Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 122


__ADS_3

Kesabaranku membawa cinta


" Astaga." Pekik pria yang tidak sengaja menabrak Harum, karena jas mahalnya tertumpah es krim yang di pegang Harum.


Harum yang melihat, kalau orang di depannya sepertinya marah besar langsung menundukkan kepalanya takut." Maafkan aku om, aku tidak sengaja melakukannya." Lirih Harum dengan suara kecilnya, tapi masih bisa dengar oleh pria itu.


Pria yang tadi menatap kearah jas nya yang kotor beralih menatap kearah gadis kecil yang tidak sengaja tadi dia tabrak, sampai membuat jas nya kotor. Gadis itu menundukkan kepalanya ketakutan.


Pria itu bisa melihat penampilan gadis kecil itu yang aga kumu tidak seperti gadis kecil yang lainnya, yang memiliki pekaian yang layak, tapi tidak dengan gadis kecil itu.


" Maaf om, aku tidak sengaja menumpahkan es krim yang tadi aku pegang di pekaian om." Lirih Harum ketakutan.


Rasanya pria itu ingin marah, karena pekaian kotor, apalagi dia harus menghadiri pertemuan dengan kliennya.


Tapi saat melihat gadis kecil itu mengangkat kepalanya, lalu menatap kearahnya membuat pria itu seketika terdiam di tempatnya dan debaran jantungnya juga seperti tidak normal.


Deg


Melihat wajah gadis kecil itu, yang hampir mirip sepertinya. Alis, bentuk wajah hidung semua yang berada di wajah gadis itu begitu sangat persis sepertinya, hanya mata saja yang membedakan dari gadis itu. Tapi kalau di lihat dengan betul-betul gadis kecil dihadapannya itu begitu sangat mirip sepertinya.


" Kenapa wajah gadis ini sama persis seperti wajahku." Batin pria itu masih menatap kearah wajah Harum yang sedang menatap kearah pria itu.


" Maaf om, aku tidak sengaja menumpahkan es krim itu ke pekaian Om." Lirih Harum kembali, yang membuat pria itu tersadar dari keterdiamnya saat menatap wajah Harum.


Pria itu membungkukkan tubuhnya untuk sejajar dengan tubuh Harum.


Pria itu terus menatap Harum memacari kesamaan wajah mereka.


" Ngga apa-apa dek, adek ngga salah. Tapi om yang salah tadi, ngga sengaja nabrak kamu sampai membuat es krim kamu tumpah." Ucap pria itu begitu sangat lembut menatap gadis kecil dihadapannya. Entahlah pria itu merasakan getaran aneh saat menatap gadis kecil di hadapannya.


" Tapi pekaian om kotor." Lirih Harum kembali.


" Ngga apa-apa, nanti om bisa menggantinya." Jawab pria itu, lalu mengelus lembut pipi Harum dengan tangannya.


" Kenapa bola mata ini, seperti pernah aku lihat." Batin pria itu kembali menatap dalam manik kecil yang terlihat begitu sangat indah.


Sama halnya dengan Harum, yang membalas tatapan pria di depannya.

__ADS_1


" Tuan Ardian." Ucap seseorang memanggil pria itu. Sedangkan pria yang di panggil namanya, langsung menegakkan tubuhnya.


" Maaf tuan Ardian anda menunggu lama, karena tadi saya baru saja perbaiki mobil anda, karena tadi sempat mogok." Ucap pria muda yang baru saja datang. Menatap kearah bos nya itu, yang tidak lain adalah Ardian Natan Ronaltan, sedangkan pria muda itu adalah Jabir Jidan Taufik.


" Kali ini saya memaafkan kamu tapi tidak untuk besok." Ancam Ardian membuat Jidan mengangguk mengerti.


Jidan berlarih menatap kearah jas yang Ardian pakai." Maaf tuan, kenapa jas ada kotor." Tanya Jidan.


" Tadi tertumpah oleh es krim yang tadi di pegang, oleh gadis di sampingku." Jawab Ardian menoleh menatap kearah gadis di sampingnya yang sedang menatap kearah mereka.


Sedangkan Jidan hanya mengangguk mengerti, tanpa kembali bertanya lagi.


" Sekali lagi, maafkan aku om." Lirih Harum yang masih merasa bersalah.


Ardian tersenyum, lalu mengelus lembut kepala gadis kecil itu." Tidak apa, om sudah memaafkan kamu. Tadi juga om yang salah karena sudah menabrak kamu, sampai membuat es krim kamu tumpah." Jawab Ardian dengan suara lembutnya.


Sedangkan Jidan sekertaris, Ardian hanya menatap bos nya itu dengan bingung. Bukannya bos nya itu paling benci dengan anak kecil, tapi ini dia berbicara dengan nada lembut sambil tersenyum. Apakah ada yang salah dengan bos nya itu.


