Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 68


__ADS_3

Kita flashback berapa bulan yang lalu, tepatnya pertemuan pertama antara Wiyah dan juga Fazar.


Sore yang kini sudah berganti malam. Langit yang tadi berwarna biru kini sudah berganti dengan langit yang berwarna hitam dengan cahaya bintang yang bertaburan di langit yang mewarnai langit itu.


Fazar yang baru saja menyelesaikan sholat magrib, kini melangkah keluar dari mesjid bersama dengan jamaah yang lain. Fazar sholat si mesjid dekat dengan taman yang tadi Fazar singgahi.


Saat Fazar ingin melangkah mengarah ke mobilnya, ada seorang gadis yang menghentikan langkahnya.


" Assalamualaikum tuan, maaf saya menganggu ada." Ucap gadis itu membuat Fazar menghentikan langkahnya, lalu melihat kearah gadis berjilbab panjang itu yang sedang memegang minuman didalam gelas plastik berisi minuman seperti es.


" Iya ada apa ya mbak." Tanya Fazar menatap gadis itu." Bukanya gadis ini. Gadis yang tadi aku tolong, saat kami tidak sengaja saling bertabrakan, dan hampir saja membuatnya jatuh ketanah jika saja aku tidak menolongnya." Batin Fazar mengingat kalau gadis itu, ternyata gadis yang sama, saat Fazar tolong tadi di taman.


" Maaf tuan, saya hanya ingin berbagi minuman gratis kepada orang-orang di sekitaran mesjid ini, dan ini meminum terakhir untuk anda." Jawab gadis itu masih menundukkan pandangannya kearah bawah.


" Berbagai minuman." Tanya Fazar bingung membuat gadis itu mengangguk. " Padahal hari ini bukan hari Jum'at, tapi kenapa ada yang berbagai." Batin Fazar menatap minuman yang di bawah oleh gadis itu. Lalu Fazar beralih melihat kearah lain yang terdapat beberapa orang-orang yang mendapatkan minuman yang sama seperti minuman yang gadis itu bawah.


Lama terdiam, akhirnya Fazar mau menerima minuman yang gadis itu berikan untuknya." Baiklah mbak, terimakasih minumannya." Ucap Fazar membuat gadis itu tersenyum.


" Sama-sama tuan, kalau begitu permisi." Gadis itu sambil tersenyum kecil, lalu pergi meninggalkan Fazar yang hanya diam sambil menatap kearah gadis itu.


Fazar sedikit terpana dengan senyuman gadis itu, tapi pikiran itu, berusaha untuk dia hilangkan.


Fazar menatap minuman itu." Ngga apa-apa, anggap saja rezeki." Batin Fazar, setelah itu Fazar melangkah masuk kedalam mobilnya.


Karena Fazar sekarang hanya ingin sendiri, membuat Fazar menjalankan mobilnya tanpa di temani oleh bodyguard atau sekertarisnya, karena Fazar benar-benar sedang ingin sendiri tanpa gangguan orang.

__ADS_1


Saat sedang menjalankan mobilnya, Fazar meminum minuman yang tadi gadis itu berikan sampai Habis.


Saat sedang mengendarai mobilnya, Fazar merasakan kalau tubuhnya tiba-tiba saja merasakan kepanasan yang membuat tubuhnya langsung berkeringat dingin, padahal pendingin didalam mobil itu menyala, dan suhu dalam mobil baik-baik saja. Tapi Fazar mendadak merasakan kepanasan yang begitu sangat tidak wajar.


" Apa yang terjadi denganku." Batin Fazar menepikan mobilnya ketempat yang lumayan begitu sangat sepi karena tempat itu jarang di lewati oleh kendaraan.


" Apa jangan-jangan minuman tadi terdapat obat p**angsang didalamnya. Karena ada orang yang ingin menjebak ku." Gumam Fazar menatap kearah tempat minuman tadi yang belum Fazar membuang. Fazar melepaskan kancing kemejanya, karena merasa begitu sangat gerah. Rasanya Fazar ingin melampiaskan sesuatu yang tertahan.


