
Tanpa Keduanya sadari saat Wiyah dan Fazar sedang berjalan kecil berdua dengan jarak yang dekat, Zain memotret keduanya
Zain mengambil gambar itu tanpa keduanya sadari.
" Pasangan yang begitu sangat cocok." Gumam Zain sambil tersenyum menatap suami, istri itu yang melangkah lebih dulu darinya, karena Zain sedang menatap hasil gambar yang begitu sangat cantik, tidak salah jika mengabadikan momen itu.
Saat keduanya sedang berdiri di samping pohon bunga sakura.
Wiyah menunjukkan hasil gambar yang tadi dia ambil, kepada Fazar." Tuan, coba tuan lihat bunganya cantik banget jika di ambil dari jarak yang begitu dekat." Ucap Wiyah sambil memperlihatkan hasil gambar yang tadi dia ambil mengunakan ponselnya.
Sedangkan Fazar menatap ponsel istrinya itu dengan wajah datarnya." Lumayan untuk memenuhi isi dalam ponsel." Jawab Fazar santai membuat Wiyah menatap kearah suaminya itu, sampai membuat kedua saling tatap satu sama lainnya.
__ADS_1
" Kenapa jantung ini kembali berdegup kencang." Batin Wiyah saat pandangan keduanya saling mengunci satu sama lainnya." Apakah aku sudah mencitai tuan Fazar. Tapi itu tidak mungkin karena aku baru saja sebulan mengenalnya, dan menjadi istrinya." Batin Wiyah, mempertanyakan apakah dia mulai menyukai suaminya itu, atau belum. Tapi selama ini, saat Wiyah berdekatan dengan Fazar pasti jantungnya akan berdegup lebih kencang dari biasanya, itu artinya Wiyah sudah melalui jatuh cinta dengan suaminya itu.
Sedangkan Fazar merasakan hal yang sama dengan yang Wiyah rasakan sekarang, jantung berdetak lebih kencang dari biasanya." Apa, aku mulai menyukainya." Batin Fazar yang masih menatap wajah gadis di hadapannya itu.
Lama terdiam, keduanya sadar dengan apa yang mereka lakukan. Wiyah maupun Fazar yang sadar akan hal itu dengan cepat melihat kearah lain.
" Maaf nona, apa nona masih ingin berkeliling lagi." Tanya Zain yang sudah berada di belakang kedua nya, membuat suasana yang tadi hening karena kejadian tadi, sedikit mulai tenang. Padahal keduanya hanya saling menatap, tidak melakukan hal lain.
Wiyah berbalik menghadap kearah Zain.
" Sudah tuan Zain." Jawab Wiyah." Tapi tuan Zain, apakah kita akan lama beranda disini." Tanya Wiyah yang ingin memastikan apakah mereka akan lama di jepang atau tidak, Karena Wiyah ingin membeli bahan-bahan dapur, jika mereka lumayan lama berada di Jepang.
" Hmm, tidak ada tuan Zain. Tapi kalau kita lumayan lama berada disini, apakah aku boleh berbelanja bahan-bahan dapur, Soalnya aku ingin memasak jika sampai di apartemen nanti." Jelas Wiyah memberitahukan maksudnya kenapa dia bertanya seperti tadi.
" Tentu boleh nona." Jawab Zain sambil tersenyum, karena Zain berpikir kalau Wiyah akan mempertanyakan hal yang lain, ternyata tidak. Malahan istri dari tuannya itu, menanyakan apakah dia boleh berbelanja atau tidak. Itu pertanyaan yang lucu menurut Zain.
__ADS_1
Mendengar jawaban dari Zain membuat senyuman Wiyah seakan mekar bagikan bunga sakura, karena Wiyah begitu sangat senang bisa berbelanja bahan-bahan dapur, dan sampai di apartemen dia akan kembali memasak." Terimakasih tuan Zain." Ucap Wiyah tulus dengan senyuman di bibirnya, karena begitu sangat senang dengan jawaban Zain.
" Iya sama-sama nona." Jawab Zain.
Sedangkan Fazar yang dari tadi hanya mendengar obrolan keduanya, tanpa sedikitpun membuka suara atau berkomentar, karena menurut Fazar. Wiyah terlalu aneh, Sudah mau di ajak ke Jepang dengan geratis, membebaskannya dari dapur. Tapi istrinya itu malah meminta untuk kembali kedapur, dengan cara meminta berbelanja bahan-bahan dapur. Padahal mereka bisa saja memesan makanan kalau sudah sampai di apartemen nanti, jadi Wiyah tidak perlu repot untuk memasak. Sungguh istrinya yang begitu sangat aneh. Pikir Fazar
" Dasar gadis aneh." Ucap Fazar ketus, setelah itu Fazar melangkah meninggalkan keduanya.
Zain dan Wiyah yang mendengar ucapan dari Fazar hanya bisa menatap kearah tuan nya itu yang sudah pergi menjauh dari mereka. Menurut keduanya Fazar lumayan aneh hari ini.
" Ada apa dengan tuan Fazar." Batin Wiyah menatap suaminya itu yang sudah menjauh darinya.
" Apakah tuan Fazar merasa cemburu saat aku berdekatan dengan istrinya." Batin Zain yang tidak mengerti dengan ucapan Fazar barusan.
Karena keduanya tidak mau sampai Fazar marah karena mereka lama, membuat Zain maupun Wiyah segera menyusul langkah Fazar yang sudah lumayan jauh dari mereka.
__ADS_1
...----------------...
Apa Fazar cemburu ya 🤔