
Kesabaranku membawa cinta
" Assalamualaikum." Walaupun ragu, tapi tuan Aslan tetap melangkah masuk kedalam ruangan Fadil.
Orang-orang yang berada di ruangan itu melihat kearah pintu. Abizard yang melihat kehadiran papi begitu sangat terkejut, sama halnya dengan bunda Sisi yang jauh lebih terkejut saat melihat, pria yang pernah menyakiti nya dan hampir merusak hubungannya dengan almarhum suaminya hanya karena status mereka berbeda.
Sedangkan Fadil tidak terkejut, saat melihat kedatangan paman nya itu, karena dia sudah tahu saat Fazar memberitahukannya kalau dia akan pergi menemui paman Aslan.
" Tuan Aslan." Cicit bunda Sisi merasa takut, karena dia begitu sangat trauma dengan apa yang tuan Aslan lakukan, bukan saja menyakiti fisik tapi tuan Aslan juga menyakiti mental bunda Sisi, walaupun kejadian itu hampir bertahun-tahun lamanya, sebelum lima tahun yang lalu mereka di pertemukan kembali. Bunda Sisi yang melihat kehadiran tuan Aslan langsung menggenggam tangan Wiyah.
Sedangkan Wiyah tidak mengerti apapun, saat melihat wajah ketakutan dari bunda Sisi hanya membalas menggenggam kedua tangan bunda Sisi. Walaupun Wiyah tidak mengetahui apapun, tapi dia akan tetap menguatkan bunda Sisi.
Fazar yang melihat ketakutan dari bundanya berdiri dari duduknya, melangkah kearah bunda Sisi, lalu duduk bersimpuh di bawah kaki bunda Sisi untuk menenangkan bundanya yang ketakutan.
" Bunda, tenang saja. Paman tidak akan menyakiti kita." Ucap Fazar menenangkan bunda Sisi." Paman hanya ingin berbicara dengan bunda." Jelas Fazar kembali sambil menggenggam tangan wanita yang paling dia sayangi.
Bunda Sisi menatap kearah putranya itu. Bunda Sisi mencoba mencari kebenaran dari mata putranya kalau putra nya itu tidak berbohong dengan ucapannya. Dan bunda Sisi bisa melihat kalau putranya itu mengatakan yang sebenarnya.
" Apa yang papi lakukan disini." Tanya Abizard yang membuat bunda Sisi, Fazar dan Wiyah melihat kearah Abizard. Mereka semua bisa melihat wajah datar dari Abizard, Berbeda dengan yang tadi.
" Papi hanya ingin menyelesaikan masalah papi dengan tante Sisi." Jawab tuan Aslan.
__ADS_1
" Benarkah," Tanya Abizard tidak percaya.
" Papi mengatakan yang sebenarnya." Jawab tuan Aslan.
Abizard masih belum percaya dengan jawaban yang papi nya itu berikan, mengingat bagaimana tuan Aslan membenci bunda Sisi, tapi sekarang papi nya itu datang untuk menyelesaikan masalahnya.
Apakah Fazar sudah menyelesaikan permasalah mereka setelah mereka bertemu kemarin, seperti yang di katakan oleh Fadil. Pertanyaan itu hadir di kepala Abizard.
Tuan Aslan mendekati bunda Sisi yang sekarang tampak diam. Sebenarnya bunda Sisi tidak ingin melihat tuan Aslan, karena dia begitu sangat takut setiap melihat kehadirannya. Karena setiap melihat tuan Aslan pasti bunda Sisi akan teringat semua kejahatan yang tuan Aslan lakukan kepada keluarganya.
Tapi mendengar penjelasan dari putranya yang mengatakan kalau tuan Aslan hanya ingin menyelesaikan masalahnya, membuat bunda Sisi mencoba untuk tenang.
Walaupun tuan Aslan tidak datang untuk meminta maaf kepadanya, bunda Sisi tidak mempermasalahkan itu, karena jauh sebelumnya bunda Sisi dan juga mendiang suaminya sudah memaafkan semua kesalahan yang tuan Aslan lakukan, karena bunda Sisi atau Ayah Aldevaro tidak mau menyimpan dendam kepada siapapun itu, walaupun tuan Aslan sudah menyakiti keluarga mereka, dan mencoba untuk memisahkan hubungan yang mereka jalin.
Tuan Aslan menatap bunda Sisi yang sedang menundukkan kepalanya. Fazar yang melihat paman sudah berada di belakangnya, membuat Fazar berdiri dari duduknya, lalu tangannya menarik pelan tangan Wiyah, agar istrinya itu ikut berdiri untuk mengikutinya. Fazar menggeser sedikit jauh dari bunda Sisi dan tuan Aslan, karena Fazar ingin memberikan mereka ruang untuk berbicara. walaupun mereka tetap berada di ruangan itu.
