
Setelah lelah menyiksa Harum, Nadila tidak merasa bersalah sama sekali, malahan wanita itu duduk di kursi kerjanya dengan kaki yang dia taruh di atas meja kerja, tidak lupa satu sebatang rokok yang berada di tangannya, yang dia isap dengan begitu sangat nikmat.
Ingatannya tertuju pada sepuluh tahun yang lalu, dimana pertama kalinya dia bertemu dengan Ardian di negara A, Pria yang menjadi cinta pertamanya saat itu.
Mereka yang saat itu hanya seorang mahasiswa yang kuliah di kampus yang sama, tapi Ardian sebagai senior disana.
Tidak di pungkiri kalau pesona Ardian, membuat Nadila jatuh cinta, yang membuat Nadila ingin memiliki Ardian sepenuhnya.
Dengan segala cara ia mendekati Ardian, Tapi rencananya selalu gagal karena Ardian adalah pria yang susah sekali untuk dia dekati, bahkan pria itu, yang paling dingin di kampus itu. Yang membuat Nadila semakin tergila-gila ingin mendapatkan Ardian.
Sampai satu bulan Nadila, mengejar Ardian tanpa menyerah untuk mengejar cintanya, akhirnya Nadila berhasil merebut perasaan pria sedingin Adrian, dan mereka akhirnya menjadi pasangan kekasih.
Mereka menjalani hari-hari mereka sebagai pasangan kekasih selama enam bulan, dan mereka terlihat mesra tapi masih sewajarnya.
Selama mereka menjadi pasangan kekasih, Ardian selalu memberikan Nadila perhatian yang begitu sangat besar, bahkan Ardian tidak bisa lepas dari Nadila sangking cintanya.
Tapi Ardian berbeda dengan pria yang Nadila pernah kenal, karena Adrian tidak pernah menyentuhnya, Bahkan berciuman saja Ardian tidak pernah.
Ardian begitu sangat menghargai Nadila sebagai seorang wanita, yang membuat Ardian tidak berani berpikir untuk merusak Nadila, sampai mereka menikah nanti.
Tapi berbeda dengan Nadila, yang memang memiliki pergaulan bebas, dan sudah pernah melakukan itu, bahkan Nadila kehilangan kesuciannya saat dia berusia delapan belas tahun. Pergaulan bebasnya dan selalu di manja sang ibu dan ayah tirinya, membuat Nadila menjadi wanita yang begitu sangat liar dan kejam. Dia akan melakukan apapun itu asal kemauannya tercapai.
Nadila yang saat itu merasa kesal dengan Adrian yang begitu sangat berbeda dengan pria yang pernah dia kenal, karena Ardian tidak pernah menyentuhnya, bahkan tidak pernah menciumnya seperti pria yang lainnya, Membuat Nadila berpikir untuk menjebak Ardian agar mau menyentuhnya.
Walaupun dengan berbagai cara, agar Ardian tergoda. Tapi iman pria itu terlalu kuat, sampai Nadila kesal sendiri, karena dia selalu mendapatkan penolakan dari Ardian.
Karena tidak memiliki tepat untuk melampiaskan kekesalannya, membuat Nadila mencari pria lain untuk memenuhi kebutuhannya.
Bahkan Nadila sering melakukan itu, di belakang Ardian. Tapi Ardian tidak curiga sama sekali dengan apa yang dilakukan oleh kekasihnya itu, karena Ardian sepenuhnya percaya kalau Nadila adalah gadis yang baik-baik. Padahal yang Ardian tidak tau kalau kekasihnya itu telah bermain dibelakangnya.
Sampai dua bulan Nadila selalu menghabiskan waktunya bersama dengan kekasih gelapnya. Tidak sengaja kelakuannya telah diketahui oleh Ardian, karena saat itu mereka menepati hotel yang sama dan kamar Ardian dan Nadila berada bersampingan, yang membuat kelakuan Nadila selama ini telah diketahui oleh Ardian.
Ardian yang mengetahui kelakuan Nadila, begitu sangat marah dan kecewa, karena wanita yang dia cintai, ternyata bermain api di belakangnya. Ardian mengira kalau Nadila adalah wanita yang baik, ternyata dugaannya salah, karena Nadila sudah membohonginya selama ini.
Karena Ardian telah mengetahui kelakuan Nadila, Ardian memutuskan untuk kembali ke Indonesia tanpa memberikan kabar ke Nadila terlebih dahulu. Ardian sengaja melakukan itu, agar Nadila tidak perlu lagi mencarinya lagi.
Sedangkan Nadila begitu sangat bingung mencari keberadaan sang kekasih, apalagi kepergian Ardian secara tiba-tiba, yang membuat Nadila bingung mencari keberadaan Ardian dimana. Dia sudah menghubunginya bahkan mencari hampir keseluruhan teman Ardian, tapi Nadila tetap tidak menemukan titik terang sama sekali.