Jidan menatap kearah gadis kecil itu, dan menyamakan wajah keduanya yang memiliki kemiripan." Tapi kenapa wajah mereka sama, seperti ayah dan anak." Batin Jidan." Tapi bisa ajakan, mengingat seperti tuan Ardian yang suka sekali berganti-ganti pasangan untuk menemani malam nya." Batin Jidan kembali yang tahu seperti apa sifat Ardian sebenarnya.


" Maafkan saya tuan, saya tidak sengaja melamun." Jawab Jidan.


" Sudah dua kali Jidan, saya bisa memotong gaji mu." Ancam Ardian tapi dengan suara lembutnya karena gadis kecil itu masih berada di sebelahnya.


Sedangkan Jidan hanya menelan silvernya dengan kasar mendengar ancaman bos nya itu, walaupun dengan nada lembut, tapi penuh dengan penekanan.


Ardian beralih menatap kearah Harum." Untuk es krim mu yang tumpah, Bagaimana kalau om menggantinya dengan yang baru." Tawar Ardian.


" Tidak om, tidak apa-apa. Nanti saya bisa membelinya lagi." Tolak Harum.


" Ngga apa-apa, anggap ini sebagai tanda om minta maaf." Ucap Ardian kembali mencoba membujuk gadis kecil itu.


Harum tampak terdiam, tapi kemudian dia mengangguk." Baiklah om aku mau." Jawab Harum membuat Ardian kembali tersenyum saat melihat senyuman gadis kecil itu. Rasanya ada yang menghangat didalam dirinya saat melihat gadis kecil itu.


" Tapi om belum mengenal siapa nama kamu." Ucap Ardian ingin mengenal nama gadis kecil di sampingnya itu.


" Nama aku Harum om." Ucap Harum mengenakan namanya.

__ADS_1


" Nama yang cantik." Ucap Ardian tersenyum.


Setelah berkenalan dengan gadis yang tidak sengaja Ardian tabrak, Ardian membelikan gadis itu beberapa es krim berbeda rasa. Bukan itu saja, Ardian juga membelikan coklat dan juga beberapa permen untuk Harum.


🌼🌼🌼🌼🌼


Tidak terasa malam kembali lagi. Malam yang menyisakan keindahan yang begitu sangat luar biasa, malam yang selalu di penuhi oleh ribuan bintang di langit. Apalagi malam ini terlihat begitu sangat cerah tanpa adanya awan yang akan menghalangi keindahan malam ini.


Di sebuah mansion.


Keluarga besar itu, sedang menikmati makan malamnya. Tidak seperti malam-malam kemarin, karena malam ini sangat berbeda.


Karena keluarga itu sedang duduk bersama di meja besar untuk menikmati makan malam mereka, yang jauh lebih nikmat.


" Rasa makanannya sangat enak, siapa yang memasak hari ini." Tanya tuan Aslan yang merasakan kalau makanan yang dia makan malam ini berbeda. Karena rasanya begitu sangat pas di lidahnya.


" Yang memasak malam ini nona Wisyah tuan." Jawab salah satu pelayan, membuat tuan Aslan dan yang lainnya menatap kearah Wiyah.


" Zar, ternyata kamu bukan saja mendapatkan gadis yang Solehah, cantik, pintar, baik. Tapi istrimu juga pintar masak." Puji, tuan Aslan menatap kearah Fazar berganti kearah Wiyah yang hanya tersenyum.


" Terimakasih paman." Jawab Fazar.


Sedangkan Fadil yang mendengar ucapan paman itu merasa sedih." Dia memang gadis yang istimewa paman, karena memiliki banyak keistimewaan yang kalian belum tahu." Batin Fadil menatap kearah Wiyah.


Fazar akui kalau gadis yang sampai sekarang masih, terisi dalam hatinya, begitu sangat pintar mengikat siapa saja. Bukan karena kecantikannya, melainkan kebaikan, dan kelembutannya.


Sama halnya dengan Abizard yang merasakan kegalauan saat mengetahui kalau gadis yang di sukai, ternyata memiliki paket komplit sebagai seorang istri.


Abizard menatap kearah Wiyah, gadis dua tahun lebih muda darinya itu." Andai aku duluan bertemu dengan mu Wiyah."


Sedangkan bunda Sisi dan tuan Aslan bisa merasakan putra mereka yang sama-sama galau, karena mereka tahu kalau putra mereka memiliki rasa ke Wiyah. Menantu mereka yang sudah sah menjadi istrinya Fazar.


" Semoga kalian menemukan gadis yang sama seperti, gadis yang kalian mau." Batin bunda Sisi menatap kearah kedua putranya itu.


...----------------...


Kayaknya, like nya makin mengurang. Author ngga semangat buat update lagi 🥺

__ADS_1


__ADS_2