" Apa yang terjadi denganku." Ucap Fazar. Sebelum semuanya memburuk, Fazar segera menelfon Zain.


" Cepat kemari Zain, aku membutuhkan mu. Lacak aku lewat gps." Suruh Fazar setelah itu mematikan panggilan telepon nya tanpa menjelaskan apapun atau mendengar jawaban dari sebarang sana.


Karena merasa begitu sangat panas, Fazar membuka kemejanya, membuat Fazar bertelanjang dada.


Pria itu juga semakin menaikkan suhu mobilnya, agar ia tidak merasakan kepanasan.


Saat Fazar hampir kehilangan kesadaran, Suara ketukan mobil membuat Fazar mengira kalau itu adalah Zain sekertarisnya. Dengan sisa-sisa tenaganya Fazar membuka pintu mobil.


" Akhirnya kamu datang Zain." Ucap Fazar senang dengan suara anehnya itu.


" Iya tuan, aku datang untuk membantumu." Jawab orang itu.


Walaupun sudah dikendalikan oleh obat luknut itu, tapi Fazar masih bisa menyadarkan dirinya, dan mengetahui kalau orang yang berbicara itu bukan sekertarisnya melikan seorang wanita.


" Siapa kamu." Tanya Fazar.

__ADS_1


" Aku wanita yang akan memuaskan ada tuan, dan menghilangkan rasa panas yang ada pada diri anda."Jawab wanita itu yang seperti tau apa yang sekarang sedang Fazar rasakan.


" Apa maksudmu." Tanya Fazar tidak mengerti.


" Tenang saja, tuan. Ada akan puas dengan hasil kerja saya." Jawab wanita itu.


Walaupun dalam kesadaran yang sudah hilang di kendalikan oleh na**unya, Tapi Fazar masih bisa sadar kalau yang wanita itu katakan sangatlah tidak bermoral.


Walaupun Fazar begitu sangat ingin menghilangkan rasa panas yang ada pada dirinya, tapi bukan cara seperti ini.


Dengan sisa-sisa kesadaran, Fazar berusaha untuk menolak." Tidak, aku tidak membutuhkan mu. Lebih baik kamu pergi. Aku tidak suka melakukan hal menjanjikan itu, pergi sana." Usir Fazar mencoba untuk menutup pintunya kembali, tapi sayang. Wanita itu sudah mencegahnya lalu masuk kedalam mobil bersama dengan Fazar.


" Keluar." Usir Fazar mencoba untuk memberontak saat wanita itu ini menyentuhnya. Rasanya Fazar begitu sangat jijik saat tangan kotor itu memeng tubuhnya, tapi tubuhnya itu malah merespon sentuhan dari wanita itu.


" Tenanglah tuan, aku akan memberikan pelayanan yang membuat anda terbang sampai ke langit." Ucap wanita itu dengan suara genitnya yang terkesan begitu sangat manja di telinga Fazar.


" Tidak, aku tidak menginginkan hal itu, pergi wanita murahan." Usir Fazar berusaha terus memberontak di sisa-sisa kesadarannya agar, dia tidak melakukan hal lebih dengan wanita murahan yang sekarang sedang menggodanya. Fazar menolak tapi tidak dengan tubuhnya yang merespon. Mungkin pengaruh dari obat itu ya


Saat wanita itu menggodanya. Rasanya Fazar seperti sedang dilecehkan dan ingin di p**kosa oleh wanita murahan itu.


" Ya Allah selamatkan aku." Batin Fazar terus berdoa agar dirinya baik-baik saja dari wanita jahat itu.


Saat wanita itu ingin kembali melanjutkan aksinya. Seseorang membuka pintu mobil Fazar, dan menghentikan aksi liar dari wanita itu.


" Berhenti nona."

__ADS_1


...----------------...


Mau lanjut ngga.


__ADS_2