Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 151


__ADS_3

Kesabaranku membawa cinta.


Bunda Sisi dan yang lainnya melangkah masuk sampai di ruangan keluarga. Di ruangan keluarga, mereka bisa melihat keberadaan Fazar dan Wiyah disana yang sedang duduk sambil menonton televisi.


Kedua pasangan itu terlihat romantis walaupun keduanya hanya duduk sambil menonton sebuah telivisi dan siarannya yang mereka nonton hanya kartun anak-anak.


"Assalamualaikum." Salam bunda Sisi bersama dengan yang lainnya secara bersamaan yang membuat Wiyah dan Fazar menoleh kearah samping.


" Waalaikumsalam." Jawab Fazar dan Wiyah bersamaan." Bunda, paman." Lirih keduanya saat melihat kehadiran keluarga nya disana, yang membuat Fazar berdiri dari duduknya untuk menyambut kedatangan keluarga nya.


Saat Wiyah ingin berdiri dari duduknya, bunda Sisi memberikan isyarat agar Wiyah tetap duduk, karena ia akan ke sana.


" Aku kira tadi bunda ngga jadi datang." Ucap Fazar sambil mencium punggung tangan bunda Sisi, dan juga pamannya. Sedangkan kedua adiknya mencium punggung tangan Fazar.


" Mana mungkin bunda ngga kesini setelah mendapatkan kabar bahagia ini." Jawab bunda Sisi setelah itu duduk disebelah Wiyah." Selamat sayang, atas kehamilanmu. Bunda begitu sangat bahagia dengan kabar bahagia ini." Ucap bunda Sisi mencium kening menantunya, sedangkan Wiyah mencium punggung tangan mertuanya itu.


" Terimakasih bunda." Ucap Wiyah tersenyum.


Tuan Aslan, Abidzar dan Fazri duduk di sofa setelah menyimpan paper bang mereka tadi.


" Selamat kakak ipar, Alhamdulillah sebentar lagi keluarga ini akan bertambah." Ucap Fazri antusias dan begitu sangat bahagia. Karena sebelum Wiyah hamil. Fazri lah yang paling menantikan kehamilan Wiyah.


" Terimakasih Fazri, Alhamdulillah doa mu telah Allah jabah, karena sebentar lagi kamu akan jadi paman." Sahut Fazar bukan Wiyah.


" Doa yang terbaik Wiyah, semoga sehat terus sampai lahiran nanti." Sambung Abidzar.


" Aminn kak, makasih buat doa nya." Jawab Wiyah.


" Paman ikut senang dengan kabar bahagia ini Zar. Jaga kesehatan istrimu karena di kehamilan nya yang masih muda, masih terlalu rentan." Sambung tuan Aslan.


" Terimakasih paman, insyaallah Fazar akan ingat pesan paman." Jawab Fazar.


" Apa kalian sudah memeriksa berapa usia kandungan mu sayang." Tanya bunda Sisi mengusap lembut perut Wiyah yang masih datar, sedangkan matanya menatap kearah Fazar.


" Insyaallah besok Bun, soalnya aku sendiri baru mengetahui istriku hamil hari ini. Kalau saja Wiyah tidak memberikan kejutan untukku. Alhamdulillah di usiaku yang kedua puluh sembilan tahun ini, aku mendapatkan hadiah yang begitu sangat luar biasa." Jelas Fazar.


" Alhamdulillah Zar bunda ikut senang, dengan kabar bahagia ini, Di Usiamu yang sekarang kamu telah mendapatkan kebahagiaan yang begitu sangat luas biasa. Semoga kedepannya, kalian bisa menyelesaikan masalah kalian dengan tenang, setiap ada ujian didalam pernikahan kalian."


" Amin Bun. Semoga rumah tangga kami seperti bunda dan ayah, walaupun sering di terpah masalah tapi kalian selalu bersama."Batin Fazar.

__ADS_1


.


.


Fina yang sedang membersihkan meja. Yang baru saja di tinggalkan oleh pelangng tadi. Harus di kejutkan oleh Agus yang datang secara tiba-tiba yang langsung mengejutkannya.


" Astaghfirullah Gus, bikin kaget aja." Omel Fina sambil mengelus dadanya karena terkejut." Untungnya tadi aku nggak langsung jantungan, karena kamu kagetin ."


" Hihihi maaf Fin, aku sudah membuat mu terkejut." Jawab Agus sambil terkekeh.


" Iya ngga apa-apa, tapi jangan di ulangi lagi ya."