" Maafkan saya Sintia." Lirih tuan Aslan menahan air menatapnya." Saya tahu kata maaf saya tidak akan bisa mengetikan semua luka yang saya berikan kepada kalian. Karena kata maaf saya tidak sebanding dengan luka kalian selama bertahun-tahun ini. Kata maaf saya tidak cocok untuk saya, karena saya adalah pria yang begitu sangat jahat, saya tega menyakiti adik saya hanya karena dia tidak mengikuti peraturan dalam keluarga kami untuk tidak menikahi wanita yang tidak sekasta dengan kami.
Saya orang yang begitu sangat jahat sampai tega ingin membunuh istri dan anak adik saya, Hanya karena saya begitu sangat membenci istrinya. Saya tega ingin menghancurkan usaha yang begitu sangat susah dia bangun bersama dengan istrinya, agar dia bisa kembali kerumah. Karena saya mengira dengan melakukan hal itu, mereka akan berpisah. Tapi dugaan saya salah, karena cinta mereka lebih kuat ketimbang bencana yang saya membuat untuk memisahkan mereka."
Tangis bunda Sisi langsung pecah saat tuan Aslan mengingatkan kejadian berpuluh-puluh tahun yang lalu. Di mana dia hampir saja tiada karena rencana busuk ipar nya itu.
__ADS_1
Bunda Sisi masih mengingat dimana dia hampir di p**kosa oleh suruhan tuan Aslan, jika saja suaminya tidak datang tepat waktu.
Bukan saja itu, bunda Sisi hampir saja kehilangan putra pertamanya saat tuan Aslan sengaja menculiknya, jika saja bunda Sisi tidak bertindak cepat mungkin Fazar tidak akan selamat waktu itu. Banyak kejadian yang membuat bunda Sisi takut, dimana usaha mereka hampir saja hancur jika mereka tidak mengatasinya dengan cepat.
Kejadian yang mungkin bunda Sisi sulit untuk dia lupakan, diaman almarhum suaminya meninggal, tapi iparnya itu malah menghinanya dan juga anak-anaknya, padahal mereka dalam keadaan berduka.
" Saya adalah orang yang paling jahat Sintia. Dimana adik saya meninggal, saya bukannya berduka, tapi saya malah menghina, anak dan juga Istrinya." Ucap tuan rumah kembali, yang mengingat kejadian lima tahun yang lalu.
" Mungkin saya tidak berhak mendapatkan maaf dari kalian, karena saya orang paling jahat di dunia ini, tapi dengan lancang saya datang untuk meminta maaf kepada kalian semua. Agar kalian mau memaafkan kesalahan saya, yang tidak akan bisa di obati mungkin dengan kata maaf saja." Ucap terisak karena rasa penyesalan nya.
Tuan Aslan menengkupkan kedua tangan lalu duduk bersimpuh didepan bunda Sisi.
" Tapi kedatangan saya kesini, benar-benar ingin meminta maaf kepada mu Sintia, maka maafkanlah kesalahanku selama ini." Tuan Aslan ingin bersujud di kaki bunda Sisi untuk meminta meminta maaf, tapi di hentikan oleh bunda Sisi yang langsung memegang bunda kakak iparnya itu.
Walaupun takut kepada tuan Aslan, Tapi bunda Sisi tetap memberanikan dirinya, karena bunda Sisi tidak ingin melihat kakak iparnya itu bersimpuh di kaki nya. Sebanyak apapun kesalahan yang tuan Aslan lakukan, tapi tuan Aslan tidak boleh bersimpuh dan sujud di kaki nya.
" Tidak tuan, jangan lakukan itu. Saya akan berdosa jika anda bersimpuh di kaki saya. Jangan meminta maaf tuan, karena saya sudah memaafkan anda, jauh sebelum anda meminta maaf kepada saya, Karena saya dan almarhum suami saya sudah memaafkan anda dari semua luka yang anda berikan kepada kami." Ucap bunda Sisi.
Jujur, bunda Sisi begitu sangat sedih saat melihat tuan Aslan ingin bersimpuh kepadanya. dia tidak menyangka, rasa penyelasan tuan Aslan selama ini, membuat dia ingin bersimpuh di kakinya. Tapi bunda Sisi tidak ingin melihat itu, karena bagaimanapun bunda Sisi sudah memaafkan tuan Aslan, walaupun banyak luka yang ada akan sulit dia lupakan. Bagaimanapun tuan Aslan, adalah kakak dari mendiang suaminya dan paman dari anak-anaknya.
" Saya mohon tuan berdirilah." Ucap bunda Sisi membantu tuan Aslan untuk berdiri dari posisinya itu untuk berdiri.
__ADS_1
...----------------...
Author update nya satu aja ya