar. Apalagi tadi Wiyah merasa sedih, karena kejadian dimana Nadila atau Amira menghinanya.


Agar Wiyah bisa melupakan kesedihannya, setelah berkumpul dengan keluarganya.


Bunda Sisi juga sudah menceritakan, sebenarnya siapa wanita tadi, yang ternyata mantan tunangan Fazar. Bahkan bunda Sisi juga sudah menceritakan kenapa wanita tadi bisa putus dari Fazar, karena berselingkuh.


.


.


Kini bunda Sisi, Wiyah. Bersama dengan Abidzar dan juga Fazri sudah berada didepan rumah Haidar.


" Aku tidak sabar untuk bertemu dengan 2R dan juga Fanesya "


" Emangnya siapa 2R dan Fanesya, Zri." Tanya Abidzar yang belum mengetahui siapa 2R dan juga Fanesya, anak keponakan Wiyah.


" Mereka itu anak keponakan kak Wiyah kak Abidzar. 2R itu, Rafa dan Rafi, di panggil 2R karena kembar. Sedangkan Fanesya itu gadis yang masih kecil, mungkin usianya baru lima tahun."


" Hmm, aku jadi penasaran dengan mereka." Ucap Abidzar, karena melihat wajah bahagia Fazri saat menceritakan anak keponakan Wiyah.


Bunda Sisi memencet tombol yang berada di sebelah pintu rumah Haidar. Tidak beberapa lama pintu itu terbuka dan menampilkan seorang wanita yang sedang tersenyum menatap kearah mereka.


" Kak Windi." Lirih Wiyah sambil tersenyum, melangkah mendekati Windi, lalu mencium punggung tangan Windi tidak lupa Wiyah juga memeluknya.


Terkesan lebay. Tapi itulah Wiyah, jika sudah bertemu dengan Windi. Dia pasti akan memeluknya. Karena Wiyah begitu sangat menyayangi wanita itu, yang sudah menjaganya bahkan mendidik nya selama empat.


Bunda Sisi dan Windi yang melihat tingkah Wiyah hanya tersenyum.


Lama memeluk Windi, Wiyah langsung melepaskan nya saat mengingat kalau dia kesini bukan sendiri. Melainkan ada bunda Sisi, Abidzar dan juga Fazri.


" Maaf." Cicit Wiyah merasa malu sendiri. Sedangkan yang lain hanya bisa tersenyum.


" Ngga apa-apa sayang, kami tau kalau kamu pasti senang bisa bertemu dengan kakakmu." Ucap bunda Sisi mengusap lembut kepala Wiyah.


" Iya kak, kami ngerti. Tenang aja." Sambung Fazri.


" Maaf bunda, aku malah membiarkan bunda berdiri di luar, saat datang kerumah. Mari masuk bunda." Ucap Windi merasa tidak enak, karena tidak mengajak bunda Sisi masuk kedalam rumah.


Ya, Windi memanggil bunda Sisi dengan panggilan bunda. Karena bunda Sisi yang memintanya. Karena Bunda Sisi tidak suka kalau ia di panggil dengan panggilan nyonya.


" Tidak apa-apa Win." Jawab bunda Sisi sambil tersenyum.


Kini Bunda Sisi, Wiyah, Bersama dengan yang lain, melangkah masuk kedalam rumah Haidar.


" Kak Windi, dimana Rafa dan Rafi."

__ADS_1


" Mereka sedang sekolah Zri, mungkin sebentar lagi mereka akan pulang."


" Hmm, aku kira mereka kemana. Kalau Fanesya."


" Di berada di ruangan keluarga, bersama dengan ayahnya dan juga."


" Bersama siapa lagi kak."


" Nanti kalian akan tau setelah sampai di ruangan keluarga." Jawab Windi sambil tersenyum.


Walaupun Wiyah bunda Sisi dan Fazri bingung, tapi mereka tetap melangkah masuk kedalam.


Di ruangan keluarga Wiyah bisa melihat Haidar bersama dengan Fanesya, dan juga orang yang Wiyah tidak tau itu siapa. Karena orang itu membelakanginya.


Saat Wiyah mendengar suara orang itu, Wiyah begitu sangat mengenalnya. Suara yang begitu sangat ia rindukan, karena beberapa bulan ini tidak bertemu setelah dimana orang itu mengungkapkan suatu rahasia kepadanya. Setelah itu mereka tidak bertemu lagi. Bahkan hari pernikahan juga dia tidak datang.


" Ayah." Lirih Wiyah, membuat orang itu langsung melihat kearah Wiyah.


Pria paruh baya yang tidak lain adalah Jambri tersenyum saat melihat keberadaan putrinya, Putri yang begitu sangat dia rindukan.


" Wiyah."


Jambri berdiri dari duduknya, untuk menyambut putrinya yang kini sedang melangkah kearah nya.


Wiyah langsung memeluk tubuh itu, yang semakin terlihat kurus dari beberapa bulan yang lalu. Dimana mereka bertemu untuk pertama kalinya setelah tiga tahun tidak bertemu." Ayah, aku begitu sangat merindukanmu. Kenapa ayah tidak datang menemuiku bahkan tidak mengabari ku. Disaat aku menikah saja ayah tidak datang." Ucap Wiyah dengan lirih, mengeluarkan kesedihannya, Karena di hari bahagianya Jambri tidak datang." Apakah ayah membenci ku."


