Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 52


__ADS_3

Fazar dan Wiyah sudah berada di luar bandara. Saat Wiyah dan Fazar keluar dari dalam.


Wiyah sudah di suguhkan dengan pemandangan yang begitu sangat menakjubkan dari kota yang terlihat begitu sangat indah. Karena terlihat kalau kota itu begitu sangat menarik di matanya.


Walaupun yang Wiyah lihat hanya gedung yang menjulang tinggi. Tapi keindahannya kota itu, membuat Wiyah menatap takjub menatap setiap sudut dari kota Tokyo Jepang.


Wiyah begitu sangat bersyukur karena impiannya ingin keluar negeri sudah terpenuhi.


" Kenapa dengan matamu." Tanya Fazar yang sekilas melihat kalau mata Wiyah berkaca-kaca.


" Aku hanya terharu saja, tuan." Jawab Wiyah jujur dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


" Terharu kenapa." Tanya Fazar yang tidak mengerti.


" Karena tuan sudah mengajakku kesini." Jawab Wiyah." Terimakasih tuan sudah mau mengajakku, jika tidak ada tuan mungkin aku tidak akan pernah berada disini." Ucap Wiyah membuat Fazar tertegun mendengar ucapan dari Wiyah.


" Apa kamu belum pernah keluar negri." Tanya Fazar membuat Wiyah menggeleng.


" Tidak pernah tuan, dan ini untuk berteman kalinya aku berada di negri orang." Jelas Wiyah, membuat Fazar mengerti.


" Sudahlah, jangan cengeng seperti itu, aku tidak suka melihatnya." Ucap Fazar membuat Wiyah Mengangguk mengerti.


Saat keduanya sedang melangkah mendekati mobil. Ada beberapa orang pria yang sedang menatap kearah keduanya atau lebih tepatnya kearah Wiyah.


Fazar yang sadar dengan tatapan para pria asing itu langsung melingkarkan tangannya di pinggang Wiyah lalu menarik tubuh mungil itu untuk mendekat dengannya.


Sedangkan Wiyah begitu sangat terkejut dengan tarikan dadakan Fazar membuat Wiyah langsung menatap kearah Fazar yang hanya menatap lurus kedepan.

__ADS_1


" Jangan melihat kearah samping karena ada orang yang sedang memerhatikan mu." Ucap Fazar mengingatkan Wiyah saat melihat kalau gadis itu ingin menoleh sebelah kanannya.


" Kelihatannya mereka orang jahat." Bisik Fazar kembali membuat Wiyah langsung mengangguk mengerti lalu mematuhi peringatan Fazar untuk tidak melihat kearah lain.


Walaupun Fazar memiliki banyak bodyguard yang menjaganya dan juga Istrinya, hanya saja Fazar begitu sangat tidak suka dengan tatapan para pria asing itu yang menatap Wiyah dengan tatapan penuh kekaguman.


Bagaimanapun Fazar, tahu akan arti dari tatapan para pria asing itu.


❄️❄️❄️❄️❄️


Setelah melakukan perjalanan hampir setengah jam, Fazar dan Wiyah bersama dengan Zain telah sampai di hotel tempat mereka akan menginap malam ini.


Fazar yang ingin membangunkan Wiyah harus di hentikan karena melihat kalau gadis di sampingnya itu kembali tidur.


" Apa dia tidak bosan untuk tidur terus, dari tadi di pesawat tidur. Sekarang dia malah tidur kembali." Ucap Fazar hanya bisa geleng-geleng melihat kelakuan istrinya itu." Dasar tukang tidur." Gumam Fazar sambil menatap wajah Wiyah yang masih saja tidur dengan nyenyaknya.


" Hey, tukang tidur bangun. Kita sudah sampai." Ucap Fazar, sambil mencolek pipi tembem Wiyah dengan jari telunjuknya.


Perlahan-lahan Wiyah membuka matanya. Hal pertama yang Wiyah lihat. Kalau sekarang dia berada di dalam mobil.


" Kita sudah sampai ya tuan." Tanya Wiyah menatap kearah Fazar.


" Iya, kita sudah sampai." Jawab Fazar singkat.


" Cepat turun, aku malas berlama-lama dengan mu." Ucap Fazar ketus.


" Suasana hatinya suka sekali berubah-ubah." Batin Wiyah menatap suaminya itu heran.

__ADS_1


" Kamu dengar atau ngga." Tanya Fazar geram saat melihat Wiyah yang hanya diam sambil menatapnya." Apa mungkin aku, harus melemparkan mu dari atas gedung ini." Ancam Fazar membuat Wiyah menggeleng.


" Maaf tuan." Ucap Wiyah begitu sangat takut dengan dengan ancaman Fazar, yang membuat Wiyah cepat-cepat membuka pintu mobil lalu turun terlebih dahulu dari mobil.


❄️❄️❄️❄️❄️


" Ini kamar sementara untuk kita berdua." Ucap Fazar setelah sampai didalam kamar yang sudah di pesankan oleh Zain untuk Fazar dan Wiyah.


Sebenarnya Fazar ingin protes ke Zain. Kenapa Zain tidak memesan dua kamar, hanya saja Fazar begitu sangat lelah jika harus bertanya lagi.


" Maaf tuan, apakah kita akan tidur satu kamar yang sama." Tanya Wiyah hati-hati karena takut menyinggung Fazar.


" Untuk malam ini kita satu ruangan, karena Zain lupa memesan kamar untukmu." Jawab Fazar." Lebih baik, sekarang kamu bersih-bersih, Karena aku mau kebawah dulu. Soalnya ada barang yang ketinggalan di dalam mobil." Ucap Fazar.


" Baik tuan." Jawab Wiyah.


Fazar meninggalkan Wiyah didalam kamar sendiri, untuk turun kembali ke lantai bawah karena ada barang yang ketinggalan didalam mobil.


Wiyah menatap takjub kamar hotel yang sekarang ia tempati.



" Begitu sangat indah." Gumaman Wiyah menatap takjub seisi kamar hotel yang sekarang ia tepati.


Karena Wiyah tidak mau membuang banyak waktu. Wiyah segera masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu. Sebelum Fazar kembali, dan marah-marah karena ia belum bersih-bersih sama sekali.


...----------------...

__ADS_1


Alhamdulillah dua ban, hanya untuk kalian semua.


Selalu dukung author ya


__ADS_2