Sampai tiga bulan hilangnya Ardian, Nadila tidak mencarinya lagi. Karena Nadila telah menemukan pria yang cocok untuknya.
Nadila yang waktu itu mendapatkan waktu libur, memutuskan untuk kembali ke Indonesia, karena dia sangat merindukan keluarganya. Apalagi dia berada di negara A selama empat tiga tahun, dan dia belum pernah pulang sama sekali.
Sesampainya di Indonesia, Nadila bertemu dengan ayah tirinya dan juga ibunya, tidak lupa Nadila juga memiliki adik angkat yang berusia sebelas tahun, karena ibunya sengaja mengadopsi seorang anak, karena ibunya tidak bisa memiliki anak lagi.
__ADS_1
Nadila yang berada di Indonesia menjalani waktunya dengan bahagia bersama dengan keluarganya selama dia libur kuliah, bahkan dia sudah sepenuhnya melupakan Ardian
Sampai Nadila tidak sengaja bertemu dengan Ardian, dan sedang bersama dengan seorang gadis. Mungkin usianya masih terbilang muda, Karena wajahnya masih seperti remaja.
Nadila marah saat melihat pria yang pernah dia sukai, ternyata selama ini berada di Indonesia, dan pria itu juga sudah memiliki seorang kekasih. Nadila begitu sangat membenci Ardian, yang tidak menghargai perasaannya sampai meninggalkan nya begitu saja, tanpa memberikan nya kabar sama sekali, bahkan hubungan selama ini tidak jelas.
Karena rasa bencinya terhadap Ardian, Nadila melakukan rencana jahat, agar kedua pasang kekasih itu berpisah untuk selamanya, dan mungkin mereka tidak akan pernah bertemu lagi.
Nadila masih ingat dengan jelas bagaimana rencananya itu berhasil, yang membuat Ardian dan gadis itu berpisah. Bahkan mereka saling membenci satu sama lainnya.
Lima tahun Nadila berhasil memisahkan Ardian dan gadis itu, yang ternyata bernama Mayla Saynia, yaitu ibu Harum. Nadila tidak pernah lagi mendengar kabar dari kedua pasangan itu, karena Mayla dan Ardian seakan hilang di telan bumi.
Bahkan wanita itu semakin kejam Karena Nadila telah berhasil membuat usaha gelap dua tahun yang lalu, yang membuat wanita itu sangat ditakuti. Tapi hidupnya masih belum sepenuhnya sempurna, karena wanita itu masih terjebak dalam cinta terlarang.
Apalagi dia tidak bisa mengendalikan emosinya, yang membuat dia sering menyakiti dirinya sendiri. Nadila merasa kalau dia belum sepenuhnya sembuh.
Nadila yang memang seorang gadis tempramen, karena dia memiliki trauma yang menyakitkan, yang membuat wanita itu berubah menjadi kejam seperti sekarang.
Nadila yang sedang melamun langsung tersadar dari lamunannya, dimana suara ponselnya kembali berdering. Dengan perasaan yang masih belum tenang, Nadila kembali mengambil ponselnya itu lalu mengangkatnya.
" Nyonya, para anggota kepolisian, telah menemukan lokasi usaha gelap anda. Bahkan mereka sudah membebaskan tawanan anda dan menyita semua barang-barang terlarang yang berada di markas dan di gudang." Lapor orang suruhan Nadila.
Nadila semakin marah di buatnya, dalam satu hari ini dia mendengar kabar buruk begitu sangat banyak, bahkan sekarang usaha gelapnya telah ditemukan. Padahal belum satu jam, selesai sidang. Tapi anggota kepolisian sudah menemukan titik usah gelapnya.
" Kurang ngajar kamu Fazar." Pekik Nadila, emosinya juga semakin menjadi-jadi. Dan dia kembali membanting ponselnya itu, untuk kesekian kalinya. Mungkin ini ponsel yang keberapa. Nadila yakin, semua ini pasti ulah Fazar, yang memang sudah mengetahui usaha gelapnya selama ini.
" Dimana babu kecil itu." Tanya Nadila, dengan tatapan penuh amarah yang tidak bisa dia tutupi.
" Harum berada di dalam kamarnya nyonya." Jawab pelayan itu dengan terbata-bata, karena takut dengan tatapan Nadila.
" Suruh babu kecil itu untuk keluar, karena saya akan kembali ke kota B."
" Baik nyonya." Setelah mengatakan itu, Nadila kembali naik keatas untuk mempersiapkan dirinya untuk kembali ke kota B. Karena Nadila tau, kalau para polisi pasti sedang mencarinya sekarang. Karena itulah, Nadila akan pergi dari kota ini, untuk bersembunyi di kota B. Karena hanya mansionnya yang berada di kota B, maka para kepolisian tidak akan menemukannya.
Sedangkan pelayan itu bernafas dengan lega karena Nadila tidak menyiksa Harum kembali.