Jambri langsung melepaskan pelukannya, saat mendengar ucapan putri itu, lalu menatap Wiyah." Jangan mengatakan itu nak. Ayah tidak datang, Karena ayah sedang sibuk dan ayah tidak bisa kembali ke kota S, karena di kota B dilarang berpergian ke kota lain." Jelas Jambri." Maaf, ayah tidak datang saat hari pernikahan mu."


Tapi bukan itu saja yang membuat Jambri tidak bisa datang. Itu karena penyakit yang dia derita sedang parah saat hari pernikahan Wiyah. Bahkan dirinya hampir meninggal saat itu.


" Jangan minta maaf yah, Aku tidak marah ke ayah, hanya saja aku merasa sedih saat ayah dan bang Jabir tidak datang di hari pernikahan ku." Jelas Wiyah.


" Maafkan ayah, yang membuat mu sedih karena ayah tidak bisa datang nak. Karena ayah dan bang Jabir tidak bisa pergi ke kota S, waktu itu."


Jambri kembali memeluk putri nya itu, Putri yang begitu sangat dia rindukan. Walaupun dalam ikatan darah mereka bukanlah ayah dan anak.


Sedangkan bunda Sisi, Abidzar dan Fazri merasa terharu saat melihat Wiyah bisa bertemu dengan ayahnya.


Walaupun Abidzar tidak tau jalan ceritanya, tapi melihat seperti apa bahagianya mereka saat bertemu. Abidzar yakin, kalau ada cerita tersendiri dari ayah dan anak itu.


.


.


" Benarkah nak, kalau kamu sedang mengandung." Tanya Jambri begitu sangat bahagia saat mengetahui kalau putrinya sedang mengandung.


Ya, Wiyah sudah memberitahukan kehamilannya. Hal itu membuat Haidar, Windi dan juga Jambri ikut senang mendengar nya.

__ADS_1


" Iya yah, dan sekarang usia kandungan ku sudah lima Minggu."


" Alhamdulillah, ayah senang dengarnya nak. Karena sebentar lagi ayah akan menjadi seorang kakek." Jambri begitu sangat bahagia, karena disisa umurnya dia mendengar kalau putri kesayangannya sedang mengandung.


" Alhamdulillah dek, selamat kakak ikut senang dengan kehamilan mu." Sambung Haidar yang ikut bahagia dengan kehamilan Wiyah.


" Iya dek dan sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ibu."


" Alhamdulillah kak, doakan yang terbaik semoga lancar sampai hari lahirannya nanti."


" Aminn sayang, kakak selalu mendoakan yang terbaik untukmu."


Hari ini adalah hari bahagia untuk Wiyah, karena dia mendapatkan kebahagiaan yang berlipat ganda. Karena kehamilan kembarnya dan juga bertemu dengan sang ayah yang begitu sangat dia rindukan.


Kini keluarga itu menghabiskan waktu mereka dengan cara bercerita. Bahkan Wiyah sampai melupakan kesedihannya tadi setelah bertemu dengan sang ayah.


🌺🌺🌺🌺🌺


Waktu dan menit terus berputar, bahkan hari cepat sekali berganti dan tidak terasa kini sudah tiga hari Fazar berada di luar negri untuk mencari bukti kejahatan Aldrich.


Bukan itu saja, bahkan Fazar juga menemukan satu kebenaran yang membuat Fazar begitu sangat terkejut tidak percaya akan kebenaran itu.


Tapi kebenaran itu memang nyata bukan setingan seperti kejahatan Aldrich, Aron dan Nadila.


Kebenaran apakah itu, nanti kita akan tau.


.


.


" Zain kita pulang malam ini."


" Baik tuan."


" Apakah kamu sudah menyiapkan semua bukti kejahatan Aldrich dan memastikan kalau mereka mau menjadi saksi akan kejahatan Aldrich selama ini."


" Sudah tuan, bahkan mereka sudah tidak sabar untuk menjebloskan Aldrich didalam penjara."


" Alhamdulillah kalau gitu, aku semakin tenang mendengar nya"


Fazar begitu sangat bahagia, karena kejahatan Aldrich sudah terpecahkan dan kini Fadil tidak akan di nyatakan bersalah oleh pengadilan nanti.


" Tuan, orang suruhan kita berhasil masuk kedalam usaha gelap Nadila. dan mereka berhasil mendapatkan bukti peradangan ilegal."


" Bagus, Beritahu mereka jangan sampai mereka ketahuan oleh wanita itu."


" Baik tuan."

__ADS_1


Ya, Fazar bukan saja mencari bukti akan kejahatan Aldrich dan tuan Aron. Tapi Fazar juga mencari bukti kejahatan Nadila dengan usaha gelap nya, yang menjual manusia."


" Tunggu permainan ku Nadila, Aron, Aldrich. Kalian akan mendekap didalam penjarah untuk selamanya dari kejatahan yang kalian lakukan."


__ADS_2