" Siap Fin, aku ngga bakalan mengulanginya lagi." Jawab Agus." Hari ini kamu sibuk ngga." Tanya Agus, mengalihkan perbincangan mereka ke hal yang lain.


" Ngga Gus, Alhamdulillah hari ini aku ngga lagi sibuk, soalnya dosen ngga kasih tugas, sedangkan aku juga ngga lembur malam ini." Jawab Fina." Emangnya kenapa."


" Hmm, hari ini adikku ulang tahun, aku ngundang kamu kerumah untuk makan malam bersama. Kalau kamu nggak keberatan." Jawab Agus.


Fina tampak berpikir mendengar jawaban Agus apakah ia harus kerumah Agus untuk menghadiri acara ulang tahun adiknya Agus, yang kebetulan Fina mengenalnya juga.


" Boleh Gus, aku mau hadir di acara ulang tahun adikmu." Jawab Fina membuat Agus langsung tersenyum.


" Iya, tapi setelah aku menyelesaikan perkejaan ku." Jawab Fina.


" Baiklah kalau gitu aku tungguin kamu sebentar. Karena aku tahu kalau kamu pasti belum tahu dimana rumahku." Ucap Agus.


" Tapi aku nggak ngerepotin." Tanya Fina membuat Agus menggeleng.


" Ngga Fin." Jawab Agus." Kalau gitu aku tungguin kamu dibawah."


" Iya Gus, makasih sudah mau ditungguin."


" Iya sama-sama Fin." Jawab Agus sambil melangkah turun kelantai bawah, karena kebetulan juga hari ini Agus kerjanya malam makanya dia tidak mengerjakan pekerjaan nya sore ini.


.


.


" Maaf nungguin nya lama." Ucap Fina saat sudah berdiri di samping Agus, karena Fina baru saja menyelesaikan pekerjaannya.

__ADS_1


" Iya ngga Fin, aman aja." Jawab Agus." Kamu sudah siap."


" Sudah Gus, tapi aku balik kerumah dulu sebentar. Soalnya pakaianku kayaknya nggak pantas buat ke acara ulang tahun adik kamu, apalagi aku baru aja selesai kerja." Ucap Fina.


" Ngga usah pulang ke rumah untuk ganti baju Fin, soalnya aku sudah membawakan baju sepesial untuk kamu." Jawab Agus sambil menyerahkan satu paper bang yang berisi baju yang tadi dia beli khusus untuk Fina.


" Ngga usah Gus, terimakasih. Aku bisa menggantinya nanti kalau sampai di rumah." Tolak Fina yang merasa tidak enak, karena Agus membelikannya pakaian.


" Ngga apa-apa Fin ambil aja." Jawab Agus." Anggap baju ini sebagai tanda pertemanan kita. Kalau kamu menolak nya. Artinya kamu menolak pertemanan kita dari." Ucap Agus kembali, membuat Fina kembali berpikir


" Baiklah, aku mau memakainya." Lama berpikir, Akhirnya Fina mau menerima pakaian pemberian dari Agus." Terimakasih."


" Iya sama-sama Fin."


.


.


Setelah bersiap-siap di toilet, tepat di tempat di mana Fina kerja. Kini Fina sudah rapi mengunakan baju gamis berwarna merah muda dan juga hijab segi empat berwarna hitam yang panjangnya menutupi dari kepala atas sampai di bagian belakang.


Tidak lupa, Fina juga menggunakan makeup natural yang membuat Fina semakin terlihat cantik.


" Gus." Panggil Fina membuat Agus yang tadi sedang fokus pada ponselnya, Langsung mengangkat kepalanya untuk melihat kearah Fina, saat tadi ia mendengar suara lembut yang memanggilnya.


Agus langsung terpukau saat melihat Fina yang terlihat cantik, mengunakan baju yang tadi dia beli, ditambah dengan makeup yang natural.


" Gus." Panggil Fina kembali saat menyadari kalau Agus hanya diam.


Agus yang mendengar panggilan dari Fina, tersadar dari keterdiamnya." Iya Fin, sudah siap." Tanya Agus gugup.


" Sudah Gus." Jawab Fina." Nanti aku pakai motor ku sendiri, sedangkan kamu juga pakai motor mu, biar orang-orang tidak berpikir aneh-aneh tentang kita."


" Baik Fin, kalau aku sih terserah kamu." Jawab Agus." Kita langsung berangkat." Ucap Agus kembali sebelum ia mengambil kunci motornya yang berada di saku celananya.


Sedangkan Fina mengunakan motornya.


Setelah motor Agus duluan, meninggalkan parkiran restoran, barulah Fina menyusul mengikutinya dari belakang.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2