
Kesabaranku membawa cinta.
Abidzar membawa tubuh kecil Harum didalam gendongannya, dengan tergesa-gesa menuruni setiap anak tangga di villa itu. Karena lift di villa itu sedang rusak.
Fazri dan Abidzar, melewati beberapa mayat yang sudah terkapar dengan aliran darah yang terus-menerus keluar, bahkan villa itu hampir menjadi sebuah danau darah, karena para anak buah dari mafia Derk Belck, berhasil di bantai.
" Siapkan mobil." Teriak Fazri, membuat anak buah dari Liando langsung berkerja cepat untuk menyiapkan mobil seperti perintah dari Fazri.
Setelah mobil siap, Abidzar dan Fazri kembali melanjutkan langkah mereka, untuk masuk kedalam mobil, tapi langkah mereka kembali terhenti saat melihat, kehadiran Nadila, yang sedang di papah oleh anak buah Fiki, karena kakinya sedang terluka, bahkan lengannya wanita itu juga terdapat luka tembak.
Terlihat kalau wanita yang biasanya bergaya seksi dengan riasan wajah yang tebal, bahkan wajah itu terlihat angkuh, kini berubah menjadi pucat, dan terlihat penuh dengan memar keunguan di sudut bibirnya.
Wajah Nadila, yang lecet seperti itu karena pukulan dari wanita yang tadi bersama dengan mereka. Sedangkan baju yang tadi dia pakai kini sudah berlumuran dengan darah.
__ADS_1
Fazri yang melihat penampilan Nadila, hanya senyum sinis, Karena dia suka dengan karyanya, Apalagi baju itu penuh dengan darah karena ulahnya.
Ya, Fazri yang membuat Nadila seperti itu, Karena Fazri lah yang menembak Nadila tempat di dada sebelah kanannya, yang membuat baju itu berlumuran dengan darah. Bahkan Nadila yang biasanya kejam, sampai tidak berkutik saat melihat pemuda berusia enam belas tahun menembak kaki dan tangannya. Nadila tidak percaya dengan apa, yang Fazri lakukan.
Sama halnya seperti, Abidzar dan Fadil, yang sama-sama bingung dan tidak percaya dengan apa yang Fazri lakukan, beberapa menit yang lalu. Karena Fazri telah menembak seseorang, hanya karena dia begitu sangat marah terhadap wanita itu.
Tapi Abidzar, maupun Fadil membenarkan apa yang Fazri, lakukan karena kejahatan Nadila lebih besar daripada luka yang di berikan oleh Fazri.
" Saya kira, manusia yang tidak berhati seperti anda, tidak bisa terluka nona Nadila, Ternyata pikirkan ku salah, karena wanita seperti anda, ternyata bisa terluka juga. Seharusnya tadi, saya membunuhmu anda sekaligus nona Nadila, atas semua kejahatan yang anda lakukan, tapi karena saya tidak mau mengotori tangan suci saya, maka dari itu saya melepaskan anda."
Nadila kesal, bercampur dengan marah, saat melihat lawannya ternyata, hanyalah pemuda berusia enam belas tahun, tapi sudah berani meremehkan, Bahkan senyum itu, membuat Nadila ingin memukulnya. Tapi apalah daya, dia tidak bisa melakukannya, karena kedua tangannya sudah di pasangkan oleh gelang tangan yang cantik. Yaitu hadiah dari para polisi yang selama ini mencarinya.
Sedangkan Fadil dan Abidzar, kembali menatap adiknya itu, yang ternyata sangatlah berbahaya. Bukan saja melukai musuhnya, tapi Fazri juga, berniat untuk membunuhnya langsung.
__ADS_1
Sungguh, adiknya itu, adalah calon pesikopet sejati.
Setelah melupakan kekesalannya terhadap Nadila. Kini Fazri kembali menyuruh Abidzar untuk masuk kedalam mobil, karena tujuannya adalah rumah sakit terdekat. Walaupun jarak yang lumayan jauh, tapi berkat bantuan dari Fadil, yang sudah duluan mencari tau jalan terdekat, membuat mereka bisa sampai di rumah sakit dengan waktu singkat, Karena mereka akan melewati jalan pintas.
" kurang ajar kamu anak kecil. Berani sekali kamu membuatku seperti ini. Tunggu pembalasan ku nanti." Batin Nadila, menatap mobil yang di naikin oleh Fazri dan Abidzar, yang kini sudah pergi menjauh.
Nadila masih belum menyangka, kalau pemuda yang kemarin dia ingin membunuh, ternyata pemuda itu juga yang membuatnya seperti ini. Bahkan pemuda itu dengan berani menembak kaki dan tangannya. Bukan itu saja, bahkan dada kanannya juga ikut kena. Untung saja bukan dada kiri ya, Kalau tidak, mungkin dia sudah mati di tangan Fazri.
" Apakah pemuda itu sudah tau kalau aku yang berencana membunuhnya waktu itu. Sampai membuatnya ingin membalas dendam denganku, karena membuat tangan kanannya, sampai keseleo."
Padahal waktu itu Nadila sudah mengetahui kalau keluarga Fazar, termasuk istrinya begitu sangat dekat dengan gadis yang dia sandra selama berbulan-bulan ini. Tapi dia juga tidak berpikir dimana letak kesalahannya, sampai membuat pemuda berusia enam belas tahun itu, sampai sekejam itu kepadanya.
...----------------...
__ADS_1
Maaf author baru update lagi, soalnya kemarin ada acara keluarga.