
" Duduklah." Wiyah mengikuti suruhan suaminya untuk duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan Fazar.
" Maaf tuan, apa tadi tuan memanggil ku kesini." Tanya Wiyah mencoba memberanikan dirinya untuk menatap kearah Fazar.
Fazar menyimpan buku yang tadi ia baca, lalu menatap kearah Wiyah.
" Ya, aku memanggil mu ruangan ku. Karena aku ingin mengatakan sesuatu padamu." Jawab Fazar menatap Wiyah dengan datar.
" Membicarakan hal apa tuan." Tanya Wiyah penasaran dengan apa yang ingin Fazar katakan.
" Ikutlah denganku." Jawab Fazar.
Mendengar jawaban dari Fazar membuat Wiyah mengerutkan keningnya bingung. Kenapa Fazar memintanya untuk ikut dengannya. Apa mungkin Fazar ingin mengembalikan dirinya kepada kakaknya. Tapi jika itu benar. Maka Wiyah akan siap, karena semua sudah keputusan dari Fazar.
" Ikut dengan tuan, Tapi kita mau keman tuan." Tanya Wiyah sopan, berusaha untuk bersikap tenang. Walaupun dalam hatinya, Wiyah begitu sangat tegang menunggu jawaban dari Fazar.
" Ikutlah denganku, untuk pergi kekota J." Jelas Fazar membuat Wiyah terkejut mendengar jawaban dari Fazar.
" Kekota J tuan." Tanya Wiyah yang tidak percaya dengan jawaban Fazar." Tapi kenapa harus aku yang ikut dengan anda tuan, untuk pergi kekota J." Tanya Wiyah yang begitu sangat penasaran. Karena suaminya itu mengajaknya kekota J.
__ADS_1
" Karena aku akan pergi kekota J untuk menemui bunda yang sedang menjaga Fadil. Aku kekota J, ingin mengantikan posisi bunda untuk merawat Fadil. Sedangkan aku mengajak kamu, karena kamu akan menjaga bunda dan menemaninya selama kita berada dikota J. Aku tidak ingin melihat bunda sampai sakit karena stres akibat memikirkan kondisi Fadil sekarang, maka dari itu aku mengajakmu untuk ikut denganku untuk pergi kekota J." Jelas Fazar memberitahukan niatnya.
Ya, Fazar sudah memikirkan hal ini. Sebelum Fazar memutuskan untuk terbang kekota J, Fazar akan mengajak Wiyah untuk ikut bersama dengannya kekota J.
Karena Fazar berpikir. Jika ia datang sendiri pasti bunda Sisi akan menanyakan keberadaan Wiyah. Kenapa sampai Wiyah tidak ikut dengannya, dan bunda Sisi juga pasti akan curiga dengannya.
Tapi dengan membawa istrinya itu untuk ikut dengannya, pasti sangat berguna. Karena Wiyah bisa menjadi teman untuk bunda Sisi selama di kota J, dan bunda Sisi juga tidak akan stress karena memikirkan kondisi Fadil sekarang. Karena Wiyah akan menemani bunda Sisi dan membantunya melupakan kesedihannya untuk sementara.
Wiyah terlihat hanya terdiam saat mendengar penjelasan dari Fazar, kenapa Fazar mengajaknya untuk ikut kekota J.
" Maaf tuan, bukannya aku tidak menerima ajakan anda untuk pergi ke kota J. Hanya saja aku tidak bisa meninggalkan kuliahku karena aku takut kalau aku ijin terlalu lama, maka beasiswaku akan di cabut. Bukan itu saja, pekerjaanku juga akan terbengkalai selama aku pergi." Jelas Wiyah yang tidak menolak atau mengiyakan ajakan dari Fazar. Sebenarnya Wiyah ingin ikut dengan Fazar kekota J, apalagi ada sangkut pautnya dengan bunda Sisi. Wiyah ingin menjadi seorang menantu yang bisa membantu bunda Sisi untuk menghapus kesedihannya. Hanya saja Wiyah sudah terikat dengan kuliahnya dan juga perkejaan yang tidak bisa ia tinggalkan.
Ya, sebelum Fazar meminta Wiyah untuk ikut dengannya, Fazar sudah mengurus kuliah Wiyah. Agar Wiyah bisa mengerjakan tugasnya lewat online, karena Wiyah tidak bisa mengerjakannya secara langsung.
Fazar sudah memikirkan hal ini, karena Fazar tidak mau kalau sampai istrinya itu putus kuliah, hanya karena permintaannya untuk mengikutinya ke kota J lalu membiarkan kuliahnya terbengkalai begitu saja. Bagaimanapun istrinya itu perlu berkuliah untuk mengejar cita-citanya.
Bagaimana dengan pekerjaan Wiyah. Fazar tidak mengurus hal itu karena Fazar tidak mau tahu soal yang tidak penting itu. Walaupun Fazar sudah mengetahui pekerjaan apa yang Wiyah kerjakan.
Sedangkan Wiyah yang mendengar jawaban dari Fazar, membuatnya tidak percaya. Kalau suami dinginnya itu sudah mengurus kuliahnya. Agar ia bisa kuliah lewat online. Wiyah masih belum percaya kalau suaminya itu begitu sangat cepat bertindak, sebelum mengatakannya langsung kepada dirinya. Tapi Wiyah bingung, bagaimana caranya sampai suaminya itu melakukan hal itu.
__ADS_1
" Kenapa kamu malah diam sambil menatapku." Tanya Fazar saat melihat Wiyah yang hanya diam sambil menatap kearahnya.
Wiyah yang di tanyakan tersadar dari lamunannya, Wiyah begitu sangat malu karena Fazar melihat dirinya sedang terdiam sambil menatapnya.
" Tidak apa tuan." Jawab Wiyah.
" Aku tanya, sekali lagi. Apa kamu menerima ajakanku untuk ikut pergi ke kota J." Tanya Fazar kembali yang ingin mendengar jawaban dari Wiyah.
" Iya tuan, aku mau ikut dengan tuan untuk pergi kekota J." Jawab Wiyah mengiyakan. Karena Wiyah tidak mungkin untuk menolak. Sedangkan suaminya itu sudah menguruskan kuliahnya agar ia bisa mengerjakannya lewat online.
" Baiklah, Kalau begitu. Persiapkan semua barang-barangmu. Karena besok pagi, kita akan berangkat." Ucap Fazar setelah ia mendengar jawaban dari Wiyah.
" Besok Pagi Tuan." Tanya Wiyah tidak percaya kalau ia akan berangkat besok pagi, sedangkan ia belum mengemas barang-barangnya untuk ia pakai dikota J.
" Iya, maka persiapkanlah dari sekarang." Jawab Fazar.
" Kenapa harus sekarang tuan, tidak lusa." Batin Wiyah yang bingung dengan Fazar yang selalu memberitahukan secara dadakan dan di waktu sesingkat itu juga mereka akan pergi.
...----------------...
__ADS_1