Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 81


__ADS_3

" Astaghfirullah." Fazar semakin dibikin terkejut saat melihat kalau istrinya yang dia cari sedang berendam didalam Bathtub.


Apa yang istrinya itu lakukan didalam bathub, apakah Wiyah tengelam. Pikiran buruk hadir di kepalanya, yang membuat Fazar melangkah mendekati bathtub dengan wajah penuh khawatir. Saat berada di dekat bathtub, Fazar bisa melihat kalau istrinya itu tidak apa-apa, melaikan sedang tidur dengan nyenyaknya sambil menyadarkan tubuhnya dengan kepala yang masih terlihat.


Fazar yang melihat kelakuan istrinya itu hanya bisa menggelengkan kepalanya, ia sudah panik setengah mati. Tapi orang yang dia cari malah tidur dengan santainya didalam kamar mandi.


" Saat dia sedang mandi saja, pasti dia akan tidur seperti itu." Gumam Fazar saat melihat istrinya itu yang berada didalam Bathtub sedang tidur." Air saja tidak menghalanginya untuk tidur dimana saja. Dasar siput." Ucap Fazar kembali.


Fazar menatap istrinya itu yang tampak lucu saat sedang tidur seperti saat ini, tanpa membuat Wiyah terusik sama sekali. Sampai ide jahil hadir di kepala Fazar.


" Sepertinya asyik kalau aku mengganggunya." Ucap Fazar kembali tanpa dia sadari kalau Fazar tersenyum dengan wajah jahil nya.


Fazar membungkukkan tubuhnya lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Wiyah, membuat Fazar bisa mencium aroma harum dari istrinya itu, lalu Fazar meniup wajah istrinya dengan lembut.


Sedangkan Wiyah yang sedang tidur, harus terusik karena ulah Fazar. Perlahan-lahan Wiyah membuka matanya.


Saat matanya sepenuhnya terbuka, Wiyah bisa melihat wajah Fazar yang begitu sangat dekat dengannya.


Sampai.


" Aaaa." Teriak Wiyah langsung menyilangkan kedua tangannya di dadanya untuk menutupi barang berharga agar tidak dilihat oleh Fazar. Karena Wiyah baru sadar kalau ternyata dia masih berada didalam Bathtub yang berisi air.

__ADS_1


Fazar yang mendengar teriakan istrinya itu langsung memundurkan langkahnya, karena begitu sangat terkejut dengan teriakan Wiyah yang membuat kupingnya berdengung.


" Kenapa kamu berteriak." Gerutu Fazar kesal karena teriakan Wiyah barusan. Fazar menggosok kupingnya yang masih berdenyut karena ulah istrinya itu.


" Tuan kenapa anda bisa berada disini." Bukannya menjawab, tapi Wiyah malah bertanya kembali, sambil menatap Fazar dengan tangan yang masih menyilang di dadanya.


" Aku hanya ingin memastikan kalau kamu masih hidup atau tidak. Soalnya tadi aku mencari kamu didalam kamar, tapi kamu tidak ada. Saat aku melihat pintu kamar mandi yang di kunci, aku berpikir kalau kamu berada didalam kamar mandi. Tapi aku menyadari kalau didalam tidak ada suara air sama sekali, makanya aku mengira kalau kamu sedang bunuh diri didalam. Maka dari itu aku langsung masuk saja, karena ingin memeriksa kondisi mu." Jelas Fazar jujur dengan ketus sambil menatap tajam Wiyah.


Wiyah yang mendengar penjelasan Fazar teringat kalau tadi ia sedang mandi, dan tanpa ia sadari kalau ia langsung tertidur didalam Bathtub karena begitu sangat lelah.


" Maaf tuan, tadi aku ketiduran." Ucap Wiyah merasa tidak enak, karena ulahnya sendiri. Padahal tadi, Wiyah hanya ingin mandi saja, tapi tidak tahu kenapa sampai ia berakhir dengan ketiduran didalam kamar mandi.


" Hmm. Tidak apa." Jawab Fazar." Tapi ingat jangan sampai kamu tidur didalam Bathtub yang berisi air seperti ini. karena kamu bisa saja tengelam tanpa kamu sadari. Untungnya aku datang, jika tidak mungkin kamu sudah mati, dan orang akan berpikir kalau aku yang membunuh mu." Ucap Fazar kembali sambil mengingatkan istrinya itu.


" Kalau gitu cepatlah keluar dari air, sebelum tubuhmu mati rasa karena terlalu lama berendam dalam air." Suruh Fazar membuat Wiyah mengangguk.


" Baik tuan." Jawab Wiyah.


Keduanya hanya diam. Termasuk Wiyah yang masih berada didalam Bathtub sambil menatap kearah Fazar.


" Kenapa kamu belum keluar dari dalam bathtub, bukannya tadi aku menyuruhmu untuk keluar." Tanya Fazar menyadari kalau istrinya itu belum keluar sama sekali.

__ADS_1


" Maaf tuan, tapi anda belum keluar." Jawab Wiyah dengan suara pelan nya.


Fazar yang mendengar ucapan istrinya itu sampai melupakan kalau ia belum keluar dari kamar mandi. Mana mungkin istrinya itu keluar dari dalam bathtub, sedangkan ia masih berada didalam.


Yang ada nanti Fazar yang akan menyusul masuk kedalam. Eh, salah. Maksudnya mengomeli Wiyah karena keluar begitu saja tanpa menyuruhnya untuk keluar 🤭.


Saat Fazar akan melangkah. Tanpa sengaja Fazar menginjak air sabun, yang entah kapan berada di situ. padahal tadi tidak ada. Karena air sabun itu membuat Fazar terpeleset dan membuatnya jatuh kebelakang. Karena Fazar masih dekat dengan bathtub, Fazar tidak jatuh kelantai, melaikan langsung masuk kedalam bathtub yang masih berada Wiyah didalam.


Bukkk.


Fazar langsung basah begitu saja, saat tubuhnya berhasil masuk didalam Bathtub yang berisi air. Karena Fazar jatuh persis di atas tubuh Wiyah. Fazar tidak sepenuhnya jatuh di atas tubuh Wiyah, karena kedua tangannya berhasil menopang tubuhnya, karena kedua tangannya memegang disisi bathtub. Kini wajah keduanya saling bertemu satu sama lainnya. membuat Fazar bisa menatap istrinya itu, sama halnya dengan Wiyah.


" Aaaa, dasar tuan Fazar mesum." Pekik Wiyah dengan berteriak saat Wiyah menyadari kalau mereka begitu sang dekat, sedangkan ia masih dalam keadaan tidak mengenakan sehelai benang pun.


Fazar yang sadar akan hal itu langsung berdiri lalu keluar dari dalam bathtub, dengan langkah terbaru-buru Fazar melangkah keluar kemar mandi lalu menutup pintu kamar mandi dengan kuat.


" Sangatlah memalukan." Cicit Wiyah dengan pipi yang sudah mera seperti stoberi yang baru matang.


Sedangkan Fazar yang berada di luar, memegang dadanya." Apa tadi." Gumam Fazar.


Rencananya tadi Fazar ingin menjahili Wiyah, malahan dia sendiri yang kena. Malahan lebih para.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2