.
.
Dengan wajah pucat, Harum tetap membawa barang-barang yang di bawah oleh Nadila. Bahkan barang itu jauh lebih besar, daripada tubuhnya.
" Cepat, jangan lambat." Bentak Nadila saat melihat Harum yang begitu sangat lambat saat membawa barang-barangnya.
__ADS_1
" Iya nyonya." Walaupun tangan dan kakinya masih sakit terasa sangat sakit, tapi Harum tetap mengerjakan tugasnya.
Dia tetap membawa barang-barang itu untuk masuk kedalam mobil.
🌺🌺🌺🌺🌺
Satu minggu sudah setelah selesai persidangan. Kini Fazar menghancurkan usaha gelap Nadila dengan begitu sangat cepat.
Bahkan Fazar juga sudah menemukan sandra gadis kecil, yang akan Nadila jual.
Gadis kecil yang bukan saja satu orang, melainkan ada banyak, bahkan gadis kecil itu masih berusia delapan tahun dan tujuh tahun.
Begitu sangat kejamnya Nadila, sampai anak-anak yang masih ingin bermain harus menjadi bahan usah ilegal nya.
Fazar begitu sangat bersyukur, karena dia berhasil membebaskan gadis-gadis kecil itu, dan mengembalikan mereka kepada keluarganya.
Tapi Fazar belum menemukan titik terang keberadaan Harum, karena Fazar yakin kalau Nadila telah membawa gadis kecil itu.
Fazar bertanya-tanya, kenapa gadis kecil itu yang selalu Nadila incar bahkan melepaskan nya saja Nadila tidak mau. Apakah ada rahasia tentang Harum sebenarnya.
.
.
Keempat pria itu sedang duduk sambil membicarakan soal Harum. Karena Fadil, Abidzar dan Fazri sudah mengetahui kebenaran tentang Harum.
Abidzar yang mengetahui kalau gadis kecil yang pernah bertemu dengannya itu, ternyata gadis kecil yang selama ini menjadi korban dari kekejaman Nadila, membuat Abidzar begitu sangat terkejut.
Andai ia mengetahui kalau Fazar sedang mencari gadis kecil itu, mungkin waktu itu dia tidak akan melepaskan gadis kecil itu.
Sama halnya seperti Abidzar, Fazri juga begitu sangat terkejut. Kalau ternyata dugaannya benar, kalau sahabat kecilnya itu tersiksa bersama dengan keluarganya, yang baru. Mungkin yang sahabat kecilnya ceritakan saat itu semuanya hanyalah kebohongan, agar ia tidak mengetahui apa yang telah terjadi kepada gadis kecil itu.
Andai Fazri mengetahui itu dari awal, mungkin waktu itu dia sudah membawa Harum pergi untuk terbebas dari manusia yang sekejam Nadila.
Sama halnya dengan Fadil yang begitu sangat merasa bersalah. Karena penyakitnya waktu itu, dia tidak bisa mencari Harum dengan cepat. Andai waktu itu dia mencari Harum dengan cepat, mungkin kejadian seperti ini tidak akan tau.
" Aku tidak menyangka kalau kalian bertiga ternyata sama-sama mengenal gadis kecil itu, dan satu minggu yang lalu kalian baru saja bertemu dengannya."
" Aku tidak tau bang, apa yang terjadi dengan Harum sebenarnya. Andai aku tau, mungkin waktu itu aku tidak akan melepaskannya." Ucap Fazri dengan wajah tampak bersalah.
" Sama Zar, andai aku tau kalau gadis kecil itu, ternyata selama ini kamu mencarinya, mungkin waktu itu aku tidak akan melepaskannya, dan akan membawanya bersamaku." Sambung Abidzar.
" Disini kalian tidak bersalah, karena sepenuhnya disini aku yang bersalah. Harusnya aku menceritakan semuanya kepada kalian, agar kalian ikut membantu, tapi aku tidak melakukan itu, karena aku mengira kalau kasus ini tidak rumit seperti sekarang. Karena waktu itu istriku hanya ingin mencari tau keberadaan gadis kecil itu yang hilang entah kemana. Dan aku tidak menyangka kalau hilangnya gadis kecil itu, ternyata bersangkutan dengan masalalu ku." Ucap Fazar sambil melirik kearah Fadil yang hanya diam." Aku ingin kalian bertiga menyembunyikan apa yang telah terjadi dengan gadis kecil itu, jangan sampai terdengar oleh istriku, karena Istriku pasti akan khawatir kalau sampai terjadi sesuatu kepada gadis kecil itu. Karena istriku begitu sangat menyayangi nya." Ketiga pria itu hanya mengangguk mengiyakan, permintaan Fazar.
__ADS_1
" Kalian berdua bisa pergi untuk beristirahat. Dan Fadil aku ingin berbicara empat mata dengan mu."
...----------------...